Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 88. Istri???


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Rossy membereskan termos penghangat makanan yang sudah kosong di atas meja. Kemudian melihat sekeliling kamar pasien apakah masih ada benda yang berantakan yang bisa di rapiin oleh Rossy.


Mata Rossy menatap ke arah meja tempat Kelvin membaca buku kamus tebal pada saat Rossy dan Jackson datang.


Buku yang tadi di pegang oleh Kelvin dalam keadaan terbuka dan tergeletak tidak beraturan di atas meja sehingga Rossy berjalan ke arah meja untuk menutup kembali buku itu dan menyusunnya beraturan ke dalam tumpukan buku tebal lainnya.


Rossy terkejut ketika menyadari ternyata buku kamus tebal yang tadi di pegang dan serius di baca oleh Kelvin di hadapan Jackson ternyata dalam keadaan terbalik.


Untung saja Jackson sedang berada di atas kursi roda. Jika Jackson tidak duduk di atas kursi roda dan berjalan mendekat ke Kelvin maka kebohongan Kelvin akan terbongkar.


"Aku harus memperingatkan Kelvin nanti," kata hati Rossy.


Rossy menata kembali buku kamus tebal itu dalam posisi yang benar ke dalam tumpukan buku lainnya.


Rossy melirik sebentar ke jam tangan yang melingkar di  pergelangan tangannya.


Saat ini Michelle pasti sudah berada di Healing Hands Hospital untuk bekerja. Karena Kelvin sudah selesai makan, Rossy ingin menemui Chandra sekarang.


Chandra pasti sedang menunggunya di ruang bermain anak sesuai kesepakatan mereka semalam.


"Tuan Jackson. Apakah kamu akan berangkat ke perusahaan Wijaya sekarang? Aku akan mendorongmu ke lobi rumah sakit untuk menunggu Pak Kuncoro," kata Rossy.


Rossy tidak mungkin langsung pergi menemui Chandra dan meninggalkan Jackson dengan kursi rodanya.


Jackson menatap ke termos penghangat makanan yang masih belum di buka dan berada di atas meja. Jackson tahu di dalamnya berisi makanan untuk putra Rossy.


"Kamu mau menemui putramu?" tanya Jackson.


"Iya tuan Jackson. Nanti siang aku akan ke sini lagi untuk mengantarkan lunch tuan muda Chandra. Apakah aku perlu mempersiapkan lunch tuan Jackson untuk di antar Pak Lesmana ke Perusahaan Wijaya nanti siang? " tanya Rossy.


"Tidak perlu! Kamu antar saja lunch dan dinner  untuk Chandra hari ini," jawab Jackson.


"Rossy. Jangan lupa sekalian lunch untukku ya," kata Felix tanpa merasa sungkan seolah-olah Rossy adalah koki pribadinya juga.


"Baik Felix. Aku akan membawakan lunch untukmu juga," jawab Rossy.


Kemudian Rossy melihat ke arah Jackson karena Jackson belum memberikan jawaban atas pertanyaan Rossy tadi.


"Kamu pergi saja. Nanti Felix yang akan mengantarku ke mobil," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," kata Rossy.


"Bye bye tuan muda Chandra dan Felix. Aku akan datang nanti siang," kata Rossy.

__ADS_1


"Bye bye aunty chef."


"Bye Rossy." Setelah Rossy pergi, Felix melihat ke arah Jackson.


"Jackson. Jam berapa kamu akan berangkat ke Perusahaan Wijaya?" tanya Felix.


Jackson melihat jam tangan di pergelangan tangannya sebentar.


"Tiga puluh menit lagi," jawab Jackson.


"Baiklah. Aku akan menemanimu dan Chandra mengobrol di sini," kata Felix dan duduk di dekat Jackson.


Felix teringat akan perkataan Jackson yang menolak makan lunch dan dinner hari ini sehingga berusaha membujuk Jackson.


"Jackson. Hari ini kamu berencana tidak akan makan apapun lagi?" tanya Felix.


"Tadi sudah makan!" Jackson menjawab dengan singkat.


"What?" tanya Felix.


Felix tidak percaya dengan perkataan Jackson sehingga melihat ke arah Kelvin.


"Betul sekali Om Felix. Daddy sudah makan," jawab Kelvin sambil menganggukkan kepalanya.


"Jackson. Kamu sudah makan apa?" tanya Felix dengan antusias.


"Luar biasa!" pekik Felix kegirangan.


Kemarin Jackson sudah bisa makan mac n cheese walaupun akhirnya di muntahkan. Kemudian hari ini Jackson berhasil memasukkan makanan ke mulutnya lagi membuat Felix merasa senang.


"Kamu menelannya?" tanya Felix.


"Iya," jawab Jackson.


"Kamu tidak memuntahkannya?" tanya Felix dengan ragu-ragu.


Jackson menganggukkan kepala. Terlihat jelas raut wajah Jackson yang tenang dan suasana hatinya senang.


Selama dua puluh tahun mengidap penyakit eating disorder, ini adalah pertama kalinya makanan yang dimakan Jackson tidak di muntahkannya lagi. Jackson merasa kepuasan dan kebanggaan terhadap usahanya hari ini.


"Fantastic! Benar-benar miracle!" teriak Felix dengan semangat.


Kelvin juga ikut tersenyum melihat kegembiraan Felix.


"Jackson. Aku yakin seratus persen penyakit eating disordermu pasti bisa sembuh. Rossy memang dewi keberuntunganmu," kata Felix.

__ADS_1


Selama dua puluh tahun ini, Felix tahu jelas sudah banyak dokter psikiater dan koki pribadi yang berusaha menyembuhkan penyakit eating disorder Jackson dan tidak pernah berhasil.


Felix menjadi dokter psikiater Jackson sejak lima tahun yang lalu  pun tidak berhasil menyembuhkan penyakit Jackson.


Felix hanya bisa membantu Jackson menyiapkan suplemen vitamin  untuk kesehatan  tubuh Jackson. Suplemen vitamin itu menggantikan nutrisi makanan yang tidak bisa di makan oleh Jackson.


Jackson hanya diam tidak membalas perkataan Felix.


Felix mempunyai firasat sikap Jackson ke Rossy sangatlah berbeda sehingga Felix menggunakan kesempatan kali ini untuk  menggoda Jackson.


"Jackson. Rossy adalah pasangan yang sangat cocok untukmu. Kamu yang  selalu tidak bisa makan makanan apapun tetapi tidak menolak makanan yang di masak oleh Rossy. Buktinya kamu sudah makan masakannya beberapa kali. Coba aku hitung dulu!" kata Felix.


Felix mulai menghitung dengan jari tangannya  jumlah masakan Rossy yang berhasil di makan oleh Jackson.


"Bakpao pikachu, brokoli, mac n cheese, dan sekarang nasi putih yang di masak oleh Rossy  juga," kata Felix.


" Lalu?" tanya Jackson.


"Kamu bisa menjadikan Rossy istrimu," jawab Felix sambil tersenyum nakal.


"Aku menyukai aunty chef. Aku ingin aunty chef menjadi mommyku," sela Kelvin.


"Nah benar kan perkataanku? Rossy sangat berguna. Selain bisa menyembuhkan  penyakitmu, Rossy bisa memberikan kasih sayang ibu kepada Chandra," ucap Felix sambil menahan ketawa.


Felix hanya ingin menggoda Jackson saja dan tidak menyangka ternyata Kelvin mendukungnya.


Seketika di pikiran Jackson muncul bayangan wajah Rossy. Wajah yang menggunakan foundation berwarna gelap, mempunyai banyak flek hitam, dan kacamata yang besar.


Dalam hati kecilnya,Jackson mengakui dirinya merasakan wajah Rossy yang demikian sangat enak di pandang dan menyejukkan hatinya.


"Crazy! Aku hampir dikerjain Felix. Bagaimana mungkin saya bisa menyukai wanita tua?" kata hati Jackson.


"Rossy hanyalah koki pribadiku!" jawab Jackson sambil menatap tajam ke Felix.


Felix tahu jelas candaannya tidak boleh melebihi batas lagi.


***


Selamat malam readers.


Hari ini authot sudah up 2 bab ya.


Selamat membaca ^~°


Salam dari Jackson yang narsis dan arogan 😄

__ADS_1



__ADS_2