Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 95


__ADS_3

Bi Siti datang mencairkan suasana, sengaja agar Wulan tidak ketakutan dan kalah ketika menghadapi Alenta dan juga Daniel.” Nyonya. Ayo cepat makan makanannya, nanti takut keburu dingin,” ucap Bi Siti menyodorkan sebuah sup ayam di hadapan majikannya.


Wulan menghirup aroma sup ayam yang sengaja dibuat oleh Bi Siti, iya lalu menyantap dengan perlahan, menyeruput sup ayam. Dengan begitulah lahap, Daniel melihat cara makan Wulan. Membuat dia tak meneruskan sarapannya, Daniel beranjak berdiri lalu pergi dari hadapan Wulan, di mana wanita berbadan dua itu bertanya, kepada sang suami.” kamu mau ke mana Daniel? Sarapanmu itu belum habis.”


Daniel kini berdiri di hadapan Wulan mendekat dan berkata,” aku tidak suka dengan cara makanmu itu membuat selera makanku hilang seketika.”


“ Kenapa kamu tega berbicara seperti itu kepadaku Daniel aku kan sedang hamil, jadi wajarlah aku berperilaku seperti ini.”


“Kamu bilang cara makanku ini tak wajar.”


“karena alasan kamu sedang hamil itu, tidak masuk akal Wulan, jadi stop jangan membela diri kamu sendiri.”


Wulan hanya menundukkan pandangan setelah mendengar apa yang dikatakan dari mulut Daniel, hatinya benar-benar rapuh saat itu, tetes air mata seketika menetes membasahi pipi di mana Alenta bertanya.” yang aku takutkan saat ini kamu ditinggalkan oleh Daniel begitu saja dan suamimu malah memilih Sarla.”


Wulan seperti tak menerima dengan ucapan Ibu mertuanya.” Bu kenapa ibu malah mengompori kami berdua, ibu itu harus menjadi penengah rumah tangga kita berdua agar tidak berdebat seperti ini terus-menerus.”


“ Loh kenapa kamu malah menyalahkan. Jelas-jelas hubungan antara kamu dan anak ibu itu bukan urusan ibu. Seharusnya kamu sebagai seorang istri itu lebih cepat tanggap dan tak usah lebay.”


Wulan seperti orang bodoh yang kini membela dirinya sendiri, di mana Bi siti Memberi kode mata agar Wulan pergi dari hadapan Alenta. Karena percuma melawan , posisi Wulan kini sebagai orang yang salah.


Sedangkan Daniel tak peduli akan pertengkaran ibu dan istrinya, ia lebih baik pergi untuk segera ke kantor.


Menangis, itulah yang kini dilakukan Wulan, pergi dan tak menghabisi makanannya.


Tatapan Wulan mulai mengisyaratkan kebencian dan rasa kesal karena sang mertua yang sudah berubah menjadi orang yang menyebalkan.


“ Aku permisi dulu, bu.”


Wanita tua itu malah cuek sama perdulikan Wulan yang berpamitan kepadanya, Alenta menjadi sosok ibu mertua yang berubah, iya kini tak berpura-pura lagi menjadi sosok yang baik.


Mengusap-ngusap air matanya yang terus berlinang jatuh ke dasar, hati Wulan merasakan rasa sakit yang tak biasanya, padahal saat di rumah sakit, ia begitu senang melihat ibu mertuanya begitu baik kepadanya.


Namun sekarang kebaikan itu berubah secara tiba-tiba, mereka terus menyudutkan Wulan dari perselingkuhan yang sudah dilakukan.

__ADS_1


"Apa sehina itu sebagai seorang wanita jika melakukan satu kesalahan, tapi kenapa seorang lelaki jika melakukan kesalahan tetap saja di akui, berbeda dengan wanita, malah tersalahkan dan terus ditekan, dunia merasa tak adil jika harus seperti ini."


Wulan menggerutu kesal dirinya sendiri ia masuk ke dalam kamar, lalu mengunci pintu kamarnya.


Bi Siti begitu mengkhawatirkan Wulan, hingga akhirnya ia datang untuk mengetuk pintu kamar sang majikan.


Tok .... Tok ....


"Nyonya Wulan, ini Bi siti."


Berharap jika Wulan mau membuka pintu kamarnya.


" Tinggalkan Wulan saja sendiri di dalam kamar, Wulan ingin sendiri dulu."


Bi Siti merasa sedih setelah mendengar perkataan Wulan yang tengah bersedih.


"Bi Siti bawakan makanan Nyonya."


" Sudahlah Bi aku sudah kenyang, sebaiknya Bibi saja yang makan makanan itu."


"Nyonya."


"Aku sudah katakan pada bibi, sebaiknya bibi jangan ganggu aku. "


Bi Siti tak bisa membujuk Wulan saat ini, yakini mulai pergi dari pintu kamar sang majikan, untuk segera menaruh makanan hangat ini.


Alenta tiba-tiba saja berada di depan Bi Siti, dengan melipatkan kedua tangan dan menatap tajam ke arahnya," ngapain Bi Siti bawa makanan ke kamar Wulan?"


Bi Siti tak tahu jika Alenta memperhatikannya, " saya kuatir dengan kandungan Nyonya Wulan."


"Hanya masalah itu. Biarkan saja nanti juga dia lapar sendiri keluar dari dalam kamarnya, sudah sebaiknya kamu ke dapur buatkan saya makanan ringan. "


"Baik Nyonya?"

__ADS_1


Bi Siti terburu-buru berjalan menuju ke dapur, hatinya benar-benar kesal melihat tatapan Alenta mengisyaratkan kebencian.


" Bisa-bisanya perubahan sifat Alenta begitu cepat. " Gumam hati Bi Siti.


Alenta mulai berdiri di depan pintu kamar sang menantu, dimana ia berkata," Wulan, Saya tak suka mempunyai menantu yang cengeng seperti kamu. "


Deg ....


Wulan mulai menghentikan tangisannya, mana ia mendengar suara teriakan sang ibu mertua.


Ia mulai membuka pintu kamarnya, menatap ke arah Alenta yang sudah berdiri di hadapannya," Kenapa Ibu berubah menjadi orang yang berbeda?"


Wulan mulai memberanikan diri bertanya kepada Ibu mertuanya," memangnya ibu mertua seperti apa yang kamu inginkan? Saya tak mengira jika kamu berani berselingkuh dibelakang anak saya?"


"Ibu jangan memfitnah Wulan!"


"Tadinya saya tak percaya, tapi setelah mendengar percakapan kamu dengan Bi Siti di rumah sakit membuat saya syok berat dan kecewa. "


Wulan tak menduga jika percakapannya itu didengar oleh ibu mertua, padahal Ia berusaha menutup rapat-rapat rahasia tentang perselingkuhannya bersama Angga.


"Ibu, jangan mengada-ngada, mungkin Ibu salah dengar dengan percakapan Wulan dan juga Bi Siti. "


"Mana mungkin saya salah dengar, jelas-jelas telinga saya ini pendengarannya masih bagus. Awalnya Saya berusaha tetap mempercayai kamu, Tapi saat kamu bertemu dengan seorang laki-laki membuat saya yakin jika kamu memang sudah tak pantas bersama anak saya."


" kalau memang anda berkata seperti itu. Kenapa anda tidak suruh anak anda untuk menceraikan saya saat ini juga."


" Tidak segampang itu Daniel harus menceraikan kamu, Daniel juga ingin membuat kamu menderita dan membalaskan dendamnya, karena ia tak mau melepaskan kamu begitu saja."


" kalian benar-benar licik dan egois mementingkan diri kalian tanpa mementingkan diri saya. "


" Kenapa kamu berkata seperti itu Wulan, jelas sekarang kami ini mempedulikan Kamu, makanya Daniel tidak menceraikan kamu, kami berdua hanya ingin memastikan dari dalam kandunganmu itu apakah darah daging Daniel ataupun bukan. "


Alenta mulai memperlihatkan sifatnya, ya sudah tak bisa berpura-pura lagi karena rasa kesal melihat tingkah laku Wulan yang semakin membuat dirinya tak bisa mengontrol amarah.

__ADS_1


pengusap pelan perut Wulan dan berkata, " segera lahirnya kamu ke dunia ini, agar kita bisa mengetes hasil DNA kamu, Siapa ayah kamu yang sebenarnya."


__ADS_2