
Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan sebuah toko perhiasan.
Pak Kuncoro ingin turun dari mobil untuk membuka bagasi mobil dan menurunkan kursi roda Jackson.
"Pak Kuncoro!"
Jackson memanggil Pak Kuncoro sehingga Pak Kuncoro menghentikan aksinya yang akan turun dari mobil.
"Iya tuan Jackson," kata Pak Kuncoro.
"Tidak perlu kursi roda. Aku akan berjalan ke sana," ucap Jackson dengan suara datar.
"Baik tuan Jackson," kata Pak Kuncoro dengan ragu-ragu.
Selama ini Jackson selalu menggunakan kursi rodanya sehingga Pak Kuncoro mengira pinggang Jackson masih belum sembuh. Akan tetapi, Pak Kuncoro tidak berani menolak permintaan Jackson dan memutuskan akan mengikuti Jackson dari belakang sehingga bisa membantu memapah Jackson jika di perlukan.
Pak Kuncoro turun dari mobil dan segera membuka pintu mobil belakang untuk Jackson.
Jackson turun dari mobil dengan perlahan dan berjalan menuju toko perhiasan itu.
Mata Pak Kuncoro membesar karena terkejut melihat Jackson bisa berjalan tanpa menggunakan kursi roda.
"Tuan Jackson. Cedera pinggangmu sudah sembuh?" tanya Pak Kuncoro sambil berlari kecil menyusul Jackson.
"Iya," jawab Jackson dengan singkat.
Pak Kuncoro masih mengikuti Jackson berjalan masuk ke dalam toko perhiasan.
Manajer toko perhiasan menyambut kedatangan Jackson secara langsung.
"Selamat datang tuan Jackson," sapa manajer toko perhiasan sambil tersenyum lebar dan mempersilahkan Jackson masuk ke dalam ruang VVIP.
"Pak Kuncoro tunggu di mobil saja," kata Jackson sewaktu akan masuk ke dalam ruang VVIP.
"Baik tuan Jackson," jawab Pak Kuncoro dengan patuh.
***
Jackson duduk di dalam ruang VVIPĀ dan salah satu pegawai toko perhiasan menghidangkan segelas kopi luwak hangat di hadapan Jackson.
"Tuan Jackson. Ini kopinya," kata pegawai toko perhiasan itu sambil tersenyum manis.
Jackson hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi apa pun.
Pegawai toko perhiasan itu meninggalkan ruang VVIP dengan perasaan kecewa karena tidak berhasil menarik perhatian Jackson.
"Tuan Jackson. Mohon tunggu sebentar. Saya akan mengambil pesanan tuan Jackson," kata manajer toko perhiasan sambil tersenyum lebar.
"Iya," jawab Jackson dengan singkat.
Ketika manajer toko perhiasan berjalan meninggalkan ruang VVIP, Jackson melihat sekilas kopi luwak yang berada di atas meja.
Jackson sama sekali tidak tertarik untuk mencicipi kopi luwak terkenal yang berada di atas meja karena bukan Rossy yang menghidangkan minuman itu untuknya.
Jackson lebih merindukan segelas susu hangat yang selalu di antar oleh Rossy ke ruang kerjanya setiap malam.
Rasa susu hangat itu sangatlah manis dan membuat Jackson ketagihan. š„°
Jackson mengingat kembali kejadian tadi siang di ruang kantornya.
###FLASHBACK ON###
Dari pagi Jackson sibuk bekerja keras di ruang kerjanya karena lusa yaitu hari sabtuĀ ini Jackson harus menemani Rossy ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Jackson harus menyelesaikan semua pekerjaan kantornya terlebih dahulu karena sabtu iniĀ akan pulang lebih cepat dari Perusahaan Wijaya ke Mansion Wijaya.
__ADS_1
Jackson akanĀ menjemput Rossy ke tempat disainerĀ untuk fitting gaun pesta Rossy di sana.
Ketika Jackson sedang sibuk dengan pekerjaannya, handphonenya berdering.
"Halo," kata Jackson.
"Siang tuan Jackson. Saya Ammar, manajer dari toko perhiasan "TIFFANY". Perhiasan pesanan tuan Jackson sudah ready."
Pada saat itu Jackson baru teringat dirinya memesan perhiasan untuk dikenakan oleh Rossy di pesta pertunangan sabtu ini.
"Aku akan ke sana sore nanti," jawab Jackson dengan suara datar.
"Baik tuan Jackson. Saya akan menunggu kedatangan tuan Jackson di toko," kata Ammar.
Setelah menutup sambungan telepon, Jackson melanjutkan pekerjaannya dan lebih bekerja keras dua kali lipat dari sebelumnya.
Venesia, sekretaris utama Jackson juga ikut semangat bekerja karena mendapatkan banyak email yang berisi pekerjaan dari Jackson. š
###FLASHBACK OFF###
"Tuan Jackson. Ini perhiasannya," kata Ammar, manajer toko perhiasan 'TIFFANY' sambil memperlihatkan perhiasan yang berada di tangannya ke Jackson.
Jackson memegang perhiasan itu dan melihatnya dengan saksama.
Perhiasaan itu sangat elegan dan mewah. Jackson sudah bisa membayangkan Rossy yang sedang memakai perhiasan ini pastilah akan tampil memukau di pesta pertunangan Violet dan Febrian sabtu ini.
"Bagus," puji Jackson dengan singkat.
Ammar memasukkan perhiasan itu ke dalam kotak perhiasan dengan hati-hati dan menyerahkannya ke tangan Jackson lagi.
Kemudian Ammar mengantarkan Jackson ke mobil Land Rover Range Rover Velar sambil tersenyum lebar.
Pak Kuncoro yang melihat reaksi Ammar tahu pasti perhiasan yang di beli oleh Jackson dari toko perhiasan 'TIFFANY' pastilah sangat mahal dan bagus.
'ROSSY HARTONO'.
***Mansion Wijaya***
Rossy tidak menyangka hari pesta pertunangan Violet dan Febrian sudah tiba di depan matanya.
Rossy sudah mengantarkan lunch untuk Kelvin di Healing Hands Hospital terlebih dahulu dan berjanji akan mengantar breakfast untuk Kelvin besok pagi.
Dinner Kelvin malam ini akan di antar oleh Pak Lesmana yang membeli makanan kesukaan Chandra dari restoran favorit Chandra.
Rossy sudah bersiap-siap di Mansion Wijaya menunggu kedatangan Jackson di pintu depan Mansion Wijaya jam 02.50 siang.
Jackson berjanji akan menjemputnya jam tiga siang. Rossy tidak ingin terlambat sehingga menunggu Jackson di depan Mansion Wijaya.
Rossy merasa gugup, bukan karena akan menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian Imelainkan karena harusĀ berpura-pura mabuk dan bersikap agresif terhadap Jackson malam ini.
Sambil menunggu Jackson, Rossy menelepon Michelle.
Hari ini Michelle sengaja bertukaran shift kerja dengan Winona, rekan kerjanya.
Michelle mengambil shift kerja pagi sehingga bisa menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian malam ini.
Michelle sudah berada di rumah kontrakannya bersama Chandra saat ini.
"Halo Rossy," ucap Michelle di sambungan telepon.
"Michelle. Malam ini Felix akan menjemputmu kan?" tanya Rossy.
"Iya Rossy. Aku akan mengantar Chandra ke tempat penitipan anak lebih dulu supaya Felix tidak bertemu dengan Chandra nanti," jawab Michelle.
"Oke Michelle. Sampai ketemu nanti malam ya," kata Rossy.
__ADS_1
"Oke Rossy. Bye bye," kata Michelle.
Sewaktu Rossy membuka tasnya untuk memasukkan handphonenya, mobil hitam Land Rover Range Rover Velar menuju ke arahnya dan berhenti di depan Rossy.
Pak Kuncoro turun dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil untuk Rossy.
"Nona Rossy," sapa Pak Kuncoro sambil tersenyum ramah.
"Terima kasih Pak Kuncoro," ucap Rossy.
Pak Kuncoro tahu malam ini Jackson akan menghadiri pesta di Hotel HĀ bersama Rossy karena sewaktu di dalam mobil, Jackson sudah memberitahukan Pak Kuncoro rute perjalanan malam ini.
Pak Kuncoro akan mengantar Jackson dan Rossy ke tempat desainer langganan Jackson terlebih dahulu. Kemudian ke Hotel H.
Di dalam mobil, Jackson masih sibuk membaca email melalui ipad yang berada di tangannya.
Rossy duduk dengan tenang dan tidak berani mengganggu Jackson yang sedang sibuk bekerja.
Rossy tahu Jackson sangat sibuk mengurus Perusahaan Wijaya. Rossy sangat berterima kasih kepada Jackson yang mau meluangkan waktu untuk menemaninya ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Walaupun Jackson menyetujuinya karena itu adalah salah satu permintaan Rossy yang harus di kabulkan oleh Jackson sesuai janjinya.
"Tuan Jackson. Terima kasih sudah mau menemaniku ke pesta pertunangan Violet malam ini," kata Rossy dengan tulus.
Jackson mengalihkan perhatiannya dari ipad di tangannya ke wajah Rossy.
"Hanya ucapan terima kasih saja?" tanya Jackson.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk tuan Jackson?" tanya Rossy dengan polos.
"Kakiku terasa kaku. Mungkin karena terlalu lama duduk di kursi roda," kata Jackson.
"Oh.. aku bisa membantu tuan Jackson menepuk-nepuk kaki itu supaya tidak kaku lagi," kata Rossy.
Rossy mengepalkan kedua tangannya dan menepuk-nepuk kaki Jackson dengan lembut.
"Tuan Jackson. Apakah kakinya sudah terasa lebih mendingan?" tanya Rossy sambil melihat ke arah Jackson yang sedangĀ melihat email di ipadnya lagi.
"Lumayan," jawab Jackson dengan singkat.
"Aku yakin kaki tuan Jackson tidak akan terasa kaku lagi," ucap Rossy sambil melanjutkan kegiatannya menepuk-nepuk kaki Jackson dengan serius.
Pak Kuncoro yang mengintip dari kaca spion mobil bisa melihat dengan jelas sudut bibir Jackson terangkat sedikit dan terlihat sangat menikmati tepukan tangan Rossy di kakinya.
"Bukannya Tuan Jackson sudah bisa berjalan? Kakinya masih kaku karena terlalu lama duduk di kursi roda?" kata hati Pak Kuncoro.
***
Selamat malam readers.
Author kasih dulu ya foto Rossy Hartono dengan gaun pestanya.
Besok akan ada foto-foto yang lain lagi š
Ayo tebak perhiasan apa yang di persiapkan Jackson untuk Rossy?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
THANK YOU
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1