Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 82. Menetap di Bali


__ADS_3

***Tempat kost Jennifer ***


Jennifer dan Suster Lisa  sedang mengobrol sambil makan malam soto ayam yang mereka pesan dan di antar  oleh gojek online.


"Lisa. Bagaimana keadaan dokter Erik?" tanya Jennifer.


"Masih seperti sebelumnya. Belum ada tanda-tanda akan siuman," jawab Suster Lisa sambil menarik nafas panjang.


Sebentar lagi cuti seminggu yang diambilnya akan habis dan Suster Lisa harus kembali ke Medan. Suster Lisa merasa kecewa karena belum sempat melihat Dokter Erik siuman dari koma dan juga Suster Lisa merasa berat hati meninggalkan Jennifer dan Bali.


Suster Lisa mempunyai banyak kenangan indah di Bali sehingga begitu dia menginjakkan kaki di tempat ini lagi, Suster Lisa tidak mau meninggalkannya.


Lima tahun yang lalu jika bukan karena ayahnya sakit keras, Suster Lisa akan menetap di Bali dan mencari pasangan hidupnya di sana.


Jennifer mengetahui dengan pasti pemikiran dan keinginan Suster Lisa.


Jennifer pun ingin Suster Lisa berada lebih lama di Bali. Akan semakin baik jika Suster Lisa mendapatkan pekerjaan lagi di Bali sehingga Suster Lisa akan mengurungkan niatnya untuk pulang ke Medan.


Jennifer teringat akan pemberitahuan yang di bacanya  di Healing Hands Hospital tadi siang.


"Lisa. Healing Hands Hospital sedang mencari suster yang berpengalaman terutama suster yang membantu dokter kandungan. Posisi itu sangat cocok denganmu. Kamu bisa melamar pekerjaan itu," kata Jennifer.


"Benarkah?" tanya Suster Lisa.


Suster Lisa sangat tertarik dengan perkataan Jennifer.


"Iya. Dengan pengalaman kerjamu, aku yakin kamu pasti akan diterima. Kita bisa bekerja di rumah sakit yang sama. Lagipula kamu juga bisa mengawasi perkembangan Dokter Erik," jawab Jennifer dengan antusias.


"Seperti pepatah sambil menyelam minum air," lanjut Jennifer sambil menatap Suster Lisa dengan mata berbinar-binar.


Suster Lisa memutuskan akan mencoba melamar pekerjaan di Healing Hands Hospital tetapi melihat wajah dan mata Jennifer yang sedang menantikan jawabannya, Suster Lisa sengaja ingin mengerjai Jennifer.


"Hmm.. bagaimana ya?" kata Suster Lisa.


Jennifer memegang kedua tangan Suster Lisa dengan cepat.


"Lisa. Ayolah. Please please. Tega kamu mau ninggallin saya lagi?" kata Jennifer sambil mengerucutkan bibirnya.


Tangan Jennifer menggoyang-goyangkan tangan Suster Lisa yang di pegangnya.


Suster Lisa tertawa kecil melihat sikap Jennifer yang seperti anak kecil.


"Iya iya. Aku akan mencoba melamar pekerjaan itu besok. Ayo lepaskan tanganmu. Kamu ini merengek seperti anak kecil. Padahal kamu sendiri paling takut dengan rengekan anak kecil," kata Suster Lisa.


"Aku kan hanya bersikap seperti itu di hadapanmu saja," kata Jennifer sambil melepaskan pegangan tangannya.


Mereka berdua pun melanjutkan makan malamnya dengan gembira. Mereka sudah membayangkan berangkat kerja bersama dalam waktu yang tidak lama lagi.


 

__ADS_1


***Mansion Wijaya***


Pagi hari Rossy sudah menyiapkan breakfast Felix di atas meja makan.


Setelah itu Rossy menyiapkan breakfast yang akan di bawanya ke Healing Hands Hospital ke dalam dua termos penghangat makanan.


Kedua termos penghangat makanan itu untuk Kelvin dan Chandra yang menunggunya di ruang bermain anak.


Felix mendorong kursi roda Jackson ke ruang makan. Mata Felix langsung menatap ke arah meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang beraroma harum.


"Aku makan duluan," kata Felix ke Jackson.


Rossy berjalan keluar dari dapur sambil membawa dua termos penghangat makanan.


"Selamat pagi tuan Jackson. Felix," sapa Rossy dengan sopan.


"Pagi Rossy. Masakanmu sangat enak," kata Felix sambil mengacungkan jempol ke arah Rossy dengan mulut yang sedang mengunyah makanan.


Rossy melihat Jackson sudah mengenakan pakaian kerjanya dengan rapi.


"Benar-benar pekerja keras. Pagi-pagi sudah berangkat ke Perusahaan Wijaya," kata hati Rossy.


"Tuan Jackson. Apakah mau makan breakfast? Aku akan menyiapkannya," tawar Rossy.


"Tidak perlu," jawab Jackson dengan singkat.


Lagipula sekarang Rossy sedang terburu-buru untuk mengantar breakfast untuk kedua putranya.


"Baiklah Tuan Jackson. Aku akan mengantar breakfast untuk tuan muda Chandra dan putraku. Kebetulan temanku shift pagi hari ini," kata Rossy dengan jujur.


Jackson pasti sudah melihat dua termos penghangat makanan di tangannya sehingga Rossy berinisiatif menjelaskannya kepada Jackson terlebih dahulu.


"Oh iya. Hari ini Michelle shift pagi," kata Felix sambil mempercepat makan breakfastnya.


"Rossy. Aku mau ke Healing Hands Hospital. Kamu ikut mobilku dan dorong aku ke mobil sekarang," kata Jackson.


"What?" kata hati Rossy.


"Aku ingin melihat Chandra sebentar sebelum ke kantor," kata Jackson.


"Baik Tltuan Jackson," kata Rossy sambil mendorong kursi roda Jackson.


"Jackson! Tunggu! Aku juga ikut numpang mobilmu," kata Felix dan semakin mempercepat kecepatan memakan makanan ke dalam mulutnya.


"Nanti bagaimana cara  Felix pulang ke Mansion Wijaya ?" tanya Rossy.


Mendengar pertanyaan Rossy, Felix baru sadar Jackson akan berangkat ke Perusahaan Wijaya setelah mengunjungi Chandra.


Jika Felix nekad ikut menumpang mobil Jackson ke Healing Hands Hospital maka Felix tidak mempunyai kendaraan untuk pulang ke Mansion Wijaya nantinya.

__ADS_1


"Oh iya ya. Aku akan memakai mobilku sendiri," kata Felix sambil tersenyum canggung.


"Bye bye Felix," kata Rossy sambil mendorong kursi roda Jackson meninggalkan ruang makan.


"Bye Rossy," kata Felix.


***


Di dalam mobil, Rossy diam-diam mengirim sms ke Kelvin dan Chandra untuk memberitahukan mereka tentang kedatangan Jackson ke Healing Hands Hospital.


Rossy tidak khawatir Jackson akan bertemu dengan Chandra karena Chandra sangat penurut dan akan tetap berada di ruang bermain anak menunggu Rossy sehingga tidak mungkin Jackson bisa bertemu dengan Chandra.


Yang paling Rossy khawatirkan adalah Kelvin. Rossy khawatir Kelvin akan keceplosan memanggilnya mommy di depan Jackson. Hal itu akan membuat identitasnya terbongkar di depan Jackson.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


"Mommy terlalu khawatir.  Selama ini daddy percaya saja dengan aktingku," kata Kelvin dengan yakin sambil membaca sms yang di kirim oleh Rossy.


Kelvin pun memikirkan bagaimana dia harus berperilaku seperti Chandra di depan Jackson nantinya.


Kelvin melihat setumpuk buku baru di atas meja. Buku itu di belikan oleh Jackson beberapa waktu yang lalu. Semua buku itu sangat tebal dan merupakan buku kamus berbagai bahasa di dunia.


Jackson sengaja membelikan buku-buku itu kepada Kelvin karena tidak mau Kelvin merasa bosan tinggal di rumah sakit dalam waktu yang lama.


Padahal Kelvin lebih menyukai buku yang berisi dongeng pengantar tidur daripada buku kamus tebal itu. Sampai hari ini buku-buku kamus itu tidak pernah di sentuh sama sekali oleh Kelvin.


Mata Kelvin berbinar-binar menatap buku-buku kamus yang tebal itu.


"Show time," kata Kelvin dengan percaya diri.


***


Selamat malam readers.


Jangan lupa klik like setelah membaca bab ini ya.


Apa yang akan Kelvin lakukan nantinya? Dan apakah identitas Rossy akan terbongkar di depan Jackson? Semuanya ada di bab berikutnya ya readers.


Thank You


Author : LYTIE


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


__ADS_2