
###FLASHBACK ON###
***Apartemen Royal Residence***
Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan Apartemen Royal Residence.
Bagaskara bergegas menurunkan kursi roda dan memapah Jackson untuk duduk di kursi rodanya.
Para bodyguard yang berjumlah lima orang juga ikut turun dari mobil mereka dan berdiri di belakang Jackson menunggu perintahnya.
Jackson melihat Apartemen Royal Residence yang berlantai lima di hadapannya.
Apartemen Royal Residence hanya mempunyai lima lantai . Hal ini karena menyesuaikan dengan peraturan yang selama ini berlaku di Bali terkait tinggi bangunan tidak melebihi lima belas meter, atau setara empat sampai lima lantai saja.
Apartemen Royal Residence milik Felix berada di lantai paling atas yaitu lantai lima.
Apartemen Royal Residence memiliki fasilitas yang cukup banyak. Ada kolam renang, tempat gym, dan jogging area.
Jackson menjentikkan jarinya sehingga kelima bodyguard berjalan ke depan, menghadap ke arah Jackson.
"Iya tuan Jackson!" kata kelima bodyguard secara bersamaan.
"Dua orang memeriksa cctv Apartemen Royal Residence dan cctv lift, tepatnya mencari orang yang mencurigakan di lantai lima. Tiganya lagi ikut aku dan Bagaskara ke lantai lima!" perintah Jackson.
"Baik Ttuan Jackson!"
"Yang ikut ke lantai lima, persiapkan pistol kalian. Kita tidak tahu apakah si penculik ada komplotan di dalam apartemen." Bagaskara memperingatkan para bodyguard akan bahaya yang mungkin menghadap di depan mereka.
Jackson menganggukkan kepala. Dirinya juga setuju dengan perkataan Bagaskara.
Bagaskara mendorong kursi roda Jackson masuk ke dalam lift di ikuti oleh ketiga bodyguard. Sementara kedua bodyguard lainnya memeriksa rekaman cctv.
Ting!
Pintu lift terbuka. Bagaskara mendorong kursi roda Jackson keluar dari lift di ikuti ketiga bodyguard.
Mereka berhenti di depan pintu apartemen milik Felix. Terdengar suara lagu dari dalam apartemen itu.
Jackson memberikan isyarat tangan kepada bodyguard. Ketiga bodyguard mengeluarkan pistol mereka dan memegangnya dengan erat di tangan.
Salah satu bodyguard maju ke depan, mendekati pintu apartemen dan mencoba menekan handle pintu.
Pintu apartemen terbuka karena tidak terkunci dan terdengar lagu 'Its my life' Bon Jovi yang semakin besar suaranya.
Ketiga bodyguard berjalan masuk ke dalam apartemen dengan hati-hati sedangkan Bagaskara mendorong kursi roda Jackson mengikuti mereka dari belakang.
Ruang tamu terlihat kosong. Hanya terlihat sebuah tas wanita yang terbuka di atas sofa.
Jackson mengenali tas itu adalah tas milik Rossy sehingga semakin yakin Rossy di bawa oleh penculik ke apartemen ini.
Mereka berjalan perlahan dan mencari dari ruangan mana lagu itu berasal. Mereka semakin mendekati ruangan yang dituju.
__ADS_1
It's my life
It's now or never
But I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive
(It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said, "I did it my way"
I just want to live while I'm alive
It's my life
Ternyata suara lagu itu berasal dari ruang makan. Jackson mengenali punggung badan Rossy yang sedang duduk menghadap meja makan.
Sementara tidak terlihat sama sekali sosok penculik Rossy di sekitar ruang makan.
"Rossy Hartono!" panggil Jackson.
Jackson mengulang memanggil nama lengkap Rossy sampai tiga kali dan Rossy tidak bisa mendengarnya karena suara lagu yang cukup besar menutupi suara Jackson.
"Dorong aku ke sana!" perintah Jackson ke Bagaskara.
Mereka curiga adanya jebakan yang sengaja memancing Jackson mendekati meja makan tetapi mereka tidak bisa mencegah keinginan Jackson. Yang bisa mereka lakukan adalah melindungi Jackson dari bahaya yang mengancam.
Kursi roda Jackson berhenti tepat di belakang kursi Rossy. Sekarang Jackson bisa melihat dengan jelas, apa yang Rossy lakukan di meja makan.
Ada dua piring kosong dan juga banyak sekali piring yang berisi masakan variasi mi yang berbeda rasa di atas meja makan.
Tepat di depan Rossy ada satu piring mi dan kelihatan jelas Rossy sedang ingin memakannya.
"Wanita bodoh! Masih bisa tenang makan padahal sedang di culik," kata hati Jackson.
Bagaskara dan ketiga bodyguard pun mempunyai pemikiran yang sama dengan Jackson.
"Wanita ini di culik dan masih bisa menghabiskan mi dua piring?" kata hati Bagaskara dan ketiga bodyguard.
Jackson mengangkat tangannya ke atas dan memegang pundak Rossy dari belakang.
Jackson tidak menyangka Rossy sangat terkejut karena dipegang pundaknya dan menjatuhkan garpu yang berada di tangannya.
"Aku sedang menghabiskan mi nya," teriak Rossy panik tanpa berani menoleh ke belakang .
Jackson baru sadar Rossy dipaksa oleh penculik untuk menghabiskan mi yang berada di atas meja makan.
Hal ini mengingatkan Jackson akan perbuatan Susan terhadapnya dua puluh tahun yang lalu. Susan menculiknya dan juga memaksanya menghabiskan makanan yang ada di atas meja.
__ADS_1
Pada saat itulah Jackson yakin Susan adalah wanita gila. Tidak di sangka setelah dua puluh tahun akan muncul orang gila lain yang mempunyai pemikiran sama dengan Susan yaitu suka menculik orang dan memaksa orang yang di culik untuk menghabiskan makanan.
Jackson merasa emosi dan marah kepada penculik Rossy. Jackson tidak ingin Rossy mengalami trauma seperti dirinya.
"Rossy Hartono!" teriak Jackson.
Jackson ingin Rossy tahu bahwa dia lah yang memegang pundak Rossy dan bukan si penculik.
"Tu..tuan Jackson?" kata Rossy dan memberanikan diri menoleh ke belakang.
Terlihat Jackson duduk di atas kursi roda dan menatap ke arah Rossy.
#FLASHBACK OFF#
Rossy menatap Jackson dengan pandangan mata tidak percaya. Hatinya merasa lega dan terharu.
Rossy tidak menyangka Jackson akan mencarinya. Ternyata masih ada orang yang mengkhawatirkannya selain Michelle dan kedua putranya.
Apalagi Rossy melihat Jackson datang bersama empat pria. Tiga pria memegang pistol di tangan mereka.
Rossy bisa menebak ketiga pria itu adalah bodyguard karena penampilan mereka sama dengan Robin yang menjaga Kelvin di Healing Hands Hospital.
Rossy semakin yakin Jackson tahu dirinya di culik sehingga Jackson membawa serta bodyguard untuk menyelamatkannya.
"Tuan Jackson. Terima kasih sudah datang menyelamatkanku," kata Rossy dengan tulus.
"Matikan dulu lagu di handphonemu," kata Jackson dengan suara datar.
"Oh iya ya," kata Rossy dan mematikan lagu di handphonenya.
"Di mana penculik itu?" tanya Jackson.
"Aku tidak tahu. Dia memintaku menghabiskan semua mi yang ada di atas meja dan menyalakan lagu di handphoneku dengan suara keras," jawab Rossy.
Jackson menyuruh dua orang bodyguard memeriksa seluruh ruangan di dalam apartemen dengan teliti, sedangkan Bagaskara dan satu bodyguard tetap berada di ruang makan untuk melindungi Jackson.
***
Selamat siang readers. Sedikit demi sedikit apa yang Susan lakukan terhadap Jackson dua puluh tahun yang lalu akan mulai terungkap ya.
Sabar ya readers mengikuti alur ceritanya ^~^
Siapakah pria yang menculik Rossy? Apakah pria itu ada hubungan dengan Susan?
Ayo ikut jadi detektif yuk readers .
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya hari ini juga ya
Terima Kasih
__ADS_1