
***Mansion Wijaya***
Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan Mansion Wijaya.
Pak Kuncoro menurunkan kursi roda dari bagasi mobil kemudian memapah Jackson untuk duduk di kursi rodanya. Jackson baru saja pulang dari Perusahaan Wijaya.
Pak Lesmana menyambut kedatangan Jackson dan membantu mendorong kursi roda ke dalam Mansion Wijaya.
"Di mana Rossy?" tanya Jackson.
"Nona Rossy mengantar dinner untuk tuan muda Chandra dan belum pulang," jawab Pak Lesmana.
Jackson tidak meminta untuk di persiapkan dinner malam ini sehingga Rossy menemani Kelvin makan dinner di Healing Hands Hospital dan belum pulang ke Mansion Wijaya.
Pak Lesmana mendorong kursi roda Jackson ke ruang kerja. Jackson menyalakan laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan kantornya, sedangkan Pak Lesmana berdiri tidak jauh dari Jackson.
Jackson tidak bisa berkonsentrasi bekerja karena sedang memikirkan sesuatu yang sudah mengganggu pikirannya seharian ini. Jackson melihat ke arah Pak Lesmana.
"Pak Lesmana. Sudah berapa tahun kamu menikah dengan istrimu?" tanya Jackson.
Pak Lesmana terkejut mendengar pertanyaan Jackson karena selama ini Jackson tidak pernah menanyakan hal pribadi kepadanya.
"Aku dan istriku sudah menikah dua puluh tahun," jawab Pak Lesmana dengan jujur.
"Dua puluh tahun? Waktu yang cukup lama. Kamu dan istrimu pasti sangat saling mencintai. Apakah Pak Lesmana masih merasakan jantung berdetak cepat dan pipi terasa panas setiap kali bersama istri?" tanya Jackson dengan serius.
Orang terdekat Jackson selain Felix yang masih jomblo, hanyalah Pak Lesmana dan Agung sehingga Jackson mencoba mencari tahu jawaban dari pertanyaan yang sudah mengusik pikirannya seharian.
Pak Lesmana sudah menikah selama dua puluh tahun dan dapat di pastikan pengalaman cinta Pak Lesmana lebih banyak di bandingkan Felix yang masih jomblo.
Pak Lesmana ketawa kecil mendengar pertanyaan Jackson.
"Sekarang aku bukan anak remaja lagi dan hanyalah pasangan tua dengan istriku. Bagaimana mungkin jantungku berdetak cepat dan pipi terasa panas seperti sewaktu aku masih muda dulu?" jawab Pak Lesmana.
Jackson menangkap poin terpenting dari perkataan Pak Lesmana.
"Berarti sewaktu muda jantung Pak Lesmana berdetak kencang dan pipi terasa panas setiap kali bersama istri?" tanya Jackson.
Wajah Pak Lesmana tersenyum lebar mendengar pertanyaan Jackson dan kenangan indah bersama istrinya terbayang di dalam pikirannya seketika.
"Aku berusia dua puluh tahun ketika pertama kali bertemu dengan istriku. Saat itu aku sangat menyukainya dan setiap hari ingin bertemu dengannya. Duniaku terasa berwarna warni ketika bersamanya dan aku sangat tidak sabar ingin menjadikannya istriku," jawab Pak Lesmana dengan mata berbinar binar.
__ADS_1
Jackson melihat sikap Pak Lesmana sekarang menjadi tahu pasti sewaktu muda Pak Lesmana tergila-gila kepada istrinya.
"Sewaktu muda istri Pak Lesmana pasti sangat cantik kan?" tanya Jackson.
"Sejujurnya istri aku tidak cantik. Tetapi pada waktu itu aku merasakan wajahnya sangat enak di pandang dan membuat hatiku terasa hangat setiap kali melihat senyumannya. Mungkin itu yang di namakan pandangan orang yang sedang jatuh cinta," kata Pak Lesmana.
"Bagaimana kamu bisa yakin bahwa kamu menyukai istrimu saat itu?" tanya Jackson dengan serius.
"Pada saat itu setiap kali aku melihat istriku, aku semakin menyukainya dan jantungku berdegup kencang saat melihatnya. Aku ingin dua puluh empat jam selalu berada di sisinya. Jika tidak melihatnya hatiku terasa gelisah. Bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena seharian memikirkannya terus menerus," jawab Pak Lesmana dengan antusias.
Jackson terdiam memikirkan perkataan Pak Lesmana dengan serius, sedangkan karena pembicaraan ini Pak Lesmana menjadi rindu kepada istrinya.
"Tuan Jackson. Kenapa tiba-tiba ingin mengetahui tentang kisah cinta aku dan istriku? Tuan Jackson sedang menyukai seseorang kah?" tanya Pak Lesmana dengan polos.
Jackson terkejut dengan pertanyaan Pak Lesmana dan menjadi gugup.
"Tidak ada! Tidak mungkin!" Jackson memberikan jawaban dengan cepat.
"Pak Lesmana boleh beristirahat sekarang," lanjut Jackson.
Jackson mengusir Pak Lesmana dengan halus karena tidak mau Pak Lesmana mengajukan pertanyaan kepadanya lagi.
Pak Lesmana mengkhawatirkan Jackson yang masih menggunakan kursi roda.
"Tolong panggil Rossy ke ruang kerja ketika dia pulang. Rossy yang akan mengantarku ke kamar," jawab Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy berada di kamarnya setelah pulang dari mengantarkan dinner untuk Kelvin di Healing Hands Hospital.
Rossy menatap ke arah tempat tidurnya. Di atas tempat tidur tersusun rapi selimut, bantal, dan guling yang di bawanya dari kamar tidur Jackson tadi pagi.
Rossy ingin mengembalikannya ke Jackson malam ini.
Rossy tahu Jackson sudah pulang dari Perusahaan Wijaya karena melihat mobil hitam
Land Rover Range Rover Velar milik Jackson sudah berada di garasi.
__ADS_1
Rossy berjalan ke meja rias dan mengambil sebuah kartu undangan berwarna merah yang tergeletak di atas sudut meja rias.
Beberapa saat kemudian Rossy membuka kartu undangan berwarna merah itu dan melihat isinya.
"Sabtu ini," kata Rossy dengan suara yang kecil.
Itu adalah kartu undangan ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Sewaktu bersama Kelvin makan dinner di Healing Hands Hospital, Michelle menelepon Rossy dan mengingatkannya tentang hari pesta pertunangan Violet yang sudah dekat.
Michelle menanyakan Rossy apakah sudah menemukan pria yang akan menyamar sebagai pacar bohongan Rossy.
Jika Rossy belum menemukan siapa pun, Michelle akan meminta tolong Dokter Michael untuk menjadi pacar bohongan Rossy.
Pada saat itu Rossy langsung menolak niat baik Michelle dan mengatakan dirinya sudah mendapatkan pria untuk dijadikan pacar bohongannya di pesta pertunangan Violet nanti.
Entah mengapa pada saat itu wajah Jackson terbayang di pikiran Rossy.
"Sewaktu di Healing Hands Hospital, Michelle bilang ke Violet pacarku adalah CEO muda di perusahaan terkenal serta tinggi dan tampan. Hanya tuan Jackson yang sesuai dengan ciri-ciri itu," kata hati Rossy.
Rossy yakin dirinya menolak niat baik Michelle hanya karena Dokter Michael tidak sesuai dengan ciri-ciri yang diketahui oleh Violet Hartono.
Jackson lah yang paling tepat untuk menjadi pacar bohongan Rossy di pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Sekarang Rossy sedang bingung memikirkan cara bagaimana meminta Jackson menemaninya ke pesta pertunangan Violet dan Febrian.
***
Selamat malam readers,
Hari ini author up 2 bab ya.
Bagaimana cara Rossy Hartono meminta Jackson Wijaya menemaninya ke pesta pertunangan Violet Hartono ? Apakah Jackson Wijaya akan menyetujuinya?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1