Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 232. Kabar Baik


__ADS_3

**Ruang kantor Jackson Wijaya***


Jackson tersenyum melihat Rossy dan Chandra berjalan masuk ke dalam ruang kantornya.


"Jackson! Ini lunch mu," kata Rossy sambil meletakkan paper bag di atas meja.


Rossy duduk di hadapan meja kerja Jackson, sedangkan Chandra duduk di sofa ruang kantor.


Chandra sengaja duduk di sofa supaya daddy dan mommy nya mempunyai waktu 'we time' sebentar.


"Kamu masak di rumah kontrakan Michelle? Pasti Felix ikut makan di sana," kata Jackson sambil meraih kedua tangan Rossy yang berada di atas meja kerja dan menggenggamnya dengan erat.


"Iya. Sekarang Felix kan sopir pribadi Michelle," jawab Rossy sambil tertawa kecil.


Jackson mencubit gemas hidung mancung Rossy. "Rossy! Jam berapa kamu ke Butik Athena?" tanya Jackson.


Jackson masih mengingat jelas  Rossy mengatakan hal itu ketika dirinya ingin petualangan fantasi di pagi hari 😂.


"Sekitar jam tiga," jawab Rossy.


"Ada beberapa pakaian yang aku pesan di Butik Athena. Nanti kamu sekalian bawa pulang ke Mansion Wijaya," ucap Jackson.


"Oke. Oh  iya, tadi aku melihat Violet bekerja sebagai resepsionis," kata Rossy.


Rossy ingin tahu apakah Jackson sudah menyadari Violet bekerja di Perusahaan Wijaya.


"Iya. Tadi aku memotong gaji dan memberinya SP1," jawab Jackson dengan santai.


"Apa kesalahannya sehingga CEO Jackson kita turun tangan langsung?" tanya Rossy dengan penasaran.


"Pakaiannya sangat tidak rapi dan merusak citra Perusahaan Wijaya," jawab Jackson dengan tenang.


Rossy mengingat sekilas kemeja putih ketat dan rok hitam pendek Violet.


"Dugaanku benar. Violet pasti mencoba menggoda Jackson tadi," kata hati Rossy.


Di dalam pikiran Rossy muncul bayangan Violet yang  sedang menggoda Jackson dengan memperlihatkan tubuhnya.


Ada sedikit rasa kesal di dalam hati Rossy karena Violet berani menggoda pria miliknya dan juga Rossy penasaran apakah Jackson benar-benar sama sekali tidak tergoda oleh Violet.


Rossy melirik sekilas ke arah Chandra yang duduk tenang di sofa. Chandra sedang mengobrol dengan Kelvin melalui sms LINE.


Rossy memajukan badannya ke arah Jackson dan tangannya melambai ke arah pria muda itu, untuk memberi isyarat kepada Jackson supaya mendekat ke arahnya juga.


Jackson melakukan permintaan Rossy dengan patuh. Rossy berbisik di telinga Jackson karena tidak ingin terdengar oleh Chandra yang masih kecil.

__ADS_1


"Benar nih kamu kucing yang tidak menolak ikan asin?" tanya Rossy.


Kemudian Rossy menatap wajah Jackson dengan intens untuk menunggu jawaban Jackson.


Jackson mengerti maksud perkataan Rossy dan tersenyum tipis.


Jackson membalas dengan berbisik di telinga Rossy. "Kucing ini sudah terperangkap olehmu. Bagaimana mungkin menyukai ikan asin yang lain," jawab Jackson sambil mengulum telinga Rossy dengan lembut.


Rossy terkejut dengan sikap agresif Jackson di ruang kantor sehingga ingin menarik wajahnya menjauhi wajah Jackson.


Jackson sudah memprediksi Rossy akan merasa malu dan menghindar sehingga langsung menangkupkan kedua tangannya di wajah Rossy serta memberikan ciuman yang dalam di bibir stroberi Rossy.


Mata Rossy membulat besar dan jantungnya berdegup sangat kencang.


Kali ini jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena ciuman Jackson, melainkan takut Chandra melihat ciuman mesra ini.


Jackson menghentikan ciuman di bibir stroberi Rossy dan berbisik di telinga Rossy.


"Kita lanjutkan nanti malam," kata Jackson dengan suara yang serak.


Jackson melepaskan kedua tangannya dari pipi Rossy yang merona merah seperti kepiting rebus.


Rossy melirik ke arah Chandra dengan cepat dan menarik napas lega sewaktu melihat Chandra masih fokus dengan handphone di tangannya.


Rossy mencubit punggung tangan Jackson secara spontan karena Jackson hampir membuatnya sakit jantung tadi.


***


Rossy melihat dokumen yang menumpuk di meja kerja Jackson.


"Malam ini dinner di Mansion Wijaya kah?"tanya Rossy.


"Iya. Aku tidak perlu bertemu rekam bisnis di luar Perusahaan Wijaya hari ini," jawab Jackson.


"Baiklah. Aku dan Chandra akan menunggumu untuk dinner bersama di Mansion Wijaya," ucap Rossy.


"Aku akan pulang tepat waktu," kata Jackson.


"Chandra! Ayo kita ke Healing Hands Hospital sekarang," ajak Rossy sambil melihat ke arah sofa.


"Baik mommy," jawab Chandra dengan patuh dan berdiri dari sofa.


Jackson juga berdiri dari kursinya dan menggandeng tangan Rossy.


Jackson memberikan kecupan lembut di kening Rossy sebelum membiarkan Rossy keluar dari ruang kantornya bersama Chandra.

__ADS_1


Kemudian Jackson kembali duduk di depan meja kerjanya  dan mengeluarkan lunch masakan Rossy yang masih hangat dari dalam paper bag.


Jackson makan lunch dengan perasaan hati yang sangat baik.


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono**


Rossy menemani kedua putra kembarnya makan lunch di kamar pasien VVIP Kelvin.


Rossy senang melihat raut wajah Kelvin yang semakin cerah dan tidak pucat lagi.


Selera makan Kelvin juga semakin baik dan porsi makannya cukup banyak. Selesai makan, Rossy membereskan meja.


Sementara Chandra dan Kelvin bermain games di handphone mereka berdua.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Felix berjalan masuk ke dalam kamar pasien dengan mengenakan jas dokternya. Setelah lunch bersama Michelle di rumah kontrakan, Felix mengantar Michelle ke Healing Hands Hospital untuk bekerja.


Ketika Michelle mulai bekerja, Felix memeriksa laporan medical file Kelvin di ruang praktiknya.


Felix tahu Rossy masih berada di kamar pasien VVIP Kelvin sehingga datang menemui Rossy untuk menyampaikan kabar baik.


"Om Felix!" sapa Chandra dan Kelvin bersamaan.


Felix tersenyum dan berjalan ke arah mereka.


"Ada apa Felix?" tanya Rossy.


Rossy dan Chandra baru saja bertemu Felix di rumah kontrakan Michelle beberapa jam yang lalu dan sekarang Felix datang mengunjungi Kelvin sehingga Rossy ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Felix.


"Rossy. Aku sudah memeriksa medical file Kelvin untuk kemarin dan tadi pagi. Aku yakin lusa Kelvin bisa keluar dari Healing Hands Hospital dan hanya perlu rawat jalan dan kontrol ke sini seminggu dua kali," ucap Felix.


"Hore!" teriak Kelvin sambil melompat-lompat kegirangan.


Rossy dan Chandra juga sangat senang dan tersenyum lebar mendengar kabar baik dari Felix.


Felix ikut tersenyum senang melihat kegembiraan Rossy dan si kembar, Chandra-Kelvin.


***


Halo readers tercinta. Ini bab pertama hari ini ya.


Hore🥳🥳🥳 Tidak lama lagi Kelvin bisa pulang ke Mansion Wijaya.


Di tunggu lanjutan ceritanya ya readers.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2