Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 97


__ADS_3

Sedangkan Sarla, nampak berdiam diri di rumah yang begitu besar, semua aktivitas sudah ia lakukan untuk bisa menenangkan pikiran dari rasa kesal karena membayangkan sifat Daniel yang tiba-tiba saja berubah kasar kepadanya.


Sarla, duduk dengan menyandarkan dagunya pada kedua tangan. Menatap layar ponsel beberapa kali tidak ada pesan yang datang, kini dirinya hanya sendirian tanpa sosok seorang teman.


Sarla yang harusnya pergi kuliah kini tertahan oleh Daniel, di mana Daniel tidak setuju lagi untuk mengizinkan Sarla pergi ke luar, apalagi kuliah, hari hari Sarla benar-benar sangat membosankan, tidak ada lagi aktivitas yang harus dia kerjakan.


Ya seperti burung yang sengaja dikurung dalam sangkar. Dikekang oleh sang tuannya agar tidak bisa terbang bebas keluaran," ah, menyebalkan sekali menjadi seorang istri. Harusnya sekarang aku itu pergi kuliah menikmati hari-hariku bersama teman-teman dan juga menikmati pelajaran yang aku sukai, tapi sekarang? Semua gara-gara Rafa, andai saja kalau dia tidak meneleponku, kemungkinan besar aku tidak akan seperti ini, duduk di rumah sendirian menikmati hari-hari membosankan."


Beberapa kali Sarla menatap laptopnya, tidak ada pelajaran yang menyenangkan ketika ia hanya melihat layar laptop yang mengeluarkan semua aktivitas sekolahnya. Karena yang ia inginkan sekarang adalah kebebasan karena dirinya, masih butuh pergaulan dan juga teman-teman yang ada di dekatnya.


Suara ketukan pintu terdengar dari luar pintu rumahnya, Sarla kini mengecek dan melihat siapa yang datang," Tumben jam segini ada yang datang siapa ya?"


Terdengar suara satpam dan orang itu seperti tengah bertengkar, Sarla yang penasaran kini mulai mengintip pada gorden jendela.


Kedua matanya membulat, terkejut jika Wulan tengah bertengkar dengan satpamnya.


"Bukannya, itu istri pertama Daniel?"


karena ia tak mau melihat perdebatan itu terus berlanjut antara satpam dan juga istri pertama Daniel, Sarla langsung membuka pintu rumahnya.


"Ada apa ini?"


Pertanyaan Sarla, membuat keduanya langsung menatap ke arahnya.


"Anu. Nyonya, wanita ini terus memaksa saya untuk masuk ke dalam rumah, padahal saya sudah melarang dia?"


Mengerutkan dahi setelah mendengar apa yang dikatakan satpam, Sarla kini bertanya kembali pada penjaga rumahnya itu.

__ADS_1


" Kenapa kamu melarang dia masuk ke dalam rumah ini?"


Bukan jawaban yang dilontarkan oleh Sarla pada satpamnya, malah sebuah pertanyaan membuat satpam itu terlihat gugup. " Maaf sebelumnya Nyonya, saya diperintahkan oleh Tuan Daniel agar tidak menerima orang yang mau masuk ke dalam rumah ini untuk menemui Nyonya."


Terkejut bukan main yang didengar, oleh Sarla dari Satpam penjaga rumahnya, " bisa bisanya Daniel, menyuruh satpam di rumah ini agar aku tidak bertemu dengan orang lain."


Wulan mendekat, dimana ia berkata," Aku ingin berbicara dengan kamu."


Satpam kelihatan tak mengizinkan Wulan untuk masuk ke dalam rumah, tapi Sarla memperlihatkan telapak tangan, agar tidak menyuruh Wulan untuk keluar lagi dari rumahnya.


" Kamu jangan kuatir, jika Daniel datang aku tidak akan memberitahu dia!"


Satpam itu kini bernapas lega, ia langsung membalikkan badannya untuk menunggu di depan pintu gerbang.


Sarla mulai mempersilahkan istri pertama Daniel masuk ke dalam rumah, di mana wanita bernama Wulan itu terlihat begitu jutek di hadapan istri kedua suaminya.


Menatap ke sekeliling rumah yang terlihat begitu mewah dan begitu rapih, bulan kini duduk di atas sofa yang begitu empuk.


"Ya, Daniel sengaja memberikan rumah ini untuk saya. "


"Oh."


Sembari mengelus-ngelus perut yang begitu buncit, Sarla kini menatap ke arah Wulan." Padahal anda sedang hamil. Kenapa Daniel tidak menceraikan saya, malahan dia mengekang saya agar tidak bergaul dengan orang lain, apalagi keluar rumah begitupun dengan pergi ke kampus?"


Sarla meluapkan kekesalannya, di mana Wulan tak menyangka jika wanita yang dinikahi Daniel itu benar-benar merasa dipaksa untuk menikah dan menjadi istri kedua Daniel.


" Jadi kamu sudah meminta cerai kepada Daniel setelah mendengar aku tengah mengandung anaknya?"

__ADS_1


Pertanyaan Wulan membuat sarla tersenyum tipis, " Ya tentu saja. Dari awal kan aku sudah menolak pernikahan ini, tapi kedua orang tuaku terus memaksa karena mereka mengandalkan aku menjadi tulang punggung mereka.


Jujur saja awalnya aku sampai meminta Daniel untuk meminta izin terlebih dahulu kepada kamu. "


Wulan mengingat apa yang dikatakan Sarla, memang Daniel sempat meminta izin kepadanya, di mana Iya tengah berselingkuh dengan lelaki lain.


"Lalu, apa yang membuat kamu bertahan dengan Daniel?"


Pertanyaan yang begitu mudah dijawab oleh Sarla, " anda mau tahu kenapa saya bertahan! Daniel mengancam saya jika sampai saya bercerai dengannya dan tak memberikan keturunan untuknya, dia akan mengambil alih perusahaan saya, membuat orang tua saya miskin lagi, apalagi sekarang saya tengah mebantu pengobatan adik saya. "


Wulan tertawa, dia seakan tak percaya dengan perkataan Sarla, " kalau modus pelakor ya ke gitu, memelas, tidak bertindak. "


Sarla kini berdiri di hadapan Wulan, dimana ia menatap wajah istri pertama Daniel, " owh, jadi kamu menganggap aku sebagai pelakor, aku mengira kamu tidak seperti yang aku bayangkan."


Perkataan ramah Sarla kini berubah, dimana ia. melipatkan kedua tangannya, " seharusnya sebagai seorang istri kamu bertanya dulu kepada suaminya, Kenapa dia tidak mau menceraikan aku, dan malah mengancam? Jangan bilang aku ini sebagai pelakor. "


Sarla tak menerima dengan perkataan Wulan, padahal dari awal ia sudah menolak. Tapi Daniel tetap memaksa dan malah mengancam, sudah berulang kali Sarla meminta bantuan kepada temannya tidak ada satupun yang menolong. Apalagi Natasha malah berkhianat.


"Oke, aku tidak akan menghinamu lagi sebagai seorang pelakor, apa bisa kamu berpisah saat ini juga dengan suamiku. "


"Jika kamu menginginkan semua itu kenapa kamu tidak minta saja kepada suamimu, jelas kamu sedang mengandung anaknya bukan?"


Perkataan Sarla, membuat Wulan sedikit tak enak hati, mana mungkin ia mengatakan bahwa anak dalam kandungannya adalah hasil perselingkuhan dirinya dengan seorang lelaki bernama Angga.


Yang ada Sarla akan menertawakannya dan malah menghina balik Wulan," Kenapa anda malah diam, aku sudah pasrah dan menyerah dengan ketentuan Daniel, karena ancamannya bisa berakibat fatal kepada keluargaku. "


" Sebegitu sayangnya kamu kepada keluargamu daripada dirimu sendiri, yang rela menikah dengan lelaki beristri hingga menurunkan derajatnya sebagai seorang wanita begitupun harga dirimu. "

__ADS_1


" Jika membahas hal itu, kamu tidak berhak menilai sesuatu sebelah mata."


Wulan mendekat dan menunjuk-nunjuk wajah Sarla, meluapkan kekesalannya hingga di mana ia berkata kembali. " Wah, pelakor macam kamu itu pintar bersilat lidah, bisa bisanya sok alim dan memakai hijab seperti ini. "


__ADS_2