Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 113. Meringankan rasa sakit


__ADS_3

***Kamar tidur Rossy Hartono***


Rossy tanpa sengaja mengatakan meminta pertanggungjawaban Jackson jika pria itu melihat pakaian tidurnya karena ingin mengusir Jackson dari kamar tidurnya.


Rossy merasa sangat malu sekali dengan ucapannya yang ternyata malahan membuat Jackson semakin salah paham.


"Sebegitu besar rasa cintamu sehingga ingin aku bertanggung jawab? " tanya Jackson dengan suara yang lembut.


"Apa?" Rossy berteriak secara spontan.


Pertanyaan Jackson membuat Rossy berteriak keras tanpa sadar.


Hal itu mengakibatkan perut Rossy semakin sakit karena berteriak secara tiba-tiba dan keras.


Rossy ingin memegang perutnya sendiri tetapi kedua tangannya sedang memegang erat selimut menutupi wajah aslinya supaya tidak terlihat oleh Jackson.


"Sakit," kata Rossy dengan suara kecil dan bergetar.


"Perutmu sangat sakit kah?" tanya Jackson dengan suara lembut.


Rossy hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun karena sedang menahan rasa sakitnya.


Jackson melihat secara samar anggukkan kepala Rossy yang terjiplak oleh selimutnya dan juga melihat dengan jelas tubuh Rossy bergetar dengan keras.


"Rossy pasti sangat kesakitan. Apa yang harus aku lakukan untuk meringankan rasa sakitnya?" kata hati Jackson.


Jackson mencoba mengingat kembali semua artikel dari Felix yang sudah di bacanya di ruang kantornya tadi.


Sementara itu Rossy yang masih berada di dalam selimut merasa sangat tidak nyaman.


Keringat mulai bercucuran di dahinya. Rasa sakit perutnya di tambah rasa sesak kehabisan oksigen karena berada di dalam selimut membuat Rossy semakin menderita.


Tiba-tiba Rossy merasakan selimut di bagian badannya  terangkat sedikit sehingga Rossy melihat ke arah sana.


Sebuah tangan besar menyelinap ke dalam selimutnya dan membuat Rossy terkejut setengah mati.


Dengan spontan kedua tangan Rossy yang sedang memegang bagian selimut yang menutup bagian wajahnya, bergerak dengan cepat menangkap tangan yang menyelinap masuk ke dalam selimutnya.


"Penderitaan apa lagi yang akan dia berikan kepadaku?" kata hati Rossy.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Rossy.

__ADS_1


"Aku ingin menggosok perutmu untuk meringankan rasa sakitnya," jawab Jackson dengan suara datar.


Salah satu artikel tentang 'menstruasi' yang di kirimkan oleh Felix kepada Jackson, memberi pernyataan bantal pemanas bisa meringankan rasa sakit perut akibat menstruasi itu.


Di dalam paper bag yang di letakkan Jackson ada bantal pemanas yang di beli oleh Venesia tadi siang sesuai list yang diberikannya di ruang kantor. Akan tetapi, Jackson ingin turun tangan sendiri membantu meringankan rasa sakit perut Rossy dengan menggunakan telapak tangannya.


"Ah. Tidak perlu!" tolak Rossy dengan kedua tangannya masih memegang erat tangan kanan Jackson yang menyelinap ke dalam selimut.


"Lepaskan tanganmu sekarang!" perintah Jackson.


Jackson merasa marah karena Rossy masih keras kepala menolak niat baiknya padahal Rossy sudah sangat kesakitan.


Rossy melepaskan tangannya secara perlahan karena sadar dengan kondisinya sekarang ini, dia tidak akan bisa melawan perintah Jackson.


Tubuh Rossy terlalu lemah sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk berargumen dengan Jackson.


Lagi pula perkataan Jackson tidaklah salah. Rossy sering menggunakan bantal pemanas ketika sedang sakit perut karena menstruasinya.


Ini adalah pertama kalinya Rossy menstruasi ketika berada di Bali sehingga belum sempat membeli bantal pemanas.


Jackson merasa puas karena Rossy tidak mencegahnya lagi dan pandangan mata Jackson tertuju ke bagian selimut yang menutup wajah Rossy.


Tangan kiri Jacksonbmenarik selimut yang menutup wajah Rossy secara tiba-tiba.


Hanya terlihat jelas bibir Rossy yang berwarna pucat dan kedua bola mata Rossy yang membulat besar karena terkejut Jackson menarik selimut yang menutup wajahnya secara tiba-tiba.


Jackson memalingkan wajahnya ke samping karena merasa terkejut  dan sedikit takut dengan wajah Rossy saat ini. 😅😅


Rossy memanfaatkan kesempatan ketika Jackson memalingkan wajahnya, dengan mematikan lampu nakas di samping tempat tidurnya . Keadaan kamar tidur menjadi gelap gulita.


Jackson memalingkan kembali wajahnya menghadap ke arah tempat tidur karena tidak bisa melihat apa pun dalam kegelapan.


"Rossy. Kenapa kamu mematikan lampu?" tanya Jackson.


Rossy menarik napas dalam-dalam untuk menghirup udara segar di sekelilingnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Jackson.


"Aku...aku hanya  bisa  tidur nyenyak dalam keadaan gelap. Lagi pula... tuan Jackson menggosok perutku dengan tangan bukan mata," jawab Rossy dengan terbata-bata. Setelah otaknya berhasil mendapatkan aliran oksigen yang cukup, pikiran Rossy menjadi lebih jernih dan mendapatkan alasan dengan cepat untuk menjawab pertanyaan Jackson.


"Bagaimana aku keluar dari kamar ini nanti?" tanya Jackson.


Rossy baru teringat Jackson Wijaya sedang menggunakan kursi roda sehingga pasti akan kesulitan keluar dari kamar yang gelap gulita. Akan tetapi, Rossy tidak akan membiarkan Jackson Wijaya membuka lampu tidurnya, yang akan membuat identitasnya terbongkar.

__ADS_1


"Tuan Jackson bisa menggunakan senter di handphone," jawab Rossy.


Rossy memuji dalam hati kepintarannya sendiri yang bisa memikirkan alasan yang di anggapnya sangat masuk akal dan ternyata tidak di bantah oleh Jackson.


Pikiran Jackson sekarang lebih terfokus untuk meringankan rasa  sakit perut Rossy.


Jari tangan kanan Jackson meraba-raba di dalam selimut menuju perut Rossy.


"AHHH.... tanganmu menyentuh ke mana?" teriak Rossy dengan pipi merona merah.


Jackson mengepalkan telapak tangannya seketika dan menghentikan gerakannya. Tadi Jackson merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang terasa lembut dan kenyal.


"Terlalu gelap. Aku tidak bisa melihat apa pun," jawab Jackson.


"Benar juga," kata hati Rossy.


Rossy mempercayai perkataan Jackson dan menggunakan kedua tangannya memegang tangan kanan Jackson dan mengarahkannya ke bagian perut Rossy.


Rossy meletakkan telapak tangan Jackson di atas perutnya.


"Di sini," ucap Rossy dengan suara kecil.


"Ya," jawab Jackson dengan singkat.


Kalau saja keadaan kamar tidur dalam keadaan terang maka akan terlihat pipi dan telinga Jackson sudah memerah karena menyadari bagian mana yang sudah di sentuhnya tadi.


Tangan kanan Jackson menggosok perut Rossy dengan lembut dan perlahan.


Rossy bisa merasakan kehangatan yang menjalar dari telapak tangan yang menyentuh perutnya begitu terasa walaupun ada pembatas antara pakaian tidur Rossy dengan perutnya.


***


Selamat siang readers.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya hari ini juga ya.


Thank you


Salam sayang


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1



__ADS_2