Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 167. Menjemput Chandra


__ADS_3

**RUANG MAKAN MANSION WIJAYA***


Jackson Wijaya melihat Rossy Hartono berjalan masuk ke dalam ruang makan.


"Duduklah!" kata Jackson Wijaya sambil menunjuk kursi kosong di sebelahnya.


Rossy Hartono menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Jackson Wijaya.


Rossy Hartono melihat berbagai macam makanan breakfast tersedia di atas meja makan.


Ada nasi goreng, nasi kuning, bubur ayam,mi goreng dan lontong sayur.


"Pak Lesmana. Ambilkan semangkuk bubur ayam untuknya!" kata Jackson Wijaya ke Pak Lesmana .


"Baik Tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


Pak Lesmana mengambil mangkuk kosong dan mengisinya dengan bubur ayam dari mangkuk besar di atas meja kemudian menghidangkannya di hadapan Rossy Hartono.


"Nona! Ini bubur ayamnya," kata Pak Lesmana dengan  ramah.


"Terima kasih Pak Lesmana," kata Rossy Hartono sambil tersenyum.


Pak Lesmana merasa suara Rossy Hartono sangat familiar di gendang telinganya.


Jackson Wijaya menatap intens Rossy Hartono yang sedang makan bubur ayam , khususnya syal tebal yang melingkar di leher Rossy Hartono.


Jackson Wijaya melihat dengan jelas di kening Rossy Hartono sudah mulai muncul bintik-bintik keringat yang menandakan Rossy Hartono kepanasan.


"Kenapa kamu memakai syal tebal ini?" kata Jackson Wijaya sambil membuka lilitan syal di leher Rossy Hartono sehingga syal itu terlepas dari leher Rossy Hartono dan berada di tangan Jackson Wijaya.


Kursi mereka berdua yang dekat membuat Jackson Wijaya mudah melepaskan syal itu.


"Ah!!" teriak Rossy Hartono dan meletakkan sendok ke mangkuk buburnya dengan cepat.


Kemudian menggunakan kedua tangannya menutup jejak gigitan cinta di leher jenjangnya.


Wajah Rossy Hartono sudah memerah seperti tomat dan Jackson Wijaya pun sudah menyadari adanya hasil karyanya di leher jenjang Rossy Hartono.


Jackson Wijaya menarik tangan Rossy Hartono yang sedang menutupi lehernya dan mengalungkan kembali syal itu ke leher Rossy Hartono.


Suasana di ruang makan menjadi sepi dan tenang.


Rossy Hartono melanjutkan makan bubur ayamnya sambil menunduk sedangkan Jackson Wijaya berpura-pura tenang karena di dalam pikirannya mulai bermunculan kilasan-kilasan sewaktu dirinya meninggalkan gigitan cinta ke leher Rossy Hartono.


 


Wajah Rossy Hartono menjadi pucat seketika karena teringat akan sesuatu.


"Tuan Jackson!" kata Rossy Hartono dengan suara keras dan membuyarkan kilasan-kilasan di pikiran Jackson Wijaya dengan cepat.


"Tuan..Jackson?" tanya Jackson Wijaya dengan nada suara tidak senang.


"Jackson!" kata Rossy Hartono lagi.


"Em.. ada apa?" tanya Jackson Wijaya.


"Apakah...apakah kalung 'The Heart Of Kingdom dihilangkan olehku?" tanya Rossy Hartono dengan hati-hati.


Sewaktu berada di kamar mandi, mata dan pikiran Rossy Hartono hanya terfokus dengan jejak gigitan cinta di leher dan tubuhnya sehingga melupakan hal yang penting yaitu kalung The Heart Of Kingdom yang melingkar di lehernya hilang.


Rossy Hartono baru menyadarinya sekarang sehingga menanyakannya ke Jackson Wijaya.


Rossy Hartono merasa takut dirinya akan mengabdi seumur hidup di Mansion Wijaya karena menghilangkan kalung yang sangat berharga itu.


"Ada di dalam laci meja nakas kamar tidurku. Semalam kalung itu sangat mengganggu sehingga saya melepaskannya ," kata Jackson Wijaya dengan tenang.

__ADS_1


"Mengganggu?" kata hati Rossy Hartono.


Rossy Hartono merasa lega kalung 'The Heart Of Kingdom' itu tidak hilang dan sama sekali tidak berani menanyakan lebih jelas perkataan Jackson Wijaya tentang kalung itu 'sangat mengganggu'.


Handphone Jackson Wijaya berbunyi  sehingga Jackson Wijaya mengeluarkan handphonenya dari kantong celananya. Jackson Wijaya mengernyitkan alisnya ketika melihat nama panggilan yang muncul di layar handphonenya.


'Felix Wilson'


Pada awalnya Jackson Wijaya mengira orang pertama yang akan meneleponnya hari ini adalah Agung Wijaya.


Semalam Jackson Wijaya mengenali sosok Agung Wijaya berdiri di samping Indra Wijaya.


Agung Wijaya hanya mengamati kejadian yang terjadi di dalam ballroom Hotel H dan meninggalkan ballroom Hotel H bersama Indra Wijaya setelah Febrian Iskandar mengumumkan pesta pertunangan dibatalkan.


Jackson Wijaya tahu Agung Wijaya adalah seorang kakek yang bijaksana dan selama ini selalu mempercayai apa pun yang dilakukan olehnya .


Jackson Wijaya memutuskan akan memberitahukan Agung Wijaya tentang Rossy Hartono dan kedua putra kembarnya nanti setelah dirinya menjemput Chandra Wijaya pulang ke Mansion Wijaya.


Jackson Wijaya mengangkat teleponnya.


"Halo," kata Jackson Wijaya dengan nada suara datar.


"Jackson! Kenapa lama sekali mengangkat teleponku? Jangan bilang kepadaku , kamu dan Rossy melanjutkan malam panas ke pagi panas untuk mengejar target melahirkan bayi kedua," kata Felix Wilson panjang lebar.


Suara Felix Wilson sangat besar sehingga terdengar oleh Rossy Hartono yang duduk di samping Jackson Wijaya.


"Uhuk...uhuk..." Rossy Hartono tersedak bubur ayam yang sedang dimakannya.


"Tunggu sebentar!" kata Jackson Wijaya ke Felix Wilson yang sedang meneleponnnya dan meletakkan handphonenya di atas meja dalam keadaan nyala.


Jackson Wijaya menepuk lembut punggung Rossy Hartono dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengambil segelas air putih dari atas meja.


"Minum," kata Jackson Wijaya dengan suara lembut dan menyodorkan gelas itu ke depan bibir Rossy Hartono .


Jackson Wijaya memberi minum Rossy Hartono dengan perlahan.


"Makanlah," kata Jackson Wijaya sambil mengelus kepala Rossy Hartono dengan lembut.


Rossy Hartono menunduk dan melanjutkan makan bubur ayamnya dengan pipi dan telinga yang merona merah.


Jackson Wijaya mengambil lagi handphonenya dari atas meja makan.


"Kita sedang makan breakfast. Kamu membuat Rossy tersedak," kata Jackson Wijaya dengan nada kesal ke Felix Wilson.


Felix Wilson yang sedang berada di rumahnya secara spontan memanyunkan bibirnya karena mendengar dengan jelas suara Jackson Wijaya yang lembut terhadap Rossy Hartono tadi berubah seratus persen ketika berbicara dengannya.


Tetapi Felix Wilson tidak perhitungan terhadap Jackson Wijaya malahan merasa senang karena sudah membantu memberikan kesempatan emas ke  Jackson Wijaya semalam.


Pak Lesmana yang mendengarkan nama 'Rossy' dari mulut Jackson Wijaya menjadi bingung dan menatap Rossy Hartono yang sedang menunduk makan bubur ayam dengan intens.


"Wanita cantik ini juga bernama Rossy? Sepertinya Tuan Jackson terobsesi sama wanita ini karena memiliki nama yang sama dengan Nona Rossy," kata hati Pak Lesmana .😅


"Setelah makan, kalian akan kemana?" tanya Felix Wilson.


Tujuan utama Felix Wilson menelepon Jackson Wijaya pagi ini adalah Felix Wilson berfirasat Jackson Wijaya akan menjemput Chandra Wijaya pulang ke Mansion Wijaya sehingga Felix Wilson tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan angelnya.


*Menjemput Chandra pulang," kata Jackson Wijaya dengan singkat.


Mata Felix Wilson langsung berbinar-binar setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya dari mulut Jackson Wijaya.


"Saya akan menemui kalian di sana. Bye Jackson," kata Felix Wilson dengan semangat dan langsung menutup sambungan telepon.


Jackson Wijaya menyimpan kembali handphonenya ke kantong celananya dan melihat mangkuk bubur Rossy Hartono sudah hampir habis. Jackson Wijaya pun sudah makan beberapa suap nasi goreng.


Jackson Wijaya melihat jam tangan di pergelangan tangannya. Hari ini hari minggu sehingga Jackson Wijaya tidak perlu ke Perusahaan Wijaya dan akan menghabiskan waktunya bersama Rossy Hartono dan putra kembarnya.

__ADS_1


Jackson Wijaya melihat dua termos penghangat makanan yang berada di atas meja makan.


"Pak Lesmana! Ini dua termos penghangat makanan yang sudah disiapkan ya?" tanya Jackson Wijaya sambil menunjuk kedua termos penghangat makanan.


"Iya Tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


"Pak Lesmana. Tolong cari dua koki baru untuk bekerja di Mansion Wijaya segera!" kata Jackson Wijaya.


"Baik Tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


Rossy Hartono yang mendengar perkataan Jackson Wijaya langsung melihat ke arah Jackson Wijaya dengan mata membulat besar.


"Dia memecatku?" kata hati Rossy Hartono.


Jackson Wijaya tersenyum tipis karena bisa membaca isi hati Rossy Hartono dengan mudah.


Jackson Wijaya sangat menyukai sikap Rossy Hartono yang polos dan bisa ditebak dengan mudah oleh dirinya apa pun isi hati Rossy Hartono.


"Kedua koki baru itu akan menjadi asistenmu. Kamu fokus menjaga putra kita, " kata Jackson Wijaya sambil memegang pipi Rossy Hartono dengan lembut.


"Baiklah," jawab Rossy Hartono.


"Ayuk! Saatnya jemput putra kita!" kata Jackson Wijaya dan berdiri dari kursinya.


Rossy Hartono mengambil kedua termos penghangat makanan yang berada di atas meja dan tersenyum ke arah Pak Lesmana.


"Terima kasih Pak Lesmana sudah menyiapkan breakfast untukku dan anak-anakku," kata Rossy Hartono.


"Sama-sama Nona," kata Pak Lesmana dengan sopan.


Rossy Hartono merasa heran dengan sikap Pak Lesmana yang biasanya sudah akrab dengannya, tetapi hari ini menjaga jarak  dengannya.


Rossy Hartono melihat penampilannya sendiri dari atas ke bawah .


"Pak Lesmana! Saya Rossy," kata Rossy Hartono.


"Iya Nona Rossy. Senang berkenalsn denganmu," jawab Pak Lesmana dengan sikap hormat.


"Saya Rossy Hartono. Koki pribadi Tuan Jackson yang tinggal di Mansion Wijaya selama ini," kata Rossy Hartono sambil ketawa kecil.


Rossy Hartono yakin Pak Lesmana tidak mengenalinya sama sekali dan menganggapnya sebagai orang lain.


"Nona Rossy?" kata Pak Lesmana dengan nada tidak percaya.


"Iya Pak Lesmana," jawab Rossy Hartono sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa... Nona Rossy operasi plastik?" tanya Pak Lesmana dengan polos.


Rossy Hartono tersenyum canggung karena tidak bisa menjawab pertanyaan Pak Lesmana.


Jackson Wijaya yang berdiri di samping mereka berdua, spontan mencubit kedua pipi Rossy Hartono dengan lembut.


"Pak Lesmana. Ini wajah aslinya," kata Jackson Wijaya .


Wajah cantik Rossy Hartono inilah yang selama ini Rossy Hartono sembunyikan darinya.


Kemudian Jackson Wijaya mengandeng tangan Rossy Hartono meninggalkan ruang makan dan Pak Lesmana yang berdiri terpaku dengan mulut terbuka lebar .


Halo readers setia Novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF.


Author up bab ini pukul 16.50 WITA.


Masih ada satu bab lagi nanti malam.


Di tunggu ya😊🤗

__ADS_1


THANK YOU


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2