
***Supermarket***
Michelle merasa kasihan dengan Michael yang hanya bisa makan indomie setiap hari. Itulah resiko yang harus diambil kalau merantau jauh dari keluarga.
Michelle hanya tahu Michael tinggal sendirian di Bali tanpa keluarganya. Mereka berteman dalam waktu yang tidak lama sehingga Michelle juga tidak mau terlalu agresif menanyakan tentang keluarga Michael.
Michelle bersyukur dirinya tinggal di kota yang sama dengan orang tuanya. Sebulan sekali Michelle akan pulang mengunjungi rumah orang tuanya. Orang tuanya tinggal bersama kakak laki-laki dan kakak iparnya sehingga Michelle merasa lebih tenang.
Michelle memilih tinggal di rumah kontrakan karena dekat dengan Healing Hands Hospital sebagai tempat kerjanya dan juga dikarenakan Michelle ingin hidup mandiri.
Walaupun di rumah kontrakan Michelle juga tersedia banyak indomie mentah, tetapi Michelle hanya sesekali memakannya saja.
Michelle lebih suka makan hasil masakannya yang sederhana di rumah kontrakannya.
***
"Michael! Hari ini kamu shift siang atau malam di Healing Hands Hospital?" tanya Michelle.
"Shift malam," jawab Michael.
"Kamu langsung pulang ke rumah kontrakan setelah selesai belanja?" tanya Michelle lagi.
"Iya. Aku mau masak indomie untuk lunch nanti di rumah kontrakan," jawab Michael.
"Kamu tidak perlu lunch indomie siang ini. Ada masakan dari chef Rossy," ucap Michelle sambil tersenyum.
Selama ini Michael selalu bersikap ramah kepadanya dan juga mereka tetanggaan sehingga Michelle ingin berbagi masakan Rossy yang enak untuk Michael.
"Baiklah. Aku tunggu masakan Rossy yang lezat di rumah kontrakan. Aku antri di kasir untuk bayar duluan ya. Belanjaanku sudah lengkap ," jawab Michael.
"Oke," kata Michelle.
Setelah Michael pergi, Michelle membuka freezer dan mengambil satu potong sirloin steak sapi dari dalam freezer, lalu meletakkannya ke dalam troli.
Michelle juga mengambil daging fillet ayam dari freezer supermarket sebagai bahan masakan Rossy untuk lunch Jackson.
Michelle menyetir mobil Ayla nya menuju rumah kontrakan setelah membayar belanjaannya di kasir.
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Rossy berjalan menghampiri Michelle yang terlihat kerepotan membawa banyak kantong belanjaan di tangannya.
"Aunty Michelle," sapa Chandra dengan sopan.
__ADS_1
"Chandra sayang," ucap Michelle sambil tersenyum ke arah Chandra.
Chandra berjalan ke ruang tamu dan duduk di sana setelah menyapa Michelle. Chandra tahu Rossy dan Michelle akan sibuk memasak di dapur sehingga tidak ingin mengganggu mereka.
Rossy dan Michelle membawa semua kantong belanjaan ke dapur.
Rossy mengambil satu celemek yang berada di lemari dapur dan memakainya.
"Rossy! Aku akan membantumu," kata Michelle dan juga mengambil satu celemek dan memakainya.
"Oke," jawab Rossy.
Mereka berdua mengeluarkan bahan makanan dari dalam kantong belanjaan.
"Michelle! Kamu mau makan dua porsi sirloin steak sapi ya? Atau Felix mau ke sini?" tanya Rossy sambil tersenyum menggoda Michelle saat melihat potongan sirloin steak sapi lebih satu potong.
Felix adalah fans berat masakan Rossy dan hal itu diketahui dengan jelas oleh Rossy dan Michelle. Rossy menebak kemungkinan besar hubungan Felix dan Michelle sudah sangat dekat sehingga Michelle meminta Felix datang untuk makan lunch bersama.
"Sirloin steak itu bukan untuk Felix," kata Michelle dengan pipi merona merah.
"Bukan untuk Felix? Emang ada cowok lain yang sedang mengejarmu?" tanya Rossy.
Pertanyaan Rossy membuat Michelle tertawa kecil.
"Tadi aku ketemu Michael di supermarket. Kasihan dia lunch dengan indomie. Jadi aku tawarin lunch dari chef Rossyku yang sangat enak," ucap Michelle sambil mengedipkan matanya ke Rossy.
"Oh iya ya. Kamu juga pernah ketemu Michael di supermarket. Mungkin karena supermarket itu paling dekat dan barangnya lengkap," jawab Michelle.
"Iya," kata Rossy sambil menganggukkan kepalanya.
Rossy melihat potongan sirloin steak yang cukup besar untuk satu porsi.
"Kalau begitu, aku buat mashed potato untuk pelengkap sirloin steak sapi ini. Chandra dan Kelvin sudah kenyang dengan dua masakan ini," kata Rossy.
"Oke. Aku bantu kupas kentang untuk mashed potato," kata Michelle.
Rossy mengeluarkan daging ayam fillet dari kantong belanjaan. Michelle yang sedang mengupas kentang melirik sekilas ke arah Rossy.
"Daging ayam fillet itu untuk suami tercintamu," kata Michelle sambil terawa kecil.
"Calon suami. Masih belum sah," kata Rossy sambil menjulurkan lidahnya ke arah Michelle.
"Iya iya. Calon suami tercintamu," ucap Michelle. Mereka berdua tertawa bersamaan.
__ADS_1
"Aku akanmemasak chicken cordon bleu untuk Jackson," kata Rossy.
Mereka berdua pun sibuk dengan pekerjaan dapur masing-masing.
Michelle yang sudah selesai mengupas dan memotong kentang, meletakkan pisaunya di atas meja dan berjalan ke arah Rossy yang sedang menggulung daging fillet ayam yang diisi dengan keju dan daging asap untuk membuat chicken cordon bleu.
"Rossy," panggil Michelle.
"Iya," jawab Rossy sambil meletakkan gulungan daging fillet ayam terakhir ke piring.
Michelle mengangkat tangan Rossy ke atas dan menunjuk cincin emas putih berlian di jari manis Rossy.
"Cantik sekali! Mataku silau karena kilau berliannya," puji Michelle.
" Kamu minta saja sama Felix," kata Rossy sambil tersenyum.
Michelle langsung menggelitik pinggang Rossy sehingga Rossy tertawa geli.
Rossy pun tidak mau kalah dan membalas menggelitik pinggang Michelle. Mereka berdua saling menggelitik dan tertawa geli.
Chandra yang mendengar suara tertawa Rossy dan Michelle dari arah dapur, ikut tersenyum. Setelah selesai bercanda, Rossy mulai memasak masakan untuk lunch mereka.
***
Semua hasil masakan Rossy yang akan di bawa pergi, di masukkan ke dalam kotak aluminium foil dengan penutup supaya masakannya tetap hangat.
"Michelle. Mac n cheese untukmu sengaja aku buatin lebih banyak. kamu bisa menghabiskannya sebelum kerja shift malam nanti. Hanya perlu panasin di microwave sebentar saja," ucap Rossy.
"Oke Rossy," jawab Michelle sambil menganggukkan kepalanya.
"Ini sirloin steak sapi dan mac n cheese untuk Michael. Kamu yang antar ke sana ya. Aku harus antar lunch Jackson sekarang," kata Rossy.
"Sip deh," jawab Michelle.
Michelle memegang dua kotak aluminium foil untuk lunch Michael dan berjalan keluar dari rumah kontrakan bersama Rossy Hartono dan Chandra.
"Bye bye Aunty Michelle," kata Chandra dari dalam mobil Avanza biru.
"Bye bye Chandra," kata Michelle.
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA READERS TERCINTA
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE