Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 146. Barang tiruan


__ADS_3

**Hotel H***


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam melaju ke dalam Hotel H.


Sepanjang perjalanan terlihat banyak karangan bunga yang berisi ucapan selamat hari pertunangan untuk Febrian dan Violet. Semua karangan bunga itu adalah kiriman dari kolega bisnis Joni Iskandar.


Jackson melirik sekilas ke arah Rossy untuk melihat ekspresi wajah Rossy terhadap tulisan di karangan bunga yang terpasang di sepanjang jalan.


Raut wajah Rossy sangat tenang dan tidak ada ekspresi kemarahan atau pun kesedihan yang terpancar di sana.


Jackson merasa lega dan hatinya lebih tenang. Jackson yakin Rossy sama sekali tidak ada perasaan apa pun terhadap mantan tunangannya sekarang.


Jackson tidak peduli akan kisah cinta masa lalu Rossy.


Hubungan Rossy dengan mantan tunangannya ataupun hubungan Rossy dengan pria yang meninggalkan Rossy bersama putranya sama sekali bukan masalah besar bagi Jackson.


Jackson sangat percaya diri bahwa sekarang hanya dirinya yang ada di dalam lubuk hati paling terdalam Rossy dan Jackson tidak akan membiarkan pria lain menggantikan posisinya di dalam lubuk hati Rossy.


Jackson sangat yakin dirinya adalah sumber kebahagiaan Rossy di masa yang akan datang.


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam itu berhenti di dekat meja penerima tamu.


Rossy melihat beberapa tamu undangan sedang mengantri untuk mengisi nama mereka di buku tamu.


Rossy tahu para tamu undangan harus mengisi buku tamu terlebih dahulu dan mengambil topeng wajah yang berada di atas meja penerima tamu sebelum masuk ke dalam ballroom pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Rossy mengetahui semuanya dengan jelas dari sms yang dikirimkan oleh Michelle.


Rossy menoleh ke arah Jackson.


"TuanJackson tunggu di dalam mobil. Aku akan mengisi buku tamu dan mengambil topeng wajahnya," kata Rossy.


Rossy tidak mau Jackson ikut mengantri dan menunggu terlalu lama. Lagi pula wajah tampan Jackson akan terlihat oleh semua wanita yang hadir di pesta pertunangan yang akan menjadikan Jackson pusat perhatian di dalam ballroom pesta.


Rossy ingin Jackson memakai topeng wajahnya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ballroom pesta pertunangan.


"Oke," jawab Jackson dengan singkat.


Pak Kuncoro membantu membukakan pintu mobil untuk Rossy. Rossy turun dari mobil dan berjalan ke arah meja penerima tamu.


Victoria, Jessi, dan beberapa tamu undangan melihat ke arah Rossy karena gaun pesta berwarna merah yang di pakai oleh Rossy sangat cantik.


Bahkan ada tamu undangan yang mengenali gaun pesta Rossy adalah rancangan Desainer Athena yang terkenal, tetapi ketika melihat wajah Rossy yang  berpenampilan seperti ibu-ibu, mereka tidak tertarik untuk mencari tahu identitas Rossy.


Rossy sengaja mengantri di bagian  meja penerima tamu Victoria.


Michelle sudah memberitahukan Rossy tentang keberadaan Victoria yang memakai gaun warna hitam yang sangat  seksi dengan rok yang super mini di meja penerima tamu.

__ADS_1


Ketika Rossy sedang menuliskan namanya di buku penerima tamu, mata Victoria tidak bisa terlepas dari kalung 'The Heart Of Kingdom' yang melingkar di leher Rossy.


"Siapa ibu-ibu ini? Kenapa gaun pesta dan kalungnya terlihat sangat mahal? Apakah semuanya asli atau hanya barang tiruan?" kata hati Victoria.


Victoria meragukan keaslian gaun dan kalung yang dikenakan oleh Rossy karena dirinya sendiri pun suka mengoleksi barang tiruan yang harganya bisa berpuluh kali lipat lebih murah daripada barang aslinya.


Victoria penasaran dengan identitas Rossy sehingga mencoba melirik ke dalam buku tamu yang sedang di isi oleh Rossy.


Victoria syok ketika membaca tulisan Rossy di dalam buku tamu itu.


"Kamu Rossy?" tanya Victoria dengan nada menyelidiki.


"Iya," jawab Rossy dengan tenang.


Victoria memberi isyarat mata ke Jessi yang duduk di sampingnya. Jessi mengeluarkan handphonenya secara diam-diam dan memotret foto Rossy.


Setelah kejadian Michelle yang pergi meninggalkan meja penerima tamu dengan cepat, Victoria tidak mau hal yang sama dilakukan  oleh Rossy.


Victoria sudah melaporkan semua sikap ketus Michelle terhadapnya tadi ke Violet melalui telepon sehingga Violet pun meminta bantuan Jessi.


Jessi yang akan bertugas memotret Rossy secara diam-diam sewaktu Victoria berusaha menahan Rossy lebih lama berada di depan meja penerima tamu.


"Aku Victoria," kata Victoria sambil membuka topeng wajahnya.


"Oh gitu," jawab Rossy dengan singkat.


Setelah kepergian Rossy, Victoria melihat ke arah Jessi dengan antusias.


"Sudah dapat fotonya?" tanya Victoria ke Jessi.


"Pasti dapat dong. Aku sudah mengirimnya ke handphone Violet," jawab Jessi sambil tersenyum.


"Bagus," kata Victoria sambil ketawa kecil.


Victoria sudah mulai membayangkan Rossy akan dibuat malu oleh Violet di dalam ballroom pesta pertunangan.


Sewaktu Violet memberitahukan Victoria tentang kepulangan Rossy ke Bali dan wajah Rossy sudah berubah menjadi jelek, Victoria tidak percaya seratus persen dengan perkataan Violet sehingga Victoria menelepon Michelle untuk mencari tahu dan malahan di blacklist oleh Michelle.


"Michelle! Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi wajah sedihmu ketika melihat teman baikmu di tindas," kata hati Victoria.


 


***Kamar Hotel H***


Violet merasa senang ketika mendengar suara pesan masuk ke dalam handphonenya.


"Rossy sudah datang," kata Violet.

__ADS_1


Sewaktu melihat foto kiriman Jessi yang memperlihatkan Rossy mengenakan gaun merah yang cantik dan kalung permata ruby dikelilingi berlian, wajah Violet menjadi merah karena marah.


"Kurang ajar! Si Rossy memakai gaun dengan warna yang sama dengan gaunku. Dia ingin menjadi pusat perhatian di pesta pertunanganku," teriak Violet dengan marah.


"Kalungnya terlihat mahal. Tidak mungkin Rossy mampu membelinya. Kalung itu barang tiruan," ujar Violet.


Violet berusaha menahan emosinya dengan menarik napas dalam-dalam. Kemudian Violet teringat akan rencana Wulan Sari  sehingga Violet mengeluarkan secarik kertas  yang tadi diberikan oleh Wulan Sari dan di atas kertas itu tertulis nomor handphone  salah satu preman.


Violet mengambil handphonenya dari atas meja rias dan menekan nomor handphone yang tertera di kertas itu. Beberapa saat kemudian terdengar seseorang menerima telepon dari seberang sana.


"Halo," ucap seorang pria yang mengangkat telepon dari Violet.


"Aku akan mengirimkan foto wanita  bergaun merah kepadamu sekarang. Kamu dan temanmu pergilah ke meja penerima tamu dan carilah wanita yang memakai gaun berwarna hitam. Katakan kepadanya kalian adalah temanku dan dia akan memberikan topeng wajah. Kalian bisa menyusup ke dalam ballroom dan bawa pergi wanita bergaun merah itu setelah acara pesta hampir selesai," kata Violet.


"Baik," jawab pria itu dan menutup sambungan telepon.


Violet menelepon Victoria dan memintanya untuk memberikan topeng wajah kepada dua orang pria yang akan menemuinya nanti.


Violet juga mengirim foto Rossy ke Wulan Sari supaya Wulan Sari bisa menjauhkan Thomas dari Rossy.


"Rossy! Kamu akan hancur dan menjadi sampah malam ini," kata Violet sambil tersenyum licik .


Violet ingin mempermalukan Rossy terlebih dahulu di pesta pertunangannya sebelum kedua preman membawa pergi Rossy untuk 'bersenang-senang' sesuai rencana Wulan Sari.


***


Terdengar suara ketukan pintu kamar. Violet segera membuka pintu kamar hotel dan melihat Febrian berdiri di hadapannya.


"Violet. Pesta akan dimulai sebentar lagi," kata Febrian.


"Oke Kak Febrian," ucap Violet dan mengambil topeng pestanya dari atas meja rias sebelum mengandeng tangan Febrian dengan mesra dan berjalan keluar dari kamar hotel.


Violet memakai topeng wajahnya sambil tersenyum lebar karena dirinya akan menjadi pusat perhatian di ballroom pesta pertunangannya dengan Febrian.


***


Selamat malam readers.


Jackson Wijaya masih sabar menunggu Rossy Hartono kembali ke dalam mobil 😆😆😆


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Pastinya akan ada kejutan lagi loh 😁🤗❤️


Dukung terus novel ini ya readers tercinta 🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG 🥰🥰🥰

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2