Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 68


__ADS_3

Daniel mulai merogoh satu celananya, di mana ia mengambil kunci kamar, menyerahkan kepada sang Ibunda. " Ini. "


Tampak bibir cemberut itu Daniel tampilkan di depan Alenta, lelaki berbadan kekar itu seakan tak ikhlas jika benda kesayangannya dirusak oleh sang ibunda.


Alenta. Mulai memberikan benda kesayangan nyaitu kepada sang anak, " ini beda kesayang kamu. "


Daniel menangkap benda kesayangannya dengan kedua tangan, menggenggam erat agar tidak ditemukan lagi oleh ibundanya," Untung saja bunda kesayangan aku ini tidak rusak oleh ibu."


Daniel bergegas pergi menuju tempat koleksi benda-benda kesayangannya, ia menaruh dengan aman benda yang membuat dirinya selalu bahagia.


" kamu baik-baik ke sini ya," Daniel pergi kembali untuk menyusul sang Ibunda yang akan melepaskan sarla.


Mengetuk pintu beberapa kali, Tok .... Tok ... Tok...


"Sarla apa kamu ada di dalam."


Sarla yang hampir saja ketiduran kini terbangun, ketika mendengar teriakan Ibu mertuanya," ya Bu, ini sarla, Sarla ada di dalam sini bu, tolong lepaskan ikatan tali tambang ini Bu."


Sarla berusaha meronta-ronta, membebaskan diri dari ikatan yang begitu kuat.


"Sarla, kamu tenang saja, ibu akan melepaskan kamu sekarang juga."


Wanita tua itu, mulai membuka pintu kamar Daniel, dengan kunci yang diberikan anaknya. Beberapa kali mencoba membuka pintu kamar dengan kunci, sialnya pintu itu tak terbuka.


" kenapa kuncinya tidak pas. "


Daniel yang baru saja sampai, melihat aksi ibunya yang akan menyelamatkan Sarla, di mana lelaki berbadan kekar itu tertawa terbahak-bahak.


"Ibu, ibu. Mau sampai kapanpun pintu itu tidak akan terbuka kalau kuncinya salah."


Deg ....


wanita tua itu menatap ke arah anaknya," jadi Kamu membohongi ibu dengan kunci palsu ini."


Daniel kembali tertawa, Iya seakan tak menyesali apa yang sudah ia lakukan.


"Iya."


"Kurang ajar kamu Daniel. "


kepalan tangan wanita tua itu terus memukul-mukul bahu dan juga punggung Daniel, dimana Daniel tetap saja tertawa dengan tingkah konyol yang sudah ia lakukan.


"Aduh bu, sudah sakit. "


"Rasakan ini, memang ya kamu ini pantas Ibu pukul karena kamu ini nakal."

__ADS_1


"Bu, sakit. "


Sarla masih berada di dalam kamar, hanya sekali bebas dari jeratan tali yang mengikat kedua tangannya." Bu."


Teriakan sarla membuat, Daniel tertawa, dimana sang ibu menjewer telinga anaknya," cepat kamu buka kamar ini kasihan Sarla."


Printah sang ibunda tetap tak digubris oleh Daniel, di mana Iya Malah menikmati jeweran dan pukulan dari sang ibunda.


"Sudahlah bu, biarkan saja, Sarla di dalam kamar itu baik baik saja kok."


"Bu, tolong Sarla, lepaskan tali tambang ini Bu. "


Mendengar teriakan sang menantu tentu saja membuat Alenta terkejut.


"Baik baik, bagaimana maksud kamu Daniel, kamu dengar Sarla dari tadi terus berteriak, cepat buka pintu kamarnya."


Sang ibunda terus saja memerintah anak semata wayangnya itu, " Daniel. "


Daniel tak peduli akan perintahkan ibunda, Iya cuek selalu pergi dari hadapan ibunya," Daniel. "


Beberapa kali menyebut nama Daniel, lelaki berbadan kekar itu tetap saja cuek, Iya berjalan menuju ke dapur untuk menikmati kopinya yang hampir saja dingin.


"Daniel, kamu mau kemana?"


Pertanyaan Ibunda membuat Daniel mejawab," mau ngopi bu. "


"Biarkan saja, biarkan dia menikmati hukuman yang aku berikan, jadi ibu jangan kuatir. "


"Ibu tak kuatir bagaimana, kasihan Sarla Daniel, kamu ini benar benar tak waras ya."


Wanita tua itu terus saja meneriaki anaknya yang berjalan pergi, " Daniel. "


Tetap saja, Daniel acuh begitu saja, tak peduli lagi terhadap Sarla.


*****


sang Ibunda yang selalu memperhatikan sang menantu, kini menggedor-ngedor pintu kamar Daniel, berteriak memanggil nama menantunya.


"Sarla, apa di sana kamu baik-baik saja Nak?" teriakan sang ibunda mampu didengar oleh sarla.


"Sarla, baik-baik saja Bu, biasa-biasa tak ingin bebas dari ikatan tali tambang ini!"


Alenta tampak kebingungan sekali, karena kunci ganda sudah berada di tangan Daniel semuanya, untuk mendobrak pintu kamar dan nelpon rasanya tak bisa.


Apalagi mencongkel pintu kamar itu, karena Daniel sengaja membuat pintu kamar tanpa orang bisa masuk sembarangan.

__ADS_1


"Daniel, dia benar-benar keterlaluan sekali, masa kepada istrinya sendiri ia tega melakukan hal seperti ini."


"Sarla, kamu yang sabar ya, Ibu pasti akan menyelamatkanmu saat ini."


"Iya, bu. Cepat ya bu. "


Alenta mulai pergi mencari suatu benda yang bisa membuka pintu kamar anaknya, karena dengan cara itulah Iya bisa menyelamatkan sang menantu.


*******


Sarla sudah benar-benar tak nyaman dengan posisinya saat ini, apalagi dengan kedua tangan yang terikat ia merasa sangatlah pegal.


"Bagaimana bisa, Daniel memperlakukanku seperti ini, Padahal awal-awal dia hanya cuek, tapi makin ke sini, ke sini dia begitu kejam dan tega. "


Sarla menangis, ia benar-benar ingin bebas dari ikatan tali yang begitu kuat mengikat tangannya.


merasakan kebebasan, tempat tekanan sedikit.


"Daniel, ke mana dia, Aku benar-benar ingin bebas."


Ponsel sarla kini bersuara, dimana Iya begitu susah untuk meraih atau mengangkat panggilan telepon dari ponselnya.


mencoba menggerakkan kedua kaki, agar Sarla bisa mengangkat panggilan telepon dari seseorang yang menelpon.


Baru saja kakinya iya gerakan untuk meraih ponselnya yang begitu jauh, Daniel tiba-tiba saja datang membawakan makan malam untuk istrinya. " Hai sayang waktunya makan malam."


Daniel kini mengambil ponsel yang bergetar itu, ya penasaran siapa yang menelepon istrinya.


"Nomor baru. "


Daniel kini mengangkat panggilan telepon dari ponsel istrinya, " Halo, Sarla ini aku Rafa."


Deg .... mendengar suara Rafa membuat Daniel sedikit kesal, Iya berusaha tenang untuk mendengarkan perkataan keponakannya itu.


"Halo, sah, aku sengaja meneleponmu saat ini hanya ingin menolong kamu untuk terbebas dari jeratan pernikahan dengan Pamanku."


"Sah, Halo, apa kamu mendengar suaraku."


Daniel menatap tajam ke arah Sarla ketika ia mendengarkan ucapan yang terus terlontar dari mulut keponakannya.


"Halo, Sah. kenapa dari tadi kamu diam saja, Ayo jawab perkataanku Sarla."


Daniel langsung mematikan panggilan telepon dari Rafa yang masih terhubung, di mana tangan kekarnya itu terlihat berurat, sepertinya Daniel marah besar kepada sarla, sampai di mana ia membantingkan ponsel sang istri. "Daniel, kenapa kamu malah membanting ponsel saya, ini tidak tahu ya ponsel itu masih kreditan. "


Daniel mendekat ke arah wajah istrinya," kamu harus tahu kenapa aku membanting ponselmu itu, aku tidak suka jika ada lelaki lain yang menelepon pada ponselmu itu, jadi aku putuskan besok untuk mengganti nomormu." Bentak Daniel, tanpa mengeluarkan kata-kata lembut ataupun formal seperti biasanya.

__ADS_1


"Daniel, Bagaimana dengan ponselnya apa anda akan mengganti ponsel sayayang masih cicilan itu?" tanya Sarla kepada suaminya. Karena ia masih pusing dengan cicilannya.


__ADS_2