
***Ruang makan rumah kontrakan Michelle Angela***
Felix melirik sekilas ke arah Michelle yang sedang memotong sirloin steak sapinya dengan serius.
Felix sangat menyukai kebersamaannya dengan Michelle saat ini.
Pada awalnya Felix merasa sangat lapar karena tadi pagi hanya minum segelas susu hangat dan berangkat pagi-pagi ke Healing Hands Hospital untuk memeriksa keadaan Kelvin bersama beberapa dokter spesialis. Kemudian dilanjutkan dengan meeting intern selama satu jam dan ke Perusahaan Wijaya mencari Jackson Wijaya.
Perut Felix hanya terisi sedikit biskuit yang dimakannya di ruang tunggu Perusahaan Wijaya sehingga selera makan lunch nya semakin bertambah besar.
Seharusnya mac n cheese di dalam piring Felix bisa dihabiskannya dengan cepat, tetapi sekarang rasa lapar Felix dikalahkan oleh keinginan hatinya melihat Michelle dengan intens sehingga belum satu suap pun mac n cheese masuk ke dalam mulutnya.
"Felix." Michelle memanggil Felix Wilson dengan suara lembut.
"Iya Michelle," jawab Felix.
"Piringmu," kata Michelle.
Felix memberikan piringnya ke Michelle dengan patuh. Bahkan jika saat ini Michelle meminta Felix mengambil gumpalan awan di langit, Felix pasti akan berusaha mengabulkan keinginan Michelle Angela. 😂
Michelle meletakkan setengah potong sirloin steak sapi dan sebagian dari mashed potato ke piring Felix.
Felix baru sadar ternyata Michelle membagi sirloin steak sapi dan mashed potato untuknya.
"Felix! Kita sharing berdua," kata Michelle.
Felix bisa melihat rona merah di pipi Michelle.
"Terima kasih Michelle," ucap Felix sambil tersenyum lebar.
Mereka berdua pun menikmati lunch bersama dengan perasaan hati yang berbunga-bunga.
***
Selesai lunch, Michelle teringat dirinya belum mengambilkan minuman untuk Felix.
"Maaf Felix. Aku lupa ambil minuman untukmu. Tunggu sebentar ya," kata Michelle dan akan berdiri dari kursinya.
"Tidak perlu Michelle," ucap Felix dengan cepat sambil memegang tangan Michelle.
"Kamu tidak haus?" tanya Michelle dengan raut wajah bingung.
Felix tersenyum dan memegang paper bag yang berada di atas meja. Felix mengeluarkan satu plastik cup bubble milk tea dan meletakkannya di atas meja.
"Chatime?" tanya Michelle.
Felix menganggukkan kepalanya.
Sewaktu mengemudikan mobil BMW X1 warna medeteranean blue miliknya dari Perusahaan Wijaya ke rumah kontrakan Michelle, Felix sengaja berhenti sebentar di 'Chatime' untuk membeli bubble milk tea karena Felix tahu itu adalah minuman kesukaan Michelle.
Setiap kali Michelle makan di kantin Healing Hands Hospital, pasti akan membeli bubble tea di sana.
Felix mengeluarkan dua pipet besar dari dalam tas paper bag. Kedua pipet besar itu memang khusus digunakan untuk minum bubble milk tea.
__ADS_1
Felix menusukkan kedua pipet besar itu ke dalam gelas plastik bubble milk tea chatime.
"Kita sharing berdua," kata Felix.
Pipi Michelle merona merah mendengar perkataan Felix yang mengulangi perkataannya tadi ketika dirinya membagi sirloin steak sapi dan mashed potato ke Felix.
Michelle menganggukkan kepalanya dengan pelan. Felix memegang gelas plastik buble milk tea dan menyodorkannya di depan bibir Michelle.
"Minumlah," ucap Felix dengan suara lembut.
Michelle mendekatkan bibir ranumnya ke pipet besar dan mulai minum bubble milk tea dengan perlahan.
Bubble milk tea nya terasa sangat manis dan menyegarkan kerongkongan Michelle. Kemudian mata Michelle membulat besar karena melihat wajah close up Felix.
Felix juga minum bubble milk tea dari pipet yang satunya lagi sehingga wajah mereka berdua semakin dekat.
Michelle bisa merasakan detak jantungnya berdegup dengan kencang dan tidak berani menatap wajah Felix.
Sebenarnya Michelle tahu di dalam paper bag itu masih ada satu gelas bubble milk tea.
Felix membeli dua gelas bubble milk tea Chatime, tetapi Michelle tidak bisa menolak ajakan Felix untuk sharing segelas bubble milk tea berdua.
Michelle minum sambil menunduk dan bisa merasakan tatapan mata intens Felix ke wajahnya.
Lama kelamaan Michelle merasa gugup dan tidak sengaja hampir tersedak boba yang berada di dalam minumannya.
Michelle terbatuk-batuk kecil sehingga Felix menepuk punggungnya dengan lembut.
"Michelle! Apakah bobanya nyangkut di kerongkonganmu? Ayo kita ke Healing Hands Hospital sekarang untuk memeriksa keadaanmu," ucap Felix dengan panik karena Michelle belum menghentikan batuknya.
***
"Felix!" panggil Michelle sambil mencengkeram kemeja Felix.
Felix menghentikan langkah kakinya dan melihat wajah Michelle dengan intens.
Felix pernah membaca artikel tentang seorang remaja perempuan yang meninggal di negara lain karena tersedak tiga butir boba sehingga Felix merasa khawatir dan panik akan keadaan Michelle sekarang.
"Aku hanya tersedak milk teanya, bukan boba," kata Michelle.
Felix menarik napas lega setelah mendengar perkataan Michelle.
"Kenapa bisa tersedak milk tea?" tanya Felix.
"Karena kamu menatapku terus," jawab Michelle dengan polos.
Felix tertawa kecil mendengar jawaban Michelle. Pipi Michelle merona merah dan ingin segera turun dari gendongan Felix, tetapi Felix tidak membiarkan Michelle turun.
"Felix! Aku mau turun!" ucap Michelle sambil menatap wajah Felix.
"Michelle! Jadilah pacarku!" kata Felix dengan serius.
"Apa?" teriak Michelle spontan.
__ADS_1
"Jadilah pacarku!" Felix mengulang lagi perkataannya dan tanpa menunggu jawaban Michelle, Felix mencium kening Michelle.
Tadi Felix sangat ketakutan akan kehilangan Michelle yang tersedak boba sehingga Felix memutuskan langsung menyatakan perasaan hatinya saat ini.
Michelle bisa mendengar suara detak jantungnya yang kencang dan juga suara detak jantung Felix karena berada dalam gendongan Felix.
Michelle tahu Felix sama gugup dengannya saat ini. "Iya," jawab Michelle sambil tersenyum manis.
Felix menurunkan Michelle dari gendongannya, lalu memeluk tubuh gadis muda itu dengan erat.
"Terima kasih Michelle m, sudah bersedia menjadi pacarku," kata Felix.
Michelle tertawa kecil mendengar perkataan Felix.
***
Setelah berpelukan dalam waktu yang lama, Felix melepaskan pelukannya dengan perasaan enggan.
Felix tidak bisa menahan diri untuk memberikan satu kecupan di pipi lembut Michelle.
"Ini stamp tanda kita resmi berpacaran sekarang," kata Felix.
Michelle tersipu malu karena masih bisa merasakan jejak hangat bibir Felix di pipinya.
"Michelle. Ayo kita kencan sekarang," ajak Felix.
Felix teringat akan foto-foto mesra Jackson dan Rossy di kencan pertama mereka sehingga Felix tidak mau menunda waktu untuk melakukan kencan pertamanya dengan Michelle.
"Oke. Kita mau kencan di mana? Aku shift malam di Healing Hands Hospital," jawab Michelle.
"Nonton di bioskop aja," ucap Felix.
Mereka hanya mempunyai waktu beberapa jam saja untuk berkencan sehingga Felix memilih tempat kencan yang biasa dilakukan oleh pasangan yang sedang pacaran.
"Oke. Aku ganti baju dulu. Kamu tunggu di ruang tamu saja," kata Michelle.
"Oke Michelle," jawab Felix.
***
Halo readers.
Finally Felix Wilson menyatakan cintanya ke Michelle Angela.
Author nulis cerita ini sambil senyum-senyum sendiri 😁.
Masih ada lagi keunyuan mereka berdua.
Di tunggu ya readers.
Jangan lupa ' VOTE' ya
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE