
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Suasana kamar pasien VVIP Kelvin menjadi lebih hangat karena semua orang yang berada di dalamnya sangat senang dengan kabar baik yang disampaikan oleh Felix.
Kelvin lah yang paling senang dan semangat saat ini. Sejak mereka tiba di Bali, Kelvin sudah tinggal di Healing Hands Hospital karena pingsan di airport.
Hanya sekali saja Kelvin keluar dari Healing Hands Hospital ketika bertukar identitas kembali dengan Chandra, tetapi malam harinya Kelvin mimisan dan pingsan sehingga Michelle membawanya ke Healing Hands Hospital lagi.
Kelvin sudah tidak sabar menunggu hari lusa nanti. Beberapa saat kemudian raut wajah Felix menjadi lesu dan tidak bersemangat.
Rossy menyadari perubahan ekspresi wajah Felix sehingga menjadi khawatir.
"Ada apa Felix?" tanya Rossy.
"Aku tidak bisa lagi makan masakanmu yang lezat di rumah kontrakan Michelle," jawab Felix dengan jujur.
Hari ini Felix merasakan hari yang paling bahagia seumur hidupnya karena bisa berduaan dengan Michelle dan lunch bersama masakan Rossy yang lezat.
Felix ingin hari-hari berikutnya juga berjalan seperti hari ini.😂
"Kamu bisa membawa Michelle ke Mansion Wijaya dan makan masakanku di sana," ucap Rossy.
"Benar juga ya," jawab Felix dengan mata berbinar-binar.
Rossy merasa lega karena ekspresi wajah Felix yang lesu dan tidak bersemangat bukan dikarenakan penyakit Kelvin, melainkan ingin makan masakannya.
Rossy memang berencana mengundang Michelle ke Mansion Wijaya setelah Kelvin keluar dari Healing Hands Hospital.
"Felix. Setelah Kelvin pulang, aku akan membuat masakan enak yang banyak dan mengundang kamu dan Michelle dinner di Mansion Wijaya," janji Rossy.
"Oke Rossy. Aku tunggu undangannya," jawab Felix dengan antusias.
"Sip deh," ucap Rossy sambil memberi tanda oke dengan jari tangannya.
"Kalau begitu aku pamit dulu ya," kata Felix.
"Bye Felix. Terima kasih kabar baiknya," kata Rossy sambil tersenyum.
"Bye Om Felix," ucap Chandra dan Kelvin bersamaan.
Beberapa saat kemudian Rossy melihat jam tangan di pergelangan tangannya.
"Vin Vin! Mommy dan Chandra ke Butik Athena membeli pakaian barumu. Nanti malam Pak Lesmana akan mengantarkan dinner untukmu seperti biasa," ucap Rossy.
"Oke mommy," jawab Kelvin dengan patuh.
***Mansion Wijaya***
Jackson pulang tepat waktu untuk dinner bersama keluarga kecilnya.
__ADS_1
Setelah dinner bersama, Jackson melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja, sedangkan Rossy dan Chandra ke kamar tidur Kelvin untuk menata pakaian yang dibeli dari Butik Athena ke dalam lemari pakaian yang kosong.
Selain pakaian baru, Rossy juga membeli topi dan sepatu untuk Kelvin. Bahkan Rossy juga membelikan Chandra beberapa pakaian baru.
Rossy tidak mau Chandra merasa dirinya pilih kasih terhadap Kelvin.
Ada beberapa pakaian baru Kelvin yang sama dengan pakaian baru Chandra, hanya saja warna pakaiannya berbeda.
Rossy tersenyum senang membayangkan kedua putra kembarnya memakai baju yang sama.
Pakaian yang dibeli oleh Rossy tidaklah banyak karena berencana akan membawa Kelvin ke Butik Athena lagi setelah Kelvin Hartono pulang ke Mansion Wijaya nantinya.
Setelah selesai merapikan lemari pakaian Kelvin, Rossy ke kamar Chandra untuk membantu menata pakaian baru Chandra ke lemari pakaiannya, sedangkan Chandra mandi di dalam kamar mandi.
Seperti biasanya mereka berdua melakukan panggilan video call dengan Kelvin dan Rossy Hartono menceritakan dongeng sebelum tidur kepada kedua putra kembarnya.
***
Sewaktu Rossy ingin meninggalkan kamar tidur, Chandra memanggilnya.
"Mommy! Itu pakaian punya daddy dari Butik Athena," ucap Chandra sambil menunjuk satu paper bag di atas meja nakas samping tempat tidurnya.
Paper bag itu sangat cantik berukuran sedang dengan pita dan penutup sehingga Rossy tidak mengetahui isinya. Rossy mengira isinya pastilah dasi kerja Jackson.
"Oh iya ya. Mommy hampir lupa," ucap Rossy sambil menepuk jidatnya.
Rossy mengambil paper bag cantik itu, kemudian mengecup kening Chandra.
"Good night mommy," bakas Chandra dengan pipi merona merah.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy berjalan masuk ke dalam kamar dan melihat Jackson sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil membaca dokumen.
Rossy berjalan menghampiri Jackson dan meletakkan paper bag cantik itu di atas meja nakas.
"Jackson. Ini pesananmu di Butik Athena," kata Rossy.
Jackson hanya melirik sekilas ke arah paper bag itu, lalu menatap wajah Rossy.
"Ayo mandi dulu. Sudah malam.Besok baru keramas saja, " kata Jackson.
"Oke," jawab Rossy.
Rossy mengambil baju tidurnya dari lemari pakaian.
"Rossy. Jangan lupa janjimu tadi pagi," ucap Jackson ketika Rossy akan masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya," jawab Rossy dengan suara kecil dan pipi merona merah.
__ADS_1
***
Dua puluh menit kemudian, Rossy keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah tempat tidur.
Jackson meletakkan dokumen yang sedang dibacanya tadi dan matanya menatap intens Rossy, yang sedang naik ke atas tempat tidur.
Rossy merasakan tatapan mata Jackson bagaikan seekor singa lapar yang siap memakan mangsanya 😂.
Rossy berpikir keras bagaimana melakukan negosiasi dengan Jackson tentang petualangan fantasi mereka.
Baru saja Rossy membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Jackson memeluk pinggang Rossy sehingga tubuh mereka berdua menjadi dekat.
Jackson membelai pipi Rossy dengan lembut dan ketika bibirnya ingin mencium bibir Rossy, ciumannya hanya mengenai punggung tangan Rossy.
Jackson tertawa kecil melihat Rossy menutup bibirnya dengan tangan.
"Rossy yang nakal! Kamu sudah berjanji akan petualangan fantasi bersamaku," kata Jackson dengan suara lembut dan menyentil hidung mancung Rossy.
Rossy mengangkat tangannya dari bibirnya. "Jackson. Bolehkah petualangan fantasinya hanya sekali saja?" tanya Rossy.
"Kamu meragukan kemampuanku, sayang. Satu kali tidak cukup untuk memendam gejolak darah mudaku," jawab Jackson sambil mengecup hidung mancung Rossy Hartono sekali.
"Kalau begitu...dua kali deh," kata Rossy sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuknya bersamaan secara spontan.
Jackson tertawa kecil melihat Rossy yang polos sedang bernegosiasi dengannya.
Sebagai bisnisman yang sukses, Jackson selalu melakukan negosiasi dengan hasil yang menguntungkannya.
"Dua kali?" tanya Jackson sambil berpura-pura berpikir dengan ekspresi raut wajah serius.
Rossy menatap intens wajah Jackson Wijaya untuk menunggu jawabannya.
"Oke! Tetapi....." Jackson sengaja menghentikan perkataannya.
"Tetapi apa Jackson?" tanya Rossy.
"Kamu harus mengabulkan permintaanku. Cuma kamu seorang yang bisa melakukannya," jawab Jackson.
"Baiklah," jawab Rossy dengan cepat.
***
Apa permintaan Jackson??? 😁
Di tunggu jawabannya nanti malam ya readers.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE