
*** Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Pagi-pagi Felix sudah datang ke Healing Hands Hosiptal dan sedang berada di dalam kamar pasien VVIP untuk memeriksa keadaan Kelvin.
Kelvin yang baru bangun tidur, mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk.
Felix memandang Kelvin sambil tersenyum.
"Good morning Chandra," kata Felix .
"Good morning Om Felix," balas Kelvin.
Kelvin melihat dengan seksama Felix yang sedang membaca medical filenya.
"Ada apa Chandra?" tanya Felix.
"Om Felix! Aku ingin om berkata jujur. Apakah penyakitku bisa disembuhkan?" tanya Kelvin.
Kelvin masih belum tahu bahwa penyakitnya bisa disembuhkan dengan darah tali pusat dari adik kandungnya karena Chandra belum memberitahukannya.
Felix memegang kepala Kelvin dan mengusapnya dengan lembut.
"Jangan khawatir. Om Felix sangat hebat. Chandra pasti bisa keluar dari rumah sakit dalam keadaan sehat," kata Felix sambil menepuk dadanya sendiri.
"Really? Om Felix tidak berbohong kan?" tanya Kelvin.
" Om Felix tidak pernah berbohong," jawab Felix sambil tersenyum lembut.
Kelvin merasa gembira dan tersenyum lebar setelah mendengar jawaban Felix. Kelvin semakin optimis penyakitnya bisa disembuhkan.
Kelvin sudah bisa membayangkan tidak lama lagi keluarga mereka bisa berkumpul dan hidup bahagia selamanya.
Felix yang melihat senyuman polos dari wajah Kelvin bertekad dalam hati akan membantu Jackson menemukan ibu kandung Chandra.
Kelvin turun dari tempat tidurnya dan membuka laci serta mengambil sebuah permen lolipop.
"Om Felix. Lolipop ini untukmu, " kata Kelvin sambil menyerahkan lolipop ke tangan Felix.
Felix memegang lolipop rasa stroberi di tangannya dan melihat sekilas di dalam laci ada banyak sekali permen lolipop.
"Chandra! Darimana kamu mendapatkan begitu banyak permen lolipop?" tanya Felix.
"Aku meminta Om Robin membelikannya," jawab Kelvin dengan jujur.
"Sejak kapan kamu suka makan permen lolipop?" tanya Felix.
Felix tidak pernah mendengarkan Jackson bercerita bahwa Chandra suka makan permen lolipop.
"Sejak... sejak aku harus tinggal di rumah sakit Om Felix. Suasana hatiku menjadi senang ketika makan permen lolipop. Coba saja Om Felix. Rasanya manis sekali. Om Felix pasti akan merasa senang," jawab Kelvin.
Mendengar kata manis dari mulut Kelvin Hartono, Felix teringat akan senyuman manis Michelle.
"Ehem... bolehkan Om Felix meminta satu buah permen lolipop lagi?" tanya Felix.
"Om ingin makan dua buah permen lolipop?" tanya Kelvin.
"Om ingin memberikannya kepada seseorang," jawab Felix sambil memegang hidungnya yang tidak gatal.
"OH... Om Felix ingin memberikannya kepada aunty ya? Pasti aunty yang cantik," ucap Kelvin sambil mengambil lagi sebuah permen lolipop dari laci.
"Ini Om Felix," kata Kelvin sambil menyerahkan permen lolipop kedua kepada Felix.
"Thank you Chandra," kata Felix sambil tersenyum dan menyimpan kedua permen lolipop itu di dalam kantong jas dokternya.
__ADS_1
"Jangan bilang ke daddy ya Om Felix. Nanti permen lolipopku akan di sita oleh daddy," mohon Kelvin.
"Sip. Ini rahasia kita berdua," kata Felix sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Kelvin.
Dengan senang hati Kelvin mengaitkan jari kelingkingnya.
"Pinky promise," kata Kelvin dan Felix bersamaan.
Terdengar suara Robin dari luar yang menyapa Jackson.
"Daddymu sudah datang sambil membawakan breakfast yang enak," kata Felix ke Kelvin.
"Hore! Aku bisa makan masakan mommy lagi," pekik hati Kelvin kegirangan.
"Aku suka masakan chef baru daddy. Sangat enak," kata Kelvin ke Felix.
"Iya. Aku juga pernah makan masakan Rossy di Mansion Wijaya dan sangat enak," kata Felix.
*** Di luar pintu kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
"Ini adalah koki baruku," kata Jackson ke Robin.
"Rossy."
Rossy memperkenalkan diri kepada Robin.
"Nona Rossy. Panggil saja diriku Robin," kata Robin sambil menganggukkan kepala ke Rossy.
"Tuan Jackson. Pak Felix sedang berada di dalam kamar tuan muda Chandra," kata Robin.
Jackson menganggukkan kepala.
"Baik ruan Jackson," jawab Robin.
Sementara itu Kelvin yang berada di dalam kamar menjadi panik mendengar suara Rossy.
"Kenapa mommy bisa ikut datang? Aku tidak bisa memakai topeng Captain America di depan daddy. Daddy pasti akan memintaku melepaskannya," kata hati Kelvin dengan panik.
Sewaktu mendengar suara pintu kamar di buka dari luar, Kelvin berlari secepat kilat masuk ke dalam toilet dan menguncinya.
"Ada apa Chandra?" tanya Felix yang kebingungan melihat Kelvin berlari kencang ke dalam toilet.
"Aku sakit perut Om Felix, " jawab Kelvin dari dalam toilet.
Belum sempat Felix membalas perkataan Kelvin, Jackson sudah berjalan masuk ke dalam kamar diikuti oleh Rossy.
Jackson melihat ke arah tempat tidur yang kosong.
"Di mana Chandra?" tanya Jackson ke Felix.
"Chandra berada di dalam toilet, " jawab Felix.
"Rossy juga ikut datang ya?" kata Felix dengan ramah sambil menatap Rossy.
Wajah Rossy menjadi merah karena malu .
Rossy teringat akan perkataannya yang menginginkan hubungan mesra dengan Felix kemarin sehingga wanita muda itu tidak berani bertatapan lama dengan Felix dan mengalihkan pandangan matanya ke termos penghangat makanan di tangannya.
"Aku membawakan breakfast untuk tuan muda Chandra," jawab Rossy sambil meletakkan termos penghangat makanan di atas meja.
Tanpa sengaja mata Rossy melihat permen lolipop yang banyak di dalam laci yang tidak tertutup rapat.
__ADS_1
"Tuan muda Chandra juga menyukai permen lolipop ini. Sama seperti Vin Vin ku," kata hati Rossy.
"Tadi Chandra sangat gembira karena dibawakan masakan Rossy, "kata Felix.
Jackson yang mendengar perkataan Felix, teringat akan wajah Kelvin yang sangat senang ketika makan masakan Rossy.
"Rossy! Mulai hari ini kamu yang menyiapkan makanan untuk Chandra," pesan Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.
"Tuan Jackson. Aku permisi melihat putraku dulu. Nanti siang aku akan mengantar lunch untuk tuan muda Chandra," ucap Rossy.
"Baiklah. Nanti siang kamu bawakan dua bekal ke Healing Hands Hospital," pesan Jackson.
"Dua bekal? Tuan Jackson akan lunch di Healing Hands Hospital juga?" tanya Rossy.
Rossy mengira Jackson sudah mulai bisa makan masakannya yang berarti dirinya bisa menang taruhan.
"Bukan untukku. Untuk Felix, " jawab Jackson dengan nada datar.
"Kamu memang teman yang baik. Tahu aja aky kepingin makan masakan Rossy juga," kata Felix sambil mengacungkan jempol ke arah Jackson.
Kelvin yang menguping dari dalam toilet merasa lega setelah mengetahui Rossy sudah pergi.
"Untung saja aku cepat sembunyi," kata hati Kelvin.
Kelvin menekan tombol flush di toilet seolah-olah dirinya sudah selesai pup dan berjalan keluar dari toilet.
"Daddy! " teriak Kelvin kegirangan sambil memeluk kaki panjang Jackson.
Jackson menepuk lembut punggung Kelvin Hartono.
Sekarang Jackson sudah mulai terbiasa dengan sikap mesra dari Kelvin sehingga tidak merasa canggung lagi.
"Makan dulu breakfastmu," kata Jackson.
"Okay daddy," jawab Kelvin.
Felix melirik sekilas makanan Kelvin.
"Wah! Kelihatannya enak sekali, ' kata Felix sambil menelan ludah.
Jackson menjentikkan tangannya di depan mata Felix.
"Jangan lihat lagi. Itu semua milik putraku. Perutmu harus sabar sampai waktu lunch," kata Jackson.
"He he he. Mungkin saja aku bisa kebagian jatah dikit. Chandra pasti tidak bisa menghabiskan semuanya," kata Felix sambil ketawa kecil.
"Om Felix! Aku selalu menghabiskan semua makananku," kata Kelvin dengan polos.
Felix merasa kecewa melihat bubur ayam kampung yang hangat di depan matanya yang sangat menggoda tetapi tidak bisa dicicipi olehnya.
"Chandra. Kamu makan dulu. Daddy berangkat kerja sekarang," kata Jackson sambil mengusap kepala Kelvin dengan lembut.
"Bye bye daddy. Bye bye Om Felix," kata Kelvin.
***
Menurut readers, Kelvin sudah lolos dan berhasil mengelabui Rossy kah? He He He. Masih ada waktu lunch nih. Apakah Kelvin masih bisa mengelabui Rossy pada waktu lunch nanti?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Author mengucapkan Terima Kasih kepada para pembaca yang sudah mendukung novel ini. Favorit,Like, Vote, Hadiah dan Komentar Positifnya membuat Author LYTIE semakin bersemangat menulis kelanjutan ceritanya °~^
__ADS_1