Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 144. My Angel


__ADS_3

***Kamar Hotel H***


Violet duduk di depan cermin dan sedang di rias oleh  penata rias pengantin.


Walaupun hanya pesta pertunangan, Violet ingin tampil cantik dan menawan di depan para undangan.


Febrian Imemesan kamar hotel ini atas permintaan Violet.


Violet menggunakan alasan kamar hotel ini akan dijadikan tempatnya beristirahat sambil menunggu para undangan tiba dan juga sebagai  tempat  untuk perias wajah pengantin merias wajahnya.


Violet mengenakan gaun malam panjang berwarna merah dengan belahan dada rendah  dan belahan di samping kiri kanan pahanya  sehingga penampilannya sangat seksi.


Violet sangat yakin dirinya akan menjadi satu-satunya pusat perhatian di pesta pertunangannya dengan Febrian.


Pada awalnya Thomas tidak setuju Violet mengenakan gaun malam yang terlalu terbuka, tetapi Wulan Sari berhasil membujuk Thomas dengan memberi alasan Violet ingin menjadi pusat perhatian di pesta pertunangannya sendiri yang hanya ada sekali dalam sepanjang hidupnya  sehingga dengan berat hati Thomas mengizinkan Violet memakai gaun malam yang seksi itu.


Lagi pula Febrian sebagai tunangan Violet pun tidak melarang Violet memakai gaun malam itu.


Selama lima tahun ini Violet selalu memperlihatkan sikap sebagai anak yang patuh di depan Thomas dan Thomas sama sekali tidak tahu kebiasaan buruk Violet yang suka berkumpul clubbing dengan teman-temannya setiap malam karena Wulan Sari selalu membantu Violet menutupinya di depan Thomas.


Kebiasaan Violet yang sering tidak pulang ke rumah Hartono setiap malam pun tidak diketahui oleh Thomas.


Setiap kali Thomas menanyakan keberadaan Violet di rumah, Wulan Sari selalu beralasan Violet sudah tidur lebih cepat dan paginya sudah berangkat lebih awal ke Perusahaan Joni Iskandar untuk bekerja.


"Nona Violet sangat cantik dengan gaun merah ini," kata perias wajah pengantin sambil tersenyum lebar.


Violet menganggukkan kepalanya dengan angkuh dan melihat dengan saksama riasan di wajahnya melalui pantulan cermin.


"Perfect! Aku akan menggunakan jasamu lagi untuk pesta pernikahanku nanti," kata Violet.


"Terima kasih nona Violet. Aku permisi dulu," ucap penata rias pengantin dan berjalan keluar dari kamar hotel karena pekerjaannya sudah selesai.


Setelah perias wajah pengantin pergi, Violet masih bercermin melihat pantulan wajahnya di cermin.


Violet sudah membayangkan dirinya menjadi pusat perhatian semua tamu undangan di ballroom nanti.


Undangan tamu pria akan mengagumi kecantikannya dan undangan tamu wanita akan merasa iri kepadanya.


Terutama Rossy. Violet tertawa sendiri seperti orang gila ketika  membayangkan wajah Rossy yang sudah berubah menjadi jelek melihatnya dengan tatapan kesal dan iri.


Suara ketukan pintu kamar membuyarkan khayalan Violet yang melayang jauh.


Violet membuka pintu kamar hotel dan tersenyum lebar melihat sosok Thomas dan Wulan Sari di depan pintu.


"Ayah, Mom. Masuklah," ajak Violet.


Wulan Sari  dan Thomas berjalan masuk ke dalam kamar hotel  tanpa memakai  topeng wajah.


Mereka menggantung topeng wajah untuk pesta pertunangan di pergelangan tangan masing-masing.


"Violet. Kamu sangat cantik malam ini. Betul tidak, Thomas? " tanya Wulan Sari.


" Betul. Putri kecilku sangat cantik malam ini," jawab Thomas sambil menganggukkan kepalanya.


"Pastilah mom."  Violet pun menjawab perkataan Wulan Sari dengan pe de.


"Thomas. Bukankah kamu mau ke toilet?" tanya Wulan Sari.


"Iya," jawab Thomas dan berjalan masuk ke dalam toilet kamar hotel.


Wulan Sari mendekati Violet dan berbisik di telinga putri kesayangannya sambil matanya melirik ke arah toilet kamar hotel.


"Violet. Rossy sudah datang kah? Kedua preman itu sudah tiba di Hotel H," kata Wulan Sari.


Wulan Sari tahu Violet meminta teman baiknya, Victoria untuk mengawasi kedatangan Rossy yang akan segera memberi kabar ke Violet ketika Rossy tiba.

__ADS_1


Sejak tiba di Hotel H, Wulan Sari bersama Thomas berada di dalam ballroom dan selalu gelisah melihat setiap tamu wanita yang memakai topeng wajah berjalan ke dalam ballroom.


Wulan Sari khawatir salah satu dari tamu wanita itu adalah Rossy dan akan menghampiri Thomas secara tiba-tiba.


Ketika Thomas ingin ke toilet, Wulan Sari yang ingin mengetahui apakah Rossy sudah datang atau belum, menggunakan alasan ingin melihat hasil riasan Violet sehingga Thomas mengikutinya ke kamar hotel dan menggunakan toilet di sana.


Wulan Sari tidak akan membiarkan Thomas sendirian dan terlepas dari pandangannya.


"Belum mom," jawab Violet sambil memeriksa sms di handphonenya dan belum ada satu sms pun dari Victoria.


"Ini nomor handphone salah satu preman itu. Kamu bisa menghubunginya ketika Rossy sudah datang," kata Wulan Sari sambil memberikan Violet secarik kertas yang dikeluarkannya dari dalam tas pesta.


"Oke mom," ucap Violet.


Thomas berjalan keluar dari toilet kamar hotel dan berjalan menuju mereka berdua.


"Wulan. Kita harus kembali ke ballroom sekarang. Sekarang hanya tinggal Joni dan Febrian di dalam ballroom menyambut tamu undangan," kata Thomas ke Wulan Sari.


"Baiklah," jawab Wulan Sari.


"Nanti Febrian akan datang menjemputmu ketika acara pesta pertunangan akan dimulai," ucap Thomas ke Violet.


"Iya ayah,' jawab Violet dengan patuh.


Ketika Thomas dan Wulan Sari akan berjalan keluar dari dalam kamar hotel, Wulan Sari teringat akan sesuatu.


"Thomas!" panggil Wulan Sari secara tiba-tiba.


Thomas menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah Wulan Sari.


"Ada apa Wulan?" tanya Thomas.


"Kamu belum memakai topeng pestanya," kata Wulan sambil mengambil topeng wajah Thomas yang menggantung di pergelangan tangan dan memakaikannya ke wajah Thomas.


Thomas sama sekali tidak tahu Rossy sudah berada di Bali dan  akan menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian malam ini.


Violet menelepon Victoria secara langsung setelah Thomas dan Wulan Sari pergi.


"Halo Violet," sapa Victoria ketika menjawab panggilan telepon.


"Victoria. Rossy sudah datang kah?" tanya Violet.


"Belum nih, tetapi Michelle baru saja tiba dan bersama seorang pria yang tampan. Stella meninggalkan meja penerima tamu ketika melihat Michelle dan pasangannya. Sekarang hanya tinggal aku dan Jessi berdua saja," jawab Victoria sambil berbisik karena takut kedengaran oleh Michelle.


"Aku akan mencari tahu dari Michelle," lanjut Victoria dan menutup sambungan telepon.


Michelle baru saja selesai menulis namanya di buku tamu dan Felix berdiri di sampingnya menatap wajah Michelle dengan intens.


Michelle yang menyadarinya, tersenyum manis ke Felix.



"Michelle "


Victoria memanggil Michelle.


"Siapa kamu?" tanya Michelle ke Victoria.


Michelle tidak mengenali Victoria karena Victoria mengenakan topeng wajahnya.


Victoria membuka topeng wajahnya dengan cepat dan tersenyum manis ke arah Michelle. Mata Victoria melirik ke arah Felix dengan harapan Felix akan melihat ke arahnya.


Felix hanya fokus menatap Michelle yang berdiri di sampingnya.


Walaupun Felix tahu Michelle sedang berbicara dengan seseorang, tetapi pandangan mata Felix tidak teralihkan oleh apa pun.

__ADS_1


"Victoria," kata Michelle setelah mengenali  wajah wanita  yang menyapanya di balik topeng pesta.


"Michelle. Di mana Rossy? Kalian tidak datang bersamaan?" tanya Victoria dengan suara lembut dan ramah.


Victoria ingin menarik perhatian Felix yang tampan dan menawan.


Mendengar nama Rossy dari mulut Victoria, Michelle ingat dirinya sudah memblacklist nomor handphone Victoria beberapa waktu yang lalu karena Victoria meneleponnya untuk mencari tahu tentang Rossy dan Kelvin.


Michelle melihat penampilan Victoria dari atas ke bawah dan juga penampilan Jessi yang duduk di samping Victoria sama persis. Mereka berdua memakai gaun pesta yang sangat seksi dengan rok yang super mini.


Michelle yang polos pun langsung mengerti apa tujuan Victoria dan Jessi yang bertugas sebagai penerima tamu mengenakan gaun pesta yang seksi.


"Rossy akan datang bersama pasangannya," jawab Michelle dengan suara datar tanpa ada senyuman sama sekali di wajahnya lagi.


Michelle yakin Violet yang meminta Victoria mengawasi kedatangan Rossy.


Michelle tidak ingin mengobrol terlalu lama dengan Victoria dan langsung mengambil dua buah topeng dari atas meja penerima tamu.


Michelle mengandeng tangan Felix berjalan menuju  ballroom Hotel H.



Victoria hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena Michelle mengacuhkannya dan tidak membiarkannya mengenal dekat pria tampan di samping Michelle.


"Awas kamu, Michelle. Aku pasti akan bisa merebut pasanganmu," kata hati Victoria.


***


Michelle menghentikan langkah kakinya di depan pintu ballroom dan melihat ke arah Felix.


"Maaf Felix. Aku bersikap buruk tadi," kata Michelle sambil menghela napas.


"Aku juga tidak menyukainya," jawab Felix sambil tersenyum.


Sebagai dokter psikiater yang berpengalaman, Felix bisa menilai secara langsung sifat asli Victoria walaupun dirinya hanya sekilas melihat ke arah Victoria.


Felix melihat sekilas ke  Victoria tadi karena ekspresi wajah Michele yang berubah dan tidak ada senyuman sama sekali di wajah Michelle tadi sehingga Felix ingin melihat wajah wanita yang membuat angelnya marah.


"Ayo Michelle. Kita masuk ke dalam ballroom," ajak Felix sambil mengambil satu topeng pesta dari tangan Michelle dan memakaikan topeng pesta itu ke wajah Michellle.


"Sekarang giliranmu," kata Felix sambil memajukan wajahnya ke arah Michelle.


Michelle ketawa kecil dan membantu Felix memakaikan topeng pestanya.


Suasana hati Michelle menjadi membaik karena ada Felix di sampingnya.


Tangan Michelle merangkul lengan Felix dan mereka berjalan masuk ke dalam ballroom sambil tersenyum.


***


Selamat malam readers.


Author minta maaf ya karena up nya agak malam. Semoga readers menyukai bab ini.


Rossy Hartono dan Jackson Wijaya sebagai pemeran utama tentunya akan tiba di pesta pertunangan Violet Hartono dan Febrian Iskandar pada saat yang tepat 😄


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Dukung terus novel ini dengan memberikan like, favorit, vote, hadiah, tips iklan, dan komentar positif 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2