Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 53 Menegangkan


__ADS_3

Mungkin karena hadirnya seorang anak dalam rahim Wulan, menjadi penguat untuk Alenta, mempertahankan menantu pertamanya itu.


Karena sudah lama sekali Alenta menginginkan seorang cucu, setelah kematian anak keduanya membuat rasa kehilangan, dan rasa sepi turut dirasakan wanita tua itu.


" Wulan itu sedang hamil. Jadi kamu jangan pernah marahi dia ataupun menyalahkan dia, apalagi mengungkit masa lalu, sudahlah sekarang tinggal menganti lembaran baru, untuk menjadi keluarga yang lebih harmonis lagi."


Jika Daniel mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya, apa bisa sosok seorang Alenta bisa menerima kelakuan menantunya dan juga penghianatan yang sudah membuahkan hasil seorang anak dari rahim Wulan, dengan lelaki lain.


Daniel pergi lagi, dimana sang ibunda menahan tangan anaknya itu." Daniel, kamu mau ke mana?"


pertanyaan sang ibunda diabaikan oleh Daniel begitu saja.


Wanita tua itu berusaha menahan anaknya untuk tidak pergi lagi," Daniel, apa kamu tidak kasihan dengan bayi dalam kandungan Wulan."


Mendengar kata bayi membuat Daniel sedikit kesal, lelaki berbadan kekar dengan gelar sang CEO itu kini mengalah di hadapan sang Ibunda." Ya sudah Daniel akan menunggu Wulan di sini, pekerjaan di kantor akan Daniel serahkan kepada sekretaris dan juga Varel sang asisten."


"Akhirnya kamu menurut juga, ya sudah Ibu pulang dulu ya. Kamu jaga baik baik istri kamu ya."


Daniel menganggukkan kepala masih terlihat raut wajah kesalnya. Sang ibunda mulai berpamitan pulang kepada menantunya itu, dimana ia mencium pipi kiri Wulan dengan penuh rasa kasih sayang. "Ibu pulang dulu ya, kamu jaga kesehatan jangan banyak pikiran."


Wulan menganggukan kepala setelah mendengar perkataan mertuanya itu. " Ya, bu. Makasih."


Wanita tua itu kini melangkahkan kakimu menuju keluar ruangan, di mana Daniel mendekat ke arah istrinya. Ia duduk di dekat sang istri.


"Daniel, kemana saja kamu semalam?" tanya Wulan, kepada Daniel yang tengah menyandarkan punggung pada. Dimana ia mulai menutup kedua matanya. Karena rasa lelah semalaman habis begadang.


"Daniel, aku itu tanya sama kamu tapi kenapa kamu diam saja," ucap Wulan sedikit membentak suaminya. Dimana Daniel kini terbangun dari tidurnya.


Kedua mata menatap perlahan kepada sang istri." kamu tanya aku semalam ada di mana? Semalam itu aku berada di hotel bersama dengan Sarla."


Deg .....


Hati Wulan seakan sakit, setelah mendengar kata Hotel bersama dengan sarla.


"Daniel, bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti ini kepadaku, di saat aku sedang sakit seperti ini kamu malah bersenang-senang dengan istri keduamu itu."


Daniel membuang wajah merasa kesal saat menatap istrinya, " kamu bilang kalau aku ini tega kepada kamu?"

__ADS_1


Wulan terdiam, dimana Daniel. Mendekatkan wajahnya kearah Wulan.


" Bukannya kemarin kamu melakukan hal seperti ini kepadaku, berduaan dengan lelaki yang bukan muhrim kamu di hotel, tanpa memperdulikan aku suamimu sendiri."


Deg ....


Seperti sebuah balasan yang diperlihatkan Daniel untuk istrinya itu, " Maksud kamu apa melakukan semua ini, aku tak mengerti?"


Daniel tak mau berlama-lama berdebat dengan wanita yang menjadi istrinya itu, ia langsung menunjukkan foto bukti bahwa dirinya bersama Angga masuk ke dalam hotel.


"Foto."


Membulatkan kedua mata, Wulan sangatlah terkejut melihat fotonya bersama Daniel tengah berpelukan.


"Ini .... "


Daniel langsung mengambil kembali ponselnya pada tangan sang istri, " sudah jelaskan perselingkuhan kamu, terungkap dan pastinya anak dalam kandunganmu ini bukanlah anakku?"


Wulan berusaha mencari alasan agar dirinya tidak diceraikan oleh Daniel, karena iya tak mau jika kebahagiaannya hancur dan keinginan, begitupun harta yang sudah ia miliki hilang dalam sekejap mata. " Aku memang selingkuh, tapi."


"Tapi apa?"


Wulan tetap saja, berbohong.


"Tidak mungkin, pasti kamu lupa memakai pengaman dengan lelaki itu kan, sehingga membuahkan seorang anak dalam rahimmu. Wulan aku masih ingat kapan terakhir kali aku menyentuhmu."


"Daniel aku .... "


"Mengaku saja. "


Wulan berusaha menyakini Daniel, bahwa anak itu bukan anak hasil perselingkuhannya.


"Daniel, Kenapa kamu bisa berpikir bahwa anak dalam rahimku bukan anakmu, aku tidak bermain apapun dengan lelaki itu."


"Bohong, jangan membuat sebuah kebohongan yang akan merugikan kamu Wulan, anak dalam rahim kamu itu bukan anakku, Kalaupun dia anakku. Apa kamu bisa membuktikannya?"


Daniel menantang Wulan untuk menunjukkan bahwa bayi dalam rahimnya itu adalah darah daging Daniel.

__ADS_1


Karena setahu Daniel saat berhubungan suami istri mereka selalu memakai pengaman.


"Daniel, aku akan buktikan setelah anak ini lahir dari dalam rahimku. Bahwa anak ini. Aku pastikan anak kamu. "


Daniel kini memberi kesempatan kepada Wulan, untuk membuktikan bahwa bayi dalam kandungan istrinya itu adalah anak Daniel sendiri.


"Baiklah, aku akan beri kamu kesempatan Wulan."


Wulan merasa tenang jika dirinya diberi satu kesempatan oleh Daniel, tinggal di mana. Ia mencari jalan keluar untuk menyusun rencana selanjutnya.


Wulan mulai memegang tangan Daniel, kedua mata tanpak berkaca kaca," apa kamu mencintaiku Daniel. "


Daniel berpura pura batuk, ia begitu gengsi mengatakan sejujurannya. " Aku .... "


"Daniel, berkata jujurlah padaku, aku tahu kamu pasti mencintaiku?"


Ketegasan dari raut wajah Daniel tiba tiba menghilang, ia kini menatap sayu pada raut wajah istrinya!" ya, aku masih cinta kepadamu. Hanya saja aku tak ingin anak itu lahir, karena dia bukan darah dangingku."


Deg ....


Wulan hanya bisa terdiam, ketika kata kata Daniel membuat relung hatinya sakit. Apa mungkin Wulan harus menggugurkan kandungannya, setelah sang mertua tahu dirinya hamil, dimana wanita tua itu berubah menjadi baik, begitu perhatian kepadanya.


"Aku tidak akan menceraikan kamu sampai kapanpun, hanya saja kamu harus tahu aku tidak akan menerima anak yang bukan darah dagingku sendiri, perselingkuhanmu bisa aku maafkan, tapi anakmu itu, aku tidak bisa."


"Daniel, kalau memang kamu cinta kepadaku dan tak mau menceraikanku, kenapa sampai setega itu kamu tidak mengakui anakmu sendiri. "


"Dia bukan darah dangingku."


Urat leher Daniel semakin menonjol, dimana Alenta datang dan berkata." Apa yang bukan darah dagingmu. "


Suasana nampak menegangkan, Daniel tak tahu jika ada Alenta masuk tiba tiba, dimana Wulan terdiam menundukkan pandangan.


"Kenapa kalian diam saja?"


Daniel tak bisa mengeluarkan satu patah katapun, karena ia berusaha menghilangkan sejenak rasa emosi yang terus membelundak pada pikirannya.


"Kenapa Ibu bisa datang ke sini secara kebetulan, Bukannya ibu tadi pergi, " gumam hati Wulan. Iya begitu ketakutan sekali jika wanita tua itu bertanya seperti Daniel yang terus menekannya untuk berkata jujur.

__ADS_1


Daniel yang sudah meredamkan emosinya, kini mendekat ke arah samping," Ibu kok balik lagi? Bukannya tadi ibu sudah pergi. "


Wanita tua itu menatap tajam ke arah Daniel dengan penuh pertanyaan dalam benaknya?


__ADS_2