Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 173. Si Kembar


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Kelvin masih berpikir keras apa yang sedang terjadi di dalam kamar pasiennya sekarang.


"Kenapa mommy, daddy, dan brother bisa datang bersamaan pagi ini?" kata hati Kelvin.


Kelvin menatap wajah Jackson dengan intens untuk membaca suasana hati Jackson saat ini


Wajah Jackson sangat tenang dan tidak ada ekspresi amarah sama sekali sehingga membuat Kelvin merasa lega karena merasa  pantatnya bisa terlepas dari pukulan Jackson kali ini.


Kemudian Kelvin menatap wajah Rossy dengan intens. Kelvin merasakan penampilan mommynya hari ini sangat berbeda dengan biasanya.


"Mommy tidak memakai make up jelek hari ini," teriak hati Kelvin.


Kelvin yakin identitas Rossy sudah terbongkar saat ini sehingga Kelvin melihat ke arah Chandra sambil memberikan isyarat mata ke Chandra dengan harapan Chandra bisa memberinya petunjuk.


Kelvin yakin dirinya dan Chandra pasti mempunyai telepati dan bisa membaca pikiran satu sama lain karena mereka adalah anak kembar.


"Kelvin! Surprise!" ujar Chandra.


Chandra bisa mengerti isyarat mata Kelvin sehingga memberi petunjuk bahwa mereka sedang memberikan kejutan untuk Kelvin.


Kelvin tersenyum lebar dan langsung memeluk Jackson karena mengerti petunjuk dari Chandra.


"Daddy! Aku senang bisa berkumpul dengan daddy dan brother," kata Kelvin.


"Daddy pun senang bisa berkumpul denganmu dan mommy," ucap Jackson sambil memegang kepala Kelvin dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya di lingkarkan ke  pinggang Rossy yang berdiri di sampingnya.


Chandra berjalan ke samping Rossy dan memeluk Rossy dengan erat.


"Mommy!" kata Chandra dengan mata berkaca-kaca.


Chandra sangat senang karena akhirnya bisa memanggil Rossy dengan mommy secara terang-terangan tanpa perlu takut ketahuan orang lain lagi.


Keluarga kecilnya sudah berkumpul kembali setelah terpisah selama lima tahun. Mereka berempat saling berpelukan dalam waktu yang lama dengan perasaan hati yang bahagia dan terharu.


Bahkan Jackson bisa  merasakan matanya pedih karena berusaha menahan air matanya. Air mata bahagia sudah mengalir di pipi Rossy dan Kelvin, sedangkan mata Chandra berkaca-kaca.


***


"Ayo Kelvin makan breakfast dulu!" ucap Jackson secara tiba-tiba.


Jackson tidak ingin Rossy dan kedua putranya melihatnya berlinang air mata sehingga  terpaksa menghentikan moment berpelukan mereka.

__ADS_1


"Iya. Kelvin pasti sudah lapar," kata Rossy sambil mengelap air matanya dan air mata Kelvin.


Mereka berempat berjalan ke arah kursi dan meja yang berada di dalam kamar pasien VVIP Kelvin.


Rossy mengeluarkan makanan dari termos penghangat makanan dan Kelvin duduk dengan tenang sambil tersenyum bahagia dan kadang terdengar suara ketawa kecil dari mulut mungilnya.


"Kelvin. Kenapa kamu ketawa terus?" tanya Jackson dengan suara lembut.


"Aku sangat menyukai kejutan yang daddy berikan pagi ini," jawab Kelvin dengan jujur.


Jackson dan Rossy tersenyum lebar mendengar jawaban polos dari Kelvin.


"Betul sekali Kelvin. Daddy melarang mommy memberitahukanmu tentang kedatangan kita karena ingin memberimu kejutan," kata Chandra.


Kelvin makan breakfastnya dengan lahap. Walaupun breakfast pagi ini tidaklah seenak masakan Rossy,  perasaan hati Kelvin yang senang membuat breakfastnya terasa sangat manis dan enak.


Jackson, Rossy, dan Chandra duduk menemani Kelvin makan breakfast.


Setelah Kelvin selesai makan breakfastnya, mereka pun  mengobrol.


Jackson menanyakan tentang kehidupan Rossy dan Kelvin selama berada di Amerika.


Rossy pun menanyakan tentang kehidupan Jackson dan Chandra di Bali.


Waktu berjalan dengan cepat dan mereka tidak sadar sudah mengobrol hingga waktu makan siang.


Suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan percakapan keluarga kecilnya.


"Masuk!" ucap Jackson dengan suara datar.


Felix berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin bersama Michelle. Mereka berdua sudah memakai jas dokternya masing-masing.


Michelle ingin menemui Rossy dan kedua putra kembarnya sebelum mulai bekerja shift siangnya sehingga Felix berinisiatif membawa Michelle ke kamar pasien VVIP Kelvin.


"Michelle!" panggil Rossy dengan senang.


"Aunty Michelle, Om Felix!" sapa Kelvin dan Chandra bersamaan.


Felix melihat wajah Kelvin dan Chandra bergantian. Keduanya duduk berdampingan dan kelihatan sangat mirip.


Kalau saja Kelvin tidak memakai pakaian pasien, Felix yakin dirinya tidak akan bisa membedakan mereka berdua.


Tidak heran Jackson dan Rossy sama sekali tidak menyadari mereka berdua tertukar di airport.

__ADS_1


"Kalian berdua sangat mirip," kata Felix dengan spontan dan raut wajah terkejut, sedangkan Michelle yang sudah pernah bertemu dengan Kelvin sebelum kejadian Kelvin mimisan serta pingsan di rumah kontrakannya, bersikap lebih tenang dan memegang kepala Kelvin dengan lembut.


"Kelvin! Kamu pasti bisa sembuh segera dan keluar dari rumah sakit. Aunty Michelle akan membawamu dan Chandra jalan-jalan ke pantai," kata Michelle.


"Oke Aunty Michelle. Pinky promise," ucap Kelvin sambil mengangkat kelingking kanannya ke arah Michelle.


Michelle mengait kelingking kanannya ke kelingking Kelvin.


"Pinky promise," ucap Kelvin Hartono dan Michelle bersamaan dan keduanya pun ketawa kecil bersamaan.


Michelle sangat senang dengan keadaan Rossy sekarang yang bisa secara terang-terangan berkumpul bersama kedua putranya tanpa takut diketahui oleh Jackson lagi.


"Jackson! Aku ingin mengobrol denganmu dan Rossy di ruang praktik pribadiku sekarang," kata Felix dengan nada serius.


Felix bisa membaca isi hati Michelle yang menginginkan Kelvin segera sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya sehingga Felix ingin menerangkan lebih jelas kondisi kesehatan Kelvin saat ini ke Jackson dan Rossy serta berunding tentang alternatif penyembuhan untuk  penyakit leukimia Kelvin.


Jackson dan Rossy mengerti maksud Felix mengajak mereka ke ruang praktik pribadinya. Kelvin sama sekali tidak mengetahui tentang penyakit leukimianya sehingga Felix tidak mungkin membicarakan hal itu di kamar pasien VVIP Kelvin.


Jackson menganggukkan kepalanya dan berdiri dari tempat duduknya sambil menggenggam erat tangan Rossy.


"Rossy. Aku akan menemani Kelvin dan Chandra di sini sebelum mulai bekerja," ucap Michelle.


"Oke Michelle. Kalian berdua harus berada di dalam kamar pasien ini dan tidak boleh berkeliaran di luar ketika Aunty Michelle pergi bekerja," pesan Rossy ke Chandra dan Kelvin.


"Oke mommy," jawab Chandra.


"Oke bos mommy," jawab Kelvin.


Mereka semua ketawa bersamaan kecuali Jackson yang hanya terangkat sedikit sudut bibirnya karena melihat dengan jelas perbedaan sifat yang menonjol antara Kelvin dan Chandra.


***


Selamat siang readers.


Author setor bab ini dulu ya ke readers supaya tidak penasaran.


Jangan lupa masih ada satu bab lagi nanti malam yang pastinya si Michael Adinata akan muncul lagi 😂😂


Ditunggu dukungannya untuk novel ini baik dalam bentuk votw, like, hadiah, tips iklan, dan komentar positif 🤗


HAPPY WEEKEND


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2