Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 203. Petualangan fantasi


__ADS_3

***Kamar hotel***


Pagi hari Rossy terbangun karena merasakan ciuman lembut di pundaknya.


Rossy membuka matanya secara perlahan dan melihat wajah close up Jackson muncul di hadapannya.


Jackson sedang berbaring di sampingnya dengan tangan kanan menopang wajahnya, sedangkan tangan kirinya mengelus-elus lengan Rossy dengan lembut ketika melihat Rossy sudah bangun.


"Jackson," panggil Rossy sambil memeluk erat tubuh Jackson, seperti yang sering dilakukannya setiap malam di Mansion Wijaya.


Walaupun begitu kali ini Rossy baru menyadari pelukannya menyebabkan tubuh polosnya menempel ke dada Jackson.


Di antara mereka berdua tidak ada penghalang apa pun sehingga bisa merasakan sentuhan kulit tubuh masing-masing.


Wajah Rossy merona merah seperti warna kepiting rebus. Rossy merasa malu dan melepaskan pelukannya dengan cepat kemudian membalikkan tubuhnya, membelakangi tubuh Jackson.


Jackson mendekatkan tubuhnya ke punggung Rossy dan memeluk Rossy dari belakang.


"Masih mau tidur?" tanya Jackson dengan suara lembut.


Rossy menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Ayo bangun dan mandi dulu! Aku akan memesan breakfast untuk di antar ke dalam kamar hotel," ucap Jackson.


"Iya," jawab Rossy dengan suara kecil dan ingin bangun dari tempat tidur.


Rossy tidak bisa mengangkat tubuhnya karena tangan Jackson melingkar erat di pinggangnya.


"Jackson. Aku tidak bisa turun dari tempat tidur," ucap Rossy sambil menepuk lembut tangan Jackson yang melingkar di pinggangnya.


"Hmm... tetapi aku masih ingin memelukmu," jawab Jackson dan semakin mempererat pelukannya.


Beberapa saat kemudian Jackson menggosokkan hidungnya di punggung mulus Rossy. Rossy merasa geli dan tertawa kecil.


Rossy menghentikan tertawanya ketika merasakan tangan Jackson yang memeluk pinggangnya sudah berpindah tempat membelai bagian tubuhnya yang lain.


Bibir Jackson pun mulai mencium punggung mulus Rossy. Rossy menahan napasnya dan bisa mendengar suara napas Jackson yang semakin lama semakin menggebu-gebu di belakang tubuhnya.


"Jackson! Aku lapar!" teriak Rossy secara tiba-tiba karena merasa tidak tahan dengan aliran listrik menyengat di seluruh tubuhnya akibat sentuhan tangan Jackson.


Jackson mendekatkan bibirnya ke telinga Rossy. "Aku juga lapar," ucap Jackson dengan suara serak serta menggigit lembut telinga Rossy.


Mata Rossy membulat besar karena mengerti dengan jelas maksud kata 'lapar' dari mulut Jackson.


Jackson tidak memberi kesempatan kepada Rossy untuk berkata lebih banyak lagi.πŸ˜…


Dengan cepat Jackson membuka selimut yang menutupi tubuh mereka, kemudian membalikkan tubuh Rossy menghadap ke arahnya dan mencium bibir Rossy dengan agresif.

__ADS_1


Dalam waktu yang singkat, terlihat dua bayangan yang terpantul di dinding dan menghadirkan posisi tubuh yang berbeda dari waktu ke waktu, sampai akhirnya secara bertahap keduanya bergabung menjadi satu.


Β ***


Rossy tertidur pulas bahkan bisa dibilang hampir pingsan setelah melakukan pertualangan fantasi bersama Jackson.


Jackson Wijaya memeluk erat tubuh Rossy Hartono dan menatap intens wajah polos Rossy Hartono yang tertidur pulas.


Jackson mencium kening Rossy dan membelai rambutnya dengan lembut.


Senyum tipis mengembang di sudut bibir Jackson karena merasa puas dengan petualangan fantasinya bersama Rossy.


Β Rossy tertidur pulas sampai jam sebelas siang dan kali ini terbangun karena merasa lapar benaran.


Semalam Rossy hanyalah makan sepiring salmon steak saus lemon dan harus berpetualangan fantasi bersama Jackson semalaman.


Bahkan di pagi hari Jackson masih mengajaknya berpetualangan fantasi lagi sehingga seluruh energi Rossy sudah terkuras habis. πŸ˜‚


Rossy duduk di atas tempat tidur dan melihat sekeliling kamar hotel.


Tidak terlihat sosok Jackson di mana pun sehingga Rossy merasa lega karena bisa menghindari ajakan petualangan fantasi dari Jackson.


Rossy membungkus tubuhnya dengan selimut dan ingin turun dari tempat tidur.


Ketika kaki kanan Rossy menyentuh lantai, seluruh tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga sehingga dirinya terjatuh dan duduk di lantai kamar hotel.


Jackson segera berlari menghampiri Rossy dan menggendongnya dari lantai.


"Apakah sakit? Kenapa bisa terjatuh?" tanya Jackson dengan nada khawatir.


"Gara-gara siapa kakiku lemas," jawab Rossy dengan wajah cemberut.


Tadi pagi Jackson sangat agresif terhadapnya sehingga Rossy merasakan di tabrak truk barang berkali-kali sampai akhirnya Rossy tertidur pulas, baru Jackson menghentikan perjalanan petualangan fantasinya.


Jackson menatap Rossy yang sedang berada di dalam gendongannya dengan intens.


"Rossy. Aku masih muda dan kuat. Lambat laun kamu pasti akanΒ  terbiasa," kata Jackson sambil memberikan kecupan singkat di bibir Rossy.


Pipi Rossy merona merah karena membayangkan dirinya akan melakukan perjalanan fantasi dengan Jackson setiap malam πŸ˜‚


"Lihatlah! Kamu juga membuat banyak tanda di tubuhku," ucap Jackson sambil membuka sedikit jubah mandi di bagian dadanya dan terlihat banyak goresan kuku serta gigitan cinta dari Rossy.


Rossy memang sengaja melakukannya tadi pagi karena Jackson tidak mau menghentikan pertualangan fantasinya yang berulang kali.


Sewaktu melihat hasil karyanya di tubuh atletis Jackson, suasana hati Rossy menjadi lebih baik.


Jackson Wijaya menatap selimut yang membungkus tubuh Rossy. "Kamu mau mandi?" tanya Jackson.

__ADS_1


"Iya," jawab Rossy.


Jackson berjalan ke kamar mandi sambil menggendong Rossy. Kepala Rossy berdenyut keras karena Jackson masuk ke dalam kamar mandi bersamanya.


Pikiran Rossy sudah melayang jauh ke mana-mana. Jackson mendudukkan Rossy di atas meja wastafel kamar mandi hotel dengan perlahan.


"Tunggu di sini," pesan Jackson sambil memegang kepala Rossy sebentar. Kemudian Jackson berjalan ke arah bathtub dan membuka keran air.


Jackson mencoba suhu air dengan tangannya dan menutup keran air setelah bathtub hampir penuh dengan air hangat.


Jackson berjalan menghampiri Rossy lagi dan membuka selimut yang membungkus tubuh wanita muda itu dengan cekatan.


Rossy merasa pasrah dan hanya bisa memejamkan matanya ketika Jackson menggendongnya lagi.


Jackson meletakkan tubuh Rossy secara perlahan ke dalam bathtub.


"Berendamlah di dalam air hangat. Rasa sakitnya akan berkurang," kata Jackson dengan suara lembut.


Jackson mencium kening Rossy sebelum berjalan keluar dari kamar mandi.


Di dalam bathtub, Rossy membuka kedua matanya secara perlahan dan senyum tipis mengembang di sudut bibirnya.


***


Malam readers.


Bab ini author up pukul 19.50 WITA ya.


Karena banyaknya permintaan dari readers untuk malpas (malam panas) Jackson Wijaya dan Rossy Hartono, author mengabulkan permintaan para readers ya, ada papas ( pagi panas πŸ˜‚) πŸ™πŸ€—.


Semoga readers menyukainya πŸ₯°πŸ₯°πŸ€—


Author mohon maaf hari ini hanya bisa up satu bab saja karena keterbatasan waktu dan sudah malam πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™.


Bisa-bisa nanti sampai jam dua belas malam lebih baru up ceritanya kalau dipaksakan. 😭😭


Semoga para readers memakluminya ya πŸ™πŸ™πŸ™


Besok ceritanya akan author lanjutin lagi dan sesuai janji author, akan mulai ada sedikit konflik yang hanyalah berupa kerikil kecil di mata Jackson Wijaya.😁


SELAMAT MALAM READERS


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2