Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 250


__ADS_3

"Lani, coba katakan yang sebenarnya. Kenapa kamu memfitnah Lilia, jelas jelas para penjahat itu menuju foto kamu, tapi menyebut nama foto itu sebagai nama Lilia? sebenarnya apa tujuan kamu saat ini, apa jangan jangan kamu balas dendam. karena kematian Mama kamu ada kaitannya dengan kami?"


Lani tak menyangka jika rencananya itu tak berjalan dengan begitu baik, Sarla lebih pintar dari yang dibayangkan Lani.


"Cepat mengaku saja Lani, kamu hanya ingin sebuah kepastian dari kamu," tegas Sarla. Berharap jika Lani mengatakan semuanya.


Ditengah obrolan yang menegangkan suara yang dirindukan Sarla kini datang, " Suara ini?"


Tari datang dengan sosok Lilia yang terlihat begitu kotor, Sarla yang melihat sang adik tersenyum bahagia dan berkata. " Lilia, apakah itu kamu. "


Lilia menganggukkan kepala dan berkata, " iya kak. "


Pelukan hangat kini Sarla layangkan, rasa rindu yang teramat berat pada sang adik.


"Aku merindukanmu de. "


"Lani juga merindukan kakak, " ucapan Lilia membuat Gunawan menitihkan air mata, dimana Lani mengepalkan kedua tangan.


"Kalian itu memang lebih peduli pada Lilia dari pada aku, kalian memang keterlaluan, " isak tangis kini dilayangkan Lani, anak kecil berumur sepuluh tahun itu pergi dari hadapan keluarga yang berkumpul di sana.


Namun dengan rasa sayangnya Lilia terhadap Lani, sejahat apapun sang adik tiri. Lilia kini menarik tangan Lani dan berkata," jangan pergi."


"Kenapa kamu menahanku, Lilia. " Lani berusaha menghempaskan tangan sang kakak. Namun Lilia tak mengubris hal itu," karena aku menyayangi kamu. "


"Sudahlah buang rasa sayangmu itu, aku tak butuh sama sekali." balas Lani terdenga ketus.


Lilia berusaha mengatur napasnya dan menjawab," kenapa kamu malah berbicara seperti ini. " Lilia tahu apa yang dirasakan Lani saat itu, ia memeluk tubuh adik tirinya dengan begitu erat.


"Aku sangat menyayangi kamu sebagai adikku," perasaan kesal itu kini berubah menjadi tenang,


" sebenarnya aku juga sangat menyayangi kamu sebagai kakaku, namun aku sangat iri dengan kasih sayang Kak Sarla yang begitu besar terhadap kamu Lilia. "


"Kasih sayang Kak Sarla sama saja, dia menyayangi kita, itu hanya perasaan kamu Lani. "


Sarla datang mendengarkan obrolan keduanya, dimana ia menimpal, " apa yang dikatakan Lilia benar Lani, Kak Sarla sayang sama Lani, Kak Sarla tidak membeda bedakan Lani dengan Lilia. "

__ADS_1


Lani tersentuh dengan perkataan Sarla, iya menangis lalu berucap," benarkah itu Kak Sarla."


Menganggukkan kepala, sampai dimana Tari datang dihadapan Gunawan dan juga Sarla.


"Nyonya Sarla. "


Melihat pelukkan kebahagian itu, adalah satu kesempatan untuk Tari menggungkapkan semua akal busuk Gunawan.


"Saya ingin mengatakan suatu kejujuran, tolong Nyonya Sarla mengerti. " Gunawan yang mendengar perkataan Tari yang tak biasanya, membuatnya sedikit was-was dan merasa takut.


" Memangnya apa yang kamu inginkan katakanan, Tari?" tanya Sarla, terlihat begitu penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh pembantunya itu.


Tari sekilas menatap ke arah Gunawan dengan penuh ketakutan, bergumam dalam hati, " aku harus berani, mengungkapkan semuanya, jika mbak Wina dikurung oleh Tuan Gunawan."


"Saya ingin mengungkapkan semuanya, setelah kuliah mengundurkan diri di rumah ini sekarang, bahwa Pak Gunawan, sudah mengurung Mbak Wina di dalam gudang. "


Mendengar hal itu, siapa yang tak terkejut, Sarla melirik ke arah sang Papah yang terlihat begitu gelisah," Apa benar yang dikatakan Tari, pah? "


Gunawan yang tak bisa menjawab, membuat Tari kini memberikan Kunci gudang," daripada nyonya bertanya kepada bapak, lebih baik nyonya cek sendiri, dan ini kunci gudangnya."


Gunawan yang melihat pembantunya berani mengatakan kejujuran, membuat ia membulatkan kedua matanya dan berbisik," awas kamu ya."


Membuka pintu gudang itu, dan benar saja. Sarla melihat sosok wanita tua yang menjadi adik dari almarhum ibu, tengah terikat oleh tali tambang.


Sarla merasa tak tega melihat apa yang ia lihat di depan matanya, melepaskan tali tambang itu lalu menangis terisak-isak," aku nggak menyangka kalau bapak setega ini. "


Gunawan akhirnya angkat bicara," papah melakukan semua ini karena dia sendiri yang sudah membuat papah menjadi orang yang jahat. Dia selalu mengungkit ngungkit masa lalu, padahal papah berusaha berubah, tapi dia tidak pernah mengerti situasi papah saat itu.


Sarla yang berhasil membebaskan Wina, kini menyuruh tari untuk membawakan kotak P3K, mengobati luka bekas ikatan tali tambang.


Gunawan merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan, mendekat ke arah anak pertamanya itu, meminta maaf," papah minta maaf, Karena papa sudah melakukan kesalahan lagi."


Gunawan memegang punggung tangan anak pertamanya itu, sampai di mana Sarla menhempaskan tangan sang papah.


Setelah melepaskan Wina dari sekapan sang papa, Sarla melihat perubahan dari diri wanita tua itu, Wina tertawa sendiri, sembari menggaruk-garuk kepala rambutnya.

__ADS_1


Tari mendekat dengan isak tangis, ia merasa tak tega dengan apa yang ia lihat, " Sepertinya kita harus membawa mbak Wina ke rumah sakit jiwa, karena beberapa hari ini mbak Wina sering tertawa sendiri dan menangis sendiri."


Mendengar hal itu, membuat Sarla semakin kesal dengan sang papah, " papah lihat apa yang sudah papah lakukan. "


Mereka bergegas masuk ke dalam mobil untuk segera membawa Wina, Gunawan yang merasa bersalah karena kejahatannya terungkap, kini ikut serta membawa Wina ke rumah sakit jiwa.


Dan benar saja, menurut dokter yang bekerja di sana, Wina mengalami depresi dan ketidaksadaran diri, membuat wanita tua itu harus menetap di rumah sakit jiwa, agar kondisinya kembali normal."


Setelah pemeriksaan Wina selesai, Sarla mendekat ke arah sang papah, lalu berkata, " papah lihat, apa yang sudah Papa lakukan Sudah merugikan orang lain."


Gunawan bersujud di kaki Sarla, meminta maaf dengan begitu tulus, sampai Sarla berucap kembali, " perkataan Maaf itu tidak pantas dikatakan kepada sarla, tapi lebih pantas dikatakan pada Mbak Wina yang sudah bapak buat depresi."


"Baik, setelah Wina sembuh dari gangguan jiwanya, papa akan meminta maaf. "


Sarla kini menaiki mobil untuk segera pergi ke rumah sakit, karena ia mendapatkan informasi jika Polisi datang ke rumah sakit dimana anaknya di rawat.


20 menit perjalanan menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya. Sarla melihat jika Wulan dan Daniel menangis, ia mendekat ke arah Sarla, " kamu membebaskan kami?"


Sarla menganggukkan kepala dan menjawab." aku membebaskan kalian karena aku tahu, jika kejahatan itu tak pantas untuk dibalas lagi, biarkan orang yang sudah berbuat jahat sadar dengan kesalahannya sendiri, sampai ia malu pada dirinya sendiri. Namun jika ia tidak sadar mungkin Hukum Karma akan datang kepadanya, sekarang aku akan membawa anakku pergi, jadi jangan pernah kalian mengusik ataupun mengganggu aku lagi dengan anakku. "


Daniel terlihat berat hati dengan perkataan Salra, namun harus bagaimana lagi, mungkin ini yang terbaik untuk Daniel sendiri.


Suster membawa bayi itu pada pangkuan Sarla, dimana bayi itu diberi nama, Aditya Putra, nama yang diberikan oleh Daniel untuk menjadi kenangan Sarla, jika anaknya memiliki seorang ayah.


"Semoga kalian bahagia, Daniel dan Wulan."


Sarla pergi dari rumah sakit, ia akan memulai hidup baru untuk membesarkan anaknya.


TAMAT.


Jangan lupa mampir ya teman teman di album baru yang berjudul



Ini masih baru dan ada lagi, novel baru yang tak kalah seru,

__ADS_1



__ADS_2