Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 34. Aja aja fighting ! Bonus : Koma


__ADS_3

***Healing Hands Hospital***


Felix mengikuti Jackson berjalan keluar dari dalam kamar pasien VVIP Kelvin.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Jackson ke Felix sambil menunjuk pintu kamar pasien VVIP Dokter Erik.


"Kondisinya sudah stabil. Akan tetapi, masih belum siuman. Kamu jangan khawatir. Aku mempunyai firasat dia akan bangun  dari komanya tidak lama lagi," jawab Felix berusaha menenangkan Jackson.


"Telepon aku segera ketika dia siuman. Aku berangkat ke kantor dulu," kata Jackson.


"Oke," jawab Felix.


Bersamaan itu terlihat Michelle sedang berjalan ke arah mereka.


Mata Felix langsung berbinar-binar sambil menatap Michelle.


Michelle ingin masuk ke dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik untuk memeriksa kondisi Dokter Erik.


"Selamat pagi Felix dan Pak Jackson," sapa Michelle.


"Pagi," jawab Jackson dengan singkat dan berjalan meninggalkan Felix dan Michelle.


"Pagi Michelle," sapa Felix sambil tersenyum .


"Aku juga ingin memeriksa keadaan pasien," kata Felix dan mengikuti Michelle masuk ke dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik.


MIchelle memeriksa keadaan Dokter Erik dengan teliti. Felix berdiri di samping Michelle dengan tenang.


Walaupun Michelle kelihatan sedang serius memeriksa keadaan Dokter Erik, tetapi pikiran Michelle sedang melayang-layang memikirkan cara bagaimana mengambil sehelai rambut Felix.


"Bagaimana keadaan pasien?" tanya Felix ke Michelle.


"Semua organ vital pasien berfungsi dengan baik. Aku yakin pasien akan sembuh dari koma segera," kata Michelle.


Felix tertarik dengan perkataan Michelle yang sama dengan keinginannya.


Felix pun optimis Dokter Erik bisa sadar dari komanya sehingga identitas ibu kandung Chandra bisa di ketahui dan penyakit Chandra bisa segera diobati.


"Iya. Pasien ini sangat berarti bagiku. Aku pun mengharapkan dia segera sadar dari komanya," ucap Felix.


"Apakah Dokter Felix mengenal dekat pasien ini?" tanya Michelle sambil menatap mata Felix.


Michelle mencoba mencari tahu apakah hubungan Felix dengan Dokter Erik ada sangkut pautnya dengan Rossy.


"Dia adalah pasien spesial. Sekarang hanya dialah satu-satunya harapanku untuk menyembuhkan pasienku yang lain," jawab Felix sambil menatap balik mata Michelle.


"Pasien lain? Untunglah tidak ada hubungannya dengan Rossy," kata hati Michelle.


Mata Michelle beralih ke arah rambut Felix.


"Felix!"


Michelle memanggil nama Felix secara tiba-tiba.


"Apa?" tanya Felix.


"Ada sesuatu di rambutmu," kata Michelle.


Michelle yang tidak pintar berbohong hanya bisa memikirkan cara ini untuk mencabut rambut Felix.


"Oh ya?" kata Felix sambil memegang-megang rambutnya.


"Aku bisa membantumu," ucap Michelle dengan ragu-ragu karena masih tidak yakin Felix akan membiarkannya menyentuh rambutnya.


"Oke," jawab Felix dan langsung menundukkan kepalanya sedikit ke arah Michelle supaya gadis muda itu lebih mudah memegang rambutnya.


Michelle tidak menyangka akan begitu mudah mengelabui Felix dan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Michelle mencabut sehelai rambut Felix dan pura-pura membuangnya. Padahal memasukkan rambut itu ke dalam kantong jas luar dokternya.


"Sudah Felix," kata Michelle.


"Thank you Michelle," kata Felix.


Felix teringat akan permen lolipop di dalam kantongnya.


"Permen lolipop ini untukmu sebagai ucapan terima kasih," kata Felix.


Felix menggunakan kesempatan ini untuk memberikan permen lolipop kepada Michelle.


"Terima kasih Felix," kata Michelle.


Mereka berdua pun berjalan bersamaan keluar dari kamar pasien VVIP Dokter Erik.


 

__ADS_1


***Ruang bermain anak di Healing Hands Hospital***


Chandra sedang duduk di pojok tempat bermain anak sambil membaca buku cerita berbahasa inggris yang dibelikan oleh Rossy sewaktu mereka berjalan-jalan ke mall hari itu.


Rossy tersenyum melihat Chandra yang duduk dengan tenang sambil membaca buku.


"Putraku sudah mulai dewasa, " kata hati Rossy.


Selama berada di Amerika, Kelvin juga suka membaca buku cerita berbahasa inggris. Akan tetapi, Kelvin tidak akan pernah bisa duduk diam dan tenang selama membaca bukunya.


"Vin Vin!" panggil Rossy sambil duduk di sebelah Chandra.


"Mommy!"


Chandra berteriak kegirangan dan memeluk Rossy dengan erat.


"Kenapa mommy bisa ada di sini?" tanya Chandra.


"Mommy ikut tuan Jackson ke rumah sakit mengantar breakfast untuk tuan muda Chandra," jawab Rossy.


Chandra terkejut dengan perkataan Rossy karena khawatir dengan identitas Kelvin akan terbongkar. Tetapi melihat Rossy yang masih bersikap seperti biasa kepadanya, Chandra yakin Kelvin berhasil mengelabui Rossy.


"Tuan muda Chandra sakit ya?"


Chandra pura-pura bertanya kepada Rossy supaya Rossy tidak curiga.


"Iya. Tuan muda Chandra ada di kamar pasien VVIP. Mulai hari ini mommy yang akan memasak makanan untuknya. Nanti siang mommy akan mengantar lunch untuknya. Mommy bisa sekalian memasak untukmu dan Aunty Michelle," jelas Rossy.


"Oke mommy," jawab Chandra.


"Mommy pulang dulu ya ke Mansion Wijaya untuk mempersiapkan lunch. Siang mommy akan datang lagi," kata Rossy.


"Bye bye mommy," kata Chandra.


"Bye bye Vin Vin," kata Rossy sambil mencium pipi Chandra dan meremas rambutnya sebelum meninggalkan tempat bermain anak.


Chandra segera menelepon Kelvin setelah Rossy meninggalkan ruang bermain Healing Hands Hospital.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


"Halo."


"Kelvin! Tadi mommy menjengukmu ya?" tanya Chandra.


"Iya. Mommy datang bersama daddy. Untung aku cepat bersembunyi ke dalam toilet," jawab Kelvin.


"Nanti siang mommy akan mengantar lunch untukmu. Kamu harus berhati-hati jangan sampai ketahuan," pesan Chandra.


"Don't worry brother. Aku akan memakai topeng Captain America. Mommy pasti tidak akan mengenaliku," ucap Kelvin dengan yakin.


"Wish you luck," kata Chandra.


"Okay okay. Bye brother," kata Kelvin.


"Bye Kelvin," kata Chandra.


Kelvin menghabiskan bubur ayam kampungnya setelah menutup telepon pembicaraan dengan Chandra.


Kelvin melompat turun dari tempat tidurnya sambil memegang perutnya yang kekenyangan.


"Waktunya untuk menjenguk Dokter Erik," gumam Kelvin.


Kelvin mengambil topeng Captain America dan memakainya di wajahnya.


Sewaktu membuka pintu kamarnya, Robin yang berada di luar hampir saja terkejut.


"Tuan muda mau kemana sambil memakai topeng?" tanya Robin.


"Aku ingin menjenguk Om yang ada di dalam kamar itu. Om itu teman daddy," kata Kelvin sambil menunjuk kamar pasien VVIP Dokter Erik.


Robin mempercayai perkataan Kelvin dan mengikutinya masuk ke dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik.


Kelvin berjalan mendekati tempat tidur dan menatap wajah Dokter Erik dengan seksama.


"Om Robin bisa menungguku di luar," kata Kelvin.


"Baiklah tuan muda Chandra. Aku akan menunggu di luar," kata Robin.


Kelvin memegang tangan Dokter Erik setelah Robin keluar dari kamar pasien.


"Dokter! Aku Kelvin. Bayi yang kamu serahkan kepada mommy lima tahun yang lalu," kata Kelvin.


"Aku sudah bertemu dengan saudara kembarku,Chandra. Dokter harus bisa bangun lagi ya. Aku dan Chandra ingin mengucapkan terima kasih kepada dokter secara langsung karena dokter yang membantu mommy melahirkan kita," lanjut Kelvin.

__ADS_1


"Aja aja fighting!"


Kelvin menirukan gaya oppa korea yang sedang memberi semangat.


Kelvin berjalan keluar dari kamar setelah memberi semangat ala-ala oppa korea.


Kelvin tidak menyadari jari tangan Dokter Erik bergerak sedikit.


***


Sambil menunggu kelanjutan ceritanya besok, Author mau sharing mengenai 'koma' ya. Sumber : mbah google ^~^


Koma adalah salah satu bentuk gangguan kesadaran akibat kekacauan dalam fungsi otak.


Dari sudut pandang klinis, seseorang dikatakan koma jika mereka tidak terjaga dan tidak sadar akan dirinya atau lingkungan sekitarnya.


Seseorang yang sedang koma masih hidup, hanya saja terlihat seperti sedang tertidur.


Saat koma, seseorang tidak dapat dibangunkan dengan rangsangan apapun termasuk rangsangan nyeri.


Keadaan koma membuat seseorang tidak dapat berbuat apa-apa. Walaupun demikian, pasien koma masih tetap dapat mendengar orang-orang di sekitarnya.


Ada beberapa penyebab seseorang koma :




Cedera kepala dapat menyebabkan trauma hingga perdarahan pada otak.Biasanya terjadi pada kecelakaan kendaraan, aksi kekerasan, atau jatuh dengan kepala membentur tanah terlebih dahulu.Trauma berat pada kepala dapat menjadi penyebab koma mendadak.




Stroke ditandai dengan lemas pada salah satu sisi anggota tubuh yang berlangsung selama lebih dari 24 jam.Ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik (penyumbatan pembuluh darah di otak) dan stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah di otak).Gangguan pada pembuluh darah di otak yang disebabkan stroke dapat menjadi penyebab koma.




Diabetes


Orang dengan diabetes dapat mengalami koma, jika gula darahnya melonjak terlalu tinggi atau turun terlalu rendah secara mendadak.




Tumor merupakan hasil dari tumbuhnya sel yang tidak normal. Tumor pada otak atau batang otak dapat menjadi penyebab koma.




Kurangnya oksigen dapat menjadi penyebab koma.




Infeksi pada otak atau selaput otak seperti meningitis dapat menimbulkan peradangan di otak dan susunan saraf pusat.Infeksi yang berat dapat menyebabkan kerusakan pada otak hingga menjadi penyebab koma.




Kejang yang terus-menerus dapat menyebabkan koma.Hal ini terjadi karena saat kejang oksigen yang mengalir menuju otak cenderung berkurang.Oleh sebab itu, kejang harus ditangani dengan cepat.




Keracunan zat karbon monoksida


dari sisa pembakaran bahan bakar atau timbal dapat merusak otak hingga menjadi penyebab koma.




Penyebab koma yang di alami oleh Dokter Erik adalah karena cedera di kepalanya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya


__ADS_1


__ADS_2