
***Mansion Wijaya***
Rossy tidak tahan dengan pandangan mata Pak Lesmana, seolah-olah Rossy adalah artis idola dan Pak Lesmana adalah fans fanatiknya.
"Tuan Jackson. Aku ingin minta izin ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian bersih," ucap Rossy.
Rossy menggunakan alasan itu untuk bisa kembali ke kamar. Rossy ingin menelepon Chandra dan Kelvin. Kedua putranya pasti sedang mengkhawatirkan dirinya.
Jackson menganggukkan kepalanya.
"Rossy. Nanti kamu cari aku di ruang kerja Jackson ya. Ada yang ingin saya bicarakan denganmu," pesan Felix dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Apakah Felix ingin menanyakan tentang keadaan apartemennya?" kata hati Rossy.
"Baik Felix. Nanti aku akan mencarimu ke ruang kerja," jawab Rossy.
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy menelepon Chandra terlebih dahulu karena pada saat di culik, dirinya sedang berbicara di telepon dengan Chandra.
Rossy tidak ingin Chandra mengkhawatirkannya terlalu lama.
"Halo mommy," kata Chandra.
"Halo Chandra. Maafkan mommy ya. Tadi telepon mommy terputus," kata Rossy.
Rossy masih ragu-ragu untuk memberitahukan Chandra bahwa tadi dirinya diculik .
Lagipula sekarang Rossy sudah bebas dan dalam keadaan baik-baik sehingga Rossy tidak ingin membuat putranya khawatir karena kejadian itu sudah lewat.
"Iya mommy. Aku tahu mommy tadi diculik dan daddy membawa bodyguard ke apartemen Om Felix untuk menyelamatkan mommy," kata Chandra.
Rossy terkejut dengan perkataan Chandra karena tidak menyangka Chandra akan mengetahui tentang penculikan itu. Kemudian Rossy teringat akan kemampuan hacker yang dimiliki oleh Chandra.
"Chandra. Kamu yang mengirim video tentang penculikanku ke tuan Jackson?" tanya Rossy.
"Iya mommy. Aku yakin daddy bisa menyelamatkan mommy," jawab Chandra.
"Terima kasih Chandra. Kamulah yang menyelamatkan mommy," kata Rossy dengan terharu.
"Aku adalah putra mommy. Aku dan Kelvin sudah berjanji akan melindungi mommy," kata Chandra.
Rossy sangat ingin mengetahui dengan jelas apa saja yang dilakukan oleh Chandra hari ini. Akan tetapi, karena dirinya masih harus menemui Felix nanti, Rossy memutuskan akan menemui Chandra besok secara langsung untuk berbincang dengannya.
"Besok aunty Michelle shift pagi kah?" tanya Rossy.
"Iya mommy," jawab Chandra.
"Besok pagi mommy akan ke Healing Hands Hospital dan menemuimu di ruang bermain anak. Kita bisa berbincang di sana . Mommy ingin tahu apa saja yang telah dilakukan oleh jagoan kecil mommy untuk menyelamatkan mommy hari ini," kata Rossy dengan antusias.
Wajah Chandra memerah mendengar pujian dari Rossy.
"Oke mommy tetapi aunty Michelle belum mengetahui kejadian hari ini. Aku merahasiakannya dari aunty Michelle karena tidak ingin dia khawatir," kata Chandra.
"Iya Chandra. Apa yang kamu lakukan sudah benar. Aku yang akan memberitahukan Michelle nanti," kata Rossy.
"Good night mommy. Bye bye ," kata Chandra.
__ADS_1
"Good night Chandra. Bye bye ," kata Rossy.
Chandra memberitahukan kepada Michelle tentang Rossy yang akan menjenguknya di ruang bermain anak besok pagi setelah menutup sambungan telepon.
Michelle tahu Rossy akan menemui Chandra di ruang bermain anak untuk menghindari bertemu dengan Suster Lisa.
Rossy dan Chandra tidak bisa bertemu lagi di kantin karena takut bertemu dengan Suster Lisa tanpa sengaja.
Suster Lisa tidak mungkin akan ke ruang bermain anak sehingga tempat itu adalah tempat yang paling aman di Healing Hands Hospital.
Besok pagi Chandra juga ingin memberitahukan Rossy tentang masalah Restoran Hartono dan niat Wulan Sari untuk menjualnya.
Rossy juga menelepon Kelvin dan memberitahukannya akan mengantarkan breakfast untuk Kelvin besok pagi.
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Felix mendorong kursi roda Jackson ke ruang kerja setelah Felix makan kenyang dan puas dengan semua masakan Rossy.
Di ruang kerja Jackson, Felix melanjutkan kembali percakapan mereka yang tadi tertunda karena Felix sibuk makan masakan Rossy.
"Jackson. Mungkinkah yang menculik Rossy adalah Kusuma dan Indra?" tanya Felix.
"Bukan mereka," jawab Jackson dengan yakin.
Jackson memang sempat mencurigai Kusuma dan Indra yang menculik Rossy.
Bagaskara sudah memeriksa alibi mereka berdua dan memang penculikan Rossy tidak ada hubungannya dengan Kusuma dan Indra.
"Saingan bisnismu? Tetapi kenapa menculik Rossy? Rossy kan hanya koki pribadimu yang baru," kata Felix.
Jackson juga tidak mengerti kenapa Rossy yang menjadi incaran penculik itu.
Terlihat jelas tujuan penculik itu bukanlah Rossy melainkan ingin menantang Jackson.
"Entahlah. Aku yakin tidak lama lagi penculik itu akan muncul di sekitar kita ," kata Jackson.
***
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu menghentikan percakapan mereka. Rossy berjalan masuk ke dalam ruang kerja.
"Tuan Jackson. Felix," sapa Rossy.
Jackson melirik sekilas ke wajah Rossy dan merasa aneh karena warna wajah Rossy menjadi lebih gelap dibandingkan dengan tadi.
Setelah selesai mandi, Rossy memang sengaja memoleskan foundation berwarna gelap ke wajahnya lagi di tambahkan flek-flek hitam yang baru, sedangkan Felix bersikap seperti biasa saja sewaktu melihat wajah Rossy.
"Rossy. Ayo ikut aku. Aku ingin berbincang denganmu," ajak Felix.
Felix mengajak Rossy untuk berbincang di ruang tamu karena tidak mau mengganggu Jackson yang sedang bekerja.
***Ruang tamu Mansion Wijaya***
"Felix. Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rossy sambil memandang Felix yang bersikap serius.
__ADS_1
"Jackson sudah memberitahuku tentang dirinya yang memakan mac n cheese masakanmu di rapat direksi. Walaupun akhirnya mac n cheese itu dimuntahkan oleh Jackson juga, tetapi setidaknya itu merupakan perkembangan yang baik untuk penyakitnya karena makanan itu berhasil masuk ke dalam perutnya lebih lama dari biasanya," jelas Felix.
Rossy menganggukkan kepala pertanda setuju dengan pemikiran Felix.
"Mulai besok aku ingin kamu memasak masakan yang lebih bervariasi untuk Jackson. Setiap kali masakannya harus berbeda-beda. Kamu tidak perlu mengikuti menu yang diberikan oleh Pak Lesmana," kata Felix.
Memasak masakan yang berlainan setiap hari bukanlah hal sulit bagi Rossy sehingga Rossy yakin pasti ada permintaan lain dari Felix.
"Lalu?" tanya Rossy.
"Kamu harus mengamati jenis masakan mana yang membuat emosi Jackson tidak terkendali," kata Felix.
"Maksudnya?" Rossy merasa bingung dan tidak mengerti mengapa bisa ada jenis makanan yang membuat emosi Jackson tidak terkendali.
Felix menarik napas panjang dan berpikir sudah saatnya memberitahukan penyebab penyakit eating disoder Jackson sehingga Rossy bisa mengerti dan mau membantu Jackson.
"Jackson pernah di culik sewaktu berusia lima tahun," kata Felix.
"What? Di culik?" teriak Rossy dengan terkejut.
Rossy tidak menyangka Jackson pernah mengalami penculikan sama seperti dirinya hari ini.
Rossy tidak bisa membayangkan bagaimana ketakutan dan ketidakberdayaan Jackson kecil sewaktu di culik pada saat itu.
Rossy saja yang sudah menjadi wanita dewasa sekarang pun merasa sangat takut sewaktu di culik hari ini.
"Siapa yang menculik tuan Jackson? Apakah orang yang ingin uang tebusan?" tanya Rossy.
"Bukan. Wanita itu tidak menginginkan uang tebusan," jawab Felix.
Felix menghentikan perkataannya sebentar dan menatap tajam ke Rossy.
"Rossy. Aku mau kamu berjanji kepadaku untuk tidak menceritakan kepada siapapun hal yang akan aku ceritakan padamu sekarang," ucap Felix dengan serius.
Rossy menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Aku berjanji."
"Aku pun mengetahuinya dari kakek Jackson. Jackson sama sekali tidak pernah mau membicarakan tentang hal itu. Wanita itu bernama Susan dan sangat menyukai Om Satria serta berhasil menjebak Om Satria berhubungan mesra dengannya. Tante Eva yang mengetahui hal itu hampir saja keguguran Jackson yang sedang berada di perutnya. Kakek Jackson marah dan mengancam Susan. Akhirnya Susan menghilang. Lima tahun kemudian Susan membawa seorang anak laki-laki ke Mansion Wijaya dan ingin menjadi istri Om Satria. Om Satria bersedia menerima anak itu dan memberikan fasilitas yang sama dengan Jackson jika tes DNA membuktikan anak itu memang putra Om Satria tetapi tidak akan memperistri Susan. Tidak disangka Susan menculik Jackson dan meminta Om Satria dan Tante Eva menemuinya untuk menandatangan surat perceraian di depan matanya sebagai syarat untuk melepaskan Jackson," kata Felix.
"Om Satria dan Tante Eva mengalami kecelakaan mobil dan meninggal dunia. Susan menjadi gila dan melepaskan Jackson. Jackson di rawat di rumah sakit dan sejak saat itulah Jackson tidak bisa makan makanan apapun. Setiap kali melihat makanan, Jackson akan mual dan muntah. Jackson sama sekali tidak mau menceritakan apa yang Susan lakukan terhadapnya sewaktu Jackson di culik. Penyakitnya hanya bisa disembuhkan jika Jackson berhasil menghadapi trauma masa kecilnya," lanjut Felix.
Rossy tidak menyangka di balik sikap Jackson yang dingin dan ketus, ternyata pernah mengalami hal yang menyedihkan ketika masih kecil.
"Jika tuan Jackson mengalami emosi yang tidak terkendali karena masakan tertentu, kemungkinan besar masakan itu yang diberikan oleh Susan kepadanya pada saat dia diculik?" tanya Rossy.
Rossy mulai mengerti mengapa Felix memintanya mengamati reaksi Jackson terhadap setiap masakan.
"Iya betul sekali Rossy," jawab Felix.
***
Selamat malam readers. Author sudah up 2 bab ya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.
Thank You
Author : LYTIE
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB