
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy berbaring di atas tempat tidurnya sambil memegang perutnya yang kesakitan.
Pagi ini Rossy belum makan breakfast sama sekali karena tidak tahan dengan perutnya yang kesakitan dan ingin segera berbaring di tempat tidurnya.
Rossy sudah menelepon Kelvin untuk memberitahukannya tentang breakfast yang akan di bawakan oleh Felix ke Healing Hands Hospital.
Rossy juga memberitahukan kepada Kelvin bahwa lunch dan dinnernya akan di antar oleh Pak Lesmana ke Healing Hands Hospital.
Rossy tidak bisa mengantar ke sana karena perutnya sangat sakit dan merasa lemas.
Kelvin yang sudah tinggal bersama Rossy selama ini tahu jika setiap bulan mommynya sering sakit perut seharian dan akan beristirahat di dalam kamar. Kemudian di hari kedua mommynya sudah sehat dan bisa beraktivitas lagi sehingga Kelvin mengerti kondisi Rossy saat ini dan meminta Rossy beristirahat dengan baik.
Suara ketukan pintu kamar membuat Rossy secara perlahan bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan perlahan ke arah pintu kamar.
"Ada apa ya?" tanya Rossy dengan suara kecil ke pelayan wanita yang berdiri di depan pintunya.
"Nona Rossy. Ini air jahe hangat dari tuan Jackson," jawab pelayan wanita dan menyerahkan termos air hangat ke Rossy sambil tersenyum.
"Terima kasih," ucap Rossy dan membawa termos air hangat itu ke dalam kamar tidurnya. Dengan perlahan Rossy berjalan menuju meja rias dan duduk di kursi yang berada di depan meja rias.
Rossy membuka termos air hangat dan segera mencium aroma jahe dari dalam termos air hangat itu.
"Tuan Jackson memberiku air hangat jahe?" batin Rossy sambil menuangkan air jahe itu dan meminumnya dengan perlahan.
Rossy tidak merasakan rasa pedas dari jahe hangat itu melainkan jahe hangat itu terasa sangat manis di dalam mulutnya.
Senyum tipis mengembang di sudut bibir Rossy. Rasa sakit di perutnya berkurang sedikit setelah minum air jahe.
"Tidak ku sangka, dia bisa perhatian juga ," kata hati Rossy.
***Perusahaan Wijaya***
Venesia, sekretaris Jackson mendorong kursi roda Jackson ke dalam ruang kantor Jackson.
"Tuan Jackson. Apa pekerjaan yang harus aku lakukan hari ini?" tanya Venesia.
Setiap hari Jackson akan memberikan tugas ke Venesia yang bekerja sebagai sekretaris utama nya di Perusahaan Wijaya.
Pekerjaan yang harus di lakukan oleh Venesia sering berupa membuat dokumen, kontrak kerja ataupun semua hal yang berhubungan dengan Perusahaan Wijaya.
"Aku sudah mengirim file ke emailmu. Print semua file itu dan serahkan kepadaku segera!" perintah Jackson dengan serius.
"Baik tuan Jackson. Aku akan menyelesaikan tugas itu dengan cepat," jawab Venesia dengan semangat dan berjalan kembali ke tempat duduknya yang berada di luar ruang kerja Jackson.
__ADS_1
***
"Tuan Jackson pasti mendapatkan kontrak kerja baru lagi dengan perusahaan lain," kata hati Venesia.
Venesia sangat bersemangat melakukan pekerjaannya karena jika Perusahaan Wijaya mendapatkan kontrak kerja baru, maka karyawan di Perusahaan Wijaya akan mendapatkan bonus juga.
Ketika membuka emailnya dan melihat adanya puluhan email yang di kirim oleh Jackson, Venesia semakin kegirangan.
"Tuan Jackson mendapatkan puluhan kontrak kerja dalam sekejap. Tuan Jackson is the best," kata hati Venesia.
Venesia ketawa kegirangan hingga memperlihatkan deretan giginya. Beberapa saat kemudian mulut Venesia terbuka lebar dengan mata melotot melihat ke layar laptop di hadapannya.
Venesia memeriksa ulang puluhan email yang di kirim oleh Jackson untuk melihat apakah ada kesalahan. Puluhan email tersebut berupa artikel mengenai 'menstruasi'.
Venesia tidak percaya Jackson akan memintanya untuk mengeprint semua file itu dan menyerahkannya ke Jackson.
Venesia mengira Jackson salah mengirim file email kepadanya sehingga Venesia berdiri dari tempat duduknya untuk menemui Jackson.
***
Venesia mengetuk pintu ruang kantor Jackson.
"Masuk!" perintah Jackson dari dalam ruang kantor.
Jackson yang sedang membaca dokumen di layar laptopnya, mengalihkan perhatiannya dari laptop ke Venesia.
"Maaf tuan Jackson. Aku hanya ingin memastikan apakah file yang harus aku print itu adalah puluhan email yang di kirim oleh tuan Jackson? "tanya Venesia dengan hati-hati.
"Iya," jawab Jackson dengan singkat sambil menatap tajam ke Venesia.
"Baik tuan Jackson. Aku akan mengerjakannya segera," ucap Venesia sambil memberi sikap hormat ke arah Jackson dan berlari kecil meninggalkan ruang kantor Jackson.
Venesia sudah menjadi sekretaris Jackson selama lima tahun sehingga sudah mengetahui dengan jelas cara kerja Jackson.
Jackson tidak menyukai karyawannya menunda pekerjaan yang di berikan sehingga Venesia dengan sigap dan cepat mengeprint semua artikel yang berada di emailnya.
Venesia sangat yakin apa pun yang Jackson perintahkan, pasti berhubungan dengan kemajuan Perusahaan Wijaya.
Mungkin saja Perusahaan Wijaya berencana memperbesar bisnisnya dan berhubungan dengan artikel tersebut.
Lima menit kemudian Venesia membawa sebuah map yang berisi semua artikel yang sudah di printnya ke dalam ruang kerja Jackson.
"Tuan Jackson. Ini filenya," kata Venesia.
Jackson menganggukkan kepalanya dan menerima map tersebut. Kemudian Jackson membaca dengan serius isi map di tangannya.
Sesekali Jackson menambahkan tulisan dengan pulpen yang berada di dalam tangannya ke file yang berada di tangannya.
__ADS_1
Venesia berjalan keluar dari ruang kantor Jackson sambil tersenyum puas karena mengira dugaannya benar.
Tiga puluh menit kemudian, Jackson sudah selesai membaca semua artikel yang di print oleh Venesia.
Sekarang Jackson sudah mengetahui dengan jelas segala sesuatu yang berhubungan dengan menstruasi.
Sewaktu di dalam mobil menuju Perusahaan Wijaya, Jackson sengaja mengirimkan semua artikel yang di kirim oleh Felix kepadanya ke email Venesia untuk di print.
Dengan demikian akan memudahkan Jackson membacanya dengan cermat tanpa melewatkan hal apa pun di dalam artikel itu.
Jackson memeriksa ulang tulisan yang di tambahkannya ke dalam file di yang berada di tangannya dan merasa puas. Setelah yakin tidak ada hal yang harus di tambahkannya lagi, Jackson menelepon Venesia dari ruang kantornya.
"Iya tuan Jackson," jawab Venesia ketika mengangkat telepon.
"Ke ruang kantorku sekarang," kata Jackson dan menutup teleponnya.
Venesia berjalan masuk ke dalam ruang kantor Jackson.
"Tuan Jackson, " sapa Venesia dengan sopan.
Jackson menyerahkan map yang berada di tangannya ke Venesia.
"Venesia. Persiapkan semua yang aku lingkari di dalam dokumen ini," perintah Jackson dengan serius.
"Baik tuan Jackson," jawab Venesia sambil menganggukkan kepala.
"Kemudian serahkan semuanya ke Pak Kuncoro untuk di simpan di bagasi mobil," lanjut Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawah Venesia dengan patuh.
Venesia berjalan keluar dari ruang kantor sedangkan Jackson melanjutkan membaca dokumen di layar laptopnya yang tertunda tadi.
***
Selamat siang readers.
Penasaran kan apa yang harus di persiapkan oleh Venesia ?
Jangan lupa baca lanjutan ceritanya hari ini juga ya.
Akan ada 'sesuatu' yang terjadi antara Jackson dan Rossy 🥰🥰🥰
TERIMA KASIH
SALAN SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1