Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 69


__ADS_3

"Satu kontainer pun saya akan belikan ponsel untukmu," ucap Daniel, menyombongkan dirinya sendiri.


Sarla sedikit tak suka dengan laga Daniel seperti itu, ia menginjak dada bidang suaminya, hingga Daniel terjatuh ke atas lantai.


"Sakit tidak? Itu pelajaran bagi pria sombong kaya anda."


Daniel mulai bangkit dari atas lantai, dimana ia memegang dada bidangnya, merasakan tendangan yang begitu luar biasa menyakitkan.


"Lepaskan saya. "


"Tidak akan. "


Sarla berusaha mengijak nginjak dada bidang suaminya, namun tak sampai, karena kedua kaki yang tertahan.


"Lepaskan."


Alenta datang, berusaha menolong sang menantu di dalam kamar yang terkunci, " mudah mudahan dengan alat ini bisa membuat Sarla bebas dari kekejaman Daniel. "


Wanita tua itu berusaha membuka pintu kamar, anaknya, " Akhirnya terbuka juga." Menatap pada Daniel, terlihat lelaki itu begitu kejam memegang kedua kaki istrinya.


"Daniel, tega kamu pada istrimu." teriak Alenta sembari memegang kayu yang sengaja ia bawa untuk memukul anaknya.


Brukkk ....


kayu besar itu mengenai punggung Daniel, " Ibu."

__ADS_1


Ia tersungkur jatuh ke atas lantai, merasakan rasa sakit karena pukulan sang Ibunda.


"Sarla."


Alenta mulai melepaskan ikatan tali yang mengikat kedua tangan menantunya," Sarla, apa kamu baik-baik saja? Biar Ibu lepaskan ikatan tali ini ya, kamu yang tenang."


"Iya, bu."


Daniel masih berada di atas lantai, ia berusaha bangun dari rasa sakit pada punggungnya, terdengar rengekan kesakitan dari Daniel.


Alenta mulai membantu sang menantu untuk keluar dari kamarnya, " Ayo cepat Sarla. Kita keluar dari sini. "


"Iya. Bu."


Daniel bangun, berusaha berdiri, dengan memegang kasur. Kedua mata menatap ke arah ibu dan juga istrinya yang berlarian keluar kamar.


Alenta memegang tangan Sarla untuk tetap berlari, dan segera masuk ke dalam kamar Alenta.


Daniel berjalan begitu lambat menuju ke kamar ibunya.


lelaki berbadan kekar itu ingin segera sampai menuju ke kamar sang ibunda, membawa sarla kembali, untuk diberi hukuman yang kemungkinan lebih berat lagi.


setelah sampai di kamar sang ibunda, dan dia langsung mengetuk keras pintu kamar wanita tua itu.


" Bu cepat keluar, jangan ibu sembunyikan Sarla dari Daniel."

__ADS_1


Teriakan Daniel diabaikan oleh ibunya sendiri, lelaki berbadan kekar itu benar-benar sedang diuji akan kesabarannya.


"Daniel, kamu harus tahu ya, tidak baik menghukum seorang istri yang tidak salah sedikitpun. "


" Sudahlah Bu, jangan ikut campur akan urusan aku dengan sarla."


"Ibu tidak ikut campur, Ibu hanya berusaha menasehati kamu, agar menjadi suami yang baik, tidak semena-mena kepada seorang istri."


Brakk ....


Daniel berusaha masuk ke dalam kamar ibundanya, mendobrak beberapa kali pintu kamar itu.


" cepat keluarkan sarla dari dalam kamar, bu. kalau Ibu tidak mengeluarkan dia sekarang juga, Daniel akan nekat merusak pintu kamar ibu."


"Silahkan saja kalau kamu bisa merusak pintu kamar ibu, Ibu tidak takut dengan ancaman kamu itu Daniel."


Sarla memeluk Ibu mertuanya dengan begitu erat, ya terlihat ketakutan sekali dengan amarah yang terlontar dari mulut suaminya.


"Daniel, percuma saja kamu marah-marah Sarla tidak akan ikut denganmu."


"Bu, cepatlah buka pintu kamarnya."


Beberapa kali Daniel mendobrak pintu kamar sang ibunda, karena ia ingin membawa sarla. Memberi pelajaran lagi kepada istrinya itu.


*****

__ADS_1


Hingga dua puluh menit kemudian, suasana tampak sepi, "sepertinya Daniel sudah tak ada di depan pintu kamar Alenta


__ADS_2