
***Tempat kost Jennifer***
Suster Lisa memberitahukan nama atasannya dan juga tipe kamar rawat pasien di Healing Hands Hospital.
Semua informasi itu Lisa dapatkan dari Bagaskara sewaktu Bagaskara menemuinya di Medan.
"Kamar pasien VVIP?" tanya Jennifer.
"Iya. Dokter Erik di rawat di sana," jawab Suster Lisa.
Jennifer mengetahui pasien Michelle juga menginap di kamar pasien VVIP.
"Aku akan menanyakannya ke Michelle," kata Jennifer sambil mengambil handphonenya.
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Michelle sudah berada di rumah kontrakannya bersama Chandra sewaktu handphonenya berbunyi.
"Jennifer? Kenapa dia meneleponku? Apakah ada masalah dengan tes DNA nya?" kata hati Michelle ketika melihat nama Jennifer di layar handphonenya.
"Halo," sapa Michelle.
"Halo Michelle. Kamu sudah di rumah?" tanya Jennifer. Jennifer tahu hari ini Michelle kerja shift siang.
"Iya Jennifer. Aku baru tiba di rumah. Ada apa ya?" tanya Michelle dengan was-was.
*Kamu tahu tidak pasien bernama Erik di kamar pasien VVIP ?" tanya Jennifer.
"Erik? Maksudmu pasien yang koma kah?" tanya Michelle.
"Iya benar. Kamu tahu pasien itu?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Dia adalah pasien pribadi Pak Felix. Aku menjadi asisten Pak Felix untuk merawat pasien itu," jawab Michelle.
"Oh begitu," kata Jennifer.
"Jennifer. Kenapa kamu menanyakan tentang pasien koma ini?" tanya Michelle.
Michelle berusaha mencari tahu apa saja yang Jennifer ketahui mengenai Dokter Erik, yang mungkin saja ada sangkut pautnya dengan Rossy.
"Temanku mengetahui Dokter Erik koma sehingga akan menjenguknya besok pagi," kata Jennifer dengan jujur.
"Temanmu?" tanya Michelle.
"Iya. Dulu temanku adalah suster bawahan Dokter Erik dan baru saja mengetahui tentang keadaan Dokter Erik yang koma sehingga dia datang ke Bali untuk menjenguk Dokter Erik," jawab Jennifer.
"Temanmu tidak tinggal di Bali?" tanya Michelle.
"Iya. Sekarang dia tinggal di Medan dan baru saja tiba di Bali .Dia menginap di tempatku sekarang," jawab Jennifer.
"Besok pagi ya?" tanya Michelle.
"Iya benar. Besok pagi," jawab Jennifer.
"Oke. Kebetulan besok aku kerja shift pagi. Temanmu bisa mencariku di Healing Hands Hospital. Lagipula Pak Felix sedang izin dua hari dan menyerahkan pasien ini di bawah pengawasanku sepenuhnya," kata Michelle.
"Sip deh Michelle. Aku akan memberitahukan temanku. Namanya Lisa. Thank you ya," kata Jennifer.
__ADS_1
"Sama sama Jennifer," kata Michelle dan menutup sambungan telepon.
Michelle termenung sambil memegang handphonenya memikirkan percakapannya dengan Jennifer tadi.
"Aku harus memberitahukan hal ini kepada Rossy," kata hati Michelle.
Michelle memutuskan menelepon Rossy nanti malam untuk memberitahukannya tentang hal ini.
***Ruang makan Mansion Wijaya***
Jackson duduk dengan sabar menunggu Felix menyelesaikan dinnernya.
Felix tahu Jackson ingin membicarakan hal yang serius dengannya sehingga meletakkan kembali sendoknya di dalam piringnya.
"Ada apa Jackson?" tanya Felix dengan serius.
Tadi Felix sibuk makan masakan Rossy dengan lahap sehingga tidak memperhatikan Jackson menerima panggilan telepon.
"Besok pagi kamu bisa menemui angelmu," kata Jackson dengan singkat.
Felix tersenyum lebar ketika mendengar perkataan Jackson karena sudah menbayangkan bisa bertemu dengan Michelle besok pagi. Kemudian dengan cepat Felix menghilangkan senyuman lebar di bibirnya dan menatap ke arah Jackson Wijaya. Felix tahu masih ada hal yang ingin di sampaikan oleh Jackson.
"Bagaskara sudah menemukan suster yang membantu Dokter Erik melakukan persalinan Miss X lima tahun lalu. Suster itu ingin menjenguk Dokter Erik. Besok pagi Bagaskara akan membawanya ke Healing Hands Hospital," kata Jackson.
"Suster itu tahu tentang identitas Miss X?" tanya Felix.
"Dia mengaku tidak mengetahui apapun. Itu tugas kamu untuk memeriksa kebenaran perkataannya," jawab Jackson.
Jackson yang sedang cedera pinggang tidak bisa ke Healing Hands Hospital sehingga meminta Felix mewakilinya.
"Oke! Serahkan semuanya padaku. Mata elangku yang tajam ini pasti bisa mengetahui apakah suster itu berbohong atau tidak," kata Felix sambil menepuk dadanya dengan tangannya.
"Aku akan menyuruh Rossy memasak masakan yang lebih banyak untuk breakfastmu besok pagi," kata Jackson.
Felix semakin senang dan bersemangat mendengar perkataan Jackson. Felix tersenyum puas karena Jackson mengetahui dengan jelas apa saja yang di inginkannya.
Selesai makan malam, Felix mendorong kursi roda Jackson ke ruang kerja karena Jackson masih ingin mengurus dokumen perusahaan.
Felix duduk di sofa ruang kerja sambil menunggu Jackson selesai bekerja.
Berkali-kali Felix mengeluarkan handphonenya untuk memeriksa ada atau tidak pesan masuk di handphonenya.
Felix sedang menunggu laporan tentang Dokter Erik dari Michelle.
Perbuatan Felix yang membuka tutup handphonenya berulang kali mengganggu Jackson yang sedang serius bekerja.
"Telepon saja angelmu!" ujar Jackson dengan ketus.
"Akubsedang menunggu pesan LINE darinya," kata Felix.
Felix tahu Michelle adalah gadis yang polos sehingga tidak mau terburu-buru menyatakan isi hatinya. Felix tidak mau Michelle menjauhinya.
Felix tersenyum manis ketika mendengar suara pesan LINE masuk di dalam handphonenya.
Jackson menggelengkan kepalanya melihat sikap Felix dan melanjutkan pekerjaannya.
Felix membuka LINE chat dengan Michelle. Gadis muda itu mengirimkan laporan medical Dokter Erik hari ini.
__ADS_1
"Thank you Michelle," ketik Felix di line chat.
"Sama -sama Felix," balas Michelle di line chat.
"Besok pagi aku akan ke Healing Hands Hospital," ketik Felix di LINE chat.
Felix masih ingin mengobrol lebih lama dengan Michelle sehingga sengaja mencari topik pembicaraan.
"Ada teman Dokter Erik yang ingin menjenguknya. Siapa tahu dengan kunjungan teman lamanya, Dokter Erik bisa bangun dari koma sehingga aku harus di sana melihat kondisi dokter Erik," lanjut Felix di LINE chat.
"Baiklah Felix. Dokter Erik adalah pasienku juga. Besok aku akan berada di sana juga," balas Michelle di LINE chat.
"Oke Michelle. See you tomorrow. Good night," ketik Felix di LINE chat.
"Good night Felix," balas Michelle di LINE chat dengan singkat.
Michelle buru-buru mengakhiri chat dengan Felix karena ingin menelepon Rossy segera untuk memberitahukannya tentang hal ini.
**Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy sudah berada di Mansion Wijaya setelah mengantarkan dinner untuk Kelvin.
Tadi Rossy berada di kamar pasien VVIP Kelvin dalam waktu yang singkat karena Pak Kuncoro sedang menunggunya.
Rossy tidak ingin membuat Pak Kuncoro menunggunya lebih lama sehingga dengan berat hati meninggalkan Kelvin dan berjanji akan video call dengan Kelvin ketika dirinya sudah tiba di Mansion Wijaya.
Baru saja Rossy selesai video call dengan Kelvin, telepon dari Michelle masuk.
"Halo Michelle," kata Rossy.
"Rossy. Besok pagi Dokter Erik akan di jenguk oleh Lisa. Dulu Lisa bekerja sebagai suster yang membantu Dokter Erik. Felix pun akan datang," kata Michelle.
"Suster Lisa?" tanya Rossy.
Dalam ingatan Rossy memang ada seorang suster yang selalu mendampingi Dokter Erik yang datang memeriksa kondisinya sewaktu dirinya harus bedrest seminggu di rumah sakit bersalin.
"Mungkinkah suster itu?" kata hati Rossy.
***
Selamat siang readers.
Menurut kalian suster Lisa tahu tidak ya tentang bayi kembar Miss X? Semuanya pasti sudah tahu jawabannya yang sudah jelas di awal bab cerita ini ^~°
Kapan sih dokter Erik akan bangun dari komanya? He He He. Dokter Erik pasti akan bangun dari komanya, sejalan dengan alur ceritanya. Sabar ya readers ^~^
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya
UP 2 BAB HARI INI UP 2 BAB HARI INI
UP 2 BAB HARI INI UP 2 BAB HARI INI
UP 2 BAB HARI INI UP 2 BAB HARI INI
Don't Forget Your 'LIKE' Readers
Thank You
__ADS_1
Author : LYTIE