Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 220. Kencan pertama Felix dan Michelle


__ADS_3

***Bioskop premiere***


Felix tersenyum melihat Michelle yang tertawa kecil karena film komedi yang sedang di tontonnya.


Sesekali Felix menyodorkan kotak popcorn yang berada di tangannya ke hadapan Michelle.


Sewaktu Michelle ingin mengambil gelas plastik soft drink dari atas meja, Felix mengambilnya terlebih dahulu dan menyodorkannya di hadapan Michelle.


"Thank you Felix," kata Michelle sambil minum soft drink dengan pipet dan gelas plastiknya masih dipegangi oleh Felix.


Felix sangat senang melakukan hal apa pun untuk Michelle. Dari awal film di putar  sampai filmnya tamat, Michelle sering tertawa sambil melihat layar bioskop, sedangkan Felix tidak melihat ke layar bioskop sama sekali melainkan pria muda itu menghadap ke samping dan  menatap intens wajah Michelle.


Pada saat Michelle tertawa kecil, senyum tipis pun mengembang di sudut bibir Felix.


Ketika Michelle ingin makan popcorn atau pun minum soft drink, Felix dengan cekatan menyodorkannya ke Michelle.


Michelle menyadarinya dan merasa senang karena Felix sangat perhatian kepadanya.


Selesai menonton film, Felix dan Michelle makan bersama di restoran dekat bioskop premiere sebelum ke Healing Hands Hospital.


***Tempat parkir khusus dokter di Healing Hands Hospital***


Felix memarkirkan mobil BMW X1 warna mediteranean blue di tempat parkir khusus untuk dokter Healing Hands Hospital.


Felix Wilson menoleh ke arah Michelle. "Michelle! Aku akan menunggumu di ruang praktikku. Kamu bisa mencariku setelah selesai shift kerja," kata Felix sambil mengenggam erat tangan kanan Michelle.


"Oke. Kamu juga masih ada kerjaan ya?" tanya Michelle.


Michelle menduga Felix sengaja menemaninya dan menunggunya selesai bekerja.


"Iya. Aku harus memeriksa laporan kesehatan Kelvin hari ini. Jika dalam dua hari kondisi Kelvin tetap stabil, Kelvin bisa pulang ke Mansion Wijaya," jawab Felix.


"Benarkah? Rossy pasti senang sekali," ucap Michelle sambil tersenyum.


"Iya. Rossy dan Jackson sudah mengetahuinya," kata Felix sambil memajukan badannya ke arah Michelle


Michelle terkejut dan menutup rapat kedua matanya dengan spontan. Kemudian Michelle mendengar suara 'klik'.


Ternyata Felix membantu Michelle membuka seat belt. Pipi Michelle merona merah karena malu. Michelle mengira Felix akan menciumnya tadi.


Felix tersenyum tipis dan mengecup pipi merah Michelle satu kali sebelum turun dari mobilnya.


Felix membukakan pintu mobil untuk Michelle dan menggandeng tangan wanita muda itu.


Felix dan Michelle berjalan dengan santai ke Healing Hands Hospital.

__ADS_1


Beberapa dokter dan suster yang berpapasan dengan mereka berdua hanya menganggukkan kepala pertanda memberi salam.


Felix mengantar Michelle ke meeting room ruang dokter terlebih dahulu karena Michelle akan melihat jadwal pekerjaannya untuk shift kerja malam di sana.


Felix mengangkat tangan kanan Michelle yang masih berada di genggamannya dan menciumnya.


"Michelle. Aku tunggu di ruang praktik," kata Felix dengan suara lembut.


"Iya," jawab Michelle sambil tersipu malu.


Felix meninggalkan Michelle dengan berat hati dan berjalan dengan lesu serta perlahan menuju ruang praktiknya.


Michelle tersenyum kecil sambil menatap punggung Felix yang menghilang dari pandangannya secara perlahan.


***Di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam***


Jackson sedang berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh Pak Kuncoro menuju Mansion Wijaya.


Jackson teringat akan perkataan Rossy tentang masalah di Healing Hands Hospital sehingga mengeluarkan handphone dan menelepon Robin.


"Halo Tuan Jackson!" sapa Robin saat mengangkat telepon.


"Robin! Apa yang terjadi tadi siang?" tanya Jackson dengan suara datar.


"Ibu tiri dan adik tiri nona Rossy datang ke Healing Hands Hospital untuk menjenguk Tuan muda Kelvin. Aku melarang mereka.  Kebetulan nona Rossy datang bersama tuan muda Chandra dan mereka memanggil tuan muda Chandra nnak haram. Aku sudah meminta Bagaskara untuk mengambil rekaman cctv Healing Hands Hospital," jawab Robin dengan jujur.


Tugas penting Robin adalah menjaga keselamatan Kelvin yang sedang di rawat di Healing Hands Hospital sehingga masalah Wulan Sari dan Violet akan di ambil alih oleh Bagaskara.


Ucapan Robin terhadap Wulan Sari dan Violet sewaktu di Healing Hands Hospital bukan hanya omong kosong belaka.


Semuanya tergantung kepada keputusan Jackson apakah akan menuntut Wulan Sari dan Violet atas pencemaran nama baik.


"Baiklah. Jaga Kelvin dengan baik. Aku percaya dengan kemampuanmu," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," kata Robin.


Setelah menutup sambungan telepon, Jackson menelepon Bagaskara.


"Halo Tuan Jackson," sapa Bagaskara.


"Bagaskara! Kirim video rekaman cctv Healing Hands Hospital sekarang!" perintah Jackson.


"Baik Tuan Jackson," jawab Bagaskara.


Dalam hitungan detik, sebuah video masuk ke dalam handphone Jackson.

__ADS_1


Jackson menekan tombol play video itu dan melihat dengan seksama kejadian tadi siang di depan kamar pasien VVIP Kelvin.


Jackson tersenyum kecil melihat Rossy yang mengambil sehelai rambut Violet dan memasukkannya ke dalam kantong bajunya.


"Rossyku semakin nakal," kata hati Jackson.


Setelah selesai melihat semua rekaman cctv Healing Hands Hospital, Jackson menangkupkan kedua tangannya sambil berpikir.


Sesekali jarinya memutar-mutar cincin emas putih yang melingkar di jari manisnya. Beberapa saat kemudian, Jackson menelepon Bagaskara lagi.


"Halo Tuan Jackson," kata Bagaskara.


"Bagaskara! Selidiki apa saja yang dilakukan oleh ibu tiri dan adik tiri Rossy selama lima tahun ini!" perintah Jackson.


"Baik Tuan Jackson! Aku akan mengirim hasilnya ke Tuan Jackson secepatnya!" ucap Bagaskara.


Sewaktu Bagaskara mengambil rekaman cctv Healing Hands Hospital, Bagaskara sudah berinisiatif mencari informasi mengenai Wulan Sari dan Violet dan bersiap mengirimkamnya ke Jackson jika diperlukan.


Sekarang Jackson menginginkan data selama lima tahun terakhir sehingga Bagaskara hanya memerlukan waktu yang tidak lama untuk mengumpulkan semuanya dan mengirimkannya ke Jackson nantinya.


"Oke!" jawab Jackson dengan singkat dan menutup sambungan teleponnya.


Setelah kejadian di pesta pertunangan Violet dan Febrian, Jackson masih belum membuat perhitungan kepada Wulan Sari yang mengutus preman untuk memasukkan pil obat ke jus stroberi Rossy.


Jackson terlalu sibuk untuk membina hubungan erat dengan Rossy pada saat itu 😅.


Sekarang Wulan Sari dan Violet sendiri yang mencari masalah lagi sehingga Jackson tidak akan melepaskan mereka berdua.


Jackson menduga Rossy sendiri pun sudah mempunyai rencana untuk menghadapi Wulan Sari dan Violet.


Terbukti Rossy mencabut satu helai rambut Violet secara diam-diam tadi siang.


Jackson yakin Rossy akan melakukan tes DNA karena mencurigai sesuatu.


Apa pun yang ingin dilakukan oleh Rossy untuk menghadapi Wulan Sari dan Violet, Jackson pasti akan mendukungnya seratus persen.


***


Halo Readers tercinta.


Author setor dulu satu bab ini ya.


Selamat membaca 🤗🤗🤗


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2