Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 97. Segelas susu hangat


__ADS_3

***Kamar tidur Rossy Hartono***


Rossy sama sekali tidak bisa tidur nyenyak. Setiap kali Rossy menutup matanya mencoba untuk tidur, pikirannya akan teringat kembali kejadian penculikan kemarin.


Dalam hati kecil Rossy masih merasa takut pria gila itu akan menculiknya lagi.


Semalam Rossy berhasil memaksakan diri untuk tidur setelah melakukan transaksi membeli alat kejut listrik dan semprotan merica dari online shop. Akan tetapi, malam ini Rossy sama sekali tidak bisa tidur. Selain memikirkan penculikan kemarin, Rossy juga memikirkan cara bagaimana supaya bisa secepatnya mendapatkan darah tali pusat untuk menyembuhkan penyakit Kelvin.


"Mungkin segelas susu hangat bisa membuatku tidur nyenyak," ucap Rossy setelah berguling-guling di tempat tidurnya dalam waktu yang lama dan tidak bisa terlelap sama sekali.


Rossy berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju dapur Mansion Wijaya dan membuat susu hangat.


Tanpa sadar Rossy menyiapkan dua gelas susu hangat. Setelah Rossy menghabiskan satu gelas susu hangat, matanya menatap lama ke gelas susu hangat lainnya yang masih penuh.


"Hari ini tuan Jackson hanya makan satu sendok nasi putih saja. Aku akan mengantarkan susu hangat ini untuknya," kata hati Rossy Hartono.


Rossy merasakan hubungannya dengan Jackson mengarah ke hubungan yang lebih dekat setelah mengetahui hasil tes DNA dan memastikan Jackson adalah Mister W dan juga ayah kandung dari kedua putra kembarnya.


Rossy yakin Jackson adalah pria yang baik. Hanya saja karena trauma yang di alaminya sejak kecil membuat kepribadian Jackson menjadi bersikap pendiam dan kaku sehingga membuat Jackson susah mengungkapkan perasaan hatinya.


Orang lain yang melihat penampilan Jackson akan menganggap Jackson adalah seorang pekerja keras yang arogan, tegas, ketus, serta tidak memedulikan apa pun dan siapa pun. Akan tetapi, sewaktu di Healing Hands Hospital tadi pagi, Rossy bisa merasakan dengan jelas kasih sayang Jackson terhadap Kelvin. Hanya saja Jackson masih kaku dan canggung mengungkapkan perasaan hatinya untuk putranya.


Ketika pertama kali Rossy bertemu dengan Jackson di airport, Rossy akui dirinya mempunyai pemikiran yang sama dengan semua orang lainnya.


Kepribadian sebenarnya dari Jackson hanya bisa dirasakan oleh orang-orang terdekatnya saja. Rossy yakin pemikirannya itu pasti disetujui oleh dan Pak Lesmana.


Selain itu hari ini Jackson memerintahkan Pak Benyamin untuk mengantarkan Rossy kemana pun yang dia mau sehingga membuat hati Rossy lebih tenang karena tidak perlu menggunakan taxi online yang masih membuatnya merasa takut dan mengingat kejadian penculikan.


Rossy merasa terharu dengan kebaikan hati Jackson Wijaya terhadapnya sehingga Rossy memutuskan membalas kebaikan hati Jackson hari ini dengan mengantarkan segelas susu hangat.

__ADS_1


 


***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Jackson sedang berada di atas tempat tidurnya sambil membaca dokumen yang di bawanya pulang dari Perusahaan Wijaya.


Malam ini Felix tidak menginap di Mansion Wijaya sehingga Jackson membawa pekerjaannya ke dalam kamar tidur dan tidak mengerjakannya di ruang kerja karena akan sangat merepotkan bagi Jackson untuk kembali ke kamar tidurnya dari ruang kerjanya.


Jackson tidak mau merepotkan Pak Lesmana yang sudah tua. Beberapa hari ini Felix lah yang selalu membantu mendorong kursi roda Jackson dari ruang kerja ke kamar tidurnya.


Untuk sesaat Jackson bisa merasakan Felix yang menginap di Mansion Wijaya mempunyai kegunaan juga yaitu menjadi asisten pribadi Jackson, menggantikan tugas Rossy.


Suara ketukan pintu  kamar membuat Jackson mengira Pak Lesmana yang datang untuk melihat keadaannya .


"Masuk!" kata Jackson tanpa melihat ke arah pintu kamar.


Jackson masih konsentrasi membaca dokumen perusahan di depannya. Kemudian Jackson mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke tempat tidur.


Tongkat ketiak kruk hadiah dari Felix berada di dekat tempat tidur Jackson.


Jackson meminta Bagaskara meletakkannya di sana sewaktu Bagaskara mengantarkannya ke kamar tidur tadi .


Dengan adanya tongkat ketiak kruk itu akan memudahkan Jackson berjalan ke dalam toilet.


Jackson tahu dengan jelas sekarang bukan waktunya untuk merasa gengsi ataupun malu menggunakan tongkat ketiak kruk itu.


Rossy merasa jengkel mendengar perkataan Jackson yang ternyata bergosip dengan Pak Lesmana di belakangnya.


Wajah Rossy cemberut dengan mulut manyun. Rossy terdiam saja dan ingin meletakkan susu hangat itu di atas meja nakas yang berada di samping tempat tidur Jackson.

__ADS_1


Rossy berencana secepatnya meninggalkan kamar tidur Jackson setelah meletakkan gelas susu hangat itu.


"Pak Lesmana. Apa kamu tidak mende...," Jackson berhenti mengucapkan perkataannya karena ketika Jackson menoleh ke samping meja nakas, Jackson  melihat dengan jelas wajah Rossy yang membuatnya terkejut.


Dokumen perusahaan yang berada di tangan Jackson terlepas seketika karena reaksi Jackson yang terkejut.


Jackson hanya menyalakan lampu tidur yang berada di atas meja nakasnya saja sehingga wajah Rossy yang terpantul lampu meja terlihat sangat menakutkan.


"Rossy Hartono! Kenapa kamu bisa muncul di kamarku tengah malam?" tanya Jackson dengan ketus sambil menenangkan detak jantungnya yang berdetak cepat  karena mengira melihat makhluk tidak kasat mata di kamar tidurnya.


"Maaf tuan Jackson. Aku hanya ingin membawakan segelas susu hangat untukmu," jawab Rossy.


Mata Jackson menatap tajam di wajah Rossy kemudian ke gelas susu hangat yang berada di tangan Rossy.


"Siapa yang mengantar susu hangat tengah malam?" tanya Jackson dengan nada curiga.


Jackson mencurigai Rossy sengaja menggunakan alasan untuk mengantar susu hangat. Padahal Rossy ingin bertemu dengannya dan melihat wajahnya.


Rossy yang tidak mengetahui pemikiran pria narsis di depannya mencoba menjelaskan kenapa dirinya bisa mengantar susu hangat ke kamar Jackson.


"Aku tidak bisa tidur nyenyak sehingga minum segelas susu hangat. Kemudian aku ingat tuan Jackson belum makan apapun seharian ini selain satu sendok nasi putih tadi pagi sehingga aku membawakan susu hangat untuk tuan Jackson," jawab Rossy dengan jujur.


"Benar kan perkiraanku? Dia selalu memikirkanku dan ingin melihat wajahku sebelum tidur. Semua salahku yang mempunyai wajah tampan sehingga dia  tergila-gila kepadaku, " kata hati Jackson setelah mendengar jawaban dari Rossy.


***


Selamat siang readers.


Apa yang akan terjadi dengan Rossy Hartono dan Jackson Wijaya si pria narsis di dalam kamar tidur?

__ADS_1


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya hari ini ya.



__ADS_2