
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Pagi hari Jackson terbangun dan menatap langit-langit di kamar tidurnya.
Perasaan hatinya terasa lebih lapang karena kemarin dirinya sudah bisa menceritakan kejadian dua puluh tahun yang lalu ke Felix.
Jackson merasakan belenggu yang mengikatnya selama ini sudah berhasil di lepaskannya secara perlahan.
Saat ini Jackson merasa optimis akan penyakit eating disordernya bisa sembuh total. Hanya masakan steak sapi saus barbeque saja yang harus Jackson hindari sekarang supaya kejadian di ruang makan semalam tidak terulang lagi.
Jackson yakin suatu hari nanti, mungkin saja beberapa tahun kemudian, dirinya pasti bisa makan steak sapi saus barbeque lagi.
Semalam Rossy muncul lagi di dalam mimpi Jackson. Di dalam mimpi Jackson dan Rossy sedang bergandengan tangan berjalan di tepi pantai.
Jackson tahu itu adalah refleksi dari keinginan hati terdalamnya untuk bisa bersama dengan Rossy secepat mungkin. Akan tetapi, karena perjanjiannya dengan Kelvin di Healing Hands Hospital kemarin membuat Jackson tidak bisa mengungkapkan perasaan cintanya ke Rossy saat ini.
Ada hal penting yang harus Jackson prioritaskan terlebih dahulu di bandingkan meresmikan hubungan cintanya dengan Rossy.
Jackson harus menemukan Miss X terlebih dahulu untuk menyembuhkan penyakit leukimia Kelvin.
Jackson sangat yakin Rossy yang sudah tergila-gila kepadanya, pasti akan mengerti dan menunggunya dengan sabar untuk meresmikan hubungan mereka berdua.😅😅
Jackson merasa aneh dengan mimpinya semalam karena mendadak sosok Rose, si wanita bar-bar ikut muncul di dalam mimpinya juga.
Lebih anehnya lagi adalah pada saat Rose muncul, Rossy yang sedang bergandengan tangan dengannya menjadi hilang.
"Apa arti mimpiku? Kenapa Rossy menghilang ketika Rose muncul?Aku harus menghindari Rose jika bertemu dengannya," tekad hati Jackson.
Entah mengapa Jackson merasakan Rose bisa membuat hubungannya dengan Rossy terganggu.
Jackson turun dari tempat tidurnya dan berjalan beberapa langkah dengan perlahan. Pinggangnya sudah mulai terasa nyaman dan tidak kaku lagi.
Terdengar suara ketukan pintu kamar secara perlahan.
"Tuan Jackson," ucap Pak Lesmana.
Pak Lesmana yang khawatir dengan Jackson semalaman, ingin melihat keadaan Jackson sehingga walaupun Jackson belum meneleponnya, Pak Lesmana berinisiatif ke kamar Jackson pagi ini.
"Masuk!" perintah Jackson dari dalam kamar.
Pak Lesmana berjalan ke dalam kamar tidur Jackson dan terkejut melihat Jackson sedang berdiri tidak jauh dari tempat tidur.
__ADS_1
"Tuan Jackson. Pinggangmu sudah sembuh," kata Pak Lesmana sambil tersenyum lebar.
Jackson menganggukkan kepalanya.
"Hasil full medical check up kemarin sangat bagus. Dokter menyarankan untuk memakai kursi roda beberapa hari lagi. Setelah itu aku bisa berjalan lancar seperti dulu lagi."
Biasanya Jackson hanyalah mengucapkan kata-kata yang singkat. Akan tetapi, kali ini Jackson menjelaskannya panjang lebar ke Pak Lesmana untuk membuat rasa khawatir Pak Lesmana hilang.
"Oh begitu. Sekarang tuan Jackson tidak boleh berdiri terlalu lama. Aku akan membantu tuan Jackson bersiap-siap seperti biasa dan menggunakan kursi roda," kata Pak Lesmana dengan antusias.
"Terima kasih Pak Lesmana," kata Jackson.
"Sama-sama tuan Jackson, " kata Pak Lesmana sambil tersenyum lebar.
Pak Lesmana sangat senang karena pinggang Jackson sudah sembuh. Selain itu juga dikarenakan wajah Jackson terlihat lebih segar.
Pak Lesmana yakin Jackson pasti sudah bisa membicarakan kejadian dua puluh tahun yang lalu ke Felix semalam.
"Aku harus memberitahukan berita baik ini ke tuan Agung," kata hati Pak Lesmana.
***Rumah kontrakan dekat Healing Hands Hospital***
"TIDAK! IBU!"
Pria itu berteriak dengan keras di atas tempat tidurnya. Keringat bercucuran dengan deras di kepala pria itu karena mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang setiap malam dan semua mimpi buruk itu bermula dari seminggu yang lalu.
Mimpi buruk itu selalu saja menghantuinya tepatnya sejak pria itu melihat seseorang di Healing Hands Hospital yang mengingatkannya akan masa lalu nya yang kelam.
JACKSON WIJAYA!
Pria itu sangat menyesal akan keputusan yang di buatnya seminggu yang lalu di tempat kerjanya, Rumah sakit Medical Health.
Pada saat itu seorang pasien yang di tabrak mobil dan koma akan di transfer ke Healing Hands Hospital.
Pria itu mengajukan diri untuk mengantar pasien yang koma itu ke Healing Hands Hospital. Pria itu ingin melakukannya karena tanpa sengaja mendengar laki-laki yang mengantar pasien koma itu ke Medical Health menelepon seseorang dan menyebutkan nama tuan Jackson.
Jackson adalah nama yang selama ini ingin pria itu lupakan seumur hidupnya. Pria itu sangat membenci nama Jackson.
Nama yang sudah di pakainya sejak kecil dan merupakan pemberian dari ibu kandungnya, Susan.
__ADS_1
Selama empat tahun lebih pria itu menggunakan nama Jackson dan akhirnya mengetahui alasan kenapa ibu kandungnya memberinya nama Jackson.
Semua karena ayah kandungnya, Satria Wijaya memberikan nama Jackson untuk putranya dengan wanita lain.
Sejak kecil pria itu hidup berdua dengan Susan di sebuah tempat kost yang terpencil.
Mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama di tempat kost itu karena Susan sangat jarang keluar dari sana.
Susan hanya akan keluar sendirian untuk membeli perlengkapan yang mereka butuhkan saja dan dengan cepat akan kembali ke tempat kost itu.
Susan kelihatan sangat takut untuk berada di luar tempat kostnya untuk waktu yang lama. Seolah-olah di luar sana akan ada orang yang menangkapnya dan mengurungnya.
Susan pun tidak pernah membeli bahan makanan untuk memasak. Makanan sehari-hari mereka hanyalah indomie. Walaupun begitu pria itu sangat menyukainya karena itu adalah satu-satunya masakan ibu kandungnya.
Tempat kost itu bagaikan penjara bagi Susan dan dirinya. Dia tidak merasa keberatan sama sekali berada di dalam kurungan itu selama Susan selalu ada di sisinya.
Kemudian hal yang tidak di inginkannya pun terjadi.
Susan sering mengeluh sakit kepala yang semakin bertambah parah setiap hari. Bahkan suasana hati Susan berubah-ubah dalam sehari dan menjadi semakin buruk.
Kadang Susan terlihat kebingungan dan linglung serta sering melupakan sesuatu dengan cepat.
Pria itu sangat khawatir dengan keadaan Susan dan meminta Susan untuk ke rumah sakit. Akan tetapi, Susan menolak keras permintaannya dan bersikeras tidak mau meninggalkan tempat kost itu.
Sampai suatu hari Susan yang keluar membeli perlengkapan yang mereka butuhkan dan tidak pulang ke tempat kost selama dua hari.
Pria itu hanya bisa menunggu kepulangan ibu kandungnya di tempat kost itu. Dia hanya minum air putih selama dua hari dan menahan rasa laparnya.
Pria itu sangat khawatir dengan keadaan Susan dan mencurigai kemungkinan Susan mengalami kecelakaan karena selama ini Susan tidak akan pernah meninggalkan tempat kost dalam waktu yang lama.
***
Selamat siang readers.
Readers tercintaku pasti sudah bisa menebak siapa putra Susan kan?
Jangan lupa masih ada kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
Terima kasih untuk readers yang sudah mendukung cerita ini dengan memberikan vote, like,hadiah, dan komentar positif.
LOVE YOU ALL ❤️❤️❤️
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE