Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 235


__ADS_3

Apa yang harus Lilia lakukan saat ini, memilih teman-temannya atau membantu membawa mamanya ke rumah sakit.


Sahabat yang sudah menolong Lilia, ini menarik tangan Lilia untuk segera pergi dari hadapan Dera dan juga Lani.


"Ayo, Lilia. "


Lani masih dengan tangisannya, melihat Dera sang mama terlihat tak berdaya, wanita tua itu membutuhkan pertolongan sekarang juga.


Lani berusaha meminta tolong dengan berteriak memanggil orang-orang yang mungkin akan menolongnya saat itu.


"Tolong."


Lani tak menganggap Lilia yang berada di hadapannya sama sekali, ya terus berteriak.


"Lilia, ayo kita pergi dari sini. Kamu lihat adik tiri kamu itu tak peduli dengan kamu. "


Apa yang dirasakan Lilia dan juga sahabatnya ada benarnya, Lani seakan tak menganggap jika Lilia ada di hadapannya.


"Lilia, ayo. "


Lani perlahan menatap tajam ke arah Lilia, ya begitu membenci Kakak tirinya.


" Lani, apakah itu Lilia, " Dera berusaha bertanya pada anak satu-satunya itu, berharap jika Dera bisa membawa Lilia ke rumah.


"Iya mah, itu Lilia, " balas Dera, menggenggam tangan sang mama.


"Dera tolong bantu mama untuk berdiri, " Dera berusaha membangkit dari rasa sakitnya, ia ingin menghampiri Lilia, membujuk anak tirinya itu agar agar pulang bersamanya.


"Jangan mah, sekarang bukan saatnya mengurusi Lilia. Mama harus dibawa ke rumah sakit," ucap Lani terlihat begitu kuatir terhadap mamanya sendiri.


Sedangkan Lilia berusaha tak peduli, ataupun merasa kasihan terhadap keduanya. Iya kini berlari mengikuti langkah sahabat-sahabatnya.


Dera melihat kepergian Lilia, membuat dia memaksakan diri untuk berdiri, berteriak memanggil anak tirinya itu." Lilia, kamu mau kemana nak?"


Lani berusaha menahan sang Mama agar tidak mengejar Lilia yang sudah jauh berlarian bersama sahabat-sahabatnya itu.


"Lilia, kamu jangan pergi. "


Teriakan Dera membuat tenggorokannya merasa sakit, "Lilia."


Lani berusaha menahan tahan lama untuk tidak mengejar Lilia. " Mama, stopp. "

__ADS_1


Perkataan Lani tak didengar sama sekali oleh sang mama, " mama, stop. "


"Lilia, jangan pergi. "


Lilia yang terus berlari benar-benar tak menggubris teriakan Mama tirinya.


"Lani, ayo cepat kamu kejar kakakmu itu. "


Dera menyuruh anak satu-satunya itu untuk segera mengejar, dengan harapan kita Lilia dapat pulang bersamanya.


Namun Lani sudah terlanjur muak dengan Lilia, ia hanya berdiam diri, "Lani kenapa kamu malah diam saja, cepat kejar Lilia."


Lani hanya melipatkan kedua tangannya, memajukan kedua bibir, tak mendengarkan perintah sang mama." Lani kenapa kamu diam saja mama itu perintah kamu untuk mengejar Lilia."


"Lani, kamu dengar tidak apa kata mama. " Ucap Dera sedikit membentak anaknya, Lani tetap saja diam, ia malas jika harus mengejar Lilia dan merayu kakak tirinya itu.


"Lani, ayolah kamu mengerti, Lilia itu sangatlah berharga bagi kita, dia itu harta satu satunya, kamu mau hidup dalam kemiskinan, " cetus sang mama menasehati anaknya agar mau mengerti.


Melipatkan kedua tangan, Lani berusaha tetap tenang, walau dalam hatinya merasakan rasa benci dan kesal karena bentakan sang mama.


"Mm, mama ini, ya sudah Lani sekarang bakal kejar lagi Lilia, " keluh Lani, berjalan meninggalkan sang mama, terlihat raut wajah keterpaksaan diperlihatkan oleh anaknya Dera.


Dengan tenaga yang tersisa, wanita tua itu berusaha mengikuti langkah anak satu-satunya.


"Lilia tunggu."


Dengan napas terengah engah, akhirnya Lani sampai juga di hadapan Lilia. Di mana para sahabatnya berusaha melindungi Lilia, " mau apa kamu menghampiri kami?"


"Menyingkir!"


Lani mendekat mendorong sahabat-sahabat Lilia," ahk. "


Lilia melihat kelakuan adik tirinya merasa tak terima," bisa-bisanya kamu menyakiti sahabatku."


Lani memperlihatkan wajah kesalnya," aku tak peduli sebaiknya sekarang juga kamu ikut denganku menemui mama. "


Lani menarik tangan Lilia, berusaha membawa Kakak tirinya itu ke hadapan Dera. " Lepaskan aku. "


Lilia berusaha menghempaskan tangan Lani, " Lepaskan. "


Berulang kali Lilia menyuruh adiknya untuk melepaskan tangan, tetap saja Lani malah menarik paksa beliau untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


"Kamu harus ikut aku sekarang juga," ucap Lani, anak berumur 10 tahun itu tak putus asa membawa Kakak tirinya.


Para sahabat yang sudah menyelamatkan Lilia kini menghampiri keduanya, mereka mencoba menyingkirkan Lani yang memaksa Lilia terus menerus.


Mendorong tubuh Lani, hingga anak itu tersungkur jatuh bersama tongkatnya, " rasakan itu anak rese."


"Kurang ajar, bisa bisanya kalian bersikap jahat kepadaku. "


"Heh, yang jahat itu kamu. "


Lilia berusaha menghentikan perdebatan para sahabatnya dengan adik tiri. " Stop, sebaiknya kalian jangan bertengkar. Aku tidak suka pertengkaran, Lani cepat kamu pergi. Aku tidak mau melihatmu lagi biarkan aku berada di sini bersama teman-temanku."


"Kak Lilia, Papah dan kak Sarlah mencari Kakak, apakah kau tidak merasa kasihan terhadap mereka berdua yang mengkhawatirkan kakak."


"Aku tak peduli dengan masalah itu, ketika waktunya sudah tiba aku akan bertemu dengan kak sarlah dan juga papah tanpa melalui kalian berdua. "


Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Lilia, membuat Lani kesal," cepatlah jangan banyak alasan kamu ini, sebaiknya kita pulang bersama."


Paksaan Lani membuat Lilia kesal, di mana anak gadis berumur 11 tahun itu membawa sahabatnya untuk pergi dari hadapan Lani.


Dera yang sudah tak kuasa berjalan dengan tubuhnya yang lemas, berusaha mengejar Lani yang terlihat menangis.


"Lani."


Teriakan sang mama membuat Lani membalikkan badan," mama. "


Terlihat Lani menangis, bangkit dari atas tanah dengan memegang tongkatnya, Lilia yang melihat pemandangan itu terlihat tak peduli. Ia pergi begitu saja," Lilia, kamu mau kemana?"


Teriakan Lani tak di gubris sama sekali oleh Lilia, " ayo Lilia, kamu jangan pedulikan. Adik kamu yang jahat itu. "


Lilia menganggukkan kepala, berlari bersama sahabatnya.


"Lilia."


Dera kini semakin dekat, wajah muramnya ia perlihatkan di hadapan dihadapan sang mamah. Dera yang terlihat masih kesakitan, tiba-tiba saja memarahi anak satu-satunya," Kamu ini bagaimana sih menyuruh Lilia ikut bersama kita juga tidak becus. "


Lani tak menyangka jika sang mama tega memarahinya dengan membentak, " Harusnya kamu itu kejar mereka bukan malah menangis seperti ini. Bagaimana besok kita akan hidup sengsara Lani, jika Lilia tidak ada bersama kita, semua ini gara-gara kamu. "


Lani tak menyangka jika dirinya akan tersalahkan oleh sang mama, " mama ini bagaimana sih Kenapa mama malah menyalahkan Lani, jelas-jelas dia pergi karena tidak mau tinggal bersama mama yang jahat ini."


Dera merasa kesal dengan perkataan anak satu-satunya itu." berani kamu memarahi mama dan berbicara seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2