
***Healing Hands Hospital***
Felix yang melihat Rossy berhasil menenangkan Jackson segera menghampiri mereka.
Beberapa suster yang bergosip tadi terpana melihat tatapan mata lembut yang diberikan oleh Jackson ke Rossy.
"Ternyata pria tinggi dan tampan itu sudah mempunyai pacar."
"Iya nih. Untung saja pujaan hatiku Dokter Michael masih single."
"Pacarnya sangat cantik. Mereka berdua terlihat serasi."
Violet hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya sambil menunduk.
"Suster-suster itu pasti buta! Aku lebih cantik dari Rossy!" kata hati Violet.
Violet menajamkan pendengarannya untuk menguping pembicaraan Rossy dan Jackson.
***
Michael terdiam melihat Jackson yang memandang Rossy dengan tatapan lembut.
Aura dingin dan kemarahan dari tubuh Jackson tidak terasa sama sekali.
Sekarang Michael berusaha menenangkan amarah di dalam hatinya.
Biasanya dirinya sangat pintar mengontrol emosi dan menyimpannya dengan baik di dalam hatinya.
Michael tidak pernah lepas kendali seperti tadi. Entah mengapa dengan mudah emosinya terpancing oleh perkataanJackson.
"Jackson sangat menyukai Rossy sehingga bisa menekan emosinya. Apakah aku juga bisa menemukan wanita seperti Rossy?" kata hati Michael.
Rossy menepuk lembut punggung tangan Jackson yang menggenggam erat tangannya. Kemudian Rossy menoleh ke arah Michael.
"Michael! Lukaku bisa dikompres oleh Michelle nanti. Terima kasih atas pertolongannya tadi," kata Rossy.
"Baiklah," jawab Michael sambil menunjukkan senyuman simpatinya.
"Betul sekali. Michelle bisa mengompres memar kaki Rossy. Dokter Michael tidak perlu ikut repot. Masih banyak operasi besar yang harus Dokter Michael lakukan hari ini bukan?" tanya Felix sambil tersenyum.
Felix ingin mengusir Michael secara halus karena takut percikan api antara Jackson dan Michael akan muncul lagi.
"Operasi besarnya jam tiga," jawab Michael.
Felix menganggukkan kepalanya, lalu melihat ke arah Jackson dan Rossy yang sedang bergandengan tangan.
"Jackson, Rossy! Kelvin sudah menunggu lama di kamar pasiennya. Ayo kita segera ke sana supaya Kelvin bisa cepat pulang ke Mansion Wijaya," ajak Felix.
"Oke," jawab Jackson dan Rossy bersamaan.
"Kelvinย sakit apa? Sewaktu lunch di rumah kontrakan Michelle, Kelvin masih sehat-sehat aja," kata Michael.
Michael berpura-pura tidak tahu tentang putra kembar Rossy dan tetap menganggap anak laki-laki yang selama ini tinggal di rumah kontrakan Michelle bernama Kelvin karena Chandra mengakui dirinya sendiri sebagai Kelvin ke Michael.
__ADS_1
Michael sudah curiga anak laki-laki yang sehat dan sering ditemuinya adalah Chandra, sedangkan anak yang di rawat di kamar pasien VVIP adalah Kelvin karena Rossy yang spontan memanggil putranya Chandra ketika kejadian tumpukan tisu yang jatuh di supermarket dan hampir menimpa putranya.
Felix sadar dirinya keceplosan menyebutkan nama Kelvin sehingga spontan menutup mulutnya dengan tangannya.
Jackson tahu selama ini Rossy merahasiakan identitas putra kembarnya sehingga berinisiatif mewakili Rossy menjawab pertanyaan Michael. Tentu saja dengan nada datar dan wajah tanpa ekspresi.
"Putraku kembar. Kelvin dan Chandra," jawab Jackson dengan singkat.
"Iya. Selama ini Kelvin yang dirawat di kamar pasien VVIP," ucap Rossy.
"Oh begitu! Selamat ya Kelvin sudah bisa keluar dari Healing Hands Hospital dan berkumpul denganmu lagi," kata Michael ke Rossy.
"Terima kasih Michael. Kelvin masih harus rawat jalan. Seminggu dua kali kontrol ke Healing Hands Hospital," kataย Rossy dengan jujur.
Michael bekerja di Healing Hands Hospital sehingga kemungkinan besar sewaktu Rossy membawa Kelvin kontrol, bisa bertemu dengannya di Healing Hands Hospital sehingga Rossy merasa tidak perlu menyembunyikan hal itu dari Michael.
"Baiklah. Lain kali sewaktu kamu masak di rumah kontrakan Michelle, aku boleh ikut bergabung makan kan?"tanya Michael sambil memberikan senyum simpatinya.
"Tentu saja bo...."
Rossy tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Jackson sudah memeluk pinggangnya dengan erat dan berjalan cepat meninggalkan Michael. Felix berlari kecil menyusul mereka berdua dari belakang.
***
"Kak Rossy! Kakiku sakit sekali!"
Violet yang masih duduk di lantai Healing Hands Hospital berteriak keras memanggilย Rossy dengan harapan Rossy akan menghampiri dan memapahnya.
Tentu saja Rossy berpura-pura tidak mendengar panggilan Violet. Begitupun juga dengan Jackson dan Felix.
Dalam waktu singkat, ketiga sosok mereka sudah menghilang dari pandangan Violet.
Violet hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan keras sambil menahan emosinya.
***
Michael berjalan perlahan ke arah Violet. "Kamu kenal Rossy?" tanya Michael ke Violet, sambil memberikan senyuman simpatinya.
"Iya. Aku adiknya Rossy," jawab Violet.
Violet sudah lupa dirinya menjadi 'bola pingpong' yang dioper oleh Michael karena terhipnotis dengan senyum simpati Michael.
"Kakimu sakit?" tanya Michael dengan suara lembut.
"Iya. Kakiku terkilir," jawab Violet dengan suara memelas dan mata berkaca-kaca.
Violet yakin Michael pasti akan merasa iba kepadanya dan memapahnya.
Walaupun dirinya diacuhkan oleh Jackson, tetapi setidaknya dokter tampan dihadapannya terlihat tertarik kepadanya.
"Memang benar tidak ada kucing yang menolak ikan asin," kata hati Violet ketika mata Michael melihatnya dari atas kepala sampai ujung kaki.
Violet menduga Michael melihat ke pahanya yang tersingkap karena rok hitam pendeknya.
__ADS_1
"Aku akan membantumu," ucap Michael.
"Terima kasih dokter," jawab Violet sambil memperlihatkan senyumannya yang paling menawan.
Violet tidak sadar pipi dan hidungnya yang memar berwarna kebiruan membuat senyumannya terlihat seperti seorang badut di pelupuk mata Michael Adinata.
Michael menggenggam keras kedua siku Violet yang lecet dan masih berdarah, lalu menarik dengan kuat tubuh Violet.
Violet merasakan kedua sikunya semakin perih dan air matanya spontan mengalir keluar membasahi kedua pipinya.
"Sudah!" kata Michael dan melepaskan kedua tangannya dari siku Violet.
Michael membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan santaiย meninggalkan Violet.
Beberapa suster yang bergosip tadi juga membubarkan diri melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
Violet yakin Michael memang sengaja membuat lukanya bertambah parah dan pastinya semua karena Rossy.
Violet menuduh Rossy lah penyebab dirinya terjatuh dan terluka serta dipemalukan hari ini.
"Dasar rumah sakit jelek! Semua dokter dan susternya brengsek!" Violet mengumpat kesal sambil berjalan terpincang-pincang.
Beberapa suster yang berada di dekatnya melirik ke Violet karena mendengar umpatan kasarnya dan dirinya sama sekali tidak peduli.
Violet mengambil sepatu high heels yang tadi dilemparkan ke kaki Rossy dari lantai.
Violet terpaksa memakai kembali sepatu high heels yang rusak ke kaki kanannya karena tidak mungkin dirinya berjalan tanpa alas kaki.
"Benar-benar sial!" kata Violet.
Violet mengeluarkan handphone untuk memesan taxi online. Violet harus kembali ke Perusahaan Wijaya karena tadi memberi alasan ke Fransiska bahwa dirinya sakit perut dan ke toilet.
Pekerjaannya sebagai resepsionis di Perusahaan Wijaya masih harus dipertahankan olehnya karena diirnya belum berhasil mendekati Jackson.
***
Halo readers tercinta. Mulai hari ini Novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF akan up satu bab setiap hari ya ๐๐๐.
Karena anak author sudah mulai libur sekolah nih. Jadi fokusnya ke jaga anak ๐๐๐ dan akan mengusahakan up setiap hari.
Mudah-mudahan novel ini akan tamat di awal atau pertengahan bulan depan.
Jadi dimohon dukungan dari readers untuk tetap setia membaca novel ini sampai habis ya๐๐๐๐ค๐
Akan ada konflik terakhir yang melibatkan banyak pihak. Di tunggu ya readers.
Jangan lupa VOTE ya ๐๐๐๐ค
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1