
***Ballroom Hotel H***
Keributan yang terjadi di dalam ballroom Hotel H membuat Febrian yang sedang bersulang dengan tamu undangan mengetahuinya.
"Apa yang sedang terjadi di sana?" tanya Febrian.
Febrian ingin berjalan menuju kerumunan tamu undangan. Violet tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat Rossy di permalukan dan di pergunjingkan dari jarak dekat.
Violet merangkul lengan Febrian Iskandar dan mengikuti pria itu menuju kerumunan tamu undangan.
"Victoria. Apa yang sedang terjadi di sini?"tanya Violet ke Victoria.
Violet berpura-pura tidak mengenali Rossy yang sedang memakai gaun berwarna merah dan topeng wajah.
Violet sengaja bertanya kepada Victoria karena para tamu undangan tahu Victoria adalah salah satu penerima tamu sehingga Victoria pasti mengetahui indentitas Rossy yang sedang mengenakan topeng wajah.
"Violet! Rossy menumpahkan wine merah ke gaun Stella dan tidak mau mengakuinya," jawab Victoria.
"Rossy?" kata hati Febrian.
Febrian menatap intens wanita yang memakai gaun merah dan kalung ruby bertaburan berlian di hadapannya dari atas ke bawah.
Febrian langsung mengenali postur tubuh Rossy dan merasa terkejut melihat gaun merah dan kalung yang melingkar di leher Rossy memberi kesan sangat mewah dan mahal.
Febrian yakin dirinya tidak mengetahui kehadiran Rossy di ballroom pesta pertunangannya karena ke kamar hotel menjemput Violet tadi.
"Tidak mungkin pacar Rossy sangat kaya dan CEO muda di perusahaan terkenal," kata hati Febrian.
Sementara itu Rossy yang melihat kemunculan Violet semakin yakin kejadian ini adalah rencana jahat dari Violet.
Rossy meletakkan piring dan gelas di tangannya ke meja yang berada di dekatnya kemudian melipatkan kedua tangan di depan dadanya.
Rossy ingin melihat dengan jelas drama apa yang sedang di mainkan oleh Violet dan komplotannya.
"Kak Rossy. Aku tahu kamu pasti tidak sengaja menumpahkan wine merah ke gaun Stella. Aku yakin Stella akan memaafkan Kak Rossy jika Kak Rossy meminta maaf kepadanya dan ganti rugi gaunnya," ucap Violet dengan suara lembut.
Perkataan Violet seolah-olah meyakinkan para tamu undangan bahwa Rossy lah yang bersalah dan tidak mau meminta maaf.
"Violet. Kamu kenal wanita ini kah?" tanya Stella sambil memegang gaunnya yang penuh dengan bercak wine merah. Keadaan Stella sekarang terlihat sangat menyedihkan.
Rossy tertawa kecil di dalam hatinya melihat drama yang sedang di mainkan oleh Violet dan komplotannya.
"Stella. Dia adalah kakak tiriku, Rossy Hartono."
Violet sengaja menyebutkan nama lengkap Rossy dengan suara yang lebih keras sehingga para tamu undangan mendengarkannya dengan jelas.
__ADS_1
"Rossy Hartono? Oh.. aku ingat. Violet mempunyai seorang kakak tiri yang terlibat skandal memalukan lima tahun yang lalu sehingga di usir oleh ayahnya dari rumah Hartono," kata Jessi sambil memberi tatapan menghina ke Rossy.
"Iya benar. Putri Sulung Thomas melahirkan anak di luar nikah karena pergaulan bebas dan tidak mengetahui pria liar mana yang merupakan ayah biologis dari anaknya itu," ucap salah satu wanita tamu undangan.
Wanita itu adalah salah satu teman sosialita Wulan Sari dan mempercayai gosip yang disebarkan oleh Wulan Sari dan Violet lima tahun yang lalu.
"Kalau tidak salah Rossy adalah tunangan Febrian sebelumnya dan digantikan oleh Violet," ujar salah satu kolega bisnis Joni Iskandar.
Wajah Joni menjadi pucat karena peristiwa lima tahun yang lalu di ungkit-ungkit lagi oleh kolega bisnisnya.
Beberapa tamu undangan yang merasa mereka mengetahui dengan jelas tentang kejadian lima tahun yang lalu, berlomba-lomba memberikan komentar negatif sambil menunjuk-nunjuk ke arah Rossy.
"Wanita ini sangat jahat. Dia pasti iri dengan Violet dan sengaja membuat kekacauan di pesta pertunangan ini."
"Iya betul sekali. Lihat saja reaksinya yang masih tenang dan tidak merasa bersalah sama sekali. Benar-benar memuakkan!!"
"Aku bersikap tenang karena aku tidak melakukannya," kata Rossy Hartono dengan tegas.
Rossy tetap bersikap tenang dan tidak terintimidasi oleh siapa pun.
"Kenapa kamu ingin merusak pesta pertunangan Violet dan menjadikanku sebagai korban? Apa salahku?" tanya Stella sambil menangis terisak-isak.
Kedua pria yang membela Stella tadi menjadi iba melihat gadis seksi pujaan hati mereka menangis tersedu-sedu. Mereka berdua merasa marah terhadap Rossy.
Febrian yang melihat gelagat kedua pria itu ingin maju ke depan menolong Rossy, tetapi lengannya dipegang erat oleh Violet.
Rossy sudah memegang erat tas hitam di tangannya dan bersiap-siap melayangkannya ke arah dua pria yang berjalan ke arahnya karena yakin kedua pria itu tidak mempunyai itikad baik terhadapnya.
"Siapa yang berani menyentuhnya!"
Kedua pria yang sedang berjalan mendekati Rossy terkejut dengan suara tegas dari seorang pria sehingga mereka menghentikan niat semula dan mencari-cari asal suara itu.
Para tamu undangan yang lain pun ikut mencari asal suara pria itu dan mereka terkejut ketika melihat seorang pria tanpa topeng wajah mendorong pria yang duduk di kursi roda menuju ke arah Rossy.
Pria yang duduk di kursi roda itu terkesan misterius di balik topeng wajahnya dan tubuhnya memancarkan aura dingin yang membuat para tamu undangan merasakan terintimidasi dan terdiam seketika.
Pria yang duduk di kursi roda itu menatap tajam ke semua tamu undangan yang mengerumuni Rossy saat ini. Pria itu adalah Jackson.
Ketika Jackson melihat Rossy terlibat masalah, Jackson menelepon Bagaskara dan memintanya datang ke ballroom bersama ketiga bodyguard.
Bagaskaralah yang mendorong kursi roda Jackson ke arah Rossy, sedangkan ketiga bodyguard itu bersiaga di sekitar mereka sambil menunggu instruksi dari Jackson.
Jackson melihat genggaman tangan Rossy yang erat di tas pesta hitamnya.
Jackson menatap wajah Rossy Hartono dengan intens dan tatapan mata yang lembut.
__ADS_1
Tatapan mata itu sangat berbeda jauh dengan tatapan mata tajam yang diperlihatkan oleh Jackson ke para tamu undangan.
"Rossy. Mereka menindasmu?" Jackson bertanya ke Rossy dengan suara lembut.
Mendengar pertanyaan Jackson, genggaman erat tangan Rossy di tas pesta hitamnya menjadi longgar seketika.
Ada perasaan hangat yang menyelimuti seluruh tubuh dan lubuk hati Rossy.
Selama ini Rossy selalu bersikap tegar terhadap gunjingan dan gosip lima tahun yang lalu.
Rossy sama sekali tidak pernah merasa takut karena benteng pertahanan yang dibangunnya sangatlah kuat, tetapi ketika melihat tatapan lembut dari Jackson dan mendapatkan perhatian dari Jackson saat ini, Rossy merasa rapuh dan ingin sekali berada di dalam pelukan serta perlindungan Jackson.
"Iya," jawab Rossy dengan suara bergetar.
Suaranya bergetar bukan karena takut dengan mereka yang sedang menindasnya melainkan terharu karena ada Jackson di sisinya saat ini dan pasti akan melindunginya.
"Jangan takut! Aku akan melindungimu!"
Jackson berjanji kepada Rossy sambil memegang tangan Rossy dengan erat dan lembut.
"Baiklah. Aku tidak takut," jawab Rossy sambil tersenyum dan juga menggengam erat tangan Jackson.
***
Selamat siang readers.
Para readers pasti sudah bisa menebak dari judul bab ini ya.
Pastilah si abang Jackson yang datang untuk melindungi Rossy.
Penasaran kan apa yang akan dillakukan Jackson Wijaya?
Jawabannya ada di bab nanti malam ya 🥰🥰😘😘😘.
Semoga nanti malam babnya tidak terpending lama seperti semalam.
Terima kasih untuk readers yang sudah memberikan Vote, Hadiah, Like dan Komentar positifnya ya.
TERIMA KASIH
LOVE YOU ALL
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1