
***Healing Hands Hospital***
Suster Amanda merasa menang melawan Michelle dan Rossy karena mempunyai Stella yang pasti akan berpihak kepadanya.
Padahal Stela bukanlah tunangan Felix dan juga belum pernah bertemu dengan Felix sama sekali.
Stella adalah suster baru di Healing Hands Hospital. Ibu Stella mengenal Diana, ibu Felix di acara pameran lukisan.
Ibu Stella mengetahui suami Diana adalah Tommy Wilson pemilik Healing Hands Hospital dan mempunyai seorang putra bernama Felix Wilson.
Sewaktu ibu Stella mengetahui Healing Hands Hospital sedang merekrut suster baru, ibu Stella menyuruh Stella melamar pekerjaan itu dengan harapan putrinya bisa mempunyai kesempatan mendekati Felix di sana.
Stella dengan tidak tahu malu mengaku ke rekan kerjanya bahwa dirinya adalah tunangan dari Felix.
Awalnya Suster Amanda tidak mempercayai perkataan Stella. Akan tetapi, Stella memperlihatkan foto ibu Felix dan ibunya yang sedang bersama membuat Suster Amanda percaya seratus persen perkataan Stella.
Permintaan Suster Amanda membuat Stella gelisah karena dirinya sama sekali tidak mungkin bisa memecat kedua orang yang berada di depannya. Akan tetapi, Stella tidak ingin kehilangan muka di depan Suster Amanda dan memutuskan melanjutkan aktingnya sebagai tunangan Felix.
"Jika kalian berdua meminta maaf kepada Amanda sekarang juga, aku bisa menjamin kalian berdua tidak akan kehilangan pekerjaan hari ini. Felix selalu mendengarkan perkataanku," ucap Stella sambil menunjuk Felix dan Michelle dengan sombong.
Kebohongan Stella terbongkar seketika karena ucapannya ini. Rossy dan Michelle yakin Stella hanya berbohong dan sama sekali tidak mengenal Felix.
Rossy memberi isyarat mata kepada Michelle dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Michelle.
Michelle menatap ke arah Felix dan membungkukkan badannya sedikit.
"Pagi, Pak Felix. Hari ini Bapak datang ke Healing Hands Hospital untuk memeriksa kinerja dokter dan suster kah?" tanya Michelle sambil tersenyum manis ke Felix Wilson.
"Benar sekali Dokter Michelle. Aku sangat beruntung sekali hari ini karena menemukan suster yang tidak berkompeten serta suka berbohong dan harus di pecat dengan segera dari Healing Hands Hospital," jawab Felix sambil menatap Michelle dengan tatapan lembut.
Felix tahu Michelle ingin membuka kedok Stella dan Felix mau membantunya dengan senang hati.
Felix senang karena Michelle tahu Stella berbohong dan bukan tunangannya.
Stella terkejut mendengar pembicaraan Michelle dan Felix.
"Nama pria ini Felix? Jangan jangan.... ? Ah, tidak mungkin! Pasti hanya nama depannya saja yang sama. Dia bukan Felix Wilson," kata hati Stella.
Stella merasa gelisah dan berusaha menenangkan hatinya.
"Suster Stella."
Michelle memanggil Stella secara tiba-tiba.
"Iya... Dokter ...Michelle," jawab Stella sambil terbata-bata.
"Bukankah Suster Stella mengaku sebagai tunangan Felix Wilson? Sekarang Pak Felix berdiri di hadapanmu. Mengapa kamu tidak mengenalnya?" tanya Michelle.
Raut wajah Stella berubah menjadi pucat. Suster Amanda yang berada di sampingnya sangat terkejut dan menjadi takut akan kehilangan pekerjaannya dengan segera.
Felix mengeluarkan handphonenya dengan santai serta memotret Stella dan Suster Amanda. Kemudian mengirim foto itu ke bagian HRD Healing Hands Hospital.
Beberapa saat kemudian handphone berdering. Felix mengangkat teleponnya dan berbicara langsung.
"Pecat kedua suster baru yang ada di dalam foto yang aku kirim segera!" perintah Felix dan mematikan sambungan teleponnya.
Rossy mengacungkan jempol ke arah Felix. Sikap dan tindakan Felix barusan sama persis seperti Jackson sehingga membuat Rossy merasa rindu dengan Jackson.😁🤭
Michelle juga tersenyum puas melihat tindakan Felix yang tegas.
Kaki Stella dan Suster Amanda terasa lemas seketika. Mereka sadar Felix mengirimkan foto mereka berdua ke bagian HRD Healing Hands Hospital, yang berarti mereka telah di pecat oleh Felix secara langsung.
__ADS_1
Stella langsung menatap Suster Amanda dengan penuh kebencian. Jika bukan karena Suster Amanda yang melibatkan dirinya, kebohongannya pasti tidak akan terbongkar.
Beberapa dokter dan suster yang ikut melihat kejadian ini, mulai berbisik-bisik sambil menunjuk ke arah Stella.
Stella segera berlari meninggalkan Healing Hands Hospital karena merasa sangat malu, sedangkan Suster Amanda berjalan dengan lesu menuju kamar ganti untuk mengambil barangnya yang masih ada di Healing Hands Hospital.
***
Felix tersenyum menatap Michelle dan Rossy.
"Maaf. Aku tidak menyangka dia berani mengaku sebagai tunanganku. Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku belum punya pacar sama sekali," jelas Felix sambil menatap Michelle.
Felix tidak ingin Michelle salah paham terhadapnya. Rossy berfirasat Felix menyukai Michelle.
"Felix pria yang baik. Aku akan membantunya," kata hati Rossy.
"Felix. Kamu bisa membantu Michelle kah?" tanya Rossy.
"Tentu saja bisa. Ada masalah apa yang harus saya selesaikan?" tanya Felix dengan antusias.
Felix mengira Michelle juga di bully oleh rekan kerja yang lain di Healing Hands Hospital sehingga Rossy meminta bantuannya.
"Sabtu ini adik tiriku mengadakan pesta pertunangan dan mengundangku serta Michelle. Aku ingin kamu menjadi pasangan Michelle di pesta pertunangan itu," kata Rossy.
"Oke," jawab Felix dengan cepat.
"Kamu bisa menjemput Michelle di rumah kontrakannya sabtu ini," ucap Rossy.
Rossy sengaja memberi Felix kesempatan untuk bisa menghubungi Michelle secara langsung mengenai jam berapa menjemput Michelle dan yang lainnya.
Rossy yakin Felix tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Oke," jawab Felix sambil tersenyum lebar.
Michelle tidak menolak niat baik Rossy membantunya mengajak Felix. Dikarenakan kejadian Suster Amanda barusan, Michelle pun merasa segan untuk mengajak Dokter Michael menjadi pasangannya.
"Oh ya Rossy. Siapa yang menjadi pasanganmu nanti?" tanya Felix setelah berhasil menguasai rasa kegembiraan yang meluap di dalam hatinya.
"Jackson?" tanya Felix lagi secara spontan.
"Iya," jawab Rossy sambil merasakan pipinya panas.
"Tidak ku sangka kemajuan Jackson cepat sekali. Aku tidak boleh kalah darinya," kata hati Felix.
"Seharusnya full medical check up Jackson hampir selesai. Aku akan menemuinya dulu," ucap Felix.
Rossy dan Michelle menganggukkan kepala mereka bersamaan. Setelah Felix pergi, Rossy memberitahukan Michelle tentang keinginannya membawa Chandra pulang ke rumah kontrakan dan memasak lunch sambil menunggu Michelle pulang kerja.
Stok bahan makanan di kulkas Michelle sudah hampir habis sehingga Rossy memutuskan membawa Chandra ke supermarket untuk membeli bahan makanan sebelum ke rumah kontrakan Michelle.
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Felix mendorong kursi roda Jackson ke kamar pasien VVIP Kelvin.
Jackson ingin menemui putranya untuk membahas masalah hubungannya dengan Rossy sambil menunggu hasil medical check up keluar.
Felix meninggalkan mereka berdua karena tahu Jackson ingin berbicara secara pribadi dengan Kelvin.
"Daddy!"
__ADS_1
Kelvin berteriak kegirangan sambil berlari memeluk Jackson.
"Chandra sudah makan kenyang kah?" tanya Jackson sambil membelai rambut Kelvin dengan lembut.
"Sudah daddy. Masakan aunty chef sangat enak," jawab Kelvin.
"Duduklah," kata Jackson sambil menunjuk kursi yang berada di hadapan kursi rodanya.
Kelvin duduk di atas kursi yang di tunjuk oleh Jackson.
"Chandra. Apakah kamu rindu mommy?" tanya Jackson.
Mata Kelvin berbinar-binar mendengar pertanyaan Jackson.
"Aku sangat rindu kepada mommy. Aku sangat iri melihat anak-anak lain yang bisa bersama mommynya setiap hari," jawab Kelvin.
"Chandra, karena kamu menginginkan seorang mommy, daddy akan berpacaran sehingga kamu bisa mempunyai mommy nantinya. Mau kah?" tanya Jackson.
"Daddy mau berpacaran? Dengan siapa? Dengan mommy kah?" tanya Kelvin dengan polos.
Kelvin mengira Rossy sudah berhasil mengambil hati Jackson, sedangkan Jackson mengira mommy yang disebut oleh Kelvin adalah Miss X, ibu kandungnya sehingga menjadi bingung bagaimana memberi jawaban kepada Kelvin.
Kelvin melihat Jackson yang terdiam menjadi kecewa karena mengira Jackson menyukai wanita lain dan bukan mommynya.
Kelvin bertekad mengganggu hubungan Jackson dengan wanita itu.
"Aku menolak mempunyai ibu tiri," ucap Kelvin dengan tegas.
Kelvin hanya akan memanggil mommy untuk Rossy seorang saja.
"Kenapa? Bukankah kamu menginginkan kasih sayang mommy?" tanya Jackson.
Jackson sangat yakin Rossy pasti akan menjadi ibu yang baik dan penyayang karena selama ini Rossy sudah menjadi single parent bersama putranya.
"Daddy. Ibu tiri sangat kejam. Aku tidak mau ibu tiri," jawab Kelvin dengan tegas.
Melihat penolakan Kelvin, Jackson pun tidak melanjutkan membahas tentang masalah ini lagi.
"Daddy tidak akan berpacaran jika belum mendapat persetujuan darimu," ujar Jackson.
"Hore.Thank you daddy. I love you," kata Kelvin sambil memeluk Jackson.
"Finally aku berhasil mencegah daddy bersama wanita itu. Aku harus berdiskusi dengan brother bagaimana caranya menyatukan mommy dan daddy," kata hati Kelvin.
Sementara itu Jackson juga mempunyai rencananya sendiri.
"Chandra sedang sakit dan sangat sensitif. Aku harus segera menemukan Miss X dan akan membayarnya dua kali lipat untuk bayi tabung IVF lagi. Setelah Chandra sembuh, aku akan membuatnya menerima Rossy secara perlahan," tekad hati Jackson.
***
Selamat malam readers. Bab kedua sudah author up jam 20.00 wita. Semoga bisa cepat muncul di noveltoon ya.
Spoiler cerita besok : Rossy dan Chandra akan bertemu dengan seseorang di supermarket. Siapakah orang itu?
Malam hari sewaktu dinner di Mansion Wijaya akan ada kejadian yang sangat menyakitkan bagi Jackson Wijaya!
Penasaran kan?
See You Tomorrow
Happy Weekend
__ADS_1
Salam Sayang dari Author : LYTIE