Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 164. Tanggung jawab


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Rossy membuka matanya secara perlahan. Kepalanya terasa sakit dan juga seluruh tubuhnya. Seolah-olah di tabrak oleh truk barang yang besar. 😅


Rossy mengurut-urut keningnya dengan jari tangan kanannya dan berusaha mengingat kembali kejadian semalam.


Rossy mengingat jelas dirinya berada di ballroom Hotel H dan sedang memberikan penjelasan kepada Jackson tentang kebohongan yang dilakukannya selama ini.


Kemudian dirinya minum segelas jus stroberi dan secara samar-samar ingatan akan kejadian tadi malam muncul dalam pikiran Rossy.


Kilasan-kilasan dirinya dan Jackson berciuman mesra di dalam mobil muncul dengan jelas di hadapan Rossy. Mata Rossy membulat besar seketika


"Aku berciuman dengan Jackson?" kata hati Rossy.


Rossy masih mencoba mengingat lagi apa saja yang telah di lakukannya semalam selain berciuman mesra dengan Jackson.


"AH!"


Rossy berteriak secara spontan karena merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya dari belakang.


"Siapa yang berada di tempat tidurku?" kata hati Rossy.


Rossy sama sekali tidak berani membalikkan tubuhnya ke belakang.


Tangan yang memeluk pinggang Rossy dari belakang sangat erat dan Rossy bisa merasakan punggung mulusnya menempel di dada yang atletis.


Aroma maskulin dari tubuh orang yang memeluknya sangat familiar dan  menggelitik hidung  Rossy.


"Jackson?" teriak hati Rossy.


Rossy menguatkan hatinya mengangkat sedikit selimut yang menutupi tubuhnya dan mengintip ke dalam selimut. Pipi Rossy bersemu merah seperti tomat.


Tangan Rossy menggenggam erat  selimutnya setelah mulai meraba-raba apa yang telah terjadi kepadanya semalam.


Mata Rossy melihat ruang kamar dan menjadi lebih yakin ini bukan kamar tidurnya. Selimut yang menutupi tubuhnya pun bukan selimutnya.


Pastinya tempat tidur tempat dirinya berbaring sekarang juga bukan tempat tidurnya.


Rossy mengambil kesimpulan dan yakin seratus persen, tubuhnya terasa di tabrak truk barang karena perbuatan Jackson.đŸ€Ł


"Bagaimana nih? Aku pura-pura belum bangun saja,"kata hati Rossy.


Sebenarnya Rossy ingin melarikan diri segera dari kamar tidur Jackson, tetapi tangan Jackson yang melingkar pinggangnya sangat erat. Seolah-olah Jackson bisa meramal Rossy akan melarikan diri ketika terbangun 😆


Rossy bernapas dengan pelan sambil menajamkan pendengarannya untuk mengetahui keadaan Jackson yang berbaring di belakang dan sedang memeluknya saat ini.


Rossy bisa mendengar suara napas yang tenang dari belakang tubuhnya.


"Dia masih tertidur," kata hati Rossy.


Rossy Hartono mengumpulkan semua kekuatannya berpusat kepada kedua tangannya dan mencoba melepaskan tangan kanan Jackson yang melingkar di pinggangnya.


Rossy yakin kedua tangannya pasti lebih kuat daripada satu  tangan kanan Jackson sehingga dirinya bisa melepaskan diri dan melarikan diri dengan cepat nantinya.


"Yes!" teriak hati Rossy karena berhasil mengangkat tangan kanan Jackson yang melingkar di pinggangnya.


Kegembiraan Rossy hanyalah sesaat karena tangan kanan Jackson yang sudah terlepas, melingkar lagi ke pinggang rampingnya dan ditambah dengan kaki kanan Jackson yang panjang terangkat ke atas selimut sehingga Rossy terperangkap di dalam selimut dan tidak ada celah sekecil apa pun yang memungkinkan Rossy melarikan diri.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun?"


Terdengar suara serak Jackson dari belakang punggung Rossy.


Rossy menahan napasnya dan terdiam tidak menjawab pertanyaan Jackson. Rossy menjalankan rencana pertamanya yaitu berpura-pura belum bangun.


Sewaktu bangun tadi,  Jackson sudah menyadarinya dan sengaja memeluk erat pinggang Rossy karena berfirasat Rossy akan melarikan diri.


Jackson semakin yakin dengan firasat dan dugaannya sewaktu tangan kanannya yang melingkar di pinggang ramping Rossy di lepaskan dengan paksa oleh Rossy sehingga Jackson sengaja memeluk pinggang Rossy lebih erat lagi ditambah kaki kanan panjangnya menimpa selimut dan membuat Rossy tidak berkutik.


Jackson menunggu lama dan masih tidak mendengar jawaban dari mulut  Rossy.


"Dia tadi ingin melarikan diri dan sekarang berpura-pura masih tidur. Dia tidak mau bertanggung jawab terhadapku. Aku tidak akan membiarkannya," kata hati Jackson.


Jackson melirik ke punggung mulus yang berada dihadapannya dan tersenyum samar.


Jackson mendekatkan bibirnya ke punggung Rossy dan mendaratkan sentuhan ke punggung Rossy dengan bibirnya.


Rossy menggigit bibir bawahnya  sambil merasakan  kecupan yang  terus menerus di punggungnya.


Rossy berusaha menahan diri  tidak mengeluarkan suara untuk mendukung aktingnya yang sedang berpura-pura tidur.


Lama kelamaan Rossy merasakan tersengat aliran listrik di seluruh tubuhnya, sedangkan Jackson yang semula hanya ingin menggoda Rossy menjadi menginginkan mengulang lagi malam panas yang mereka lakukan semalam.


Kecupan Jackson berubah menjadi gigitan cinta di punggung Rossy.


Tubuh Rossy bergetar dan telinganya bisa mendengar dengan jelas napas berat Jackson yang menggebu-gebu.


"AH! Aku sudah bangun! Aku sudah bangun!"


Rossy duduk bersandar di tempat tidur. Tubuh Rossy tertutup sempurna oleh selimut.


Rossy menatap Jackson yang ikut duduk di atas tempat tidur. Karena Rossy menarik sebagian selimut sehingga tubuh bagian  atas Jackson tidak tertutupi oleh selimut dan terlihat jelas dada atletis Jackson.


Selain tubuh atletis Jackson yang terlihat, masih tertinggal hasil karya Rossy di tubuh Jackson semalam.


Tubuh atletis Jackson penuh dengan goresan kuku dan gigitan cinta sehingga membuat wajah Rossy memerah seperti kepiting rebus.


"Gila!"kata hati Rossy.


"Ini semua...aku yang melakukannya?" tanya Rossy Hartono dengan suara kecil sambil menunjuk goresan kuku dan gigitan cinta di tubuh Jackson.


"Siapa lagi kalau bukan kamu?"


Jackson bertanya balik ke Rossy.


"Bagaimana mungkin? Aku tidak mungkin bisa seganas itu!" bantah Rossy sambil menggelengkan kepalanya.


Rossy masih ingin membantah akan tindakan gilanya semalam.


"Kita bisa ke rumah sakit untuk melakukan visum jika kamu tidak mengakuinya. Aku yakin  kukumu  cocok dengan goresan di tubuhku ," jawab Jackson dengan tenang.


"Vi....visum?" kata hati Rossy.


"Tuan Jackson. Ini hanyalah luka kecil. Tidak perlu ke rumah sakit untuk visum," ucap Rossy sambil menahan rasa malu.


Rossy sudah bisa membayangkan dokter dan suster yang melakukan visum, pasti akan menertawakannya.

__ADS_1


"Tubuhku yang berharga terluka. Kamu kira ini hanya luka kecil?" tanya Jackson dengan nada tegas.


Rossy merasa bersalah setelah mendengar perkataan Jackson.


Rossy melihat lagi goresan kuku yang banyak,  hasil karyanya di sekujur tubuh Jackson. Ada beberapa goresan yang terlihat  sangat jelas dan dalam.


"Tuan Jackson. Aku mengaku salah. Akumeminta maaf kepadamu dengan tulus. Aku seharusnya tidak tergoda dengan tubuh sempurnamu dan melukainya," kata Rossy dengan sungguh-sungguh.


"Hanya meminta maaf saja?" tanya Jackson.


"Apa yang tuan Jackson inginkan pasti akan aku lakukan," jawab  Rossy dengan antusias.


"Tanggung jawab," ujar Jackson dengan singkat.


"Iya. Aku akan tanggung jawab," jawab Rossy dengan spontan sambil menganggukkan kepalanya.


Jackson tersenyum puas karena berhasil memaksa Rossy bertanggung jawab terhadapnya.😂


Jackson mendekatkan badannya ke arah Rossy secara tiba-tiba. Rossy terkejut dan menggenggam erat selimut dengan kedua tangannya.


Wajah Jackson sangat dekat dengan wajah Rossy sehingga wanita muda itu menjadi gugup.


"A..ada apa tuan Jackson?" tanya Rossy dengan terbata-bata.


"Karena kamu mau bertanggung jawab, aku akan mengabulkan permintaanmu semalam," jawab Jackson dengan suara lembut.


"Permintaanku? Apa permintaanku semalam?" kata hati Rossy.


Jackson menatap intens wajah Rossy.


"Kamu tidak ingat?" tanya Jackson.


"Ingat! Saya ingat jelas!" jawab Rossy sambil tersenyum canggung.


"Baguslah kalau ingat," ucap Jackson sambil menangkupkan kedua tangannya ke pipi Rossy dan mencium lembut bibir stroberi Rossy.


Mata Rossy membulat besar dan badannya terpaku membiarkan Jackson menciumnya dengan lama.


Jackson sangat ketagihan dengan rasa stroberi mungil yang berada di bibirnya. Setelah Jackson menghentikan ciumannya, Rossy semakin mempererat pegangan selimutnya.


Rossy merasa gelisah dan curiga  dirinya mengajukan permintaan gila ke Jackson semalam.


"Mulai hari ini kita berpacaran!" kata Jackson sambil memegang pipi Rossy yang bersemu merah.


***


Selamat malam readers.


Semoga readers menyukai bab ini ya.


Cie..cie... Jackson Wijaya berhasil membuat Rossy Hartono bertanggung jawab terhadapnya đŸ˜†đŸ„°


Terima kasih ke semua readers yang sudah memberi dukungan untuk novel ini baik berupa Vote, Like, hadiah dan komentar positif.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2