
***Restoran Italia***
Sedangkan Dilan yang menjawab telepon dari Michael juga mengalami rasa keterkejutan yang besar.
"Kak Dilan! Tolong periksa keadaan Kelvin, anak Jackson di Medical Health! Anak itu pingsan karena menghirup kloroform, " kata Michael.
"Kamu yang melakukannya?" tanya Dilan dengan nada menyelidiki.
"Bukan! Aku yang menyelamatkannya!" jawab Michael.
Dilan percaya dengan ucapan Michael dan menghela napas lega karena adik tirinya tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
"Aku akan mengirim nomor handphone suster yang menjaganya sekarang. Bye Kak Dilan!" kata Michael, sebelum menutup sambungan telepon dengan cepat.
"Dasar anak ini!" gerutu Dilan dengan suara kecil.
***
Venesia menghampiri Dilan saat melihat pria muda itu menutup sambungan telepon.
"Maaf Pak Dilan! Tuan Jackson ada keperluan mendadak! Aku bisa menjelaskan tentang proyek kerjanya," kata Venesia.
"Aku juga ada keperluan mendadak!" ucap Dilan dan berjalan meninggalkan Restoran Italia.
Sopir membukakan pintu mobil untuk Dilan. Dilan memakai mobil Perusahaan Adinata yang berada di Bali.
"Ke Medical Health!" kata Dilan.
"Baik Pak Dilan!" jawab sopir.
Mobil melaju menuju Medical Health, sedangkan Dilan yang berada di dalamnya sedang berpikir keras.
"Pasti terjadi sesuatu!" kata hati Dilan.
***Tempat kos anak buah Boris***
Rossy terbangun dengan keadaan terikat mulut, kedua tangan, dan kakinya.
Rossy melihat sekeliling ruangan. Dirinya berada di dalam sebuah kamar mandi dan terduduk di lantai.
"Violet!" kata hati Rossy.
Rossy mengingat dengan jelas Violet lah yang membekap hidungnya dengan kain sehingga dirinya pingsan.
Samar-samar Rossy mendengar suara wanita dan pria di luar kamar mandi.
"Apa yang sedang mereka bicarakan? Di mana Kelvin dan Chandra sekarang?" kata hati Rossy.
Rossy berusaha menekan tombol kecil di jam tangannya untuk memeriksa lokasi Chandra dan Kelvin, tetapi tidak berhasil karena ikatan tali yang kuat di pergelangan tangannya.
Rossy sangat mengkhawatirkan keadaan kedua putra kembarnya terlebih Kelvin yang masih sakit.
***
Violet sedang berbicara dengan Udin dan Ale di dalam kamar kos. Tempat kos itu sangat kecil dan hanya memiliki dua tempat tidur size single dan satu kamar mandi sehingga Ale dan Udin mengurung Rossy di dalam kamar mandi sambil menunggu instruksi dari Boris.
"Kalian berdua bodoh sekali! Tidak bisa menculik Rossy dan di pukul mundur si Hercules. Aku yang harus turun tangan sendiri!" kata Violet dengan sombong.
Udin dan Ale hanya diam mendengar omelan Violet. Mereka berdua menatap tubuh Violet dari atas kepala sampai ujung kaki dengan mata berbinar-binar dan senyum mesum.
Tadi di taman bermain, Violet menghampiri mereka dan memberitahukan keadaan Rossy yang sudah pingsan di dalam toilet wanita aehingga Ale dan Udin tidak menolak kesempatan emas ini untuk menculik Rossy.
Bahkan ketika Violet ingin ikut mereka, Ale dan Udin dengan senang hati mengizinkannya.
Sepanjang perjalanan, Violet mengaku dirinya mengenal Boris dan meminta Ale serta Udin menjalankan perintahnya.
Ale sudah mengirim sms ke Boris menanyakan tentang Violet dan Boris sama sekali tidak mengenal nama Violet.
"Kalian berdua cepat jalankan perintahku! Buka baju Rossy dan fotoin tubuh polosnya. Kalian boleh melakukan apapun terhadapnya!" perintah Violet dengan antusias.
Violet sudah tidak sabar melihat kehancuran Rossy. Foto-foto tubuh polos Rossy akan disebarkannya di media sosial. Violet yakin Jackson pasti akan menendang jauh-jauh Rossy dalam waktu dekat karena foto memalukan itu.
"Nona Violet! Bos bilang tidak mengenalmu!" kata Ale.
"Bos kalian menjalankan perintah dari Wulan Sari, mamaku. Kan sama saja aku bos kalian sekarang!" ujar Violet.
"Bos bilang mengurung wanita itu semalaman dan tidak boleh menyentuhnya sama sekali!" ucap Ale.
__ADS_1
Ale masih mengingat dengan jelas kedua temannya yang mengalami patah kaki dan tangan karena ingin mencelakai wanita yang dikurung di dalam toilet aehingga dirinya tidak mau mencari masalah dan melanggar perintah dari Boris.
"Aku punya banyak uang! Kalian lakukan perintahku! Aku akan memberimu sepuluh juta!" ucap Violet.
Ale dan Udin saling memberi isyarat mata dan mendekati Violet bersamaan.
"Kita lebih suka bersenang-senang denganmu sekarang!" tukas Ale sambil tersenyum mesum.
Tangan Ale langsung memegang pipi Violet, sedangkan Udin memegang tangan kanan Violet dan menciumnya.
Violet terkejut dengan perlakuan mereka dan menjadi panik.
"Apa yang mau kalian lakukan?" teriak Violet dengan suara bergetar.
"Tentu saja melayanimu," jawab Ale sambil tertawa keras.
"Tol...."
Udin membekap mulut Violet dengan cepat, sedangkan Ale memeluk pinggang Violet dan tangannya mulai meraba ke mana mana.
Udin dan Ale bagaikan dua singa yang sudah kelaparan. Mereka berdua berlomba meraba dan mencium tubuh Violet.
Air mata mengalir deras di pipi Violet. Dirinya menyesal mengikuti kedua preman ini ke tempat kos.
Violet sangat mengharapkan ada seseorang yang bisa menolongnya sekarang.
***
BRAK!
Pintu kamar kos terbuka lebar. Sepasang kaki panjang melangkah masuk ke dalam kamar kos.
Jackson menatap tajam ketiga orang yang berada di dalam kamar.
Ale dan Udin dengan enggan melepaskan tubuh Violet dari tangan mereka dan berjalan ke arah Jackson.
"Siapa kamu? Mengganggu kesenangan orang saja! Pergi dari sini!" teriak Ale.
Ale dan Udin menganggap Jackson hanyalah pekerja kantoran yang sok ingin menjadi hero.
"Sok belagu!" tukas Ale dan melayangkan tinjunya ke wajah Jackson.
Belum sempat tinju Ale mengenai Jackson, pergelangan tangan Ale di cengkeram dan diputar dengan keras oleh Jackson. Kemudian Jackson menghempaskan tubuh Ale ke lantai.
Wajah Ale menjadi pucat seketika karena kesakitan sambil memegangi pergelangan tangannya.
"Kurang ajar!" teriak Udin dan ingin menyerang Jackson.
Jackson mengangkat kaki panjangnya dan menendang tepat di wajah Udin sehingga tubuh Udin terlempar jauh.
Sejak kejadian penculikan oleh Susan dua puluh tahun yang lalu, selama ini Jackson berlatih bermacam-macam ilmu bela diri dan menguasainya dengan baik.
Hanya saja karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah karena penyakit eating disorder yang menyebabkan tidak ada asupan makanan ke tubuhnya sehingga Jackson jarang memperlihatkan keahlian berkelahinya dan membiarkan Bagaskara serta bodyguard lainnya turun tangan.
Sewaktu penyakit eating disorder mulai membaik, setiap pagi di ruang gym, Jackson juga berlatih ilmu bela dirinya.
Sekarang Jackson tidak bisa menahan diri lagi untuk melepaskan amarahnya terhadap orang-orang yang berani menculik Rossy.
Violet terkesima dengan Jackson yang sangat macho di hadapannya.
Jackson berjalan ke arah Violet dan berhenti di depannya.
"Tuan Jackson! Untung kamu datang tepat waktu, kalau tidak...."
Violet menangis tersedu-sedu sambil merapikan pakaiannya yang terbuka karena tangan Ale dan Udin.
"Di mana Rossy?" tanya Jackson dengan tegas.
Violet menghentikan tangisannya dengan cepat. "Kamu bukan datang untuk menolongku?" tanya Violet.
"Di mana Rossy?" tanya Jackson sekali lagi sambil menatap tajam Violet.
"Sialan! Ternyata dia datang untuk menyelamatkan Rossy!" kata hati Violet.
"Aku tidak tahu! Kedua pria ini menyentuh tubuhku. Kalau Tuan Jackson telat datang, aku mungkin..."
Violet menghentikan perkataannya karena tangan kanan Jackson sudah mencekik erat lehernya.
__ADS_1
"Hentikan omong kosongmu! Di mana Rossy?" tanya Jackson sambil menggertakkan giginya.
"Aku...aku tidak tahu...!" jawab Violet
"Cari mati!" kata Jackson dan mempererat tangannya di leher Violet Hartono.
Violet yang kesakitan dan mulai kehabisan napas secara spontan matanya melirik ke arah pintu toilet dan Jackson menyadarinya.
Jackson menghempaskan Violet ke lantai dan segera berlari menuju toilet. Violet merintih kesakitan di lantai kamar.
Jackson menendang pintu toilet dengan keras sehingga pintunya terbuka lebar.
"Rossy!" kata Jackson dan berjalan menghampiri Rossy yang duduk di lantai kamar mandi.
Jackson membuka ikatan mulut, tangan dan kaki Rossy. Terlihat jelas bekas ikatan tali di pergelangan tangan Rossy.
"Sakit kah?" tanya Jackson sambil memegang pergelangan tangan Rossy.
"Tidak sakit," jawab Rossy dan memeluk erat Jackson.
"Aku yakin kamu pasti akan datang menyelamatkanku," kata Rossy.
Jackson mencium puncak kepala Rossy.
"Di mana Chandra dan Kelvin?" tanya Rossy.
"Chandra bersama Robin," jawab Jackson.
Rossy melepaskan pelukannya dan melihat ke wajah Jackson.
"Kelvin juga hilang?" tanya Rossy dengan mata berkaca-kaca.
"Kelvin berada di Medical Health. Bagaskara sudah menuju ke sana. Ayo kita pergi sekarang!" ajak Jackson sambil menarik tangan Rossy berjalan keluar dari toilet.
***
Boris baru tiba di tempat kos dan terkejut dengan pintu kos yang rusak dan kedua anak buahnya tergeletak di lantai sambil meringis kesakitan.
"Ada apa ini?" tanya Boris.
Boris berdiri tepat di depan pintu kamar kos yang sudah rusak karena di tendang oleh Jackson tadi.
Di belakang Boris, ada puluhan anak buahnya yang ikut dengannya keluar kota.
Ale dan Udin berusaha bangkit dari lantai sambil menahan rasa sakit dan berjalan ke arah Boris.
"Bos! Pria itu datang mencari masalah dan ingin membawa wanita itu pergi!" lapor Ale.
Jackson yang sedang mengandeng tangan Rossy berhenti tepat di depan Boris.
"Minggir!" perintah Jackson.
"Tinggalkan wanita itu!" kata Boris sambil menatap Jackson dari atas kepala sampai ujung kaki.
Boris tidak percaya pria kurus, tinggi, dan berpakaian kerja di hadapannya bisa melukai kedua anak buahnya dengan mudah.
Lagi pula sekarang dirinya bersama puluhan anak buahnya. Boris yakin Jackson akan kalah.
"Rossy. Kamu tunggu di sini," kata Jackson sambil menarik Rossy kembali ke depan pintu toilet menjauhi Boris.
"Jackson!" Rossy memegang erat kedua tangan Jackson karena tahu Jackson akan melawan Boris dan puluhan anak buahnya.
Rossy khawatir Jackson akan terluka. "Aku pasti menang!" ucap Jackson dan mencium kening Rossy sebelum berjalan menghampiri Boris dan puluhan anak buahnya.
***
Halo readers. Sabar ya 🙏 Author sedang mengusahakan maksimal untuk menyelesaikan ceritanya.
Di tunggu ya
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
Jangan lupa like di setiap bab ya 🥰🥰🥰🙏
__ADS_1