Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 95. Kunjungan Agung Wijaya


__ADS_3

***Ruang bermain anak Healing Hands Hospital***


Chandra teringat akan foto polaroid yang dilihatnya di pojok ruangan Restoran Hartono kemarin setelah Rossy meninggalkan ruang bermain anak.


Chandra sengaja tidak memberitahukan Rossy bahwa sewaktu kecil Rossy pernah bertemu dengan Jackson di Restoran Hartono.


Chandra ingin Rossy dan Jackson mengetahuinya sendiri dan mungkin pada saat itu akan membuat  hubungan Jackson dan Rossy semakin erat.


Chandra sangat yakin Rossy pasti akan kembali ke Restoran Hartono karena sudah mengetahui Thomas masih sangat menyayangi Rossy.


Jika penyakit  eating disorder Jackson sudah sembuh nantinya, Jackson pasti akan ke Restoran Hartono untuk mengenang Satria dan Eva yang sudah meninggal.


Dengan demikian Jackson dan Rossy pasti akan melihat foto polaroid yang menempel di pojok ruangan Restoran Hartono.


Chandra ingin membiarkan perasaan di dalam hati Rossy dan Jackson tumbuh serta mengalir dengan sendirinya karena Chandra yakin mommy dan daddynya sudah mulai saling menyukai.


Tadi Chandra menyadari suasana hati Rossy menjadi sangat baik sewaktu mengetahui hasil tes DNA yang menyatakan Jackson adalah ayah kandung Kelvin dan dirinya.


Selain itu Jackson juga terlihat peduli dengan Rossy sewaktu penculikan kemarin.


Jackson mencari Rossy secara langsung bersama Bagaskara dan lima orang bodyguardnya.


Padahal Jackson tidak perlu menuju Apartemen Royal Residence secara langsung untuk menyelamatkan Rossy.


Bagaskara serta lima orang bodyguard itu pasti akan menjalankan perintah Jackson dengan baik dalam menyelamatkan Rossy.


Dari sanalah Chandra semakin yakin Jackson mempunyai perasaan terhadap Rossy.


Itulah alasan Chandra meminta Rossy untuk bersikap agresif terhadap Jackson karena tidak mungkin bisa mengharapkan Jackson yang kaku dan dingin sadar akan perasaan di hati kecilnya.


Chandra ingin Rossy dan Jackson menyadari perasaan mereka dalam waktu dekat sehingga pada saat itu terjadi, keluarga kecil mereka akan menjadi utuh dan sempurna.


Chandra tersenyum tipis membayangkan adanya adik perempuan yang imut dan manis dalam waktu yang tidak lama lagi.


Chandra ingin membagi rasa kebahagiaan ini ke Kelvin Hartono, saudara kembarnya.


 


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Handphone Kelvin berbunyi pada saat Kelvin sedang bermain board games dengan Robin.


Seperti biasa wajah Robin penuh dengan coretan pulpen karena kalah di dalam permainan board games.


Kelvin melihat nama yang muncul di layar handphonenya. Brother.

__ADS_1


Panggilan telepon itu berasal dari Chandra.


Kelvin sedang mempertimbangkan apakah akan mengangkat telepon itu atau tidak karena Robin sedang berada di dalam kamar pasien bersamanya.


"Tuan muda. Aku akan berjaga di luar," ucap Robin sambil merapikan board games yang sedang mereka mainkan dan menyimpannya ke dalam kotak.


"Oke Om Robin. Thank you," kata Kelvin sambil tersenyum.


Kelvin mengangkat teleponnya setelah Robin keluar dari kamar pasien.


"Halo brother," sapa Kelvin.


"Kelvin. Ada kabar baik yang ingin aku katakan kepadamu," kata Chandra.


"Apa kabar baiknya?" tanya Kelvin.


"Hasil tes DNA kita sudah keluar. Kita memang saudara kembar dan putra dari mommy dan daddy," jawab Chandra dengan senang.


Kelvin sangat senang mendengar perkataan Chandra. Kelvin tahu Rossy mengantar breakfast untuk Chandra tadi sehingga hasil tes DNA itu pasti di tunjukkan oleh Rossy ke Chandra.


"Mommy sudah pulang?" tanya Kelvin karena tidak mendengar suara Rossy di samping Chandra.


"Iya Kelvin. Mommy sudah pulang ke Mansion Wijaya," jawab Chandra.


"Oh ya Chandra. Tadi daddy bisa makan satu sendok nasi putih dan tidak memuntahkannya," kata Kelvin dengan antusias.


Jackson bisa makan satu sendok nasi putih dan tidak memuntahkannya lagi adalah hal yang sangat baik  untuk menuju proses penyembuhan penyakit eating disorder Jackson.


"Kenapa aku yang menjadi adik? Aku ingin menjadi abang." Kelvin protes dengan perkataan Chandra.


"Kelvin. Sewaktu mommy melahirkan di rumah sakit bersalin, aku yang lahir duluan dan di ambil oleh daddy sehingga aku adalah abang dan kamu adik," kata Chandra dengan yakin.


"Oh no. Aku ingin menjadi abang," kata Kelvin dengan suara memelas.


Kelvin sadar apa yang dikatakan oleh Chandra adalah kenyataan sehingga Kelvin merasa kecewa karena tidak bisa menjadi abang.


"Tenang saja Kelvin. Mommy akan memberikan kita adik perempuan yang imut dan manis. Kamu bisa menjadi abang," kata Chandra.


"Benarkah? Di perut mommy sudah ada bayi?" tanya Kelvin dengan polos.


Seingat Kelvin, tadi penampilan Rossy masih langsing dengan perut yang ramping.


"Belum Kelvin. Kita harus membuat  hubungan daddy dan mommy semakin dekat," jawab Chandra.


"No problem brother. Aku akan memuji-muji kelebihan mommy di depan daddy sewaktu daddy berkunjung lagi ," kata Kelvin.

__ADS_1


Ketukan pintu kamar membuat pembicaraan mereka terhenti .


"Brother. Ada yang datang. Aku tutup teleponnya sekarang," kata Kelvin dengan cepat dan mematikan sambungan teleponnya.


Robin sedang berjaga di depan pintu kamar sehingga orang yang bisa mengetuk pintu kamar dan masuk ke dalam kamar pastilah orang yang dikenal oleh Chandra.


Kelvin menatap pintu kamar dengan perasaan khawatir akan siapa yang muncul di hadapannya nanti.


Seorang kakek dengan senyum lebar berjalan masuk ke dalam kamar.


"Chandra!"


Agung datang ke Healing Hands Hospital untuk menjenguk Chandra.


Wajah Kelvin pucat seketika dan merasa panik karena tidak mengenali Agung yang muncul di hadapannya.


"Ah.. perutku sakit sekali!" teriak Kelvin sambil memasukkan iphonenya ke saku celananya dengan cepat dan berlari ke toilet serta mengunci pintu toilet.


Agung yang di tinggalkan sendirian, melihat sekeliling ruangan di dalam kamar pasien VVIP.


Tidak ada alat medis berat yang terpasang di sana sehingga Agung merasa lega karena cicitnya tinggal di rumah sakit hanya untuk medical check up saja seperti perkataan Jackson kemarin.


Sementara itu Kelvin segera menelepon Chandra di dalam toilet.


"Halo Kelvin. Ada apa?" tanya Chandra dengan nada khawatir.


"Brother. Help me! Seorang kakek tua datang menjengukku. Aku tidak tahu siapa dia," ucap Kelvin Hartono dengan suara kecil.


"Kakek tua?" tanya Chandra.


Robin yang berjaga di depan pintu kamar tidaklah mungkin membiarkan siapa pun masuk ke dalam kamar untuk menjenguk Kelvin


Satu-satunya orang yang bisa masuk dengan leluasa dan yang sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Kelvin hanyalah kakek buyutnya. Agung Wijaya.


"Ini salahku karena lupa memberitahukan Kelvin tentang kakek buyut. Kakek buyut pasti menjengukku untuk melihat kondisiku di rumah sakit," kata hati Chandra.


"Kelvin. Kamu tidak perlu takut. Kakek tua itu adalah kakek buyutku dan juga kakek buyutmu," jelas Chandra.


***


Selamat siang readers.


Hari ini author akan up 2 bab .


Jangan lupa membaca kelanjutan ceritanya hari ini .

__ADS_1



__ADS_2