
***Cafe***
Rossy dan Suster Lisa menghentikan pembicaraan mereka sebentar karena pelayan cafe menghampiri meja mereka sambil menyajikan minuman dan makanan yang di pesan oleh mereka sebelumnya.
"Chandra, kamu makan dulu ya," kata Rossy sambil menyodorkan sepiring Fish and Chip ke hadapan Chandra.
"Baik mommy," jawab Chandra dengan patuh.
Rossy sengaja memesan menu kids untuk Chandra. Sebagai koki, Rossy sangat tahu bahwa setiap tempat makan baik restoran ataupun cafe selalu menyiapkan porsi makanan yang standar sehingga Rossy memilih menu kids untuk Chandra karena porsi makanannya sudah di sesuaikan untuk anak-anak.
Chandra bisa menghabiskan makanannya sehingga tidak mubazir makanan.
Rossy juga memesan pizza ukuran besar untuk di makan bersama sambil mengobrol.
Suster Lisa melihat Chandra makan dengan tenang dan teringat akan kembaran Chandra yang tidak kelihatan sama sekali.
"Maaf Rossy. Kalau boleh tahu, di mana Vin Vin ?" tanya Suster Lisa.
Rossy terdiam sebentar setelah mendengar pertanyaan Suster Lisa.
Rossy sedang memikirkan apakah dirinya akan menceritakan tentang penyakit Kelvin ke Suster Lisa.
Michelle pun ikut terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Michelle ingin menyerahkan semua keputusan di tangan Rossy.
Rossy mau memberitahukan Suster Lisa mengenai keadaan Kelvin sekarang ataupun menyembunyikannya dari Suster Lisa, Michelle tetap mendukungnya seratus persen.
Suster Lisa menjadi gelisah melihat Rossy dan Michelle terdiam lama.
"Maaf Rossy kalau pertanyaanku membuatmu tersinggung," ucap Suster Lisa sambil menunduk.
Suster Lisa merasa serba salah di hadapan Rossy.
"Aku tidak tersinggung dengan pertanyaanmu, Lisa. Aku hanya memikirkan harus mulai darimana menceritakan semuanya kepadamu," jelas Rossy sambil tersenyum.
Rossy memutuskan menceritakan semuanya ke Suster Lisa. Rossy yakin Suster Lisa akan berada di pihaknya dan membantunya.
"Di mulai dari awal kepulanganmu ke Bali aja, " kata Michelle.
Michelle tahu Rossy memutuskan menceritakan semuanya ke Suster Lisa sekarang.
Rossy menganggukkan kepalanya ke Michelle dan menatap ke arah Suster Lisa.
"Aku tinggal di Amerika selama lima tahun dan pulang ke Bali sekitar dua mingguan yang lalu.Selama lima tahun ini, aku sama sekali tidak tahu tentang bayi kembarku. Secara tidak sengaja Kelvin dan Chandra tertukar di airport sehingga akhirnya saya bisa mengetahui bayiku kembar," kata Rossy.
Suster Lisa menundukkan kepalanya lagi karena merasa bersalah membuat Rossy berpisah dengan putra pertamanya selama lima tahun.
"Aku pulang ke Bali karena Kelvin mengidap penyakit leukimia dan membutuhkan darah tali pusat untuk menyembuhkannya. Akan tetapi, rumah sakit bersalin tidak menyimpan darah tali pusat Kelvin maupun Chandra sewaktu aku melahirkan," lanjut Rossy.
__ADS_1
Suster Lisa syok dengan perkataan Rossy. Suster Lisa tidak menyangka bayi yang menemani Rossy selama bedrest seminggu di rumah sakit bersalin, ternyata mengidap penyakit leukimia di usianya yang masih kecil.
Suster Lisa sangat tahu bagaimana cara mendapatkan darah tali pusat untuk mengobati penyakit Kelvin sehingga Suster Lisa menduga Rossy ingin mendapatkan bayi dari Mister W lagi.
"Kamu ingin mendapatkan darah tali pusat melalui Mister W?" tanya Suster Lisa dengan hati-hati ke Rossy.
"Iya. Aku sudah tahu identitas asli Mister W adalah Jackson Wijaya. Aku sekarang bekerja sebagai koki pribadinya dan dia masih belum tahu aku adalah Miss X," jawab Rossy dengan jujur.
Suster Lisa teringat akan perkataan Rossy barusan tentang Chandra dan Kelvin yang tertukar sejak Rossy tiba di Bali.
"Berarti Kelvin yang sedang di rawat di kamar pasien VVIP Healing Hands Hospital sekarang?" tanya Suster Lisa.
"Iya," jawab Rossy.
"Aku merahasiakan identitasku dari Jackson Wijaya karena takut dia akan menuduhku mengingkari kesepakatan lima tahun yang lalu dan merebut Kelvin dariku. Aku berharap Dokter Erik segera siuman dan bisa menjadi saksiku di depan Jackson nantinya," jelas Rossy.
Rossy memberitahukan semuanya ke Suster Lisa, alasannya menyembunyikan identitas aslinya dan juga rencananya ketika Dokter Erik siuman dari koma.
"Aku dan Dokter Erik akan menjadi saksimu," kata Suster Lisa dengan yakin.
Masalah bayi kembar Rossy hanya di ketahui jelas oleh Dokter Erik dan Suster Lisa sehingga Suster Lisa berinisiatif mengajukan diri untuk membantu Rossy.
"Terima kasih Lisa," ucap Rossy.
"Lisa. Aku harap kamu bisa merahasiakan identitas asli Rossy dari siapa pun termasuk Jennifer," pesan Michelle.
"Aku berjanji, Michelle. Masalah bayi kembar lima tahun yang lalu pun selalu aku simpan rapat rahasia itu. Tidak ada orang lain yang tahu selain Dokter Erik dan diriku," kata Suster Lisa dengan yakin.
Rossy dan Michelle mempercayai perkataan Suster Lisa. Tiga puluh menit kemudian rombongan Rossy berpisah dengan Suster Lisa di cafe.
Rossy ke toilet mall untuk merias wajahnya menjadi jelek lagi karena akan pulang ke Mansion Wijaya.
Beberapa saat kemudian Rossy keluar dari toilet mall dengan penampilan koki pribadi Jackson selama ini.
"Ayo kita ke toko optik dulu sebelum pulang dari mall," ajak Rossy ke Michelle dan Chandra.
Mereka bertiga menuju toko optik yang berada di dalam mall. Chandra lah yang memberi saran kepada Rossy untuk membeli softlens warna natural yang akan di gunakan oleh Rossy di pesta pertunangan Violet dan Febrian sabtu ini.
Tema pesta pertunangan mereka adalah pesta topeng sehingga kacamata besar dan kuno milik Rossy tidak akan bisa di gunakan pada hari itu.
Selama ini Rossy mengelabui Jackson bahwa mata nya minus sehingga harus menggunakan kacamata tebal yang kuno ini.
Rossy harus mempersiapkan softlens sendiri supaya Jackson tidak curiga nanti.
***
Michelle mengantarkan Rossy ke Mansion Wijaya dan Rossy turun dari mobil Ayla Michelle yang berhenti tidak jauh dari Mansion Wijaya.
__ADS_1
Rossy sengaja meminta Michelle menurunkannya di sana karena tidak ingin identitas Chandra terbongkar.
Semua orang di Mansion Wijaya mengenal Chandra dan pasti akan curiga jika melihat seorang anak kecil yang berwajah sama dengan tuan muda mereka.
Michelle menjalankan mobilnya menuju Healing Hands Hospital setelah melihat Rossy masuk ke dalam Mansion Wijaya dengan aman.
Pak Lesmana menyambut kedatangan Rossy sambul tersenyum ramah.
"Nona Rossy sudah kembali," sapa Pak Lesmana.
"Iya Pak Lesmana. Aku akan ke dapur menyiapkan dinner untuk tuan Jackson sekarang," kata Rossy.
"Nona Rossy tidak perlu menyiapkan dinner tuan Jackson dan bisa beristirahat sekarang," kata Pak Lesmana.
"Tuan Jackson lembur di Perusahaan Wijaya kah?" tanya Rossy.
Rossy tahu Jackson adalah pekerja keras dan selalu bekerja sampai malam di ruang kerjanya jika ada pekerjaan kantor yang belum di selesaikan oleh Jackson.
"Tuan Jackson hanya bilang ada hal penting yang harus dilakukannya sehingga tidak akan dinner di Mansion Wijaya," jawab Pak Lesmana.
"Baiklah Pak Lesmana. Terima kasih infonya," kata Rossy dan berjalan menuju kamar tidurnya.
***
Selamat siang readers.
Terima kasih untuk semua readers yang sudah menggunakan votenya untuk novel Anak Genius : CEO & His Private Chef 🙏🤗 dan juga semua like , hadiah serta komentar positif nya 🤗🙏.
Semuanya membuat author semakin bersemangat menulis lanjutan ceritanya.
Masih ada satu bab lagi ya nanti malam.
Apa hal penting yang dilakukan oleh Jackson Wijaya ya? Yang pastinya berhubungan dengan Rossy Hartono.
Bagaimana reaksi Rossy Hartono melihat gaun pestanya? Semuanya ada di bab berikutnya ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1