
Felix dan Michelle berdiri di depan pintu masuk Healing Hands Hospital untuk mengantar kepergian keluarga kecil Wijaya.
Rossy membuka kaca jendela mobil. Kelvin dan Chandra melambaikan tangan ke Felix dan Michelle.
"Bye bye Aunty Michelle!"
"Bye bye Om Felix!"
"Bye bye!" balas Michelle.
"Bye bye! Rossy! Jangan lupa janjimu untuk mengundang kita dinner di Mansion Wijaya!" Felix mengingatkan Rossy akan janjinya.
"Iya Felix! Aku pasti akan memberitahumu setelah mendapatkan kepastian kapan dinner bersama di Mansion Wijaya," jawab Rossy sambil tersenyum.
Rossy harus menanyakannya terlebih dahulu jadwal kerja Jackson yang masih sibuk minggu ini.
"Oke! Aku tunggu ya," ucap Felix.
Mobil Land Rover Range Rover Velar yang dikemudikan oleh Robin bergerak meninggalkan Healing Hands Hospital.
Pak Benyamin mengendari mobil Avanza biru dengan Pak Kuncoro duduk di sampingnya, mengikuti mobil Jackso dari belakang.
Kedua mobil itu beriringan menuju Mansion Wijaya. Jackson duduk di depan, di samping. Sementara Rossy dan si kembar Chandra-Kelvin duduk di kursi belakang.
Rossy duduk di tengah dan di apit oleh Kelvin dan Chandra. Keduanya menggenggam erat tangan Rossy di sisi masing-masing.
Kelvin melihat dengan antusias pemandangan di jalan dari dalam mobil.
"Mommy! Berapa lama kita akan tiba di Mansion Wijaya?" tanya Kelvin.
"Dua puluh menit lagi Vin Vin sayang. Vin Vin sudah lapar?" tanya Rossy.
"Belum sih," jawab Kelvin sambil menggelengkan kepala.
"Mommy sudah masak banyak makanan kesukaanmu," kata Chandra ke Kelvin.
"Benarkah? Aku jadi lapar nih," ucap Kelvin dengan polos.
"Nanti Vin Vin makan yang banyak ya," kata Rossy Hartono.
"Oke Bos mommy," jawab Kelvin.
"Jackson!" Rossy memanggil Jackson yang sedang membalas email melalui ipad miliknya.
"Iya," jawab Jackson sambil membalikkan tubuhnya melihat ke kursi belakang.
"Kamu bisa lunch bersama di Mansion Wijaya sebelum kembali ke Perusahaan Wijaya?" tanya Rossy.
"Bisa!" jawab Jackson dengan yakin.
Jackson tidak akan melewatkan kesempatan lunch bersama keluarga kecilnya di Mansion Wijaya.
Mata Jackson melirik sekilas ke tangan Rossy yang sedang di monopoli oleh kedua putra kembarnya.
__ADS_1
Rossy tersenyum kecil melihat reaksi Jackson, yang sangat jelas sedang cemburu dengan kedua putra kembarnya.
Terdengar suara handphone Jackson berdering sehingga Jackson duduk tegak kembali di kursinya dan mengeluarkan handphone dari kantong celananya.
Nama panggilan yang muncul di layar handphone ' Bagaskara'
"Halo!" kata Jackson.
"Tuan Jackson! Asal usul Michael Adinata sama sekali tidak terlacak. Salim Adinata yang turun tangan langsung proses adopsinya Akta lahir Michael Adinata juga akta yang baru dan tertera tanggal kelahirannya 3 Desember. Aku yakin semua data pribadi Michael Adinata sebelum di adopsi sengaja di hilangkan oleh Salim Adinata," lapor Bagaskara.
"Sudah berapa lama keluarga itu mengadopsinya?" tanya Jackson.
Jackson sengaja tidak menyebutkan nama Michael karena tidak mau Rossy tahu dirinya sedang memeriksa asal usul Michael.
Jackson ingin mendapatkan semua informasi yang akurat terlebih dahulu sebelum dirinya memberitahukan Rossy secara langsung nantinya.
"Sekitar dua puluh tahun," jawab Bagaskara.
"Dua puluh tahun?" gumam Jackson.
Satu pemikiran terbesit di dalam pikiran Jackson dan segera dibantah olehnya.
"Bukankah keluarganya pindah ke Australia dua puluh tahun yang lalu kan?" tanya Jackson yang masih mengingat data informasi yang pernah dikirim oleh Bagaskara beberapa waktu yang lalu.
"Benar sekali Tuan Jackson. Ada satu info baru yang aku dapatkan tadi. Aku menduga kepindahan Keluarga Adinata ke Australia, ada hubungannya dengan Michael Adinata," kata Bagaskara.
"Apa itu?" tanya Jackson.
Dokter Nadia tidak menyebutkan secara detail apa mimpi buruk yang dialami Michael kecil di dalam data pasiennya.
"Oke. Mulai sekarang kamu awasi dia. Jika ada yang mencurigakan, segera memberitahukanku," kata Jackson.
"Baik Tuan Jackson," jawab
Bagaskara.
***
Jackson melirik sekilas dari kaca spion mobil ke kursi belakang.
Kelvin yang antusias dengan setiap bangunan yang dilewati, menanyakannya ke Rossy. Mereka berdua sibuk mengobrol.
Sementara Chandra duduk tenang dan sesekali ikut tersenyum ketika mendengar percakapan Rossy dan Kelvin.
Chandra tahu telepon yang diterima oleh Jackson tadi pasti berhubungan dengan Michael Adinata karena mendengar Jackson menyebutkan kata 'Australia'.
Chandra yang sudah pernah hacker data pribadi Michael, tahu jelas selama ini Michael tinggal di Australia.
Beberapa saat kemudian terdengar suara Rossy yang sangat bersemangat.
"Vin Vin! Sebentar lagi kita akan tiba di Mansion Wijaya!" kata Rossy.
"Yeay! Akhirnya bisa lunch enak," ucap Kelvin sambil memegang perutnya.
__ADS_1
Rossy dan Chandra tersenyum melihat ekspresi wajah gembira Kelvin.
***Mansion Wijaya***
Sejak pagi semua orang yang berada di Mansion Wijaya sangat sibuk untuk menyambut kepulangan Kelvin dari Healing Hands Hospital.
Para pelayan Mansion Wijaya membersihkan setiap sudut ruangan di Mansion Wijaya dengan teliti.
Tadi pagi Pak Lesmana yang langsung mengantarkan breakfast untuk Kelvin ke Healing Hands Hospital karena Rossy akan menjemput Kelvin pulang ke Mansion Wijaya siangnya.
Sebelum berangkat ke Healing Hands Hospital, Rossy sudah memasak banyak masakan kesukaan Kelvin di dapur Mansion Wijaya.
Siang ini pertama kali Kelvin akan lunch di Mansion Wijaya.
Bahkan Rossy sudah mempersiapkan banyak bakpao pikachu kesukaan Kelvin.
Nanti Pak Simon dan Bu Liana yang akan mengukus bakpao pikachu itu ketika Kelvin sudah tiba di Mansion Wijaya.
Ketika Rossy dan Chandra berangkat ke Healing Hands Hospital untuk menjemput Kelvin Hartono, Pak Lesmana pun sibuk mengawasi pelayan Mansion Wijaya membersihkan kamar tidur Kelvin.
Ada poster besar Pikachu yang menempel di dinding kamar Kelvin.
Poster pikachu itu dipersiapkan oleh Pak Lesmana setelah mengetahui karakter kartun kesukaan Kelvin adalah Pikachu.
Pak Lesmana sudah memberi pesan kepada satpam Mansion Wjaya untuk segera memberi kabar melalui 'walkie talkie' ketika mobil Land Lover Range Rover Velar masuk ke dalam Mansion Wijaya.
***
"Pak Lesmana! Mobil Tuan Jackson sedang masuk ke dalam Mansion Wijaya," lapor satpam melalui walkie talkie.
"Oke!" jawab Pak Lesmana.
Dengan sigap Pak Lesmana menuju dapur Mansion Wijaya. "Pak Simon dan Bu Liana! Tolong panaskan masakan lunch dan bakpao pikachunya sekarang," ucap Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana!" jawab Pak Simon dan Bu Liana bersamaan.
***
Halo readers tercinta.
Terima kasih banyak dukungan readers setia yang selalu mengikuti jalan cerita novel ini 🤗🥰🥰🥰🙏.
Heboh banget ya personil Mansion Wijaya menyambut kedatangan Kelvin Hartono 🤗🤗
Besok akan hadir lagi Violet si benalu 😂. Kira-kira apa reaksi Violet Hartono ketika mengetahui dirinya di pecat dari Perusahaan Wijaya?
Di tunggu jawabannya di cerita besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE
__ADS_1