
**Rumah Hartonk***
Wulan Sari sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
Sejak keluar dari ballroom Hotel H, Wulan Sari meminta Thomas mengantarkannya pulang ke rumah dengan alasan perutnya sudah tidak terlalu sakit lagi dan mau istirahat di rumah saja.
Thomas tidak mencurigai kebohongan Wulan Sari sehingga mengikuti permintaan Wulan Sari dan membawanya pulang ke rumah Hartono.
"Wulan. Aku akan memasak bubur polos untukmu sekarang. Kamu beristirahatlah dulu," kata Thomas sambil menyelimuti tubuh Wulan Sari yang berbaring di atas tempat tidur.
"Terima kasih Thomas," jawab Wulan Sari sambil tersenyum.
Wulan Sari menatap punggung Thomas yang menghilang di balik pintu kamar tidur. Senyuman masih menghiasi wajah Wulan Sari. Wulan Sari sangat menyukai perhatian yang diberikan oleh Thomas.
Puluhan tahun yang lalu Wulan Sari adalah teman kuliah Thomas dan Isabella, ibu kandung Rossy.
Pada saat itu Wulan Sari sudah menyukai Thomas secara diam-diam, tetapi Thomas dan Isabella adalah pasangan yang saling mencintai satu sama lain sehingga Wulan Sari sama sekali tidak ada kesempatan untuk merebut Thomas dari tangan Isabella.
Ketika mereka tamat kuliah, Thomas menikah dengan Isabella.
Wulan Sari berpura-pura menjadi teman dekat Isabella dengan niat mencari kesempatan merusak hubungan rumah tangga Thomas dan Isabelle.
Usaha Wulan Sari sama sekali tidak pernah berhasil. Thomas hanya menganggap Wulan Sari sebagai teman dekat Isabella dan tidak ada perasaan sama sekali terhadap Wulan Sari.
Wulan Sari tidak menyerah dan tetap berpura-pura menjadi teman dekat Isabella dan Thomas.
Ketika Isabella meninggal dunia sewaktu melahirkan Rossy, Thomas sangat terpuruk dengan kematian Isabella dan kerepotan menjaga Rossy yang baru lahir.
Wulan Sari tahu ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan Thomas. Wulan Sari menyatakan kesediaannya membantu Thomas merawat Rossy dengan alasan dirinya merasa iba dan kasihan melihat bayi perempuan Isabella kehilangan kasih sayang ibu sejak lahir.
Pada akhirnya Thomas mengambil keputusan untuk menikahi Wulan Sari agar Rossy bisa merasakan kasih sayang ibu dari kecil.
Rossy adalah satu-satunya harta pusaka yang ditinggalkan oleh Isabella ke Thomas sebelum meninggal dunia sehingga Thomas ingin putri kecilnya berada di dalam lingkungan keluarga yang utuh dan selalu hidup bahagia.
***
Terdengar suara sms di handphone Wulan Sari yang masih berada di dalam tas pestanya. Wulan Sari segera mengeluarkan handphonenya dari dalam tas pestanya.
"Pasti Violet sudah berhasil mempermalukan Rossy dan Rossy sudah dibawa pergi oleh kedua preman," kata hati Wulan Sari.
Wulan Sari terkejut membaca sms di handphonenya yang berasal dari bank kartu kreditnya.
"Lima puluh lima juta? Kenapa Violet menggunakan uang sebanyak itu?" kata hati Wulan Sari.
Lima tahun yang lalu, Wulan Sari mendapatkan uang 200 juta dari Thomas yang menjual semua cabang restorannya untuk membayar pinjaman dari teman-teman bohongan Wulan Sari.
Wulan Sari menyimpan uang 200 juta itu di salah satu bank swasta dan mendapat bunga yang lumayan tinggi setiap bulan.
Wulan Sari hanya menggunakan uang dari bunga bank saja, sedangkan 200 juta itu tetap tersimpan utuh di bank.
Bank swasta itu memberikan fasilitas kartu kredit untuk Wulan Sari dan karena rengekan dari Violet yang ingin memamerkan kartu kredit ke teman-temannya, Wulan Sari membuat kartu kredit tambahan untuk Violet tanpa membatasi limit pemakaian untuk putri kesayangannya itu.
__ADS_1
Wulan Sari tahu pasti Violet tidak akan menggunakan kartu kreditnya dan hanya sebagai pajangan di dalam dompet untuk diperlihatkan kepada teman-teman Violet saja.
Selama lima tahun ini Violet tidak pernah menggunakan kartu kreditnya karena setiap bulan Wulan Sari akan memberikan uang tunai ke Violet dari bunga bank depositonya.
Wulan Sari tidak menyangka setelah lima tahun lamanya, Violet menggunakan kartu kreditnya pertama kali dan dalam jumlah yang sangat banyak.
"Aku akan menanyakannya ke Violet besok pagi," kata hati Wulan Sari.
Wulan Sari mencoba menahan keinginannya untuk tidak menghubungi Violet sekarang karena takut masalah 200 juta itu akan diketahui oleh Thomas yang sebentar lagi akan membawakan bubur polos untuknya.
Wulan Sari duduk bersandar di tempat tidur sambil berusaha menenangkan perasaan hatinya yang memburuk.
Wulan Sari merasakan bagian bawah mata kiri dan kanannya berkedut terus menerus sehingga membuat wanita licik itu semakin gelisah. Wulan Sari berfirasat sesuatu yang buruk akan menimpanya segera.
Handphone Wulan Sari berbunyi lagi dan ketika Wulan Sari melihat nama panggilan yang muncul di layar handphonenya, handphone itu jatuh seketika dari tangan Wulan Sari ke pangkuannya.
Raut wajah Wulan Sari menjadi pucat ditambah ekspresi terkejut dan ketakutan melihat nama panggilan yang muncul di handphone.
BORIS
Satu-satunya orang yang sangat dibenci dan ditakuti oleh Wulan Sari adalah Boris. Boris adalah mimpi buruk yang selama puluhan tahun ini selalu mengikuti Wulan Sari kemanapun.
Boris sama sekali tidak akan melepaskan Wulan Sari karena rahasia terbesar Wulan Sari yang selama ini disembunyikannya dari Thomas diketahui dengan jelas oleh Boris.
Salah satu alasan Wulan Sari memaksa Thomas menjual Restoran Hartono adalah karena Wulan Sari ingin menghindari Boris.
Dengan uang yang banyak hasil penjualan Restoran Hartono, Wulan Sari ingin bersama Thomas meninggalkan Bali dan menetap di luar negeri.
Saat itulah Boris tidak akan bisa menemukan Wulan Sari sehingga dirinya bisa terlepas dari tali kekang Boris yang selama ini mengikat erat Wulan Sari.
Wulan Sari tidak mau Thomas mengetahui hubungannya dengan Boris.
Selama puluhan tahun ini, Boris lebih sering mengirim sms kepada Wulan Sari apabila menginginkan sesuatu dari Wulan Sari.
Boris tidak pernah menelepon Wulan Sari sama sekali dan selama ini Wulan Sari pun berusaha tidak terlibat terlalu jauh dengan Boris dalam hal apa pun.
Wulan Sari hanya akan menemui Boris jika Boris mengirimkan sms kepadanya.
Ketika Wulan Sari mengetahui sebagian Restoran Hartono adalah milik Rossy, Wulan Sari bertekad hati meminta bantuan Boris untuk menghancurkan Rossy.
Boris dengan senang hati membantu Wulan Sari setelah mendapatkan keuntungan dari Wulan Sari terlebih dahulu. Kedua preman di ballroom Hotel H adalah bawahan Boris.
"Halo," ucap Wulan Sari dengan suara bergetar.
"Wulanku sayang. Kenapa lama mengangkat teleponku? Kamu sedang bersama si Thomas kah?" kata Boris sambil ketawa sinis.
"Ti...tidak. Kenapa kamu meneleponku?" tanya Wulan Sari.
Wulan Sari tidak mau berlama-lama berbicara di telepon dengan Boris dan Boris menyadari hal itu.
"Ck...ck... kamu sudah tidak sabaran ingin menutup telepon?" tanya Boris dengan suara keras.
__ADS_1
"Bu..bukan begitu. Thomas akan datang sebentar lagi. Kamu kan tahu dia tidak boleh tahu tentangmu sama sekali. Kamu sudah berjanji kepadaku," jawab Wulan Sari terbata-bata dan menggigit bibir bawahnya dengan keras.
"Ha ha ha. Tenang saja Wulanku sayang. Aku selalu menepati janjiku selama kamu memuaskanku," ujar Boris sambil tertawa senang.
Wulan Sari merinding mendengar suara ketawa Boris dan matanya melihat ke arah pintu kamar terus menerus karena takut Thomas akan masuk ke dalam kamar tidur tanpa sepengetahuannya.
"Aku meneleponmu karena ingin meminta ganti rugi darimu. Kedua bawahanku itu patah tulang tangan dan kaki mereka karena membantumu malam ini," kata Boris dengan tegas.
"Apa? Bagaimana mungkin?" teriak Wulan Sari tanpa sadar.
"Ck...ck....begitukah caramu berbicara denganku sekarang?"tanya Boris dengan kesal.
"A...aku minta maaf Boris. Aku...aku hanya tidak mengerti kenapa kedua bawahanmu bisa terluka berat. Padahal tugas mereka hanya menculik seorang gadis," jawab Wulan Sari dengan panik.
"Gadis itu bukan masalah besar dan mereka sudah berhasil nembuatnya minum pil itu. Kamu tidak memberitahuku bahwa gadis itu mempunyai bekingan yang kuat sehingga membuatku kehilangan dua bawahan. Aku mau ganti rugi! Dan pastinya di tambah dengan kamu sebagai bonusnya!" ujar Boris sambil ketawa keras.
"Boris! Aku tidak punya uang sama sekali. Kamu kan tahu keadaanku sekarang," kata Wulan Sari.
"Besok pagi datanglah ke tempat favorit kita. Aku ingin menikmati bonusnya dulu. Kita bisa nego masalah ganti rugi," ujar Boris dan menutup sambungan teleponnya.
Wulan Sari terpaku sambil memegang handphonenya.
"Rossy mempunyai bekingan? Siapa dia?" kata hati Wulan Sari.
***
Pintu kamar tidur terbuka dan Wulan Sari meletakkan handphonenya di meja nakas dengan cepat.
Thomas membawa semangkuk bubur polos berjalan ke arah Wulan Sari.
"Wulan. Kamu tidak beristirahat?" tanya Thomas
"Perutku sudah tidak sakit lagi," jawab Wulan Sari.
"Makanlah bubur hangat ini. Kamu bisa tidur nyenyak nantinya," kata Thomas sambil melihat wajah Wulan Sari.
"Wulan! Kenapa wajahmu semakin pucat sekarang?" tanya Thomas dengan nada khawatir.
"Jangan khawatir Thomas. Aku akan tidur setelah makan bubur ini. Besok pagi aku pasti sudah sehat," jawab Wulan Sari.
Thomas menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Wulan Sari menemaninya.
"Thomas. Demi kamu, aku membuat kesalahan puluhan tahun yang lalu dan harus menanggungnya sampai saat ini," kata hati Wulan Sari.
***
Author up bab ini pukul 17.00 WITA.
Masih ada satu bab lagi nanti malam. Di tunggu ya readers.
Thank You
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE