
***Dapur Mansion Wijaya***
Pikiran Jackson mulai tenang setelah mendengarkan perkataan Rossy.
Jackson tidak mengerti kenapa sewaktu mendengar jeritan Rossy tadi, dirinya seketika panik dan ingin memastikan keadaan Rossy baik-baik saja.
Bagaimana mungkin seorang Rossy bisa membuatnya merasa khawatir dan hilang kendali?
Padahal ada Pak Lesmana yang juga berada di ruangan yang sama dengannya dan pastinya kepala pelayan Mansion Wijaya itu berpikiran yang tidak-tidak terhadap hubungannya dengan Rossy.
"Aku khawatir tangannya terluka akan membuatnya tidak bisa memasak makanan untuk Chandra sehingga Chandra akan kecewa. Iya benar. Aku khawatir karena hal itu," kata hati Jackson.
Jackson berusaha menenangkan hatinya dengan alasan yang di buatnya.
"Berhati-hatilah," pesan Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy sambil menarik nafas lega.
"Apa yang di katakan tuan Jackson sangat benar. Nona Rossy harus berhati-hati sewaktu menggunakan pisau," ujar Pak Lesmana dengan nada khawatir.
"Iya Pak Lesmana," jawab Rossy sambil tersenyum.
"Tuan Jackson memanggilku untuk?" tanya Rossy setelah mengingat namanya di panggil oleh Jackson tadi.
"Siapkan satu mangkuk bubur ikan untuk Pak Lesmana," jawab Jackson.
Pak Lesmana tersenyum lebar mendengar perkataan Jackson.
"Nona Rossy. Aku bisa mengambilnya sendiri. Nona Rossy tolong antar tuan Jackson ke ruang makan. Pak Felix sebentar lagi akan tiba," pinta Pak Lesmana. Selain karena tidak ingin merepotkan Rossy untuk mengambilkan bubur ikan, juga karena Pak Lesmana tidak bisa menahan rasa laparnya lagi dan ingin segera memakan bubur ikan yang menggugah seleranya karena sudah mendapat izin dari Jackson.
"Baiklah," jawab Rossy dan mendorong kursi roda Jackson menuju ruang makan.
Felix sudah duduk di depan meja makan dengan berpakaian rapi.
"Morning Rossy," sapa Felix sambil tersenyum lebar.
"Morning Felix," jawab Rossy.
Rossy membawa masakannya dari dapur dan menghidangkannya di atas meja makan.
"Tuan Jackson mau mencicipi semangkuk bubur ikan?" tanya Rossy.
__ADS_1
Jackson berpikir sebentar kemudian menganggukkan kepalanya secara perlahan.
Rossy mengambil mangkuk kosong dan mengisinya dengan bubur ikan kemudian menaruhnya di hadapan Jackson.
Rossy melihat reaksi wajah Jackson Wijaya terhadap bubur ikan itu.
Felix yang sedang makan breakfast dengan lahap pun melirik sekilas ke arah Jackson untuk melihat reaksinya terhadap makanan di hadapannya.
Tangan Jackson memegang sendoknya dan mengambil bubur ikan di dalam mangkuk. Dengan perlahan Jackson meniup-niup satu sendok bubur ikan itu terlebih dahulu kemudian mendekatkannya ke bibirnya.
Jackson menahan napaasnya dan berusaha menyakinkan pikirannya bahwa dirinya pasti bisa makan satu sendok bubur ikan itu.
Tanpa sadar pikirannya teringat kembali hal yang di lihatnya di dalam dapur tadi. Rossy mengiris tipis-tipis daging ikan itu kemudian memasukkannya ke dalam panci bubur yang berada di atas kompor listrik.
Jackson masih bisa mendengar suara gelembung-gelembung bubur ikan yang mendidih. Hal itu membuatnya ingin mencicipi rasa bubur ikan yang berada di dalam sendoknya sehingga tanpa ragu-ragu Jackson memasukkan sendok itu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya secara perlahan.
Daging ikan yang lembut melebur seketika di dalam mulutnya. Ini pertama kalinya Jackson merasa puas dan menikmati rasa lembut bubur ikan di dalam mulutnya.
Mata Jackson terpejam dan sudut bibirnya terangkat ke atas sedikit yang menandakan suasana hatinya sangat senang dan menikmati serta merasa puas dengan makanan di dalam mulutnya.
Rossy dan Felix tersenyum bersamaan melihat reaksi Jackson saat ini.
Mereka berdua tahu tubuh Jackson sudah mulai menerima berbagai jenis makanan secara perlahan.
"Tuan Jackson. Aku akan mengantar breakfast ke tuan muda Chandra sekarang," kata Rossy.
Jackson menganggukkan kepalanya.
"Pergilah dengan Pak Benyamin," kata Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.
Jackson mencoba makan satu sendok bubur ikannya lagi dan menghentikannya sampai di sana setelah Rossy berangkat.
Jackson tidak mau terburu-buru memaksa tubuhnya menerima makanan dalam jumlah yang banyak.
Jackson mengikuti saran yang diberikan oleh Felix kepadanya. Karena tubuhnya sudah tidak menerima asupan makanan selama dua puluh tahun maka makanan yang berhasil di makannya sekarang harus dalam jumlah yang sedikit terlebih dahulu supaya tubuhnya bisa menyesuaikan diri dan tidak menolak makanan itu lagi.
Felix tersenyum senang melihat Jackson yang mendengarkan dan menjalankan saran darinya.
"Jackson. Hari ini kamu sudah ada kemajuan. Kemarin berhasil makan satu sendok nasi putih dan hari ini dua sendok bubur ikan sudah bisa membuat tubuhmu menyesuaikan diri dengan makanan yang masuk ke dalamnya," kata Felix memberi semangat kepada Jackson.
__ADS_1
"Semalam aku bisa minum segelas susu hangat," ucap Jackson.
"Susu hangat? Bukankah biasanya kamu hanya minum air putih. Kenapa bisa ada susu hangat?" tanya Felix dengan bingung.
"Rossy yang membuatnya," jawab Jackson dengan singkat.
"Wah tidak ku sangka Rossy bisa di andalkan. Dia memberikan Jackson minuman lain yang tidak terpikirkan olehku sebelumnya," kata hati Felix. Karena membicarakan tentang susu hangat, Jackson teringat kembali alasan Rossy mengantar susu hangat untuknya.
"Felix. Jika ada seseorang yang memujimu tampan. Apakah ada maksud tersembunyi?" tanya Jackson.
"Siapa yang mengungkapkan cinta kepadamu?"
Felix balik bertanya kepada Jackson.
"Apa maksudmu?" tanya Jackson.
"Seseorang yang memuji wajahmu tampan berarti orang itu mengagumimu dan menyukaimu. Itu sama saja dengan pernyataan cinta," kata Felix.
"Dia tidak bisa lagi menahan perasaannya yang tergila-gila padaku sehingga langsung mengungkapkan rasa cintanya," kata hati Jackson.
"Felix. Jika ada yang mengungkapkan cinta kepadamu, apa yang akan kamu lakukan?* tanya Jackson.
Selama ini Jackson tidak pernah berpacaran sama sekali dan juga tidak pernah dekat dengan wanita manapun sehingga merasa kesulitan menghadapi pernyataan cinta dari Rossy.
"Mudah sekali. Jika kamu juga menyukainya, terima saja pernyataan cintanya. Jika tidak, tolak saja ," jawab Felix dengan santai.
Jackson terdiam memikirkan perkataan Felix. Jackson memikirkan apa perasaannya ketika bersama Rossy.
Apakah dirinya menyukai Rossy Hartono? Jika suka, kenapa setiap kali dirinya menolak untuk memikirkan Rossy?
Apakah dirinya tidak menyukai Rossy? Jika tidak suka, kenapa setiap kali jantungnya berdetak cepat dan pipinya bersemu merah ketika berada di dekat wanita muda yang merupakan koki pribadinya itu?
***
Selamat malam readers. Terima kasih dukungannya terhadap novel ini ya 🤗🤗😘😘
Jackson Wijaya mulai mempertanyakan perasaannya terhadap Rossy Hartono nih.
Felix Wilson sebagai pakar cinta Jackson Wijaya, akan memberikan usul apa ya?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
__ADS_1
Terima Kasih
Author : LYTIE