Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 40. Dua termos penghangat makanan *UP 2 BAB*


__ADS_3

Rossy sedang berada di dalam taxi online menuju Mansion Wijaya.


Handphone wanita muda itu berbunyi.


"Halo " kata Rossy.


"Kamu ada di mana?"


Suara Jackson terdengar dari dalam handphone.


"Aku sedang berada di dalam taxi online menuju Mansion Wijaya," jawab Rossy.


"Apa saja yang kamu bicarakan dengan Chandra di rumah sakit?" tanya Jackson.


Rossy terkejut karena Jackson mengetahui dirinya menjenguk Kelvin di rumah sakit.


"Pasti Felix yang memberitahukannya," kata hati Rossy.


"Aku.. aku menanyakan tentang makanan kesukaan tuan muda Chandra. Sekarang kan aku yang memasak untuk tuan muda. Jadi aku harus tahu selera tuan muda Chandra," jawab Rossy.


"Kamu siapkan dinner untuk Chandra jam enam sore. Akuyang akan mengantarnya ke rumah sakit," pesan Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.


Jackson menutup teleponnya setelah mendapat jawaban dari Rossy, sedangkan Rossy merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Kelvin malam nanti.


"Tuan Jackson pasti masih  mengkhawatirkan keadaan Kelvin sehingga ingin menjenguknya nanti malam. Aku bisa video call dengan Kelvin nanti malam," tekad hati Rossy.


 


***Mansion Wijaya ***


Jam 5.50 sore Rossy sudah berdiri di depan Mansion Wijaya menunggu kedatangan Jackson sambil memegang dua termos penghangat makanan.


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan Mansion Wijaya.


Jackson menekan tombol untuk menurunkan kaca jendela mobil dan melihat ke arah Rossy.


Rossy berlari kecil menghampiri Jackson.


"Ini bekalnya tuan Jackson," kata Rossy sambil tersenyum.


Jackson mengambil kedua termos penghangat makanan dari tangan Rossy.


"Kenapa ada dua?" tanya Jackson ke Rossy.


Sewaktu Jackson menelepon Rossy untuk memberitahukannya tentang dinner Chandra yang akan di bawanya ke rumah sakit, Jackson sama sekali lupa akan dinner dirinya sendiri.


Jackson mengira Rossy mempersiapkan bekal dinner untuknya juga sehingga suasana hati Jackson seketika menjadi baik.


"Satu untuk tuan muda Chandra. Satunya lagi untuk Felix," jawab Rossy dengan jujur.


Rossy pun melupakan dinner untuk Jackson karena banyak kejadian hari ini.


"Pak Kuncoro! Jalankan mobilnya sekarang!" perintah Jackson sambil menekan tombol menutup kaca jendela mobil dari dalam.


Rossy berdiri bengong menatapi kepergian mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam itu.


"Apakah aku membuat kesalahan? Tuan Jackson kelihatannya sangat marah sekali," kata hati Rossy.


Sementara itu di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar, Pak Kuncoro merasakan hawa panas dari arah belakang kemudi.

__ADS_1


Pak Kuncoro tidak berani menatap Jackson dari kaca spion dan mengemudikan mobilnya dengan lebih berhati-hati.


Dari hawa yang terpancar di dalam mobil, Pak Kuncoro bisa merasakan kemarahan Jackson.


"Nona Rossy! Nona Rossy! Kenapa kamu menyiapkan bekal untuk Pak Felix bukan tuan Jackson?" kata hati Pak Kuncoro.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono**


"Daddy!" teriak Kelvin dengan gembira sambil berlari ke arah Jackson dan memeluk kaki panjangnya.


Suasana hati Jackson yang jelek menjadi lebih baik karena mendapat sambutan hangat dari Kelvin.


"Bagaimana keadaanmu Chandra?" tanya Jackson.


"Aku sudah sehat daddy," jawab Kelvin.


Jackson meletakkan kedua termos penghangat makanan di atas meja.


"Wow! Dinner masakan aunty chef," kata Kelvin sambil tersenyum.


Kelvin sudah mengetahui dinnernya akan dibawa oleh Jackson dari sms yang dikirim oleh Rossy.


"Tadi siang kamu dan aunty chef mengobrol tentang apa aja?" tanya Jackson.


"Hanya hal biasa aja daddy. Aunty chef menanyakan tentang makanan kesukaanku," jawab Kelvin.


Kelvin berbohong sesuai skenario yang dikatakan Rossy kepada Felix tadi siang.


"Kamu tidak memberitahukannya daddy makan brokoli kan?"tanya Jackson dengan nada menyelidiki.


"Tidak ada daddy," jawab Kelvin sambil menggelengkan kepala.


Kelvin mengira Jackson malu karena muntah-muntah setelah makan masakan Rossy.


"Baiklah. Aku akan membantu daddy menjaga rahasia ini," kata Kelvin.


Jackson menganggukkan kepala pertanda puas dengan jawaban Kelvin.


"Wah! Dinnerku sudah datang."


Felix berjalan masuk ke dalam kamar dan matanya tertuju kepada termos penghangat makanan yang ada di atas meja.


Entah mengapa Jackson merasa kesal melihat wajah Felix sekarang.


Felix mengeluarkan makanan dari dalam termos penghangat makanan dan mulai memakannya.


"Daddy! Aku sudah lapar," kata Kelvin dengan tidak sabar karena Jackson masih belum mengeluarkan makanannya dari dalam termos penghangat makanan.


"Daddymu tidak akan mengerti perasaan kita yang sudah ketagihan akan masakan Rossy," kata Felix ke Kelvin.


"Iya. Kasihan sekali daddy tidak bisa makan makanan aunty chef yang lezat," kata Kelvin.


"Rossy tidak menyediakan dinnermu kah?" tanya Felix ke Jackson.


Pertanyaan ini untuk kepentingan pribadinya juga karena jika Jackson tidak mau makan, jatah Jackson bisa menjadi miliknya.🤭😁


"Rossy akan menyiapkan supper untukku di Mansion Wijaya nanti." Jackson memberikan jawaban dengan nada penekanan di setiap kata yang diucapkannya.


"Wah untungnya dirimu bisa mencicipi supper masakan Rossy. Tawaranku masih berlaku ya. Jika Rossy di pecat olehmu, aku bersedia menerimanya sebagai kokiku," kata Felix.

__ADS_1


"Aunty Chef akan selamanya menjadi koki pribadi daddy," kata Kelvin dengan tegas ke Felix.


Kelvin sangat mengharapkan keluarga kecilnya bersatu kembali sehingga Rossy tidak boleh menjadi koki pribadi Felix.


Jackson merasa senang karena Kelvin berada di pihaknya.


"Okay okay. Kalau gitu aku akan ke Mansion Wijaya setiap hari supaya bisa makan masakan Rossy," ucap Felix dengan santai.


Jackson dan Kelvin menggelengkan kepala bersamaan mendengar perkataan Felix.


 


***Mansion Wijaya***


Rossy menunggu sms dari Kelvin karena mereka sudah janjian Kelvin akan mengirim sms kepadanya jika Jackson sudah pulang sehingga Rossy bisa menelepon Kelvin.


Sms dari Kelvin masuk ke dalam handphone Rossy.


Rossy pun video call ke Kelvin menanyakan keadaannya. Setelah itu Rossy juga video call ke Chandra dan mengobrol dengannya. Beberapa saat kemudian Rossy sudah selesai menelepon kedua putranya dan bersiap-siap untuk tidur, terdengar ketukan pintu kamar.


"Nona Rossy!" kata Pak Lesmana dari luar pintu kamar.


Rossy membuka pintu kamarnya.


"Pak Lesmana. Tuan Jackson ingin di siapkan supper ya?" tanya Rossy.


Sekarang Rossy baru ingat  dirinya tidak menyiapkan dinner untuk Jackson hari ini.


"Tuan Jackson meminta nona Rossy menemuinya di ruang kerja sekarang," kata Pak Lesmana.


"Baiklah," jawab Rossy.


***


Rossy mengetuk pintu ruang kerja dengan perlahan. Setelah menunggu beberapa saat, Rossy membuka pintu ruang kerja dan berjalan masuk ke dalamnya.


Jackson sedang duduk di depan meja kerjanya dan berbicara dengan seseorang melalui telepon dengan serius.


"Maksudmu pamanku meminta di adakan rapat direksi untuk memutuskan pemilihan CEO baru perusahaan Wijaya?" tanya Jackson dengan nada suara dingin.


"Baiklah. Aku pasti akan hadir di rapat direksi itu. Aku akan melihat dengan mataku sendiri siapa yang berani memberikan suara pilihan untuk CEO baru," lanjut Jackson dengan nada datar dan menutup sambungan telepon.


Rossy berdiri tegak memandang Jackson karena tanpa sengaja dirinya mendengar hal pribadi tentang Perusahaan Wijaya.


Ini pertama kalinya Rossy melihat sikap Jackson yang berbeda jauh dari yang selama ini di tampilkannya.


Walaupun, Rossy sudah terbiasa dengan sikap ketus dan tidak peduli Jackson, kali ini Rossy melihat dengan jelas Jackson lebih tegas dan berwibawa dalam menghadapi pekerjaannya sebagai CEO Perusahaan Wijaya.


"Tuan Jackson. Maafkan aku yang tidak sengaja mendengar percakapan telepon tadi," kata Rossy.


"Tidak apa-apa. Itu bukan rahasia. Semua orang tahu pamanku ingin mengambil posisi CEO dari tanganku untuk putranya," kata Jackson.


***


###UP 2 BAB TODAY###


Jangan lupa klik like setelah membaca ceritanya ya.


Nantikan kelanjutan ceritanya besok.


Thank You

__ADS_1


Salam sayang dari Author LYTIE ^~^


Terima kasih untuk semua pembaca setia yang mendukung novel ini ha


__ADS_2