Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 36.My Son


__ADS_3

***Healing Hands Hospital***


Felix mengendong Kelvin dan akan membawanya ke UGD untuk diperiksa oleh beberapa orang dokter spesialis.


"Aku akan membawa Chandra ke PICU," ucap Felix ke Rossy yang masih menatap wajah anak kecil yang berada di dalam gendongan Felix.


*PICU: Pediatric Intensive Care Unit.


Pikiran Rossy teringat akan perkataan Robin bahwa tuan muda Chandra mimisan dan pingsan.


Keadaan tuan muda Chandra sama persis dengan yang dialami oleh Kelvin.


"Dia tidak mungkin putraku, Kelvin. Kelvin sedang berada di tempat bermain anak," kata hati Rossy dengan ragu-ragu.


Felix tidak memperhatikan sikap Rossy karena fokus membawa Kelvin ke PICU.


Rossy masih terpaku berdiri selama sepuluh menitan. Perlahan-lahan Rossy mulai sadar dengan keadaan sekelilingnya.


Kamar pasien VVIP sudah kosong dan hanya ada dirinya di sana.


***


Robin menunggu Jackson di lobi Healing Hands Hospital karena pria itu sedang menuju ke sana setelah menerima telepon dari Robin.


"Pak Kuncoro! Tolong lebih cepat, " kata Jackson di dalam mobil.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Kuncoro.


Pak Kuncoro baru saja kembali dari Healing Hands Hospital setelah mengantar Rossy ke sana.


Pak Kuncoro tahu pasti terjadi sesuatu dengan tuan muda Chandra sehingga Jackson menjadi panik dan ingin segera tiba di Healing Hands Hospital.


***


Sementara itu Rossy yang sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya, berjalan ke arah laci dan membuka laci yang berisi banyak permen lolipop.


Terlihat permen lolipop di dalam laci tersusun rapi berurutan. Rasa stroberi,apel, lemon, dan seterusnya.


Mata Rossy membulat besar melihat susunan permen lolipop di dalam laci.


Setiap kali Rossy membeli stok permen lolipop untuk Kelvin, putranya akan selalu menyimpannya di laci dan menyusun permen lolipop berurutan dengan rasa yang berlainan karena Kelvin ingin makan permen lolipop dengan rasa yang berbeda-beda setiap kali.


"Kenapa kebiasaan tuan muda Chandra sama dengan kebiasaan Kelvin?" kata hati Rossy.


Rossy melihat benda-benda di sekeliling kamar dan matanya  tertuju pada iphone yang berada di atas meja.


Rossy melangkahkan kakinya ke sana dan mengambil iphone itu. Dirinya melihat contact person yang ada di dalam iphone.


Hanya ada empat nama yang tersimpan yaitu Daddy, Om Felix, Kakek, dan Brother.


"Brother?Siapa brother? Tuan muda Chandra anak sulung dan tidak mempunyai saudara," lirih Rossy.


Rossy segera memeriksa nomor handphone yang tertera dengan nama brother.


"Ini nomor handphone Kelvin. Kenapa tuan muda Chandra mempunyai nomor baru handphone Kelvin dan menyimpannya dengan nama brother?"


Wanita itu melihat riwayat panggilan terakhir adalah setelah dia meninggalkan Healing Hands Hospital tadi pagi.


Di dalam pikiran Rossy muncul banyak sekali pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya.


Rossy membulatkan tekadnya untuk menekan tombol call untuk contact person bernama brother dengan tangan gemetaran.


 


*** Kantin Healing Hands Hospital***


Michelle dan Chandra berada di kantin sambil membawa termos penghangat makanan yang berisi masakan Rossy.


Michelle sedang membeli minuman dan Chandra duduk menunduk dengan tenang sambil menunggu Michelle.

__ADS_1


Handphone Chandra berdering. Chandra mengenali nada dering handphone itu adalah panggilan dari Kelvin.


Chandra mengangkat panggilan di handphonenya dengan cepat karena takut Michelle akan kembali tidak lama lagi.


"Halo Kelvin. Mommy sudah pulang ya?" tanya Chandra.


Chandra menunggu beberapa saat dan tidak terdengar jawaban dari Kelvin sama sekali.


"Ada apa Kelvin?" tanya Chandra dengan nada khawatir.


"Kamu... Chandra Wijaya?"


Rossy bertanya ke Chandra dengan suara gemetar.


"Mom...mommy?" ucap Chandra dengan terkejut. Akan tetapi, dengan cepat Chandra berhasil menenangkan dirinya sendiri.


Chandra sadar Rossy sudah mulai mengetahui identitasnya . Chandra tidak ingin membohongi Rossy lagi.


"Aku ada di kantin bersama aunty Michelle. Aku bisa menjelaskan semuanya ke mommy," kata Chandra.


Rossy segera menutup telepon dan meletakkannya kembali di atas meja.


Wanita muda itu langsung berlari menuju kantin dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Jackson.


"Di mana Chandra?" tanya Jackson.


"Chandra....Felix membawa tuan muda Chandra ke PICU," jawab Rossy dengan gugup.


Rossy masih belum tahu pasti apa yang terjadi antara Kelvin dan Chandra sehingga menyembunyikannya terlebih dahulu dari Jackson.


Jackson segera berlari ke arah PICU meninggalkan Rossy.


Rossy berlari lagi menuju kantin Healing Hands Hospital.


***


"Aunty Michelle. Mommy sedang menuju ke sini, " kata Chandra.


"Oke. Ayo makan dulu sambil menunggu mommymu, "kata Michelle sambil mengeluarkan masakan Rossy dari termos penghangat makanan.


"Wow! Ada egg chicken roll, sup kepiting telur, dan brokoli saus tiram. Pasti lezat rasanya! " pekik Michelle.


"Iya."


Chandra menjawab dengan singkat.


Walaupun Chandra terlihat tenang penampilannya, di dalam lubuk hatinya ada rasa takut kehilangan.


Chandra takut akan kehilangan Rossy dan Kelvin yang baru saja berhasil ditemukannya.


***


Rossy tiba di kantin dan melihat ke sekeliling mencari sosok Michelle dan Chandra.


"Mommy!"


Chandra berteriak memanggil Rossy.


Ini pertama kalinya Chandra berteriak di depan umum tanpa memedulikan identitasnya akan terbongkar oleh orang lain.


“Rossy! Kita di sini.”


Michelle pun ikut memanggil Rossy. Rossy menghampiri mereka dan duduk di samping Chandra.


Rossy menatap Chandra dari atas kepala hingga ke ujung kaki untuk mencari perbedaan antara Chandra dan Kelvin.


Rossy tidak menemukan sama sekali perbedaan fisik antara Chandra dan Kelvin.


Michelle ketawa kecil  melihat kelakuan Rossy mengamati Chandra dengan teliti.

__ADS_1


 “Rossy! Rossy! Baru berpisah sebentar saja, kamu sudah mengamati Kelvin dengan saksama. Kelvin tetap ganteng kok," ujar Michelle sambil menusuk sebuah egg chicken roll dan memakannya.


"Aunty Michelle! Aku Chandra Wijaya bukan Kelvin," kata Chandra.


Mendengar perkataan Chandra, Michelle hampir saja tersedak egg chicken roll yang berada di dalam mulutnya.


"Rossy..Kelvin...eh ..bukan...Chandra?" ucap Michelle sambil terbata-bata dan melihat ke arah  Rossy.


Rossy hanya  mengangguk dengan raut wajah yang bingung, sama seperti Michelle.


Rossy dan Michelle melihat ke arah Chandra m bersamaan untuk menunggunya melanjutkan perkataannya.


"Aku dan Kelvin kembar. Kita tertukar di airport," kata Chandra.


"Kembar? Rossy, lima tahun yang lalu kamu melahirkan kembar?" tanya Michelle dengan nada tidak percaya.


Rossy pun sama terkejutnya dengan Michelle karena dirinya sama sekali tidak mengetahuinya.


Mereka berdua menatap Chandra sambil menahan napas karena tahu Chandra akan memberitahukan lagi rahasia yang lain.


"Dokter Erik yang mengetahui mommy melahirkan kembar dan merahasiakannya. Aku dibawa oleh daddy sedangkan Kelvin diserahkan kepada mommy. Aku dan Kelvin adalah anak kembar mommy  Rossy dan daddy Jackson Wijaya," jelas Chandra.


Rossy bisa merasakan seolah-olah ada petir di atas kepalanya dan sedang menyambarnya.


"Jackson Wijaya? Wijaya? Mister W?" kata hati Rossy.


Rossytidak menyangka Mister W yang selama ini dicarinya adalah Jackson.


"Rossy! Mister W adalah Wijaya. Jackson Wijaya," ucap Michelle dengan gembira karena Rossy berhasil menemukan ayah biologis Kelvin.


Rossy menganggukkan kepala dengan air mata berlinang di pipinya .


Akhirnya Rossy bisa mengetahui alasan kenapa Mister W tidak jadi mengambil Kelvin.


Semua karena bayi yang dilahirkannya adalah kembar. Mister W sudah mengambil Chandra sesuai kesepakatan bersama.


Mister W sama sekali tidak mengetahui keberadaan Kelvin.


Rossy menatap Chandra dengan tatapan lembut dan rasa bersalah karena selama lima tahun tidak pernah memberikan kasih sayang ibu kepada Chandra.


"My son!" ucap Rossy sambil memeluk Chandra dengan erat.


"Mommy!" kata Chandra dan membalas pelukan erat Rossy.


Mata Chandra berkaca-kaca berusaha menahan air matanya.


"Maafkan mommy yang tidak berada di sampingmu selama ini," kata Rossy sambil menangis.


Chandra menghapus air mata Rossy dengan tangan kecilnya.


"Mommy jangan menangis lagi. Aku sangat senang karena bisa menemukan mommy dan Kelvin," kata Chandra.


***


Selamat siang para pembaca setia.


Terima kasih ya sudah mengikuti cerita di novel ini.


Semoga ada yang tersentuh dengan bab ini dan ikut menangis bersama Rossy dan Chandra.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya


Salam sayang dari author LYTIE


                           


                                                                                     


 

__ADS_1


__ADS_2