Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 158. Rossy yang aneh


__ADS_3

***Ballroom Hotel H***


Mata Felix dan Michelle menatap ke arah tempat duduk khusus bagian depan dimana Jackson sedang berbicara dengan Rossy dari kejauhan.


Michelle merasa tidak tenang melihat Rossy yang sedang menunduk di hadapan Jackson.


Handphone Felix berbunyi. Felix melihat nama panggilan yang muncul di layar handphonenya. Healing Hands Hospital.


"Kenapa Healing Hands Hospital meneleponku saat ini? Apakah terjadi sesuatu dengan Dokter Erik?" kata hati Felix.


"Halo," kata Felix.


"Iya Dokter Anna. Benarkah? Baiklah. Aku akan menuju ke  Healing Hands Hospital sekarang," kata Felix dengan suara senang.


Setelah menutup sambungan telepon, Felix melihat ke arah Michelle yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.


"Felix. Kamu mau ke Healing Hands Hospital sekarang?" tanya Michelle.


"Iya Michelle. Telepon itu dari Dokter Anna. Dokter Erik sudah siuman dari komanya," jawab Felix.


"Benarkah? Baguslah. Dokter Erik bisa menjadi saksi Rossy sekarang. Dokter Eriklah yang memberikan Kelvin ke Rossy lima tahun yang lalu. Rossy sama sekali tidak tahu bayi yang dilahirkannya kembar dan baru mengetahui keberadaan Chandra beberapa waktu yang lalu," ucap Michelle dengan semangat.


"Aku harus memberitahukan kabar baik ini ke Jackson sekarang," kata Felix.


"Iya iya," jawab Michelle sambil menganggukkan kepalanya dengan keras.


Mereka berdua pun bergandengan tangan menuju ke tempat duduk Jackson.


Sementara itu Rossy merasakan ruangan di sekelilingnya berputar-putar sehingga Rossy menggunakan telapak tangan kanannya menepuk-nepuk kepalanya.


Jackson terkejut dengan sikap aneh Rossy Hartono di hadapannya.


"Rossy!"


"Rossy!"


"Rossy!"


Rossy mengacuhkan panggilan dari Jackson malahan Rossy melihat ke atas langit-langit ballroom Hotel H sambil ketawa kecil.


Jackson segera berjalan menghampiri Rossy.


"Rossy," panggil Jackson saat berdiri di samping kursi Rossy.


Rossy mengalihkan perhatiannya dari langit-langit ballroom hotel H ke Jackson yang berdiri di sampingnya.


Rossy berdiri dari tempat duduknya dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Jackson dengan spontan. Rossy menatap wajah Jackson sambil ketawa kecil.


"Hai handsome," kata Rossy ke Jackson.


"Rossy. Ada apa denganmu? Wajahmu sangat merah," ucap Jackson dengan khawatir dan meletakkan telapak tangannya di kening Rossy.


"Panas sekali!" kata Jackson sambil menarik kembali telapak tangannya dari kening Rossy.


Kedua tangan Rossy menarik  telapak tangan kanan Jackson dan menempelkan ke pipinya.


"Nyaman sekali," ucap Rossy sambil memandang Jackson dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Rossy merasakan tubuhnya seperti berada di depan api unggun yang menyala dan telapak tangan Jackson terasa dingin dan nyaman sehingga Rossy tidak ingin melepaskannya.


"Kita pacaran yuk!" ucap Rossy sambil ketawa kecil. Telapak tangan kanan Jackson digosok-gosokkan Rossy ke pipinya terus menerus dengan ekspresi wajah yang senang dan nyaman.


"Rossy. Kamu mabuk?" tanya Jackson.


Jackson menyadari tingkah laku Rossy sangatlah aneh dan tidak normal.


Felix dan Michelle yang berjalan menghampiri mereka pun menyadari keanehan di Rossy.


"Rossy. Kamu kenapa?" tanya Michelle dengan nada khawatir.


"Hai," sapa Rossy sambil melambaikan tangan kirinya ke Michelle, sedangkan tangan kanannya melanjutkan aksinya memainkan telapak tangan kanan Jackson yang berada di genggamannya.


Telapak tangan kanan Jackson bagaikan plester pereda panas 'bye bye fever' yang sering digunakan oleh Kelvin ketika demam.


Rossy meletakkan telapak kanan Jackson ke pipinya, keningnya, dan lehernya secara bergantian dengan mata yang berbinar-binar senang.


Jackson merasakan seluruh tubuhnya terkena aliran listrik ketika telapak tangan kanannya menyentuh setiap bagian wajah Rossy.


"Jackson. Ada apa dengan Rossy? Aku akan memeriksa keadaannya," kata Felix Wilson.


"Rossy." Felix memanggil nama Rossy Hartono dengan suara yang keras sehingga Rossy melihat ke arahnya.


"Hai tampan," sapa Rossy sambil melihat tangan Felix dengan mata berbinar-binar.


Rossy melepaskan telapak tangan kanan Jacksonndan ingin memegang tangan Felix karena Rossy penasaran apakah telapak tangan Felix juga adem seperti tangan Jackson.😅


Jackson bisa membaca niat Rossy sehingga memeluk Rossy dengan erat dan mundur dua langkah menjauhi Felix.


"Jus nya bermasalah," ujar Jackson dengan yakin sambil menunjuk gelas jus kosong di atas meja.


"Tuan Jackson," kata Bagaskara sambil berjalan tergesa-gesa menghampiri Jackson.


Di belakang Bagaskara ada ketiga bodyguard yang datang bersamanya ke Hotel H dan mereka menggiring dua pria dengan wajah yang babak belur.


Ketiga bodyguard itu menekan tubuh kedua pria itu ke lantai sehingga mereka berdua berlutut di depan Jackson.


"Ada apa?" tanya Jackson.


"Mereka berdua memasukkan sesuatu ke jus nona Rossy," lapor Bagaskara.


Bagaskara mengetahuinya karena mendapatkan kiriman video rekaman cctv ballroom ke handphonenya sehingga Bagaskara dan ketiga bodyguard menangkap kedua preman yang sedang mengawasi Rossy secara diam-diam di dalam ballroom Hotel H .


Chandra yang mengirimkam video itu ke handphone Bagaskara. Sewaktu melihat kedua preman itu masih berada di dalam ballroom Hotel H dan mengawasi Rossy secara diam-diam, Chandra memeriksa ulang semua rekaman cctv di setiap sudut  ballroom Hotel H.


Chandra menemukan rekaman yang memperlihatkan salah satu pria itu memasukkan sesuatu ke gelas jus stroberi milik Rossy ketika keadaan ballroom sedang kacau waktu itu dan mengirimkannya ke handphone Bagaskara.


"Siapa bos kalian?" tanya Jackson dengan suara tegas sambil menatap tajam kedua preman itu.


Kedua preman membisu sambil menundukkan kepala mereka. Bagaskara memberikan satu tinju di wajah  mereka masing-masing.


"Jawab!" teriak Bagaskara.


"Wu...wulan sari," jawab salah satu preman terbata-bata.


"Dasar wanita gila. Apa yang kalian campurkan ke dalam minuman Rossy?" teriak Michelle.

__ADS_1


"Pil untuk bersenang-senang," jawab preman yang satunya lagi.


"Apa?" teriak Michelle dengan mata membulat besar.


Felix dan Michelle melihat ke arah Rossy yang sedang tertawa kecil di dalam pelukan Jackson.


"Bereskan mereka!" perintah Jackson ke Bagaskara dan melepaskan pelukannya dari Rossy. Kemudian menarik tangan Rossy berjalan meninggalkan ballroom Hotel H.


Jackson tahu pasti tindakan Rossy akan semakin menggila jika reaksi obatnya semakin terasa sehingga harus membawa Rossy meninggalkan ballroom Hotel H segera.


Felix mengejar Jackson sambil menarik tangan  Michelle.


"Jackson. Dokter Erik sudah bangun. Aku dan Michelle akan ke Healing Hands Hospital sekarang. Dokter Eriklah yang menyerahkan bayimu ke Rossy. Rossy sama sekali tidak tahu bayinya kembar," ucap Felix.


"Benar tuan Jackson. Rossy baru saja mengetahui keberadaan Chandra," kata Michelle.


Michelle dan Felix yakin Rossy belum sempat mengatakan apa pun kepada Jackson karena jus yang diminumnya sehingga mereka berdua ingin Jackson tahu kebenaran.


"Aku akan membawa Rossy ke Healing Hands Hospital," kata Jackson.


"Hospital? Aku tidak mau ke hospital. Aku mau pulang. Pulang pulang pulang," ucap Rossy dengan suara manja  sambil mencoba melepaskan pegangan tangan Jackson.


"Iya. Iya," kata Jackson dengan ketus sambil mempererat genggaman tangannya.


Jackson merasa sakit kepala dengan rengekan Rossy. Jackson tahu Rossy sudah tidak sadar sama sekali apa pun yang sedang dilakukannya sekarang karena reaksi obat itu sudah menghilangkan kesadaran dan logika Rossy saat ini.


Jackson ingin membawa Rossy ke Healing Hands Hospital untuk menghilangkan pengaruh obat di tubuh Rossy dan karena Rossy menolaknya membuat Jackson semakin sakit kepala. 😂


"Jackson. Kamu bawa Rossy pulang ke Mansion Wijaya !" ucap Felix dengan tegas dan  kemudian mendekat ke telinga Jackson sambil berbisik kata darah tali pusat.


"Bye Jackson," kata Felix sambil menarik tangan Michelle menuju parkiran mobil.


Michelle masih membalikkan badannya melihat ke arah Rossy dengan tatapan khawatir.


"Tenang saja Michelle.  Rossy akan baik-baik saja," kata Felix sambil tersenyum tipis karena dirinya sudah memberi kesempatan emas ke Jackson.


***


Pak Kuncoro membukakan pintu mobil Land Rover Range Rover Velar ke Jackson sambil menatap bingung ke Rossy.


Pak Kuncoro mengenali gaun merah dan kalung ruby bertaburan berlian itu dikenakan oleh Rossy, koki pribadi Jackson. Akan tetapi, kenapa sekarang gaun merah dan kalung ruby bertaburan berlian itu bisa berada di tubuh wanita cantik yang memandang Jackson dengan mata berbinar-binar?


Sebagai supir Mansion Wijaya yang proffesional, Pak Kuncoro mengunci mulutnya dengan erat dan tidak akan lancang menanyakan tentang keberadaan  Rossy si koki pribadi ke Jackson.


***


Selamat malam readers.


Kelanjutan ceritanya besok ya.


Malam minggu adalah moment terbaik untuk membaca cerita sweet-sweet antara Jackson Wijaya dan Rossy Hartono.


Terima kasih atas kesabarannya menanti ya readers.


SALAM SAYANG


LOVE YOU ALL

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2