Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 171. Stalker


__ADS_3

***Rumah kontrakan Michelle Angela ***


Chandra melihat ke arah Jackson setelah selesai menghabiskan breakfast yang diantar oleh Rossy.


"Daddy. Apa yang ingin daddy ketahui, aku pasti akan memberitahukan daddy ," kata Chandra dengan tenang.


Jackson senang dengan kepintaran dan sikap Chandra yang 'to the point', tanpa berbasa basi. Sifat Chandra ini sangat mirip dengan sikapnya dalam berbisnis.


Jackson yakin Chandra bisa menjadi penerusnya di Perusahaan Wijaya setelah dewasa nanti.


"Chandra. Hacker yang mengirim video penculikan ke handphoneku dan  video tamu undangan  ke handphone Bagaskara adalah kamu kan?" tanya Jackson.


"Iya daddy. Aku sudah berjanji akan melindungi mommy bersama Kelvin," jawab Chandra dengan jujur.


"Anak yang pintar! Melindungi mommymu adalah tugas dan tanggung jawab daddy sekarang," kata Jackson sambil memegang kepala Chandra dengan lembut.


"Pria di keluarga Wijaya selalu melindungi wanita yang mereka cintai. Aku dan Kelvin akan bersama daddy melindungi mommy," ucap Chandra.


"Baiklah," jawab Jackson sambil tersenyum.


Mata Rossy berkaca-kaca mendengar pembicaraan Jackson dan Chandra.


Selama lima tahun ini, dirinya hanya hidup berduaan dengan Kelvin dan saling menjaga serta melindungi satu sama lain. Tidak disangka sekarang akan bertambah dua orang lagi yang berjanji untuk melindunginya mulai saat ini.


"Ayo kita ke rumah sakit menjenguk Kelvin sekarang," ajak Rossy dengan antusias.


Rossy sangat ingin melihat reaksi gembira dan bahagia dari Kelvin sewaktu melihat keluarga kecilnya datang menjenguknya ke Healing Hands Hospital.


"Oke mommy. Kelvin pasti senang sekali melihat kedatangan kita," ucap Chandra.


"Daddy pun tidak perlu khawatir dengan penyakit Kelvin lagi. Aku yakin dedek baby girl akan segera lahir sehingga darah tali pusatnya bisa menyembuhkan Kelvin," lanjut Chandra dengan mata berbinar-binar sambil melihat ke perut Rossy yang ramping.


Wajah Rossy memerah seperti kepiting rebus dan semakin memerah ketika mendengar jawaban Jackson ke Chandra.


"Pasti Chandra. Daddy akan bekerja keras untuk mendapatkan dedek baby girl sesuai keinginanmu.," ucap Jackson dengan yakin.


"Bagaimana kalau kromosom Y yang terlebih dulu mencapai sel telur? Dedek baby yang dilahirkan mommy akan menjadi baby boy," kata Chandra dengan serius.


"Jangan khawatir Chandra


Jika kali ini baby boy, daddy akan terus berusaha lagi untuk mendapatkan baby girl. Keluarga Wijaya bisa menghidupi berapa anak pun yang lahir," jawab Jackson dengan santai.


Rossy terbengong-bengomg mendengar percakapan Jackson dan Chandra yang serius seolah-olah mereka berdua sedang membahas dokumentasi  National Geographic Channel favorit mereka berdua.


"Emangnya aku induk kucing yang melahirkan anak terus menerus?" kata hati Rossy sambil bergidik ngeri melihat ekspresi wajah Jackson yang penuh yakin dan serius seratus persen.

__ADS_1


Rossy sangat percaya perkataan  Jackson itu bukanlah white lies terhadap Chandra melainkan akan dilakukan oleh Jackson nantinya jika baby yang dilahirkannya adalah baby boy.😆


Kepala Rossy berdenyut keras memikirkan hal itu dan merasa kasihan dengan seluruh tubuhnya yang masih terasa sakit  saat ini.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Jackson.


"Oke daddy," jawab Chandra dengan semangat.


***


Jackson menunggu Rossy mengunci pintu rumah kontrakan Michelle. Kemudian mengandeng Rossy dan Chandra dengan kedua tangannya.


Jackson mengandeng mereka dengan erat dan senyum tipis mengembang di sudut bibirnya.


"Akhirnya aku mempunyai keluarga kecil yang utuh," kata hati Jackson.


Ketika akan masuk ke dalam mobil, Rossy melihat ke arah Jackson.


"Jackson! Bolehkah aku duduk bersama Chandra di kursi belakang?" tanya Rossy.


Jackson melihat dengan jelas Rossy dan Chandra menunggu jawaban darinya dengan mata yang berbinar-binar.


Sebagai kepala keluarga yang baik, Jackson tahu dirinya tidak boleh memonopoli Rossy di hadapan putranya.


"Oke," jawab Jackson dengan singkat.


"Thank you Jackson."


"Thank you daddy."


Rossy dan Chandra mengucapkan perkataannya secara bersamaan dan dengan senang hati masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


***


Jackson mengendarai mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam menuju Healing Hands Hospital.


Michael diam-diam mengikuti mobil Jackson. Michael berusaha mengemudikan mobilnya perlahan dan membuat jarak dengan mobil Jackson.


Michael tidak ingin Jackson menyadari mobilnya membuntuti mobil Jackson. Michael mengikuti mobil Jackson karena  penasaran dengan tempat tujuan Jackson sekarang.


Mata Jackson melirik sekilas ke kaca spion. Jackson sudah mengetahui mobilnya diikuti oleh mobil Xenia biru sejak dari rumah kontrakan Michelle.


Sewaktu Jackson tiba di rumah kontrakan Michelle tadi, Jackson sudah menyadari keberadaan mobil Xenia biru yang berhenti tidak jauh dari mobil BMW X1 warna mediteranean blue milik Felix.


Sekarang mobil Xenia biru itu secara diam-diam mengikuti mobilnya.

__ADS_1


"Siapa dia? Apakah hanya kebetulan saja mobilnya searah dengan tempat tujuanku?" kata hati Jackson.


Pada saat mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam itu mulai mendekati Healing Hands Hospital, Jackson sengaja lebih memperlambat laju mobilnya karena ingin memastikan  apakah mobil Xenia biru itu akan memperlambat laju mobilnya juga.


Sementara itu Michael menyadari Jackson sengaja memperlambat laju mobil Land Rover Range Rover Velar.


"Sialan! Jackson mulai curiga," umpat Michael.


Michael melihat bangunan Healing Hands Hospital yang berada tidak jauh dari mobil Jackson.


"Ternyata Jackson mau ke Healimg Handa Hospital," ucap Michael sambil tersenyum lebar.


Michael mempercepat laju mobil Xenia birunya melewati mobil hitam Land Rover Range Rover Velar menuju Healing Hands Hospital.


Jackson melihat mobil Xenia biru itu masuk ke dalam Healing Hands Hospital sehingga Jackson mempercepat laju mobilnya dan mengikutinya dari belakang.


Sekarang Jackson lah yang ingin tahu tujuan mobil Xenia biru yang berada di depannya.


Michael senang melihat mobil Jackson berada di belakangnya yang membuktikan dugaannya tepat akan tempat tujuan Jackson.


Michael bersikap santai seolah-olah tidak mengetahui mobil Jackson sedang membuntutinya. Michael memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus untuk dokter Healing Hands Hospital.


Mobil Land Rover Range Rover Velar melewati mobil Xenia biru yang sudah berhenti di tempat parkir.


"Dia Dokter Healing Hands Hospital?" kata hati Jackson.


Jackson tahu tempat parkir di bagian depan ini adalah tempat parkir khusus untuk dokter yang bekerja di dalam Healing Hands Hospital karena Felix sering memarkirkan mobil BMW X1 di area parkir tersebut.


Jackson bukanlah orang yang mudah dikelabui begitu saja. Plat mobil Xenia biru itu sudah dihafal oleh Jackson dan akan dikirimnya ke Bagaskara untuk mencari tahu identitas pemilik mobil Xenia biru itu.


***


Selamat siang readers.


Jangan lupa dukung terus novel ini ya dengan memberikan Vote, hadiah, like maupun komentar positifnya 🤗🤗🥰


Masih ada satu bab lagi nanti malam.


Di tunggu ya


THANK YOU


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2