
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Jackson sedang serius membaca dokumen yang akan dipakainya untuk meeting besok pagi di Perusahaan Wijaya.
Suara handphone Jackson berbunyi sehingga pria muda itu mengambilnya dari atas meja kerja.
Jackson melihat nama panggilan yang muncul di layar handphone.
'Felix'
Sebenarnya dari siang Felix sudah menelepon Jackson berulang kali, tetapi handphone Jackson dalam keadaan silent karena Jackson ingin 'we time' berduaan dengan Rossy tanpa diganggu oleh siapa pun.
Walaupun sedang sibuk bekerja sekarang, Jackson memutuskan untuk mengangkat telepon dari Felix sebentar.
Jackson Wijaya tahu pasti Felix akan menerornya dengan meneleponnya berulang kali dan terus menerus apabila dirinya tidak mengangkat panggilan telepon Felix sekarang. 😅
"Halo Felix," sapa Jackson dengan suara datar saat mengangkat telepon.
"Jackson! Akhirnya kamu mau mengangkat teleponku. Aku kira kamu masih sibuk lembur sama Rossy," ucap Felix spontan.
"Aku sedang kerja. Ada apa?" tanya Jackson tanpa basa-basi.
Jackson ingin segera menyelesaikan pekerjaannya sehingga bisa kembali ke kamar tidur menemui Rossy.
Jackson tidak mau menghabiskan waktunya melakukan pembicaraan bertele-tele dengan Felix.
"Video lamaranmu di taman bermain sudah tersebar di mana-mana. Kamu tahu tidak?" tanya Felix dengan antusias.
Tadi siang Felix menelepon Jackson karena ingin memberitahukan tentang hal ini.
"Tahu," jawab Jackson dengan singkat.
"Oh... ternyata kamu memang sengaja membiarkan video-video itu tersebar keluar. Bukannya biasanya kamu selalu low profile? Sekarang kamu dan Rossy menjadi hot topik di pencarian google," kata Felix Wilson dengan semangat.
"Aku memang ingin seluruh dunia tahu Rossy adalah nyonya Wijaya," ucap Jackson dengan tegas.
"Iya. Iya. Aku tahu kamu sudah tidak sabaran menyandang status suami Rossy," ucap Felix sambil tertawa kecil.
Jackson tersenyum tipis sewaktu mendengar perkataan Felix karena Felix menebak dengan tepat keinginan hatinya saat ini.
"Felix. Aku mau nanya sesuatu kepadamu," ucap Jackson dengan nada serius.
"Tentang apa?" tanya Felix sambil menghentikan tertawa kecilnya karena tahu Jackson ngin membahas hal yang serius dengannya.
"Aku dan Rossy akan menikah dalam waktu dekat. Aku tahu Rossy sangat menginginkan Kelvin bisa ikut dalam acara pernikahan. Apakah Kelvin boleh keluar dari Healing Hands Hospital dan rawat jalan saja?" tanya Jackson.
Felix terdiam sebentar sambil memikirkan kondisi Kelvin saat ini.
__ADS_1
"Jackson. Besok pagi aku akan berdiskusi dulu dengan beberapa dokter spesialis Healing Hands Hospital tentang kondisi Kelvin. Aku akan mengabarimu hasilnya segera," jawab Felix.
Sekarang darah tali pusat sebagai obat untuk penyakit leukimia Kelvin pasti akan ada dan hanya perly menunggu bayi Jackson dan Rossy lahir sehingga Felix Wilson pun merasa lebih tenang tentang kondisi Kelvin sekarang.
"Baiklah. Terima kasih Felix," kata Jackson.
"Sama-sama Jackson. Bye bye," kata Felix.
Setelah menutup sambungan telepon, Jackson melanjutkan pekerjaannya.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy berjalan masuk ke dalam kamar tidur dan masih belum terlihat sosok Jackson di sana.
"Jackson masih di ruang kerja," kata hati Rossy.
Rossy mengambil pakaian piyama dari lemari pakaian dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Rossy juga mengambil satu pasang baju tidur Jackson dan meletakkannya di atas tempat tidur.
***
Selesai mandi, Rossy mengeluarkan handphone dari dalam tas dan mengambil charger handphone untuk me ngecas handphone nya.
Karena suara hair dryer yang keras, Rossy tidak menyadari Jackson sudah masuk ke dalam kamar tidur dan berjalan ke arahnya.
Rossy terkejut ketika wajah Jackson terlihat di cermin rias dan segera menekan tombol stop di hair dryer dan meletakkannya di atas meja rias.
Jackson yang berdiri di belakang Rossy, membungkukkan badannya.
Dagu Jackson menempel di atas pundak kanan Rossy.
"Hm...wangi sekali," kata Jackson sambil memejamkan matanya menikmati aroma sabun cair di leher Rossy.
Napas hangat dari hidung Jackson mengenai leher Rossy sehingga membuat wanita muda itu merasa geli.
Rossy mengangkat tangan kanannya ke atas dan memegang pipi Jackson.
"Jackson! Sudah malam. Cepatlah mandi," kata Rossy sambil menepuk pipi Jackson dengan lembut.
"Baiklah," ucap Jackson dan mencium pipi Rossy terlebih dahulu sebelum mengambil pakaian tidurnya dari atas tempat tidur dan berjalan ke dalam kamar mandi.
Rossy melanjutkan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Setelah rambutnya kering, Rossy mencoba menyalakan handphone yang sudah mulai terisi baterai.
Rossy membuka sms LINE dari Michelle yang masuk ke handphone nya.
__ADS_1
"Selamat ya nyonya Wijaya". Bunyi isi sms LINE dari Michelle. Michelle juga mengirim sebuah video.
"Kenapa Michelle bisa tahu?" kata hati Rossy.
Rossy membuka video yang dikirim oleh Michelle dan akhirnya tahu bagaimana Michelle bisa mengetahui tentang lamaran dari Jackson semalam di taman bermain.
Video itu milik salah satu pengunjung taman bermain, yang merekam jelas acara lamaran romantis dari Jackson ke Rossy. Walaupun sebagian isi video tertutup oleh badan tegap bodyguard, tetapi wajah Rossy dan Jackson terekam jelas.
Rossy tersenyum lebar melihat video itu karena pikirannya melayang kembali ke hari kencan pertama dirinya dan Jackson. Kencan yang tidak akan pernah dilupakan olehnya.
Rossy tahu Michelle pasti penasaran dan ingin tahu bagaimana acara kencannya berubah menjadi acara lamaran.
Rossy pun menelepon Michelle dengan cepat. "Rossy," panggil Michelle dengan suara semangat.
"Michelle. Kamu belum tidur?" tanya Rossy.
Rossy berpura-pura tidak tahu bahwa Michelle sedang menunggu telepon darinya.
"Kan nunggu teleponmu," jawab Michelle dengan jujur.
Rossy tertawa kecil mendengar jawaban polos dari Michelle.
"Michelle. Besok kamu kerja jam berapa?" tanya Rossy.
"Besok aku shift malam karena Winona tukaran shift denganku. Seharusnya sih shift pagi," jawab Michelle.
"Besok pagi setelah aku mengantar breakfast untuk Kelvin, aku dan Chandra ke rumah kontrakanmu ya. Aku akan masak lunch untukmu," ucap Rossy.
"Oke deh. Kamu memang bestie ku. Bahan makanan di rumahku sudah habis. Aku akan membelinya di supermarket besok. Kamu dan Chandra langsung aja datang ke rumah kontrakanku. Kamu kan masih pegang kunci rumah kontrakanku," kata Michelle.
Kebetulan besok pagi, Michelle memang berencana membeli beberapa perlengkapan rumahnya di supermarket sehingga bisa sekalian membeli bahan-bahan makanan di sana.
"Oke deh. See you tomorrow. Bye bye," ucap Rossy.
"See you tomorrow too. Bye Bye Rossy," balas Michelle.
***
Selamat siang readers. Bab ini author up pukul 16.45 WITA.
Jangan lupa baca lanjutan ceritanya nanti malam ya. Terima kasih dukungannya semua baik berupa favorit, vote, tips iklan, hadiah, maupun komentar positif.
THANK YOU
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1