
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Jackson Wijaya menggelengkan kepala sambil melihat punggung Rossy yang menjauh.
"Walaupun Rossy berganti pakaian, wajahnya masih sama seperti semula. Aku yakin Felix tidak akan tertarik padanya," kata hati Jackson.
Jackson mengelap tubuhnya dengan handuk dan memakai pakaian kering yang disiapkan Rossy.
Jackson berdiri di depan cermin sambil merapikan pakaian dan rambutnya. Pria itu tersenyum puas melihat penampilannya yang terpantul dari cermin.
"Rossy bisa menjadi asisten yang baik," kata hati Jackson.
***
Sementara itu di dalam kamarnya, Rossy buru-buru ke kamar mandi membersihkan wajahnya, menukar pakaiannya yang basah dengan pakaian kering. Kemudian memoleskan lagi foundation berwarna gelap dan flek hitam di wajahnya.
Setelah mengenakan kacamata besarnya, Rossy berlari kecil menuju kamar Jackson.
Rossy takut akan telat bertemu dengan Felix.
Ketika Rossy tiba di depan pintu kamar Jackson, terdengar Jackson sedang berbicara dengan Felix dari dalam kamar.
Rossy mengetuk pintu kamar dengan perlahan.
"Masuklah!" perintah Jackson.
Jackson sudah menduga Rossy lah yang berada di depan pintu.
"Tuan Jackson! Felix!" sapa Rossy sambil tersenyum ramah kepada Felix.
"Rossy! Pak Lesmana memberitahuku bahwa kamu terjatuh ke kolam renang dan di selamatkan oleh Jackson. Tidak ku sangka Jackson bisa menjadi pahlawan. Kamu harus membalas budi kepada pahlawan penyelamatmu," kata Felix sambil ketawa kecil.
Rossy hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Felix.
"Bagaimana kalau Rossy membalas budi dengan menjadi pasanganmu, Jackson?" tanya Felix sambil menyenggol lengan Jackson.
Felix mempunyai firasat bahwa perlakuan Jackson terhadap Rossy sangatlah berbeda sehingga berusaha menjadi mak comblang.
"Tidak perlu!" jawab Jackson dengan singkat.
"Jangan bercanda Felix. Aku bisa membalas budi dengan memasak makanan yang lebih enak untuk tuan Jackson," ucap Rossy.
"Iya. Masakan Rossy sangat enak.Aku ingin mencicipinya lagi," kata Felix.
"Kapan pun Felix mau makan masakanku, aku bersedia memasaknya," ucap Rossy sambil tersenyum ke arah Felix.
"Kamu adalah koki pribadiku. Bukan koki pribadi Felix!" kata Jackson dengan tegas.
Dalam sekejap suasana di dalam kamar menjadi tenang dan sepi. Rossy pun menunduk dan tidak berkata apapun.
Felix yang sudah berteman lama dengan Jackson, sudah terbiasa dengan sikap Jackson yang ketus dan berterus terang.
Felix merasa iba kepada Rossy dan berusaha menghibur wanita muda itu
"Tenang saja Rossy. Kamu bisa menjadi koki pribadiku setelah keluar dari Mansion Wijaya. Semua koki yang bekerja di sini tidak lebih dari satu bulan. Aku bersedia menerimamu nanti," kata Felix.
Para koki pribadi Jackson yang lama mengundurkan diri dari Mansion Wijaya karena tidak berhasil membuat Jackson memakan masakan mereka.
"Terima kasih Felix," ucap Rossy dengan senang.
Rossy menyambut penawaran dari Felix karena bisa membuatnya lebih mudah mendekati Felix nantinya
"Siapa bilang Rossy hanya bisa bertahan satu bulan saja di Mansion Wijaya?" tanya Jackson.
"Maksudmu?" Felix bertanya balik ke Jackson.
"Rossy akan menjadi pembantuku selama dua bulan. Tepatnya asisten pribadiku," jawab Jackson dengan santai.
Rossy yang mendengar perkataan Jackson,menyesali kepedeannya yang mengajukan taruhan dengan Jackson waktu itu .
"Benarkah Rossy?" tanya Felix sambil menatap Rossy yang terdiam dan tidak membantah perkataan Jackson.
"Itu adalah perjanjian rahasia antara Rossy denganku!" kata Jackson.
Jackson tidak mau Rossy memberitahukan tentang taruhan antara mereka karena takut Felix akan keceplosan ke Rossy bahwa dirinya sudah memakan masakan Rossy.
Taruhan di antara mereka adalah Rossy akan menang apabila Jackson bisa memakan masakan Rossy. Secuil bakpao pikachu yang dimakan Jackson di rumah sakit telah di muntahkannya kembali sehingga pria itu merasa Rossy belum menang karena makanan itu tidak berada di dalam perutnya.
__ADS_1
"Okay! Fine! Itu rahasia kalian berdua," ucap Felix.
"Jackson! Temanin aku ke pesta wine di Hotel S malam ini," pinta Felix.
Setiap bulan akan di adakan pesta wine di hotel yang berbeda sebagai tempat berkumpul kalangan konglomerat, para pengusaha, dan CEO.
Biasanya Jackson dan Felix sangat jarang mengikuti pesta wine itu.
Kali ini Felix meminta Jackson menemaninya karena Felix menggantikan ayahnya menghadiri pesta wine itu.
"Ini kesempatanku untuk mendekati Felix di pesta wine itu. Aku harus membantu Felix membujuk tuan Jackson," kata hati Rossy.
"Di pesta wine itu tuan Jackson bisa mendapat lebih banyak kolega bisnis," kata Rossy.
"Apa yang di katakan Rossy benar. Perusahaan Wijaya akan semakin sukses nantinya," kata Felix.
"Baiklah," jawab Jackson.
"Tuan Jackson! Setelah aku memasak lunch untuk tuan muda Chandra, bolehkah aku cuti untuk melihat putraku? Tuan Jackson kan menghadiri pesta wine dan tidak akan dinner di Mansion Wijaya," mohon Rossy.
"Baiklah. Jam 10.30 malam kamu sudah harus berada di Mansion Wijaya," kata Jackson.
"Terima kasih tuan Jackson. Aku permisi untuk menyediakan lunch tuan muda Chandra," ucap Rossy dengan semangat.
Setelah Rossy meninggalkan kamar Jackson, Felix menatap Jackson dengan pandangan menyelidiki.
"Ada apa?" tanya Jackson.
"Aku bisa merasakan kamu memperlakukan Rossy dengan spesial," kata Felix.
"Dia hanyalah koki pribadiku," bantah Jackson.
"Koki pribadi yang mempunyai perjanjian rahasia denganmu," debat Felix sambil mengedipkan matanya.
Jackson tahu Felix salah paham tentang hubungannya dengan Rossy dan hati kecil pria itu enggan untuk menjelaskan kesalahpahaman ini dan membiarkannya saja.
"Aku akan membawa lunch untuk Chandra. Kamu ikut ke Healing Hands Hospital?" tanya Jackson.
"Iya. Akh ikut denganmu ke Healing Hands Hospital," jawab Felix.
Rossy yang sedang mempersiapkan lunch untuk Chandra, menelepon Michelle dengan menggunakan hands free.
"Halo."
"Michelle! Hari ini kamu shift siang di Healing Hands Hospital ya? Jam satu siang kah?" tanya Rossy.
"Betul Rossy. Kelvin yang memberitahumu tadi pagi ya," ucap Michelle.
"Iya. Aku mendapatkan cuti dari tuan Jackson. Setelah memasak lunch untuk tuan muda Chandra, aku akan ke rumah kontrakanmu. Sekitar jam dua belas ," kata Rossy.
"Baiklah. Aku dan Kelvin akan menunggumu. Hati-hati di jalan Rossy," pesan Michelle.
***
Rossy memasukkan lunch untuk tuan muda Chandra ke dalam termos penghangat makanan dan mini cake chocolate ke dalam kotak bekal.
"Pak Lesmana! Ini lunch untuk tuan muda Chandra. Aku pergi sekarang ya. Akusudah mendapatkan cuti dari Tmtuan Jackson," kata Rossy.
"Baik nona Rossy," jawab Pak Lesmana.
Pak Lesmana sangat kagum dengan Rossy yang bisa mendapatkan cuti dengan mudah dari Jackson.
"Nona Rossy memang spesial ," kata hati Pak Lesmana.
***Rumah kontrakan Michellw Angela***
Chandra berpakaian rapi dan duduk dengan tenang di ruang tamu menunggu kedatangan Rossy.
Disamping kursinya, ada topi dan jaket Kelvin yang sudah di persiapkan oleh Chandra.
Sewaktu mendengar suara pintu depan dibuka, Chandra berdiri dari kursi dan berlari ke depan.
"Mommy!" ucap Chandra sambil tersenyum menatap Rossy.
__ADS_1
"Vin Vin ku sayang," kata Rossy sambil memeluk Chandra.
"Rossy! Kamu ingin menemani Kelvin hari ini kah?" tanya Michelle.
"Aku akan membawa Kelvin keluar untuk membeli handphone dan jalan-jalan. Nanti aku akan mengantarkannya langsung ke ruang bermain anak Healing Hands Hospital," kata Rossy.
"Oke Rossy! Pantas saja Kelvin segera berpakaian rapi sewaktu saya memberitahukannya kamu akan datang. Ternyata Kelvin sudah tahu mommynya mau membawanya jalan-jalan," kata Michelle sambil tertawa kecil.
"Anakku memang pintar," puji Rossy ke Chandra.
"Yuk Kelvin. Kita berangkat sekarang ," ajak Rossy.
"Baik mommy," jawab Chandra sambil mengenakan topi dan jaket ke badannya.
"Bye bye Michelle. Aku akan menghubungimu nanti," kata Rossy.
"Bye bye Rossy, " jawab Michelle.
***Mall***
Selama lima tahun bekerja di Amerika, Rossy mempunyai tabungan sehingga tidak masalah bagi Rossy untuk membelikan handphone baru kepada Chandra.
Rossy membawa Chandra ke toko handphone dan memilih handphone android yang cocok untuk Chandra. Kemudian membelikan sim card baru.
Walaupun handphone yang dibelikan oleh Rossy tidaklah semahal iphone hadiah dari kakeknya, Chandra sangat senang memakai handphone baru dari Rossy karena handphone ini merupakan hadiah pertama dari Rossy ,setelah Chandra mengetahui Rossy adalah ibu kandungnya.
Rossy menyimpan nomor handphonenya ke dalam handphone Chandra.
"Vin Vin! Kamu bisa menelepon mommy kapanpun," pesan Rossy.
"Baik mommy," jawab Chandra dengan patuh.
Setelah membeli handphone baru untuk Chandra, Rossy teringat akan rencananya untuk menghadiri pesta wine nanti malam di Hotel S.
Rossy ingin menggunakan identitas aslinya untuk menemui Felix di Hotel S.
"Aku harus membeli gaun baru dan sepatu pesta," kata hati Rossy.
Rossy membawa Chandra ke bagian gaun wanita dan mulai memilih gaun yang cocok dengannya.
Setelah membeli gaun dan sepatu baru, Rossy membawa Chandra pulang ke rumah kontrakan Michelle dan memasak makanan untuk Chandra.
***
Pesta wine di Hotel S di mulai jam enam sore. Rossy mulai mempersiapkan diri untuk menghadiri pesta wine.
Rossy memoles make up natural ke wajahnya. Rambutnya di gerai dan memakai gaun pink yang di belinya di mall.
Chandra merasa takjub melihat penampilan Rossy.
"Mommy cantik sekali," puji Chandra.
"Thank you Vin Vin. Mommy akan menghadiri pesta wine di Hotel S, " kata Rossy.
"Pesta wine? Apakah mommy pergi ke pesta wine dengan daddy? Atau Om Felix? Aku akan menghacker cctv ballroom Hotel S tempat pesta wine diadakan," kata hati Chandra.
Chandra sengaja meminta dibelikan handphone baru karena selain untuk bisa berhubungan dengan Kelvin yang tinggal di rumah sakit, juga untuk memudahkannya menghacker dan mendapatkan data-data serta informasi yang diperlukannya.
Chandra tidak ingin Rossy melanjutkan kesalah pahaman tentang Felix sebagai Mister W.
"Aku akan mencari bukti untuk ditunjukkan kepada mommy bahwa Om Felix bukanlah Mister W," tekad hati Chandra.
***
Selamat Siang Para Pembaca Setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Terima kasih atas dukungannya selama ini baik berupa like, vote maupun komentar positif.
Jangan lupa untuk 'favorit' novel ini sehingga bisa segera membacanya ketika novel ini up.
Bab berikutnya akan menceritakan tentang pertemuan Jackson, Rossy, dan Felix di pesta wine. Apa yang akan terjadi di pesta wine itu? Apa saja yang akan dilakukan oleh Chandra Wijaya untuk membantu Rossy di pesta wine ? Stay tune ya ^~^
__ADS_1