Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 110. Sakit perut


__ADS_3

***Ruang makan Mansion Wijaya***


Felix melihat ke arah Jackson sambil memegang dadanya sendiri.


"Jackson. Aku sudah menemanimu beberapa hari di Mansion Wijaya.Ternyata reaksimu hanya begitu saja mendengar kabar aku akan pulang ke rumah malam ini? Aku sangat sedih sekali," ucap Felix.


Felix mulai berakting seolah-olah hatinya di sakiti oleh Jackson.


"Kamu sedih karena tidak bisa makan masakan Rossy lagi. Bukan karenaku!" jawab Jackson dengan ketus.


Felix tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Jackson. Jackson bisa menebak dengan jelas keinginan Felix. Begitu pun juga dengan Felix yang bisa menebak isi hati Jackson setiap saat.


Pak Lesmana membawa tas kerja Jackson ke ruang makan.


"Tuan Jackson. Ini tas kerjanya," kata Pak Lesmana.


"Terima kasih pak Lesmana," jawab Jackson dan meletakkan tas kerjanya di atas pangkuannya.


"Di mana Rossy?" tanya Jackson sambil melihat sekeliling ruang makan.


Setiap pagi Rossy sudah menghidangkan breakfast di atas meja makan. Akan tetapi, pagi ini masih belum ada makanan apa pun yang tersedia di atas meja.


"Iya, di mana Rossy? Aku belum melihatnya sejak tadi," ucap Felix.


Felix pun mengikuti apa yang baru saja Jackson lakukan yaitu melihat ke sekeliling ruang makan.


"Nona Rossy sedang berada di dapur. Aku akan membantu nona Rossy membawa masakannya keluar," jawab Pak Lesmana dan berjalan menuju dapur Mansion Wijaya.


"Apakah Rossy menghindariku karena kejadian semalam?" kata hati Jackson.


Beberapa saat kemudian Pak Lesmana berjalan keluar sambil membawa masakan Rossy di tangannya dan meletakkannya di atas meja makan.


Rossy berjalan di belakang Pak Lesmana sambil membawa masakan yang lain.


Pagi ini Rossy memasak nasi uduk dan ayam goreng kremes. Rossy berjalan dengan pelan dan sambil menunduk.


"Apakah Rossy merasa malu?" kata hati Jackson.


Jackson ingin mengajak Rossy berbicara dan sedang memikirkan topik pembicaraan.


"Rossy. Kamu sedang tidak enak badan kah?" tanya Felix.


Profesi Felix sebagai dokter psikiater membuatnya dapat mengetahui beberapa arti sikap tubuh seseorang.


Rossy berjalan pelan dan menunduk karena sedang menahan rasa sakit dan bukan karena rasa malu.


"Iya Felix. Bukan sakit yang parah. Hanya sakit bulanan yang sering di rasakan setiap wanita," jawab Rossy dengan suara pelan sambil menahan rasa sakit di perutnya.

__ADS_1


"Oh. Kamu lagi datang ya?" tanya Felix.


"Iya Felix," jawab Rossy dengan jujur.


"Datang?? Siapa yang datang?" tanya Jackson ke Felix dengan nada marah.


Jackson yang kaku sama sekali tidak tahu arti pembicaraan antara Felix dan Rossy.


Jackson mengira ada orang yang datang dan membuat Rossy kesakitan sehingga Jackson ingin memukul orang yang 'datang' itu. 😝😅


Felix ketawa kecil melihat reaksi Jackson karena Felix sudah bisa menebak apa pikiran Jackson saat ini.


"Jackson. Rossy sakit perut karena sedang datang bulan. MENSTRUASI!! Sudah ngerti?" tanya Felix ke Jackson.


Jackson menganggukkan kepalanya dengan canggung. Jackson hanya mengetahui menstruasi adalah siklus yang akan di alami oleh wanita dewasa setiap bulan. Akan tetapi, secara spesifik tentang menstruasi, Jackson sama sekali tidak tahu apa pun.


"Tuan Jackson. Aku minta izin istirahat di kamar," pinta Rossy sambil menatap Jackson.


Jackson melihat bibir Rossy yang pucat dan tahu Rossy sangat kesakitan.


"Baiklah," jawab Jackson.


"Felix. Aku titip breakfast untuk tuan muda Chandra ya," kata Rossy.


"Serahkan saja kepadaku,Rossy. Kamu beristirahatlah dulu," jawab Felix.


Rossy mengangguk dan berjalan pelan menuju kamarnya.


Felix tahu Jackson sedang mengkhawatirkan keadaan Rossy.


"Ini adalah kesempatan Jackson untuk memberi perhatian kepada Rossy," kata hati Felix.


Rossy sudah memasukkan breakfast untuk Kelvin di dalam termos penghangat makanan sehingga Pak Lesmana membantu Rossy membawakan termos penghangat makanan itu ke Felix.


"Pak Felix. Ini breakfast tuan muda Chandra," kata Pak Lesmana.


"Terima kasih. Oh ya Pak Lesmana, bisa minta tolong pelayan memasak air jahe dan mengisinya di termos air hangat ?" tanya Felix.


"Baik Pak Felix. Aku akan meminta pelayan memasaknya sekarang," jawab Pak Lesmana.


Ketika Pak Lesmana pergi ke dapur, Felix mengeluarkan handphonenya dan mencari beberapa informasi kemudian mengirimnya ke handphone Jackson.


Suara sms dari handphonenya membuat Jackson tersadar dari lamunannya dan mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.


Di layar handphone Jackson muncul banyak sms notifikasi dari nomor handphone Felix.


Jackson tidak melihat apa yang di kirim oleh Felix, melainkan menatap tajam ke Felix.

__ADS_1


"Apa yang kamu kirim?" tanya Jackson.


"Artikel tentang menstruasi dan semua hal yang bisa di lakukan untuk meringankan rasa sakit perut sewaktu menstruasi, " jawab Felix.


Jackson membuka pesan yang di kirim oleh Felix dan mulai membacanya dengan serius. Felix tersenyum sambil makan breakfastnya dengan lahap.


Beberapa saat kemudian Pak Lesmana membawa satu buah termos air hangat ke ruang makan.


"Pak Felix. Ini air jahenya," kata Pak Lesmana.


"Terima kasih Pak Lesmana. Tolong minta pelayan mengantarkan termos ini ke kamar Rossy dan bilang kepadanya Jackson yang memberikan termos ini, " kata Felix sambil mengedipkan sebelah matanya ke Pak Lesmana.


"Baik pak Felix," jawab Pak Lesmana dengan bersemangat.


Pak Lesmana sangat mengerti apa maksud  Felix dan dengan senang hati melakukannya.


Jackson yang mendengar namanya di sebut oleh Felix segera mengalihkan perhatiannya dari layar handphone ke wajah Felix.


"Kenapa aku harus memberikan air jahe hangat ke Rossy?"tanya Jackson.


"Jackson. Kamu khawatir kan dengan sakit perut Rossy? Air jahe yang hangat bisa meringankan rasa sakit perutnya," jawab Felix.


"Kamu harus membaca semua artikel yang aku kirim kepadamu. Aku yakin kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya," lanjut Felix sambil berdiri dari tempat duduknya dan menepuk pundak Jackson.


Felix menarik kopernya dan bersiap untuk berangkat ke Healing Handa Hospital.


Felix hanya bisa membantu Jackson dengan memberikan informasi yang akurat mengenai sakit perut karena menstruasi yang di alami oleh Rossy sekarang.


Sekarang semuanya terserah kepada Jackson mau menggunakan cara apa untuk memberi perhatian kepada Rossy dan membuat wanita muda itu terharu.


Sudah saatnya bagi Jackson untuk mengungkapkan sisi lembutnya terhadap Rossy.


***


Selamat malam readers tercinta.


Felix memang teman terbaik Jackson ya 🤗🤗🤗.


Apa saja perhatian yang akan di berikan oleh Jackson ke Rossy? Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Terima Kasih


SALAM SAYANG


Author : LYTIE


IG : lytie777

__ADS_1


FB: Lytie


Grup chat : LYTIE CHAN


__ADS_2