Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 86. Mantra Ajaib


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Walaupun Rossy sedang berbicara lembut dengan Jackson, Jackson tidak memberikan jawaban apapun. Wajah Jackson menempel erat di dalam pelukan Rossy. Tubuhnya terus bergetar.


Rossy bisa mendengar dengan jelas suara napas Jackson yang tidak beraturan.


Kelvin yang melihat Rossy sedang menenangkan Jackson, berjalan ke arah  mereka dan berdiri di samping kursi roda Jackson.


Dengan tangan kecilnya, Kelvin menepuk lembut punggung Jackson,mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh Rossy.


"Jangan takut daddy. Kita akan selalu bersamamu. Menemanimu selamanya. Daddy harus berani," kata Kelvin.


Jackson merasakan dirinya sedang terperangkap  di sebuah ruangan yang sempit dan gelap.


Suara Rossy dan Kelvin bagaikan dua buah cahaya terang yang menerobos ke dalam ruangan yang sempit dan gelap itu untuk menyelamatkannya.


Tanpa sadar Jackson memeluk erat Rossy yang sedang memeluknya dan tidak berniat melepaskannya seolah-olah Rossy adalah pelampung yang bisa menyelamatkannya dari tenggelam ke dasar laut.


Rossy dan Kelvin mengajak Jackson berbicara terus menerus walaupun sama sekali tidak mendapat jawaban apapun dari mulut Jackson.


Mereka mengobrol tentang makanan apa saja yang dimasak oleh Rossy hari ini dan menjelaskan kepada Jackson bagaimana rasa masakan itu ketika berada di dalam mulut.


Beberapa saat kemudian Rossy bisa merasakan nafas Jackson mulai teratur walaupun secara perlahan. Pelukan Jackson pun tidak begitu erat lagi.


Tubuh Jackson tidak lagi bergetar seperti sebelumnya. Kemudian tangan Jackson yang sedang memeluk Rossy terlepas perlahan dan Jackson membuka matanya yang  tertutup sejak tadi.


"Daddy!"


Kelvin yang berdiri di samping Jackson menyadarinya terlebih dahulu.


Rossy yang mendengarkan teriakan kegirangan dari anaknya bisa menduga Jackson sudah sadar.


"Tuan Jackson. Kamu sudah baikkan kah?" tanya Rossy sambil menepuk lembut punggung Jackson.


Jackson yang menyadari dirinya berada di pelukan Rossy dalam waktu yang lama sehingga merasa malu. Wajahnya yang tadinya pucat menjadi bersemu kemerahan.


"Lepaskan pelukanmu!" seru Jackson.


"Oh iya," kata Rossy sambil melepaskan pelukannya.


"Daddy. Kenapa wajahmu memerah?" tanya Kelvin spontan.


Pertanyaan polos Kelvin membuat Jackson mengingat kembali pelukan Rossy yang masih terasa hangat menyelimuti seluruh tubuh Jackson saat ini sehingga membuat telinga Jackson pun merona merah.


"Aku kepanasan karena kalian berdua ribut sekali," kata Jackson mencoba mengalihkan perhatian mereka berdua. Kemudian Jackson melihat ke arah Rossy.


"Rossy! Lain kali kamu tidak boleh memelukku tanpa persetujuan dariku!" 


Jackson berkata dengan tegas sambil menatap tajam Rossy.


"Okay," jawab Rossy dengan santai dan mengandeng Kelvin berjalan kembali ke arah meja tempat masakan Rossy dihidangkan.

__ADS_1


"Ayo makan lagi," ajak Rossy ke Kelvin sambil mengelus kepala Kelvin dengan lembut.


Kelvin menganggukkan kepalanya dengan patuh dan melanjutkan breakfastnya yang tertunda.


Jackson tidak senang dengan jawaban yang diberikan oleh Rossy Hartono dengan santai.


Padahal Rossy baru saja memeluknya dalam waktu yang lama dan sekarang bersikap seolah-olah tidak ada kejadian apa pun.


"Dasar wanita tidak berperasaan," kata hati Jackson.


Wajah Jackson mulai  berubah warna lagi menjadi sehitam wajan di dapur Mansion Wijaya.


Rossy sama sekali tidak sadar dirinya telah menyinggung perasaan sensitif pria narsis yang sedang duduk di atas kursi roda itu.


Rossy angat senang karena berhasil mencegah Jackson memuntahkan nasi yang dimakan olehnya.


"Tuan Jackson mau mencoba masakanku? Rasanya sangat enak," kata Rossy sambil tersenyum.


Jackson memalingkan wajahnya untuk tidak melihat senyuman Rossy.


"Aku tidak akan tergoda oleh senyumanmu," kata hati Jackson.


"Sudah kenyang!" Jackson sengaja memberikan jawaban yang singkat karena masih merasa kesal dengan Rossy.


"Tetapi tuan Jackson hanya memakan satu suap saja," kata Rossy dengan nada khawatir.


Jackson menarik napas panjang dan memalingkan kembali wajahnya menatap ke arah Rossy.


Pergolakan batin  yang di alami Jackson tadi sangat menguras  tenaganya sehingga tubuh Jackson sekarang masih terasa lemas dan tidak bertenaga.


Kelvin yang mendengar perkataan Jackson ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat hubungan Rossy dan Jackson semakin dekat.


Kelvin ingin Rossy menyuapi Jackson.


"Daddy, mommy ku..." Perkataan Kelvin terputus dan dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Kelvin sadar dirinya telah melakukan kesalahan fatal. Karena terlalu terburu-buru, Kelvin tanpa sengaja memanggil Rossy dengan panggilan mommy dan terdengar jelas oleh Jackson.


"Chandra. Kamu bilang apa?" Jackson ingin Kelvin mengulang kembali perkataannya karena secara jelas Jackson mendengarkan Kelvin mengucapkan kata mommy.


Sekarang wajah Rossy yang menjadi pucat karena perkataan Kelvin.


"Bagaimana ini?" kata hati Rossy.


Kelvin berpikir keras alasan apa lagi yang bisa dia berikan untuk mengelabui Jackson. Kemudian Kelvin berjalan ke arah Jackson dan memegang tangan kanan Jackson dengan erat.


"MA MI MU ME MO! ABAKADABRA," kata Kelvin sambil meniup tangan kanan Jackson dengan mulut mungilnya.


"Daddy! Akh sudah memberi mantra ajaib ke tanganmu. Tanganmu sudah kuat untuk memegang sendok sekarang. Cobalah," kata Kelvin sambil menatap Jackson dengan mata yang berbinar-binar.


Rossy menahan ketawanya mendengar perkataan Kelvin. Kelvin memang anak yang banyak akal dan jahil. Hanya Kelvin lah yang bisa mempunyai ide seperti ini. Rossy yakin jika Chandra yang berada dalam situasi ini, Chandra akan menggunakan alasan yang lebih masuk akal.

__ADS_1


"Darimana kamu mendapatkan mantra itu? Dari drakor juga kah?" tanya Jackson.


"He he. Iya daddy," jawab Kelvin sambil mengangguk.


"Kamu makan saja. Daddy tidak bisa makan lagi," kata Jackson sambil tersenyum lembut ke Kelvin.


Satu suap nasi putih yang masuk ke dalam perutnya dan tidak dimuntahkan kembali sudah merupakan batasan yang bisa diterima oleh tubuhnya saat ini.


"Okay daddy," jawab Kelvin dengan patuh dan duduk kembali ke kursinya melanjutkan breakfastnya.


Kelvin mengedipkan matanya ke Rossy sambil tersenyum dengan bangga karena berhasil mengelabui Jackson lagi.


"Dasar Vin Vin," kata hati Rossy.


"Tuan Jackson. Apakah kamu ingin minum segelas air putih?" tanya Rossy.


Jackson memang merasakan haus sehingga menganggukkan kepalanya.


Rossy menuangkan segelas air hangat dan memberikannya ke Jackson.


"Tuan Jackson. Ini airnya," kata Rossy.


Jackson tidak mengambil gelas yang di berikan oleh Rossy melainkan menggoyangkan jari telunjuknya ke arah Rossy yang mengisyaratkan Rossy untuk mendekat ke arahnya.


Walaupun merasa bingung, Rossy mengikuti permintaan Jackson.


"Ada apa tuan Jackson?" tanya Rossy setelah mendekat ke arah Jackson.


"Tanganku tidak bertenaga dan tidak.bisa memegang gelasnya," kata Jackson dengan suara kecil.


Jackson sengaja berbicara dengan suara kecil karena tidak mau terdengar oleh Kelvin.


Jackson tidak mau membuat Kelvin kecewa karena tadi Kelvin sudah memberikan mantra ajaib ke tangan Jackson supaya bertenaga dan ternyata mantra Kelvin tidaklah berhasil.


"Aku akan meminta pipet ke suster," kata Rossy.


"Tidak perlu," kata Jackson dengan singkat.


"Bagaimana tuan Jackson minum airnya?" tanya Rossy dengan bingung.


"Aku tahu pasti perasaanmu kepadaku. Jangan pura-pura berakting di hadapanku. Hari ini adalah hari keberuntunganmu. Aku mengizinkanmu untuk memberiku minum air," jawab Jackson dengan percaya diri.


***


Selamat malam readers. Terima kasih sudah sabar menanti lanjutan ceritanya.


Hore!!! Akhirnya Jackson bisa makan satu suap nasi putih dan tidak memuntahkannya lagi 🤗.


Jangan lupa klik ' like' dan baca kelanjutan ceritanya besok ya readers.


Thank You

__ADS_1


Author : LYTIE


__ADS_2