
Rossy memberanikan diri untuk bertaruh dengan pria gila yang sedang berada di sampingnya saat ini.
Setidaknya saat ini Rossy harus menerima permintaannya untuk memasak dinner.
Rossy takut jika dia menolak permintaan pria gila ini sekarang, kemungkinan besar semua jarinya sudah dipotong oleh pria ini.
Rossy ingin mempertahankan nyawanya dengan mencoba mengulur waktu. Dalam hati kecilnya, Rossy mengharapkan Jackson menyadari dirinya hilang dan akan mencarinya. Akan tetapi, mengingat Jackson yang sedang duduk di kursi roda dan sibuk bekerja di ruang kantornya, besar kemungkinan Jackson tidak akan tahu dirinya menghilang.
Pak Lesmana akan menganggap Rossy masih bersama Jackson Wijaya di Perusahaan Wijaya, sedangkan Jackson juga akan mengira Rossy sedang berada di Mansion Wijaya mempersiapkan dinner untuk putranya.
Satu-satunya kesempatan Rossy untuk dibebaskan adalah memasak dinner yang enak untuk pria ini.
"Keahlian memasakku sangat hebat. Asalkan ada bahan-bahan untuk memasak, kamu mau makan apapun bisa saya masak," kata Rossy.
Rossy ingin memastikan terlebih dahulu apakah ada tersedia bahan-bahan masakan.
Jika tidak ada bahan masakan yang tersedia, Rossy tidak akan bisa membuat makanan apapun dan kemungkinan besar akan kalah.
"Jangan khawatir. Semua bahan masakan sudah tersedia," kata pria itu.
"Kamu ingin makan masakan apa?" tanya Rossy.
"Indomie," jawab pria itu dengan singkat.
"What? Indomie?" teriak Rossy.
Indomie adalah masakan paling mudah dan merakyat di Indonesia. Semua orang bisa memasak indomie.
"Benar-benar crazy man. Menculikku hanya untuk memasak indomie?" kata hati Rossy.
"Dua belas macam variasi indomie. Kamu bisa memasaknya?" tanya pria itu.
"Please deh. Kelvin saja bisa memasak indomie," kata hati Rossy.
Rossy merasa pertanyaan pria ini sangat lucu dan juga meremehkan kemampuan memasaknya.
"Bisa!" jawab Rossy dengan tegas.
"Indomienya di masak dalam dua belas rasa yang berbeda. Kalau saja ada yang tidak cocok dengan lidahku, jarimu akan saaku potong."
Pria itu mengancam Rossy lagi. Rossy bukannya merasa takut dengan ancaman pria itu, melainkan berani berdebat dengannya.
"Aku hanya punya sepuluh jari. Jika kamu tidak puas dengan kedua belas variasi indomie masakanku nanti, mana cukup untuk kamu potong?"tanya Rossy dengan kesal.
"Be smart girl. Aku bisa memotong jari kakimu juga," jawab pria itu sambil tertawa kecil.
Rossy bergidik mendengar suara ketawa pria itu. Rossy mengibaratkan pria itu sebagai seekor ular berbisa yang bersiap mematuknya setiap waktu.
__ADS_1
"Jika kamu puas dengan kedua belas masakanku, kamu pasti akan melepaskanku?" tanya Rossy.
Rossy ingin mendapatkan jawaban yang pasti dari pria ini.
"Pasti," jawab pria itu singkat.
Rossy masih tidak bisa mempercayai seratus persen perkataan pria itu tetapi dirinya tidak ada pilihan lain lagi.
"Tangan dan kakiku terikat. Bagaimana saya memasak?" tanya Rossy.
Pria itu hanya diam tidak berkata apapun. Pria itu menarik kaki Rossy secara tiba-tiba dan memegangnya dengan erat.
"Ah! Apa yang kamu lakukan?" teriak Rossy sambil menendang-nendang kedua kakinya yang terikat dan masih di pegang oleh pria itu.
"Tenanglah. Aku lebih suka orang yang patuh!" ancam pria itu.
Rossy menghentikan tendanganya karena tangan pria itu sudah melepaskan pegangan ke kakinya. Belum sempat Rossy menarik nafas lega, terdengar suara memotong di sekitar kakinya.
Wajah Rossy pucat seketika dan mencoba menajamkan telinganya untuk mendengar dengan jelas.
Beberapa saat kemudian Rossy bisa merasakan tali yang mengikat erat kakinya sudah terlepas.
"Tangan!' perintah pria itu.
Rossy sadar pria itu memotong tali yang mengikat kakinya tadi sehingga segera menyodorkan kedua tangannya yang masih terikat ke depan dan terdengar lagi suara memotong.
"Bagaimana dengan kain yang menutup mataku?" tanya Rossy.
Rossy tidak berani membuka sendiri kain yang menutup matanya karena ingat akan ancaman pria itu tadi.
"Kamu ingin mati sekarang?" tanya pria itu.
"Tidak!" jawab Rossy dengan cepat.
"Good girl," kata pria itu kemudian berdiri dan menarik tangan Rossy.
"Aku akan membawamu ke dapur," kata pria itu.
Rossy yang masih dalam keadaan tertutup matanya hanya bisa pasrah membiarkan tangannya di tarik dan berjalan mengikuti langkah kaki pria itu.
Beberapa saat kemudian pria itu berhenti berjalan dan melepaskan pegangan tangannya.
Pria itu berjalan ke belakang Rossy.
"Maju sepuluh langkah ke depan dan kamu boleh membuka penutup matamu. Ingat! Jangan sekalipun menoleh ke belakang!" kata pria itu.
"Oke oke," jawab Rossy sambil menganggukkan kepalanya dengan keras.
__ADS_1
Rossy mengikuti petunjuk pria itu dan berjalan maju sepuluh langkah ke depan dengan perlahan dan berhenti di hitungan langkah sepuluh. Rossy membuka kain yang menutup matanya.
Pandangan Rossy agak gelap karena terlalu lama matanya tertutup lalu Rossy bisa melihat jelas ruangan di depannya.
Kitchen set yang sangat lengkap. Dugaan Rossy tadi tidaklah salah. Rossy di culik dan di bawa ke sebuah rumah yang mewah.
"Apakah ini rumahnya atau dia menerobos masuk ke rumah orang lain?" kata hati Rossy.
Di atas meja ada dua belas bungkus indomie. Di sampingnya tersedia bahan-bahan masakan. Sayuran yang segar,minyak goreng, bawang putih, bawang merah, telur, daging ayam fillet, udang, bumbu masakan, berbagai macam tepung, dan sebagainya. Bahkan saus pasta pun tersedia.
"Gila! Dia benar-benar menculikku untuk memasak indomie untuknya," kata hati Rossy setelah melihat bahan-bahan masakan yang lengkap di depannya.
Dari bahan-bahan itu Rossy sudah bisa memikirkan beberapa variasi masakan indomie yang akan dimasaknya.
"Waktunya empat puluh menit,"kata pria itu dari arah belakang Rossy.
Mendengar perkataan pria itu, Rossy dengan sigap mulai membilas sayuran segar dengan air terlebih dahulu lalu memotongnya kecil-kecil.
Bawang putih dan bawang merah di iris tipis-tipis. Daging ayam fillet di potong-potong dan direndam kedalam campuran tepung spesial yang sering dipakai Rossy untuk membuatnya empuk.
Pria itu duduk di sofa sambil mengamati dengan saksama Rossy yang sedang serius memasak.
Dalam sekejap seluruh ruangan tercium aroma yang wangi.
Tanpa Rossy sadari, pria itu memeriksa isi dompetnya dan melihat foto yang berada di dalam dompet Rossy.
Di dalam foto itu Rossy dengan wajah asli bersama Kelvin sedang tersenyum bahagia.
***
Selamat siang para pembaca setia novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Author tunggu dukungannya untuk novel ini ya dengan memberikan like, vote, hadiah dan komentar positif.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini juga.
Terima Kasih
Salam sayang dari Author LYTIE
NOTE : Karya ini adalah hasil kerja keras author LYTIE yang memeras otak dan menghabiskan waktu berharga untuk menyenangkan hati para readers. Say NO to PLAGIAT. Buatlah karya dengan imajinasi sendiri. Thank You.
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1