
**Tempat kost Susan dan Michael***
Sejak pulang dari Mansion Wijaya ke tempat kostnya, suasana hati Susan sangat baik dan sering tersenyum sendiri.
Susan yakin Satria pasti akan melakukan tes DNA dengan rambut Michael kecil sehingga tidak lama lagi Satria pasti akan datang menjemputnya dan Michael kecil ke Mansion Wijaya.
Susan sudah memberikan alamat tempat kost nya ke Satria sewaktu berada di Mansion Wijaya tadi.
Susan tahu hasil tes DNA paling cepat keluar dalam waktu tiga hari sehingga Susan dengan sabar menunggu di tempat kost terpencilnya.
Michael kecil mempercayai semua perkataan Susan tentang ayah kandungnya, Satria akan datang menjemput dirinya dan Susan.
Setiap hari Susan akan berdandan cantik dan berpakaian rapi karena ingin memberi penampilan terbaik untuk Satria sewaktu datang menjemput mereka.
Sejak pulang dari Mansion Wijaya, Susan sama sekali tidak keluar dari tempat kost karena takut Satria yang datang akan kecewa jika tidak menemukan mereka berdua di tempat kost.
Susan dan Michael kecil tidak menunggu terlalu lama di tempat kost. Di hari kedua setelah mereka pulang dari Mansion Wijaya, terdengar suara bel di tempat kost terpencil mereka.
Selama ini tidak pernah ada satu orang pun yang mengunjungi tempat kost mereka karena Susan adalah anak yatim piatu dan tidak mempunyai teman dekat sehingga Susan merasa yakin Satria lah yang datang ke tempat kost untuk menjemput mereka berdua.
"Jackson sayang. Ayahmu datang menjemput kita ke Mansion Wijaya," ucap Susan kegirangan sambil merapikan rambutnya dan pakaiannya terlebih dahulu sebelum berlari kecil untuk membuka pintu.
Senyum lebar di wajah Susan hilang seketika karena bukan sosok Satria yang di lihatnya ketika membuka pintu melainkan Agung.
Wajah Susan menjadi sepucat warna kertas. Susan mempunyai firasat yang buruk dengan kemunculan Agung di tempat kostnya.
Agung berdiri di depan pintu kamar kost sambil menatap tajam Susan.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mengganggu rumah tangga Satria dan Eva lagi. Kenapa kamu masih saja mengganggu mereka sekarang?" tanya Agung dengan tegas.
Wibawa yang di pancarkan oleh Agung membuat Susan ketakutan dan tubuhnya gemetaran.
"Putraku adalah putra Satria. Aku dan putraku berhak tinggal di Mansion Wijaya," jawab Susan dengan suara bergetar.
Susan berusaha tegar di depan Agung. Susan ingin putranya juga mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah yang selama ini tidak pernah di perolehnya.
"Kamu sendiri tahu dengan jelas Satria sangat mencintai Eva dan kamulah yang menjebaknya waktu itu. Walaupun dia adalah putra kandung Satria, keluarga besar Wijaya tidak akan menerimanya," kata Agung dengan yakin.
Beberapa saat kemudian Agung mengeluarkan selembar kertas dari kantong celananya dan menaruhnya di tangan Susan.
"Ini untukmu. Jangan ganggu Satria dan Eva lagi, " kata Agung sambil berjalan meninggalkan tempat kost Susan.
Susan berdiri mematung di depan pintu dan melihat kertas di tangannya. Sebuah cek dengan nominal yang cukup besar.
Susan ingin meremas dan membuang cek yang berada di tangannya, tetapi dengan cepat Susan mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Muncul satu rencana di dalam pikiran Susan. Rencana yang bisa membuat Satria dan Eva bersedia bercerai. Bahkan Agung pun tidak akan bisa melakukan apa pun untuk mencegahnya.
Michael kecil melihat Susan berdiri di depan pintu sambil termenung melihat kertas di tangannya dalam waktu yang lama sehingga Michael kecil berlari ke arah Susan dan mengandeng tangan Susan.
Susan tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah Michael.
"Jackson. Besok mommy akan membawamu tinggal di hotel yang bagus," ucap Susan.
Michael kecil menatap bingung ke arah Susan yang mendadak ingin membawanya ke hotel.
Di dalam tempat kost terpencil ini, memang tersedia televisi berukuran kecil. Kadang Michael kecil akan menemani Susan menonton drakor ataupun sinetron di televisi kecil itu sehingga Michael kecil tahu apa itu hotel. Hotel adalah kamar yang besar, luas, mewah, dan cantik.
Michael kecil yang belum pernah ke hotel sama sekali merasa sangat antusias untuk melihat hotel bagus yang Susan katakan kepadanya.
Kalau saja waktu bisa berputar ulang ke hari itu, Michael yang sekarang pasti akan menolak ke hotel bagus itu bersama Susan.
"Besok ayahmu akan mencari kita di hotel," kata Susan dengan yakin.
Michael kecil hanya bisa menganggukkan kepalanya. Apa pun yang Susan katakan, Michael kecil tidak pernah membantahnya.
***
Pagi hari ketika Susan sudah bersiap-siap untuk membawa Michael kecil keluar dari tempat kost.
Susan mengira Michael kecil membawa ransel itu untuk menyimpan mainan mobil-mobilannya sehingga Susan tidak melarangnya.
Susan tidak tahu jika di dalam ransel kecil itu ada amplop yang berisi laporan rumah sakit Susan yang di ambil oleh Michael kecil secara diam-diam beberapa hari yang lalu.
Michael kecil sengaja membawanya keluar karena ingin menanyakan tentang isi laporan rumah sakit itu ke salah satu orang dewasa yang di temuinya di hotel nanti.
Michael kecil sangat ingin tahu apa penyakit Susan dan bagaimana cara menyembuhkan penyakit Susan.
Susan membawa Michael kecil ke bank terlebih dahulu untuk menukar cek dari Agung menjadi uang tunai yang bisa di pergunakannya nanti, lalu mereka berdua check in di sebuah kamar hotel yang mewah.
Michael kecil sangat gembira melihat kamar hotel yang sangat cantik, luas, dan mewah. Bahkan kamar hotel ini lebih besar dari tempat kost yang mereka tinggal selama ini.
Susan memesan banyak makanan melalui room service hotel untuk Michael kecil.
Michael kecil mencicipi semua makanan itu dengan senang dan antusias. Ini pertama kalinya Michael kecil mencicipi makanan baru selain indomie yang selama ini di makannya di tempat kost.
"Jackson. Ibu keluar sebentar. Kamu tidak boleh meninggalkan kamar ini," pesan Susan.
"Baik ibu," jawab Michael kecil dengan patuh.
***
__ADS_1
Satu jam kemudian Susan pulang ke kamar hotel sambil mengendong seorang anak laki-laki yang tertidur.
Michael kecil mengenali anak laki-laki itu adalah anak yang di lihatnya di Mansion Wijaya.
Susan mengikat anak laki-laki itu di kursi dan melihat ke arah Michael kecil.
"Jackson. Ibu mengikatnya supaya dia tidak lari keluar dari kamar hotel ini. Ibunya akan menjemputnya nanti, " kata Susan.
Michael krcil menganggukkan kepalanya dan mempercayai perkataan Susan.
Susan tersenyum puas melihat reaksi Michael kecil yang tidak meragukan perkataannya.
Susan mengeluarkan satu set pakaian baru yang sama persis dengan pakaian yang sedang di pakai oleh anak laki-laki itu dari tas nya.
"Jackson. Pakailah baju baru ini," kata Susan.
"Baik ibu," jawab Michael kecil dengan patuh.
Michael kecil mengira Susan membelikannya lagi pakaian baru karena akan bertemu dengan ayah kandungnya lagi, Satria.
Sama seperti sewaktu Susan akan membawanya ke Mansion Wijaya untuk bertemu dengan Satria pertama kalinya, Susan membawa Michael kecil ke mall untuk membeli pakaian baru.
Michael kecil sangat menyukai pakaian barunya karena terasa lembut di kulit tubuhnya. Sangat berbeda dengan pakaian yang selama ini di pakainya. Michael kecil yakin pakaian baru ini pastilah sangat mahal.
Pada saat itu Michael kecil sama sekali tidaklah tahu pakaian mahal yang di kenakannya itu akan menolongnya di kemudian hari.
***
Selamat siang readers.
Masih ada satu bab lagi ya tentang Michael malam ini 😊🙏.
Penasaran kan kenapa pakaian baru nya bisa menolong Michael?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
FOLLOW AUTHOR DI NOVELTOON DAN BERGABUNG DENGAN GRUP CHAT YA READERS TERCINTA.
FB: Lytie
IG : lytie777
__ADS_1